Bagikan sekarang

Posko 24 melaksanakan program kerja utamanya dalam Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PkM-BR) dan Sdgs. Kegiatan tersebut adalah pelatihan membuat selai dari jeruk bangle.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Padang Rejo dan Dusun Krajan Selatan serta Dusun Krajan Utara. Sasaran utama kepada masyarakat Desa Gadingrejo, yakni ibu-ibu rumah bertempat di TK Muslimat NU Dusun Padangrejo, Desa Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari pada Rabu (10/08/2022).

“Tampak terlihat antusias ibu-ibu saat mengikuti pelatihan dan kebanyakan tidak menyangka jika jeruk dapat dimanfaatkan menjadi olahan makanan selai,” kata Itfiyatunnida salah satu mahasiswa Posko 24.

Salah satu warga, Ibu Ani mengatakan sangat inovatif sekali bisa menjadikan kesibukan juga termasuk pemanfaatan jeruk khususnya yang bangle untuk meningkatkan harganya.

“Alhamdulillah, berkat pelatihan ini dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat nantinya,” ungkapnya.

Pelatihan kedua yakni kepada ibu-ibu PKK dan Muslimat yang bekerja sama dengan pemerintah Desa Gadingrejo pada Kamis, (11/08/2022) bertempat di balai Desa Gadingrejo.

“Lagi-lagi ibu” PKK dan Muslimat tidak menyangka bahwa jeruk bangle bisa dimanfaatkan menjadi olahan makanan, hal ini dapat menjadikan perubahan khususnya desa gadingrejo menjadi makanan khas, selain penghasil buah jeruk yang besar,” kata Nida.

Nida berharap mahasiswa posko 24 melakukan inovatif olahan selai jeruk sebagai salah satu pemberdayaan bagi masyarakat desa gadingrejo juga sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat Desa Gadingrejo dengan berbagai permasalahan pertanian yang ada, dan merupakan solusi bagi para petani.

Ketua Ibu PKK Desa Gadingrejo berinisiatif untuk mengikutsertakan selai jeruk di pameran bazar yang akan datang dengan harapan agar selai jeruk dapat terkenal juga menjadi pendapatan bagi masyarakat Desa Gadingrejo.

Baca juga  PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS, Tingkatkan Literasi Masyarakat Melalui Taman Baca

“Nanti akan saya komunikasikan lebih lanjut dengan panitia pameran bazar,” tandasnya.

Dikemukakan bahwa Jeruk bangle ialah jeruk yang tidak layak di panen, atau rusak, maka dari situ posko 24 punya inisiatif untuk memanfaatkan jeruk bangle tersebut untuk dijadikan selai jeruk.

Masyarakat Gadingrejo sangat setuju, bahkan bisa di pasarkan, terutama yang punya lahan jeruk karena mayoritas warga Gadingrejo 60% petani jeruk. Sehingga program ini untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui jeruk bangle tersebut dan memberikan lapangan kerja kepada para pemuda yang pengangguran dalam mengolah selai jeruk bangle.