Location,TX 75035,USA
+1234567890
info@yourmail.com

PROFIL

PROFIL INSTITUT AGAMA ISLAM AL-FALAH AS-SUNNIYYAH

Ketika melakukan visitasi kelembagaan, 19 tahun silam, Prof. Dr. KH. A. Djabbar Adlan, Ketua Kopertais IV Jawa Timur, pernah menyatakan optimismenya. Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya ini menilai apabila secara ideologis serta geografis-sosiologis-kultural, kampus Sekolah Tinggi al-Falah Assunniyyah (STAIFAS) memiliki prasyarat untuk menjadi salah satu kampus terdepan di wilayah Jember, maupun di wilayah Jawa Timur.

Secara ideologis, menurut putra KH. Adlan Aly ini, STAIFAS memiliki karateristik sebagai kampus hijau, alias identik dengan ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah. Sebab, selain bernaung di bawah Yayasan Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong Jember, para dosen juga banyak yang secara ideologis-kelembagaan berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama.

Prasyarat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari penunjang keberadaan kampus ini. Apalagi, menurut Prof Djabbar, faktor geografis-sosiologis-kultural juga turut menjadi faktor penopang yang belum tentu dimiliki oleh kampus swasta lain. Misalnya, secara geografis, STAIFAS yang saat ini berubah menjadi Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah (INAIFAS) ini, berada di wilayah Jember selatan yang berbatasan dengan Kab. Lumajang. Hal ini menjadi poin unggulan tersendiri, sebab di wilayah ini belum ada kampus Islam terkemuda yang bisa melayani akses pendidikan tinggi. Keberadaan INAIFAS menjadi salah satu unsur penopang pendidikan sekaligus juga menyerap banyak para pemuda untuk menjadi mahasiswa di lembaga ini.

Secara sosiologis, basis rural agraris menempatkan kampus ini sebagai bagian tak terpisahkan dari para penduduk sekitar Jember Selatan yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani. Sedangkan secara kultural, kampus ini berada di lingkungan masyarakat yang bersuku Jawa dan Madura yang secara ideologis lebih dekat dengan kultur keagamaan ala Nahdlatul Ulama.

Hingga saat ini, terdapat tiga lokasi kampus perjuangan ini. Kampus induk berada di Jl. Semeru 09 Kencong. Terdiri dari dua gedung berlantai dua dan satu musala, kampus ini menjadi sentra pelayanan akademik dan administratif serta menjadi tempat perkuliahan mahasiswa Prodi PAI, baik regular maupun beasiswa Madrasah Diniyah; Ekonomi Syariah (ES), Bimbingan Konseling Islam (BKI), dan Pendidikan Guru Madrasah ibtidaiyah (PGMI).

Sedangkan kampus II menempati gedung dua lantai yang terletak di dalam komplek Pondok Pesantren Assunniyyah. Perkuliahan mahasiswa Prodi Ahwalus Syakhsiyyah (AS) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) putra dilaksanakan di gedung ini. Sedangkan bagi mahasiswi jurusan AS dan PBA, maka perkuliahan dilaksanakan di gedung yang terletak di komplek pesantren putri PP. Assunniyyah

Adapun kampus III terletak di desa Jombang, di Jl. Raya Jember-Lumajang. Di dalam Kampus III ini  terdapat komplek Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) tiga lantai.

Dengan berbagai nilai strategis dan optimisme berlandaskan visi-misi, pihak INAIFAS senantiasa berharap bisa menjadi salah satu kampus terkemuka di wilayah Jember, hingga kelak bisa menjadi salah satu sentra rujukan dalam kajian akademis di wilayah Jawa Timur, bahkan Indonesia.

 

Selama dua puluh tahun turut andil dalam pengembangan pendidikan tinggi, INAIFAS telah berhasil mengembangkan potensi kelembagaannya dengan menyediakan enam program studi, yaitu:

  • Pendidikan Agama Islam (PAI)

  • Ahwalus Syakhsiyyah (AS)

  • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

  • Pendidikan Bahasa Arab (PBA)

  • Ekonomi Syariah (ES)

  • Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)

Dengan adanya enam program studi di bawah tiga fakultas: Syariah, Tarbiyah  dan Dakwah, maka diharapkan bisa memaksimalkan potensi kelembagaan dan alumninya untuk mewujudkan Visi INAIFAS Kencong Jember, yaitu “Menjadi institusi dakwah terkemuka dalam kajian keilmuan dan kepesantrenan menuju peradaban Islam rahmatan lil alamin”.

Perumusan visi tersebut pada dasarnya berangkat dari kesadaran kolektif warga civitas akademika atas harapan semua elemen masyarakat ketika INAIFAS didirikan, dan sekaligus kesadaran akan tanggung jawab warga INAIFAS terhadap masyarakat dalam menghadapi tantangan yang muncul pada millenium baru abad 21. Hingga kini respon masyarakat terhadap INAIFAS sangat menggembirakan. Hal ini terlihat dari peningkatan partisipasi masyarakat terhadap sejumlah program tridharma yang dikembangkan oleh kampus ini. Guna merespons animo masyarkaat tersebut, INAIFAS terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan-pembelajaran, penelitian, dan kualitas pengabdiannya. Hal ini sejalan dengan kebijaksanaan untuk menjadikan INAIFAS Kencong Jember sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam alternatif dalam pembinaan moral dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu keislaman tingkat perguruan tinggi.

Sedangkan misi INAIFAS dapat dirumuskan sebagai berikut: “memberdayakan perguruan tinggi agar dapat menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga dapat melahirkan sarjana muslim yang berkualitas dan memiliki integritas keilmuan, berakhlak mulia dan berguna bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa”.

 

Semenjak adanya perubahan nomenklatur dari Sekolah Tinggi Agama Islam al-Falah Assunniyyah (STAIFAS) menjadi Institut Agama Islam al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS), pada pertengahan 2018 ini, ada sesuatu yang menarik jika dicermati. Selain perubahan status lembaga, juga ada reformasi manajerial institusional di pucuk pimpinan.

Berdasarkan rapat Yayasan Pondok Pesantren Assunniyyah, maka reformasi pimpinan kampus ini berganti corak. Pihak yayasan sepakat untuk melibatkan kaum muda sebagai lokomotif penggerak kampus. Semua jajaran pimpinan, merupakan generasi yang lahir di era 1980-an.

Rijal Mumazziq Z M.HI, yang menjabat sebagai rektor, lahir pada tahun 1984. Selain menjabat sebagai rektor, Rijal saat ini juga diamanahi posisi sebagai Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PCNU Kota Surabaya. Alumnus Pasacasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini dikenal sebagai akademisi sekaligus juga penulis produktif di media massa, cetak maupun online, serta menulis berbagai buku.

Adapun Wakil Rektor I, Asnawan, M.Pd.I., merupakan akademisi yang juga aktivis Nahdlatul Ulama Kencong. Lahir pada 1983, pria kelahiran Madura ini juga dikenal dengan aktivitasnya menulis beberapa buku, mengisi berbagai pelatihan, serta terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan melalui jaringan NGO yang dia miliki. Saat ini, alumnus IAIN Jember ini sedang menamatkan S3-nya di kampus UIN Maliki Malang.

Sedangkan Wakil Rektor II, Ahmad Zaeni M.Pd.I., merupakan jajaran pimpinan yang termuda. Pria kelahiram 1987 ini berlatarbelakang sebagai seorang pendidik yang dipercaya oleh KH. A. Sadid Djauhari sebagai manajer keuangan dan pengawas pembangunan beberapa sarana milik PP. Assunniyyah. Keterlibatannya dalam jajaran pimpinan INAIFAS memang diharapkan bisa merapikan serta memperkuat manajerial keuangan kampus. Karena itu, tepat kiranya jika pria kelahiran Jember ini dipercaya menjadi Wakil Rektor II.

Sedangkan Wakil Rektor III digawangi oleh Muhammad Dasuki, M.Pd.I. Alumni Program Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo ini dikenal sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama. Selama beberapa tahun terakhir ini, Dasuki bahkan dipercaya sebagai Ketua Lembaga Kajian Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kencong. Pria kelahiran tahun 1985 ini juga dikenal dengan berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat pesisir Jember melalui jaringan dengan berbagai NGO yang dia miliki.

Dengan formasi kaum muda di pucuk pimpinan kampus, maka ke depannya bisa diharapkan sebuah pengembangan kampus milenial yang sesuai dengan corak anak muda yang progresif tanpa meninggalkan basis tradisi dan ideologi. Di antara upaya yang dilakukan dalam kurun kepemimpinan selama dua bulan terakhir ini adalah mewujudkan konsep kepemimpinan kaum muda di INAIFAS sesuai dengan visi-misinya.

Di antara program yang sedang berlangsung dalam dua bulan kepemimpinan kaum muda ini, antara lain:

  1. Pembangunan lantai tiga gedung barat.

  2. Perintisan program Sentra Kajian Islam Nusantara dengan memperluas perpustakaan, menambah koleksi buku-buku bertema Islam Nusantara, serta meningkatkan intensitas kajian tema ini. Ke depannya, INAIFAS diharapkan bisa menjadi salah satu kampus yang menjadi pusat kajian Islam Nusantara dan menjadi rujukan para peniliti di bidang ini.

  3. Perluasan jaringan kelembagaan untuk meningkatkan kualitas SDM, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa.

Diklat bagi para dosen dengan materi yang berkaitan dengan tata tertib administrasi, tatapamong kelembagaan, serta peningkatan kualitas literasi.

Dalam usianya yang mencapai dua dedade, INAIFAS senantiasa menjalin kerjasama dengan pihak luar dalam berbagai bidang dan mengembangkan programnya. Dalam skala regional, INAIFAS menjalin kerjasama dengan berbagai institusi, antara lain:

  1. Kerjasama Kuliah Kerja Nyata dengan Pemkab Jember

  2. Program Keaksaraan Fungsional dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember

  3. Tutorial Keagamaan dengan SMP/MTs dan SMA/MA kemitraan Participatory Action Research (PAR)

  4. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk desa tertinggal dan pedalaman yang bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Departemen Agama RI.

  5. Bekerjasama dengan pemerintah propinsi Jawa Timur dalam rangka program peningkatan fasilitasi guru Madrasah Diniyah (MADIN).

  6. Bekerjasama dengan berbagai lembaga MA/SMA/SMK yang berada di Jember dan sekitarnya dalam rangka penjaringan calon mahasiswa baru maupun pengembangan kualitas sumberdaya manusia.

  7. Meningkatkan relasi yang bersifat stratagi dengan berbagai pondok pesantren di Jember dan sekitarnya. Misalnya, PP. Assunniyyah, PP. Mabdaul Maarif, PP. MHI Bangsalsari, PP. Darul Arifin, PP. Bustanul Ulum, PP. Darul Muqomah, PP. Durrotut Tholibin, dan sebagainya.

  8. Bekerjasama secara institusional dengan mitra strategis di bidang pendidikan tinggi. Seperti Universitas Jember, IAIN Jember, UIN Malang, STAI Bustanul Ulum Lumajang, IAI Syarifuddin Lumajang, dan sebagainya.

  9. Mengembangkan kerjasama lintas negara dengan perguruan tinggi luar negeri, seperti Universitas Al-Ahqaff Yaman, Universitas Malaya Malaysia, dan Kolej Universiti Perguruan Ugama (KUPU) Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Sebagai perguruan tinggi yang berusia lebih dari dua dekade, alumni INAIFAS terpetakan dalam berbagai bidang pekerjaan. Hal ini berdasarkan data persebaran alumni sesuai dengan bidang maupun pekerjaan yang ditekuni saat ini:

  1. Menjadi guru di berbagai jenjang pendidikan maupun dosen di berbagai perguruan tinggi sesuai dengan latarbelakang pendidikannya.

  2. Praktisi yang berkaitan dengan latarbelakang pendidikan. Misalnya, alumni Prodi AS menjadi tenaga di Pengadilan Agama, KUA maupun secara teknis berkaitan dengan bidang Ahwalus Syakhsiyyah di masyarakat, seperti menjadi Imamuddin (Modin).

  3. Menjadi analis-teoritisi. Misalnya, berkiprah sebagai konsultan pendidikan, konselor, maupun guru BP.

Menjadi petani, pengusaha, hingga penggerak LSM.

Selain memiliki beberapa gedung perkuliahan yang representatif untuk menunjang tugas belajar dan mengajar, pihak kampus juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang aktivitas para sivitas akademika. Di antaranya:

  1. Lapangan Bulutangkis, Meskipun kondisinya saat ini kurang begitu memadai, namun mahasiswa menggunakannya untuk aktivitas olahraga. Terletak di halaman kampus, lapangan ini kondisinya merana. Selain tidak ada tiang net, net/jarring juga tidak ada. Lantai juga berlubang di sana-sini. Lapangan ini membutuhkan perbaikan agar kondisinya kembali layak untuk dipergunakan.

  1. Satu kantor sekretariat bersama yang digunakan oleh organisasi mahasiswa intra kampus. Selain Badan Eksekutif Mahasiswa, beberapa elemen yang tergabung di dalamnya juga memanfaatkan sekretariat bersama ini, misalnya Paduan Suara Mahasiswa (PSM), Pramuka, teater, tim futsal dan Hadrah Seni al-Banjari. Terletak di lantai dua gedung barat, kondisinya rapi dan bermanfaat sebagai basecamp aktivis kampus.

  2. Satu kantor sekretariat Pers al-Hikam. Jika sekretariat BEM terletak di sisi utara gedung barat, maka kantor para jurnalis kampus ini berada di sisi selatan. Di ruangan ini, para mahasiswa yang aktif di bidang jurnalistik menggodok tema yang diangkat.

  3. Terletak di lantai bawah gedung barat, kondisinya bersih dan rapi. Para mahasiswa menggunakan auditorium ini sebagai lokasi latihan paduan suara, teater, rapat senat, maupun penyelenggaraan bedah buku, seminar, diklat dan kegiatan lainnya.

  4. Ruang microteaching. Terletak di lantai dua gedung barat, ruangan ini sering dimanfaatkan para mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang bahasa asing, seperti Arab dan Inggris. Selain itu, rapat terbatas antara pimpinan kampus (rektor, wakil rektor 1, II, dan III) dengan para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi intra kampus, juga biasanya digelar di ruangan ini.

  5. Meskipun ukurannya mungil, namun musala ini menjadi salah satu sentra aktivitas mahasiswa. Selain dipergunakan untuk beribadah, beranda musala ini juga dimanfaatkan sebagai tempat istirahat sejenak oleh mahasiswa, lokasi mengerjakan makalah, tempat diskusi, latihan hadrah al-Banjari, latihan musabaqah tilawatil qur’an dan musabaqah qiraatil kutub, dan aktvitas lainnya

  6. Rusunawa alias rumah susun mahasiswa. Terdiri dari dua lantai, fasilitas ini dipergunakan oleh beberapa mahasiswa yang sekaligus nyantri kepada Agus H. Zuhairuzzaman yang kediamannya di samping rusunawa ini. Dengan demikian, bagi mahasiswa yang bertempat tinggal di rusunawa ini ada kegiatan mengaji yang membuat mereka bisa mengakses ilmu agama sesering mungkin.

Ruang sidang peradilan semu. Ruangan sidang ini terletak di lantai dua, di atas musala INAIFAS. Ruangan ini menjadi bagian dari praktik peradilan semu, alias pelatihan berperkara di peradilan bagi mahasiswa Ahwalus Syakhsiyah. Kegiatan ini dilakukan agar kelak, ketika mahasiswa Prodi AS lulus, mereka dengan mudah menyesuaikan diri dengan iklim peradilan agama sehingga bisa menjadi praktisi yang handal dan professional sesuai dengan visi misi Prodi AS.

Dengan berbagai fasilitas yang ada, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, maka 800 mahasiswa bisa dengan leluasa memanfaatkannya demi pengembangan bakat dan minatnya, serta memperkaya pengalamannya sebagai mahasiswa.

Demi melihat berbagai potensi mahasiswa, baik secara akademik maupun non-akademis, maka pihak INAIFAS menyediakan ruang berkreasi bagi mereka, di antaranya:

  1. Badan Eksekutif Mahasiswa. Wadah ini disediakan untuk menyehatkan iklim demokrasi di kampus INAIFAS sekaligus juga memberi ruang gerak bagi mahasiswa untuk berorganisasi dengan baik dan benar. BEM juga sekaligus menjadi corong suara/aspirasi para mahasiswa. Dengan demikian, pihak kampus telah memberikan hak bagi mahasiswa dalam mengorganisir diri, membuat anggaran, menyalurkan anggaran, serta menyusun sekaligus mengimplementasikan berbagai gagasan.

  2. Paduan Suara Mahasiswa. Di antara ratusan mahasiswa INAIFAS, terdapat puluhan mahasiswa yang memiliki bakat serta minat di dalam pengembangan olah suara. Mereka bukan hanya menyanyi solo, melainkan menyanyi bersama (group) disesuaikan dengan kemmpuan olah vokal yang berbeda-beda hingga menjadi perpaduan suara yang khas dan enak didengar. Karena itu, pihak INAIFAS memberikan keleluasaan bagi mereka untuk berproses di wadah Paduan Suara Mahasiswa (PSM) INAIFAS. Selain tampil dalam beberapa kegiatan kampus, mereka juga beberapa kali ikut kompetisi PSM antar kampus, baik dalam skala regional maupun nasional.

  3. Grup al-Banjari INAIFAS. Selain paduan suara, INAIFAS juga memfasilitasi kegiatan grup al-Banjari ini. Mereka juga aktif berkontribusi dalam berbagai festival al-Banjari dalam skala regional maupun nasional. Beberapa kali meraih prestasi sebagai juara.

  4. Kegiatan kepanduan merupakan aktivitas positif bagi mahasiswa. Dengan kegiatan ini mereka bisa melanjutkan minat yang mereka sukai sejak jenjang pendidikan sebelumnya. Aktivitas kepramukaan di INAIFAS terhitung banyak program, baik capacity building bagi para anggotanya, peningkatan SDM, hingga kegiatan sosial di masyarakat. Para anggota pramuka ini dikenal dengan militansi, loyalitas dan solidaritas tim. Karena itu, dalam pembinaan anggota, pihak kampus senantiasa memberikan dukungan.

  5. Selain beberapa wadah kemahasiswaan di atas, dalam dua tahun terakhir ini, pihak kampus memberikan ruang kreasi bagi mahasiswa yang tertarik dalam seni peran. Teater menjadi pilihannya. Sampai hari ini, para mahasiswa yang tergabung dalam teater senantiasa menimba ilmu dan pengalaman kepada beberapa teater di Jember dan di beberapa kampus di Jawa Timur. Karena masih dalam tahap perintisan, para anggota teater belum banyak berkontribusi dalam berbagai ajang kreasi seni maupun festival dalam skala regional maupun nasional.

  6. Wadah olahraga bagi mahasiswa ini baru berusa 2 tahun. Karena belum memiliki lapangan sendiri, seringkali klub futsal INAIFAS harus menyewa lapangan khusus untuk berlatih. Karena masih merupakan bagian dari penyaluran hobi mahasiswa, maka tim futsal ini belum sering mengikuti kompetisi di tingkat lokal. Ke depannya, INAIFAS berharap bisa membangun ruangan multifungsi yang bisa dipergunakan untuk kegiatan pelatihan mahasiswa, misalnya futsal, paduan suara, dan teater.

  7. Pers al-Hikam. Wadah ini bertujuan untuk menghimpun para mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang jurnalistik dan tulis menulis. Sampai hari ini pers al-Hikam masih belum berhasil menerbitkan sebuah majalah resmi. Untuk tahap sementara, mereka masih menggunakan media Majalah Dinding yang ditempelkan di sebuah kaca di salah satu bagian di gedung barat kampus INAIFAS. Selain BEM, Al-Hikam menjadi saluran aspirasi mahasiswa. Sebab melalui wadah ini, daya kritis mahasiswa bisa tersalurkan secara efektif melalui tulisan.