Bagikan sekarang

Kegiatan orientasi mahasiswa baru Pasacasarjana di lingkungan INAIFAS Kencong Jember diselenggarakan hari Sabtu (2/10/2021). Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut, selain diikuti oleh mahasiswa baru jenjang S2 juga dihadiri unsur pimpinan INAIFAS dari tingkat Institut, Fakultas dan Pascasarjana. Acara ini sekaligus memperkenalkan unsur pimpinan INAIFAS kepada mahasiswa S2 tahun akademik 2021-2022.

Direktur pascasarjana INAIFAS, Dr. Titin Nurhidayati, S.Ag., M.Pd. dalam sambutannya setelah mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru program magister pascasarjana, juga menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan orientasi. Menurutnya, acara ini merupakan upaya mengenalkan kampus INAIFAS, memberikan pengetahuan, wawasan dan pengenalan sistem belajar pendidikan pascasarjana kepada mahasiswa baru. “Karena program magister PAI ini menerima mahasiswa dari multidisiplin, bukan hanya mahasiswa lulusan prodi PAI saja, tapi juga ada mahasiswa lulusan dari prodi disiplin yang lain,” kata perempuan kelahiran Surabaya ini.

Bu direktur juga menyampaikan kegembiraan atas animo masyarakat. Walaupun di era transisi pandemi menuju new normal, menurutnya, jumlah pendaftar membludak. Total ada 65 mahasiswa baru S2. “Yang lulus melalui jalur seleksi reguler ada 20 orang; melalui jalur tahfidz ada 1 mahasiswa, sedangkan melalui jalur beasiswa kepala madrasah/kepala sekolah di wilayah GERBANGMASKU ada 40 orang, sisanya jalur beasiswa As-Sunniyyah terdapat 4 orang mahasiswa,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta.

Selain mendapatkan penjelasan tentang bagaimana sistem pembelajaran yang ada di pascasarjana, para mahasiswa baru juga dibekali pengetahuan sistem pengajuan dalam penyelesaian tugas akhir mereka dan juga sistem perkuliahan mata kuliah yang mereka tempuh nantinya. Dikonfirmasi setelah memberikan penjelasan tentang tugas akhir, Nanang Budianto, M.Pd.I., menyatakan “Diharapkan hal ini dapat meminimalisir kesalahan dan kendala terkait akademik, sehingga jalannya studi bisa lancar tanpa ada kendala”,  ujar Pak Nanang, Kaprodi PAI Pascasarjana.

Baca juga  Silabus Pendidikan Seks dan Rumahtangga ala Pesantren (Bag.1) - Kajian Kitab Qurratul Uyun

Di akhir orientasi, bu direktur berharap mudah-mudahan para mahasiswa pascasarjana tidak kerasan kuliah. “Kalau kerasan nanti program magister yang seharusnya selesai dalam 4 semester, malah molor. Jangan sampai ikut tren mahasiswa yang senang menyelesaikan studinya di masa injury time karena terkendala tugas akhir. Sebab tesis yang bagus itu tesis yang selesai ditulis,” tukasnya disambut tepuk tangan peserta.

Di sisi lain, Wakil Rektor I, Dr. Asnawan, M.S.I.,  ketika menyampaikan sambutan, arahan dan pembukaan menyampaikan, INAIFAS Kencong Jember akan berubah bentuk menjadi universitas. Karena itu, keberadaan pascasarjana sangat berperan sebagai unit yang mendorong pencapaian itu. “Maka inovasi mahasiswa dan dosen pascasarjana dalam riset kolaborasi menjadi sangat urgen,” kata pria kelahiran kepulauan Sapudi, Sumenep, Madura, ini. Selain Direktur dan Warek I yang menyampaikan pentingnya inovasi mahasiswa pascasarjana, orientasi ini juga menghadirkan KH. A. Sadid Jauhari, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong yang memberikan wawasan pentingnya penguatan kajian keislaman berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Setelah Kiai Sadid, giliran KH. Khoiruzzad Maddah menyampaikan pentingnya metodologi dakwah dan metodologi berpikir bagi generasi muda Islam. (laporan kegiatan ini ditulis oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Titin Nurhidayati, M.Pd.)