Bagikan sekarang

Oleh: Qurrotul Ainiyah, S.Pd.I., M.Sy (Dosen INAIFAS)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) se-Jember berasosiasi membentuk wadah untuk melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) secara kolaboratif. Tujuan dibentuknya asosiasi ini untuk mendata bantuan- bantuan yang diberikan pemerintahan supaya tepat sasaran. Melalui kelompok Mahasiswa KKN Kolaboratif bisa memaksimalkan Verval DTKS (Verifikasi Dan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan program kerja tematik.

Program KKN Kolaboratif ini bentukan dari bapak Bupati Jember dengan tanggung jawab yang diserahkan kepada perguruan tinggi se- Kabupaten Jember. Sampai saat ini perguruan tinggi yang sudah menjadi penanggung jawab (person in charge) ada delapan perguruan tinggi diantaranya: UNEJ, INAIFAS, UNMUH, AKFAR, Univ. Moh. Sroedji, UIJ, ITS Mandala dan IAI Al-Qodiri. Saat ini yang menjadi ketua person in charge (PIC) KKN Kolaboratif adalah Dr. Ali Badrudin, M.M. dari UNEJ.

Pada hari selasa tanggal 1 november 2022 asosiasi Person In Charge (PIC) KKN Kolaboratif mengadakan pertemuan rutinan di kampus INAIFAS Kencong Jember. Semua peserta asosiasi Person In Charge (PIC) KKN Kolaboratif se- Jember hadir dan mengawali acara dengan ramah tamah antara tuan rumah (LPPM INAIFAS) dengan anggota PIC lainnya.

Selanjutnya adalah sambutan dari Rektor INAIFAS bapak Rijal Mumazziq Zionis M.HI. Dalam sambutannya, Rijal berharap kegiatan asosiasi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan KKN Kolaboratif saja. Perlu ada pengembangan kegiatan-kegiatan dalam bentuk penelitian dan pengabdian pada masyarakat lainnya, yang melibatkan dosen-dosen di Kabupaten Jember.

Acara kedua dipimpin oleh bapak Dr. Ali Badrudin berisi evaluasi kinerja anggota Person In Charge (PIC) KKN Kolaboratif bulan lalu. Dilanjutkan membahas program kerja yang akan dilaksanakan di bulan November yakni melakukan diklat pengabdian bagi 1 LPPM dan 1 dosen untuk membangun kampung percontohan di Bondowoso dan Situbondo.

Baca juga  Pijat Tradisional yang Masih Melekat di Masyarakat

Ali Badrudin berharap bahwa anggota Person In Charge (PIC) KKN Kolaboratif serius dalam menjalankan program yang sudah terencana. Agar dana yang sudah dikeluarkan pemerintahan terhadap asosiasi ini tidak menjadi sia-sia.

Acara pertemuan rutinan ini di akhiri dengan Ngobras (ngobrol santai) di warung pak Panto Gumukmas. Dari ngobrol santai, muncullah gagasan untuk melakukan joint research bersama UNEJ dan giat pelatihan dan pengembangan UMKM dosen. Dan harapan selanjutnya, LPPM INAIFAS Kencong Jember lebih progres lebih baik dalam melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, baik secara internal kampus INAIFAS maupun jaringan dengan instansi-instansi lainya.