Bagikan sekarang

Persiapan alih status menjadi universitas semakin matang. Panitia yang dibentuk juga semakin kompak mempersiapkan kebutuhan. Kali ini, kampus yang terletak di Kencong Jember ini belajar ke Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Probolinggo.

Rencana awal, silaturahmi dilakukan secara langsung. Namun demi kebaikan bersama dan mentaati aturan PPKM, maka acara dihelat secara daring.

Dalam acara yang digelar melalui zoom pada Sabtu (10/07), dengan tema “Silaturahmi Memperkuat Institusi dan Menjalin Sinergi dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Islam” ini pihak INAIFAS diwakili jajaran pimpinan, dekan, kaprodi dan tim panitia alih status.

Rijal Mumazziq Z M.H.I., Rektor INAIFAS, dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih atas kesediaan pimpinan dan struktural UNZAH dalam silaturahmi daring tersebut.

“Kami berharap bisa berguru dan belajar banyak dari UNZAH dalam proses menuju Universitas. Sebab, dua kampus ini memiliki kesamaan. Sama-sama di bawah naungan pesantren. Yang istimewa, UNZAH adalah kampus Islam yang di bawah naungan Kemenag,” kata Gus Rijal, sapaan akrabnya.

Rektor UNZAH Dr. KH. Abd Aziz, M.Ag.

Rektor UNZAH, Dr. KH. Abd Aziz, M.Ag. menilai apabila acara daring ini bisa ditingkatkan dalam bentuk MoU agar secara formal bisa mengikat. “Kami menyambut baik inisiatif INAIFAS ini. Kita niatkan saling belajar.” lanjut Kiai Aziz.

UNZAH saat ini membawahi 5 fakultas dan 15 prodi. Yakni, Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Matematika, dan Prodi Tadris Bahasa Inggris.

“Kemudian, Prodi Tadris IPS, Tadris Bahasa Indonesia, dan Manajemen Keuangan Syariah, Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Perbandingan Madzhab, Hukum Keluarga, dan Akhlaq Tasawuf. Juga ada Ma’had Aly Ilmu Ulumul Hadist dan Program D-1, I-Tech,” jelas Kiai Aziz.

Baca juga  PDPK INAIFAS, Sebuah Instrumen Regenerasi
Peserta Daring dari kedua Perguruan Tinggi Islam

Akhmad Zaeni, M.Pd.I., Ketua Panitia Alih Status Universitas, menjelaskan, di antara yang ingin dipelajari adalah proses alih status INZAH menjadi UNZAH.

“Apalagi di kampus Genggong ini ada Prodi Tadris Matematika, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Bahasa Indonesia dan Pendidikan Anak Usia Dini. Empat prodi ini yang rencana kami dirikan. Jadi mohon bimbingan dan dukungannya, kiai,” tandas Pak Zen, sapaan akrabnya.

Kiai Aziz pun memberi kesanggupan. Baginya, pengalaman dan ilmu harus dibagi. Termasuk pengalaman kampusnya dalam proses alih status ini.

“Silahkan. Dengan senang hati. Dan, kita berharap kelak apabila pandemi ini berlalu, kita bisa berjumpa secara langsung,” tukasnya. (humas inaifas)