Bagikan sekarang

Oleh: Qurrotul Ainiyah, S.Pd.I., M.Sy (Dosen INAIFAS)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk pertama kalinya mengadakan diskusi berkala di kampus Institut Agama Islam Al- Falah As- Sunniyyah (INAIFAS) pada Sabtu, (15/10/2022).

Kegiatan diskusi ini merupakan kegiatan diskusi ilmiah rutinan dalam rangka mewujudkan interaksi ilmiah antar Dosen Tetap Yayasan yang ada di lingkungan kampus INAIFAS. Maksud diadakan diskusi berkala ini supaya terjalin komunikasi berupa sharing keilmuan yang pada akhirnya akan memberikan pemahaman yang baik dan tercipta budaya berpikir kritis dan nalar ilmiah pada disiplin keilmuan dosen di tiap prodi.

Kegiatan ini dilakukan secara offline di ruang laboratorium kampus INAIFAS, dihadiri dosen INAIFAS dari beberapa prodi yakni PAI, PGMI, ES, BKPI dan HKI. Diskusi ini dipandu oleh Riska Fatmawati S.Pd.I. sebagai moderator, dengan menghadirkan dua pemateri yakni Qurrotul Ainiyah M.Sy. membahas tema pinangan dalam tradisi ngunggah- ngunggahi dan Akhmad Rudi Masrukhin M.Pd.I. membahas tema motivasi berafiliasi dan motivasi berprestasi terhadap self regulated learning siswa.

Diawali pemaparan dari Qurrotul Ainiyah tentang budaya lamaran di Banyuwangi yakni tradisi ngunggah-ngunggahi. Qurrotul Ainiyah menjelaskan bahwa tradisi ngunggah-nguggahi memiliki keunikan dari tradisi lamaran pada umumnya. Keunikan tradisi ini terlihat dari cara melamar yang dilakukan dengan cara nyolong wong wadon (menculik calon mempelai perempuan) oleh wong Osing (laki-laki Osing), karena pihak laki-laki tidak disetujui oleh orang tua calon mempelai perempuan.

Tradisi ngunggah-ngunggahi merupakan budaya folklor suku Osing yang sampai saat ini belum terkonfirmasi sejak kapan tradisi ini dilakukan. Namun demikian masyarakat Osing meyakini bahwa Wong Osing yang tidak disetujui orang tua untuk menikahi anak perempuanya, lalu dia melakukan tradisi ngunggah-ngunggahi, dianggap sebagai lelaki pemberani dan bertanggung jawab. Sebab laki-laki ini dianggap mampu memperjuangkan cintanya sampai jenjang perkawinan.

Baca juga  Musy Kullu Dunya Dunya

Sesi kedua paparan dari Akhmad Rudi Masrukhin tentang motivasi berafiliasi dan motivasi berprestasi. Sejak masa pandemi COVID-19 diawal 2020 sampai sekarang, sebagian besar pembelajaran dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Hal ini berpengaruh pada motivasi berafiliasi dan motivasi berprestasi terhadap self regulated learning siswa SMA dari tujuh provinsi di Indonesia.

Rudi menjelaskan bahwa desain post facto pada data, diambil secara rendom 1688 siswa SMA dari tujuh provinsi di Indonesia. Data dikumpulkan dengan skala psikologis motivasi berafiliasi, motivasi berprestasi, dan self regulated learning yang telah diuji validitas butir > 0,3 dan reliabilitas Alpha Cronbach dengan masing-masing skor 0,82, 0,84, dan 0,79.

Pada ahirnya diskusi diahiri dengan adanya kritik dan masukan pada pemateri. Out put kegiatan diskusi berkala yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), berupa karya ilmiah yang sudah di takhsis oleh para peserta untuk di submit ke jurnal internal kampus ataupun jurnal luar yang bereputasi baik Sinta ataupun scopus.