Bagikan sekarang

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset yang disingkat PkM-BR di INAIFAS mulai dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2022 hingga 06 September 2022 mendatang. Program ini telah menjadi bagian aktivitas pendidikan sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Berbeda dengan tahun sebelumnya, PkM-BR tahun ini bertemakan “Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju SDGs” yang berfokus pada 4 indikator dari 17 indikator SDGs. Keempat indikator tersebut adalah: 1).Tanpa Kemiskinan, 2) Tanpa Kelaparan, 3) Pendidikan Berkualitas dan 4) Kesetaraan Gender.

Berdasarkan tujuan itu, maka mahasiswa posko 02 PkM-BR INAIFAS membentuk program yang mengacu kepada 2 goals yaitu: Tanpa kemiskinan dan Pendidikan Berkualitas, yang kemudian dibagi menjadi program primer dan program sekunder.

Dalam pelaksanaan kegiatan salah satu programnya, mahasiswa PkM-BR posko 02 bersinergi dengan program pemerintah yang berorientasikan SDGs yaitu program Keluarga Harapan yang disingkat PKH. Program Keluarga Harapan merupakan program perlindungan sosial yang termasuk dalam klaster pertama strategi penaggulangan kemiskinan di Indonesia. (Kemensos:2013,2).

Kesinambungan dari program ini akan berkontribusi dalam mempercepat pencapaian Tujuan SDGs, sebagaimana yang disampaikan Harry Hikmat selaku Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial tentang keberhasilan PKH dalam 10 poin SDGs (baca: Program Keluarga Harapan dan SDGs dalam seminar FKP ke-3 tanggal 15/10/2019).

Kegiatan ini bukan program primer, melainkan program sekunder. Seperti yang disampaikan DPL posko 02 ibu Ifa Afida, M.Pd.I. pada saat pertama sharing dengan mahasiswa, beliau mengatakan “Berikan program baru kepada masyarakat, apabila tidak bisa, setidaknya dapat berpartisipasi dalam program pemerintah yang memiliki ruh SDGs” (26/07/2022).

Dalam kesempatan ini mahasiswa PkM-BR INAIFAS posko 02 bersepakat akan melaksanakan kedua-duanya. Seperti yang disampaikan oleh kordinator desa Padomasan lutfia nurlaily yang mengatakan bahwa program primer kelompoknya masuk dalam skala bulanan dan program ini sebelumnya belum diterapkan di desa Padomasan, sedangkan program sekundernya masuk skala mingguan dan harian dan dalam pelaksanaannya bersinergi dengan program yang sudah ada di desa ini” (28/07/2022).

Baca juga  JAWARA FESBAN 2019 INAIFAS “Terbaik dari yang terbaik”

Implementasi kegiatan ini diawali dengan mengumpulkan peserta PKH yang disebut dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di rumah ketua kelompok, kemudian pendamping PKH desa Padomasan bersama-sama dengan mahasiswa PkM-BR posko 02 melaksanakan Family Development Sessions (FDS).

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan keluarga dalam menjalani kehidupannya melalui proses belajar, dan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dengan berbagai materi praktis, yaitu Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan dan Gizi, Perlindungan Anak, Disabilitas dan Lansia. Masing-masing materi terangkum dalam suatu modul dengan berbagai sesi yang berurutan. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak kesulitan untuk menyampaikannya kepada peserta.

Tema yang disampaikan dalam giat ini adalah Modul 1 “Pola Pengasuhan dan Pendidikan anak” Sesi 1 “Menjadi Orang Tua Lebih Baik”. Modul ini bertujuan membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya peran mereka sebagai orang tua dan pengaruh mereka terhadap tumbuh kembang anak, dan juga membangun kesadaran untuk menggunakan pola pengasuhan yang lebih positif.

Media pendukung yang digunakan dalam penyampaian materi dengan memutarkan beberapa film pendek: pertama, film tentang memahami perasaan anak, kedua, film tentang bersabar saat anak melakukan kesalahan, ketiga, film tentang mengendalikan keinginan anak, dan yang keempat; film tentang bermusyawarah untuk kepentingan keluarga.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menjadi lebih baik, diantaranya: (1) orang tua yang baik memiliki konsep diri yang positif, peserta diajak untuk berusaha melihat hal baik yang ada dalam diri masing-masing, karena pikiran yang positif terhadap diri sendiri akan menjadi dorongan untuk berperilaku dan bertutur kata dengan baik terhadap anak.

(2) penuh kasih sayang dan tidak melakukan kekerasan, mula- mula peserta diajak melihat film tentang memahami perasaan anak dan bersabar saat anak melakukan kesalahan, selanjutnya diberikan kesimpulan bahwa Menjadi orang tua yang baik tidak ditentukan oleh berapa banyak jumlah uang/harta yang dimiliki. Meskipun kehidupan ekonomi sulit, tetap bisa menjadi orang tua yang baik dengan belajar mengendalikan emosi. Cara yang lain selalu bersikap, berperilaku dan bertutur kata dengan penuh kasih sayang, tanpa kekerasan.

Baca juga  Harlah PMII, Gus Rijal: Senantiasa Menjadi Motor Perubahan dan Kemajuan bagi Indonesia

(3) melibatkan ayah dalam pengasuhan sehari- hari, disampaikan kepada peserta bahwa pengasuhan anak tidak semata-mata tanggung jawab ibu. Ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama meskipun menjalankan peran yang berbeda. Setelah itu beberapa peserta diminta untuk menyampaikan keterlibatan dalam hal apa saja yang biasanya dilakukan ayah dalam membantu pengasuhan anak di rumah, selanjutnya disimpulkan bahwa sebaik apapun ibu dalam mengasuh anak, kehadiran ayah memberikan dampak tersendiri.

(4) membuat keputusan bersama dan melaksanakan dengan konsisten, pada langkah ini, mahasiswa PkM-BR menggali informasi apakah peserta beserta pasangannya pernah mendiskusikan dan memutuskan berbagai macam hal tentang pengasuhan anak. Selanjutnya mahasiswa PkM-BR menyampaikan tentang pentingnya membuat keputusan bersama dan melaksanakan dengan konsisten dalam keluarga, karena Dengan cara ini orang tua akan memikul beban yang sama dan merasa mendapat dukungan satu sama lain. (5) dan seterusnya.

Selain mahasiswa PkM-BR terlihat semangat menyampaikan materi, peserta PKH pun tampak antusias dan gembira mengikuti kegiatan ini. Apalagi pada sesi ice breaking, sesekali tawa peserta pecah memenuhi ruangan.

Sebagai penutup kegiatan ini, mahasiswa PkM-BR melakukan ajang promosi dengan mengajak peserta yang memiliki anak lulus sekolah SMA setingkat dan ingin melanjutkan kuliah, bisa mendaftar di INAIFAS Kencong, kampus segudang beasiswa, yang salah satu programnya adalah beasiswa KIP. Mengingat sebagian besar peserta PKH juga merupakan penerima sasaran program KIP.

***

Laporan Posko 02 Desa Padomasan. DPL: Ifa Afida, M.Pd.I. Anggota Kelompok: Hisyam Faruq, Muhammad Arifandi Hidayat, Khoirur Roziqin, Rizal Adi Purwanto, Fathur Rozi, Lutfia Nurlaily, Jita Fadila.