Bagikan sekarang

Dalam situasi new normal dari Covid-19, Kuliah Kerja Nyata (KKN) mulai dilaksanakan secara luring. Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong Jember memberikan inovasi baru menjadi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PKM-BR) tahun 2022 dengan mengangkat tema “Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju SDGs”.

PkM-BR Posko 12 bertempat di desa yang cukup jauh dari perkotaan, yaitu Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Desa ini menjadi salah satu desa sasaran yang ditempati PkM-BR Posko 12. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) posko ini adalah Imam Bukhori, M.Pd.I dengan beranggotakan tujuh orang. Diantaranya Widodo (PAI), Hafiluddin (PAI), Robiatul adawiyah (PAI), Nikmatul lailiyah (PAI), Siti Khoiriyah (PAI), Siti nurjanah (PAI), dan Siti Nur Holijah(PAI).

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan ke arah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

SDGs desa mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2017 tentang tujuan pembangunan berkelanjutan nasional yang memiliki 17 tujuan pembangunan berkelanjutan desa. Namun PkM-BR Inaifas berfokus pada 4 indikator, yaitu No Poverty (Tanpa Kemiskinan), Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), Quality Education (Pendidikan Berkualitas), dan Gender Equality (Kesetaraan Gender).

Dalam hal ini, mereka mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair yang termasuk indikator nomer 15 dalam SGDs yaitu life on land ( Ekosistem daratan). Di desa Kepanjen ini memiliki luas wilayah 1.099.315 Ha/m2, dengan 3 Dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Panggul Melati, Dusun Jeni, dengan luas lahan pertanian 545.565 Ha/m2.

Salah satu mahasiswa, Widodo menjelaskan luasnya lahan pertanian di desa Kepanjen menjadikan mayoritas masyarakat Desa Kepanjen berprofesi sebagai petani sebagai penghasilan utamanya dengan komoditas andalan yaitu padi, jagung dan cabai.

Baca juga  Mahasiswa Inaifas Terima Beasiswa Prestasi Akademik Kemenag RI

“Jika terjadi penurunan terhadap kualitas dan produktivitas hasil panen petani, salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang tidak subur yang diakibatkan degradasi tanah karena model penggunaan lahan yang intensif, serta penggunaan pupuk kimia seperti pupuk pestisida dan herbisida secara terus menerus,” jelasnya.

Disebutkan, mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat memberikan penyuluhan di Desa Kepanjen mengangkat pembahasan tentang bagaimana proses pembuatan pupuk organik cair. Karena pengolahan lahan pertanian di Desa Kepanjen masih menggunakan pupuk kimia (anorganik).

“Oleh karena itu diperlukan kesadaran petani mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik. Potensi ini dapat dikembangkan menjadi sektor pertanian berkelanjutan dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan kesuburan tanah tersebut,” jelas Widodo.

Diketahui, pupuk organik adalah pupuk yang dibuat dari bahan tanaman dan hewan yang telah mengalami serangkaian proses. Kandungan unsur hara yang ada di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk budi daya tanaman. Sedangkan pupuk organik cair adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan atau manusia.

“Bagi sebagian orang pupuk organik cair lebih baik untuk digunakan karena terhindar dari bahan-bahan kimia/sintetis serta dampak yang baik bagi kesehatan,” imbuhnya.

Tujuan pupuk organik sendiri untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang sekarang mahal dan sangat susah didapatkan. Juga bisa meringankan ekonomi bagi para petani dengan bahan-bahan yg mudah didapatkan.

Aplikasi jenis pupuk ini diketahui memberikan banyak manfaat bagi lingkungan maupun tanaman. Berikut beberapa manfaat dari penggunaan pupuk organik.
1. Memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah,
2. Menyediakan unsur hara bagi tanaman,
3. Meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman,
4. Meningkatkan pertumbuhan benih.

Baca juga  Dai Mahasiswa, Program Unggulan INAIFAS di Era Kampus Merdeka

Macam-macam POC (Pupuk Organik Cair) terdapat berbagai jenis tergantung dari kebutuhan. POC dapat dimanfaatkan dari tumbuhan ataupun kotoran. Diantaranya yang dapat dimanfaatkan adalah POC dari nasi basi, POC dari sisa sayur-sayuran, POC dari kulit kakao dan POC dari kotoran hewan.

***
Laporan Posko 12 Desa Kepanjen. DPL: Imam Bukhori, M.Pd.I.