Bagikan sekarang

Di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Al-Hikam Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember mengadakan Seminar Kepemudaan pada Ahad (30/10/2022). Kegiatan mengusung tema ‘Privilege Pemuda sebagai Ujung Tombak’ ini dipusatkan di Auditorium Kampus Inaifas Jalan Semeru No. 09 Kencong.

Seminar tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kencong, Muhammad Ridwan Hamid.

Ketua UKM Pers Al-Hikam Febri Khoirunnas mengatakan, dalam rumusan Sumpah Pemuda ditemukan betapa gelora semangat para pemuda berkobar untuk menciptakan kesatuan dan persatuan.

“Semangat juang dalam isi Sumpah Pemuda bisa menjadi contoh nyata bagi generasi muda saat ini untuk mengambil langkah dalam mengisi kemerdekaan,” cetus Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agam Islam (PAI) ini.

Febri mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta telah berpartisipasi mengikuti kegiatan ini serta mengucapkan selamat bagi para pemenang lomba video berpuisi.

Diketahui, selain seminar juga diselenggarakan lomba video berpuisi. Adapun juara pertama dimenangkan oleh Jamaluddin mahasiswa prodi PAI semester III, Juara kedua diraih Siti Fatimatuz Zahra mahasiswa prodi PAI semester 5. Kemudian disusul Eka Wulandari mahasiswa prodi PAI semester V sebagai juara ketiga.

Pada kesempatan ini, Muhammad Ridwan Hamid menjelaskan bahwa pemberian makna yang mendalam terhadap Sumpah Pemuda akan menumbuhkan semangat juang mendapatkan suatu pencapaian tertentu.

“Makna¬†Sumpah Pemuda¬†yang bisa diambil adalah semangat terus berkobar sekalipun banyak rintangan seperti yang dilakukan para pemuda generasi terdahulu,” ungkapnya.

Aktivis Muda NU yang bergelut di dunia kesenian dam budaya ini menambahkan bahwa masyarakat Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai komunikasi universal dalam negara. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Inilah makna Sumpah Pemuda yang perlu dipahami.

Baca juga  INAIFAS Gelar Temu Alumni Peraih Beasiswa Guru Madin Bareng Gubernur Jatim

“Kita tentu hafal betul, bahwa negara kita terdiri dari ratusan suku dengan ratusan bahasa daerah yang digunakan dalam lingkup lokal wilayah tertentu. Namun bahasa Indonesia tetap menjadi pemersatu kita,” tandasnya.

Sementara Ketua Dema Inaifas Mila Agustin mengapresiasi kegiatan tersebut. Dirinya berharap peringatan Sumpah Pemuda ini benar-benar menjadi refleksi bagi generasi muda hari ini.

“Semoga mahasiswa Inaifas tidak kehilangan ruh semangat persatuan dan kesatuan. Mari terus berkarya dan berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” tutupnya.