Location,TX 75035,USA
+1234567890
info@yourmail.com

Refleksi Paradigma Gerakan PMII

Refleksi Paradigma Gerakan PMII

Kencong (02/07/2019) PMII Rayon Tarbiyah (P) Komisariat INAIFAS mengadakan diskusi rutinan Bedah Buku Multi Level Strategi (MLS). Mulai dari jam 13.30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat PMII Rayon Tarbiyah (P) Komisariat INAIFAS tersebut diikuti oleh pengurus, kader dan anggota.

Reni Lestari sebagai Moderator yang telah memandu jalannya diskusi tersebut menyampaikan bahwasannya “Tim penyusun yang terdiri dari Pengurus PB PMII Kala itu mengharapkan buku tersebut bisa menjadi panduan sistem pengkaderan PMII.”

“Seperti yang telah dikatakan oleh Sahabati Reni bahwa harapan hadirnya buku MLS ini bisa menjadi panduan sistem kaderisasi PMII yang nantinya dapat melahirkan kader-kader sesuai tujuan PMII, hari ini kita akan membahas poin pertama yang ada dalam buku ini yaitu refleksi paradigma gerakan PMII” Tukas Sinta Bella (Kabid Kaderisasi Rayon (P) Tarbiyah INAIFAS) di awal menyampaikan materi.

Paradigma gerakan PMII pertama kali yang digunakan adalah Paradigma Arus balik Masyarakat Pinggiran pada masa Ketum PB Sahabat Muhaimin Iskandar (1997) yang mana pada saat itu dirasa mampu menjawab kegelisahan anggota PMII yang gerah dengan situasi sosial-politik Nasional. Dalam paradigma tersebut dijelaskan tentang rekayasa sosial (REKSOS) yang dibagi menjadi 2 pola yaitu Pasar Bebas Ide dan Advokasi (Bentuk gerakannya: sosialisasi wacana, penyadaran dan pendampingan). Lalu pada masa Sahabat Syaiful Bahri Anshori (1999) Paradigma Arus Balik Masyarakat Pinggiran digeser oleh Paradigma Kritis Transformatif (PKT). Kemudian pada masa Sahabat Abdul Malik Haramain (2004) kedua Paradigma tersebut dinilai gagal dan patah salah satu alasannya kedua paradigma tersebut hanya sebagai konsep, bunyi-bunyian yang tidak pernah secara real diimplikasikan dalam tindak laku PMII. Sahabat A. Malik Haramain hanya mampu mengkritiki dan melucuti habis kekurangan dan kegagalan kedua paradigma tersebut, sayangnya beliau belum bisa menawarkan paradigma baru sehingga sampai hari ini PKT masih menjadi pengangan para kader PMII dalam melakukan gerakan. Begitu kesimpulan penjelasan dari sahabati Sinta Bella dalam diskusi tersebut.

“Jauh sebelum ditemukannya Paradigma Arus Balik Masyarakat Pinggiran pedoman yang digunakan oleh PMII (1960-1997) yaitu NDP (Nilai Dasar Pergerakan) yang masih bersifat universal” Sahabat Gandis (Ketua Umum Rayon) menambahkan di akhir diskusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =