Bagikan sekarang

Oleh: Asni Furoidah, M.Pd.I (Dosen PBA INAIFAS)

Dalam rangka evaluasi program kegiatan PPL/PkM berbasis riset, para dosen Pendidikan Bahasa Arab melakukan evaluasi diri dengan tujuan meningkatkan kualitas SDM dan kinerja para dosen sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 5 Kampus II INAIFAS pada Sabtu (25/06/2022).

Seperti diketahui, bahwa dosen merupakan pendidik profesional atau juga seorang ilmuwan yang bertugas untuk mengembangkan dan melakukan perluasan terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan melalui proses pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peningkatan mutu dosen tersebut pasti akan membawa hal positif dan perubahan baik dalam mutu perguruan tinggi. Nah, untuk melakukan peningkatan kualitas mutu pendidikan tersebut, inilah 5 hal yang dilakukan dosen Pendidikan Bahasa Arab dalam meningkatkan mutu di Perguruan Tinggi. Berikut penjelasannya;

  1. SelaluĀ UpgradeĀ Ilmu
    Menurut UU Perguruan Tinggi pada tahun 2012, proses peningkatan ilmu pengetahuan dapat dilakukan melalui banyak hal, seperti penerbitan buku, penelitian dan lain sebagainya. Dalam hal ini, dosen Pendidikan Bahasa Arab diharapkan selalu konsistensi dalam melakukan riset keilmuan sebagai bentuk pengembangan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Hal sederhana bisa menjadi pembahasan menarik jika terus dikembangkan. Ibarat bola salju, penelitiannya mungkin terlihat sederhana, tetapi jika optimal akan menghasilkan dampak yang besar. Maka dari itu, sesuatu yang sederhana dapat menjadi besar dengan eksekusi penelitian yang matang. Paparkan hasil penelitian di depan dosen untuk mendapatkan kajian yang berbobot.
  1. Selalu Aktif dan Kreatif
    Menjadi seorang dosen memang dituntut untuk menjadi seorang yang aktif dan kreatif. Banyak hal yang akan berdampak positif apabila seorang dosen mampu berinteraksi dengan lingkungan secara baik. Aktif dan kreatif yang dimaksud adalah bahwa seorang dosen harus mampu memberikan suatu hal yang baru dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di luar kampus. Selain itu, dengan menjadi dosen yang aktif dan kreatif, maka suasana di dalam kelas pun akan menjadi lebih menyenangkan. Mahasiswa akan dijauhkan dari rasa kebosanan dan malas dalam proses belajar mengajar.
  1. Menjaga Kualitas Karya Ilmiah
    Karya ilmiah ataupun jurnal sangat berkaitan erat dengan dunia penelitian serta pendidikan. Jenisnya pun beragam seperti makalah, skripsi, artikel, paper, tugas akhir, tesis, disertasi dan lain sebagainya. Agar karya ilmiah yang disusun dapat dipercaya, memiliki kredibilitas dan kualitas yang baik, selain memperhatikan standar teknis/format penulisan, juga harus memperhatikan hal-hal berikut:
    a. Tulisan harus sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh berbagai hasil pengamatan, penelitian dan peninjauan terhadap bidang ilmu tersebut.
    b. Menampilkan fakta dan dibuat dengan menggunakan metodologi penulisan yang baik dan benar.
    c. Dipublikasikan atau dipaparkan dari hasil pengkajian ataupun penelitian yang telah dilakukan.
    d. Hasil riset yang menunjukkan adanya penemuan yang dikomparasikan dengan riset sebelumnya. Dengan demikian, sebuah karya ilmiah yang baik perlu memperhatikan 4 kompetensi berikut: pemahaman keilmuan, perancangan, evaluasi, kajian kritis sebagai bentuk temuan riset yang telah dikaji. Pada prodi Pendidikan Bahasa Arab terdapat 2 portal publikasi jurnal ilmiah dengan masing-masing memiliki kualifikasi. Pertama Jurnal Al-Fusha dengan beralamatkan https://ejournal.inaifas.ac.id/index.php/alfusha yang membahas kajian pendidikan bahasa Arab. Jurnal ini terbit setahun dua kali dan sudah terakreditasi Sinta 4. Kedua Jurnal An-Nuqtah atau jurnal kajian riset mahasiswa PBA INAIFAS, jurnal ini beralamatkan https://ejournal.inaifas.ac.id/index.php/An-Nuqthah/issue/archive.
  1. Menumbuhkan kedekatan dengan Mahasiswa
    Kemampuan dosen yang mampu berinovasi tentunya akan berdampak pada kualitas mahasiswa. Upaya bimbingan akademik dari dosen diarahkan sebagai upaya membantu agar mahasiswa dapat mengembangkan kemandiriannya dan kemampuannya, sehingga pada akhirnya mahasiswa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Bimbingan dosen PBA INAIFAS terhadap mahasiswa dilakukan secara kelompok atau individu dengan memberikan pelayanan penuh terhadap mahasiswa. Mahasiswa diarahkan untuk selalu bersahabat dengan kemajuan teknologi sehingga mereka bisa mengembangkan potensi akademik tanpa merasa kebingungan.
  1. Tetap Semangat Menjalani Tri Dharma Perguruan Tinggi
    Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan sebuah ciri khas para pelaku pendidikan perguruan tinggi yang wajib dilaksanakan. Tidak ada alasan yang dapat menghambat seorang dosen untuk melaksanakan kewajibannya, seorang dosen harus tetap semangat dalam menjalani proses pengajaran, meningkatkan dan menambah ilmu untuk dilaksanakan agar kualitas keilmuwan dosen tidak diragukan. Melakukan penelitian di bidang ilmu yang didalami juga sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas mutu seorang dosen. Semakin banyak jumlah riset yang dilakukan, maka semakin banyak pengalaman yang didapat. Sehingga, beberapa riset yang dilakukan tersebut bisa dimuat dalam jurnal ilmiah.
Baca juga  Perkuat Moderasi Beragama dengan Menghindari Penistaan Agama

Dalam Undang-Undang pendidikan tinggi, disebutkan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Itulah upaya yang dilakukan dosen Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS Kencong dalam upaya meningkatkan kualitas diri. Tidak hanya dosen, mahasiswa dan pihak kampus diharapkan ikut andil dalam memberikan dukungan demi kelancaran dan berhasilnya upaya yang telah dilakukan dosen untuk meningkatkan kualitas dalam kondisi apapun. Karena kualitas pendidikan suatu negara bergantung pada kualitas dan mutu tenaga pengajarnya.

Salam PBA Bravo!!