Bagikan sekarang

Sebagai bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat, INAIFAS kembali menggelar sosialisasi peningkatan melek literasi. Kali ini, kampus yang terletak di Kencong, Jember, itu bekerjasama dengan pihak Pokja 2 Tim Penggerak PKK Kecamatan Jombang. Acara ini digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Bapak Bastomi, S.Sos., Camat Jombang, menjelaskan, “Sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya kegemaran membaca bagi pengembangan pribadi yang cerdas, berbudi luhur, mandiri dan bertanggungjawab baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan yang ada.” tutur pejabat asal Wonorejo ini.

Sesuai dengan tajuk kegiatan, “Meningkatkan Minat Baca Bagi Pendidik dan Orang Tua dalam Membacakan Buku pada Anak”, Ibu Dr. Titin Nurhidayati, M.Pd., sebagai narasumber menjelaskan pentingnya posisi keluarga, khususnya ayah-ibu, dalam meningkatkan kualitas literasi untuk buah hatinya.

Direktur Pascasarjana INAIFAS Kencong Jember ini menilai, minat baca yang rendah di kalangan anak-anak Indonesia sebaiknya tidak dianggap remeh. Sebab, buku adalah sarana pendidikan yang tepat untuk tumbuh kembang pada anak. Selain bermanfaat menambah wawasan, buku mengajarkan anak nilai-nilai budaya yang berlaku di masyarakat. Mengingat setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda-abeda.  Lebih dari itu, buku juga dapat mengembangkan imajinasi anak yang akan berpengaruh pada kemampuan berinovasi.

“Jika minat baca yang rendah tersebut dibiarkan, dikhawatirkan bakal memicu dampak negatif di kemudian hari. Di antaranya, kreativitas yang tidak berkembang, kesulitan memahami atau menguasai masalah, mudah dipengaruhi hal-hal negatif, serta sulit bersosialisasi dan meningkatkan kualitas diri.” kata perempuan kelahiran Surabaya ini.

Masalah rendahnya minat baca ini pada akhirnya akan berdampak pada keberlangsungan peradaban bangsa. Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019, indeks aktivitas literasi membaca memperlihatkan angka 37,32 persen. Di sisi lain, terjadi lonjakan peningkatan internet secara signifikan selama lima tahun terakhir.

Baca juga  PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KEBUDAYAAN ISLAM

“Oleh karena itu, untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pemerintah desa juga dituntut untuk bisa menjadikan tempat yang menarik, nyaman serta sarana dan prasarana yang memadai guna menunjang keberadaan perpustakaan berupa hotspot areanya.  Saya berharap semua harus bisa bersinergi, baik itu support masyarakat maupun BPD, juga aparat desa untuk bisa mengambil kebijakan terkait bagaimana meningkatkan minat baca warganya, khususnya adalah melakukan penguatan pustaka dengan menjalin kerjasama dengan INAIFAS Kencong Jember melalui program perpustakaan keliling dan duta literasi. Kita berharap, kerjasama ini segera terwujud.” kata Bu Titin, sapaan akrabnya. Acara yang diselenggarakan di pendopo Kecamatan Jombang, Selasa (22/06), berlangsung sejak pagi hingga siang. 80 orang peserta, yang mayoritas ibu-ibu, tampak antusias mengikuti acara ini. Apalagi ketika Bu Titin menyampaikan tips merangsang minat baca anak, dan kesanggupan tim perpustakaan keliling INAIFAS singgah di kantor Kecamatan Jombang. (tnh)