Bagikan sekarang

Oleh : Siti Mutmainah, M.Pd. (Dosen Prodi PGMI INAIFAS)

Marhaban yaa Ramadhan. Dewasa ini, anak muda justru bangga menyebut dirinya sebagai kaum rebahan. Entah karena trend, hanya lelucon, atau hal itu memang sesuai dengan kondisi mereka. Kaum rebahan merupakan istilah untuk orang-orang yang lebih memilih untuk bersantai dan berbaring di kasur daripada mengisi waktu dengan hal yang positif dan produktif.

Biasanya kondisi rebahan ini sambil scrool tiktok, instagram atau media sosial yang lain. Jika kebetulan konten yang ditemui baik itu justru bermanfaat bagi mereka. Tapi sebaliknya jika menemui konten yang buruk akan berakibat buruk juga bagi mereka.

Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, generasi milineal sudah terbiasa berada di rumah. Mereka yang sekolah, kuliah, kerja, banyak dilakukan dari rumah. Tentu saja dengan memanfaatkan teknologi, mereka dapat belajar, rapat atau kerja melalui zoom ataupun aplikasi yang lain. Dampak positifnya, mereka dapat tetap produktif meskipun hanya dengan rebahan di rumah.

Produktif itupun tidak sekedar masalah duniawi, menyibukkan diri dengan masalah akhirat itu juga produktif. Di bulan yang penuh rahmat ini, anak muda dapat memanfaatkannya dengan kegiatan positif, terlebih pahala ibadah di bulan suci Ramadhan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ibadah di bulan suci ini bukan hanya dalam bentuk berpuasa, tetapi juga solat, tadarus al-qur’an dan yang lainnya.

Untuk tadarus al-qur’an, tidak semua anak muda memiliki kesempatan mengaji bersama-sama di pesantren, musholla, ataupun di masjid yang ada di lingkungan mereka. Alasannya mungkin karena letak tempat ibadah yang jauh ataupun karena masalah gender. Karena tidak semua masjid/mushola terbiasa melaksanakan tadarus qur’an bagi perempuan.

Baca juga  Keterkaitan Haji dan Menikah di Bulan Dzul Hijjah

Lain halnya dengan salah satu Dosen PGMI INAIFAS Kencong-Jember, Ibu Siti Mutmainah, M.Pd berinisiatif untuk melaksanakan program tadarus al-qur’an secara online bagi mahasiswanya. “Hal ini bertujuan untuk menambah semangat beribadah terutama membaca al-qur’an di bulan suci ini,” kata Bu Muth sapaan akrabnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui grup Whatsapp dengan diikuti oleh 85 mahasiswa dari berbagai program studi di INAIFAS. Grup ini bernama One Day One Juz (satu hari satu juz) dibentuk pada awal ramadhan yaitu tanggal 3 April 2022.

Sesuai namanya, setiap anggota grup ditargetkan untuk menyelesaikan membaca 1 juz setiap hari. Dengan begitu semua anggota secara bergotong-royong dapat menghatamkan Al-Qur’an setiap hari. “Cara pembagian juz ini dengan sistem rolling, setiap hari secara bergantian anggota grup mendapat bagian juz yang berbeda,” terangnya.

Bisa jadi kegiatan kecil ini oleh sebagian orang dianggap kegiatan sepele, namun terdapat banyak nilai positif di dalamnya. Misalnya semangat berjuang melawan rasa malas, semangat bekerja sama, dan tentu saja bernilai ibadah. Hal ini diperkuat dengan testimoni dari beberapa mahasiswa:

“Alhamdulillah Bu dengan adanya program one day one juz lebih semangat lagi dalam membaca Alquran soalnya ada target yang harus di capai. Terimakasih Bu sudah mengajak saya bergabung di program nya njenengan. Semoga selalu bisa Istiqomah membaca Alquran bukan hanya di bulan Ramadhan bisa lanjut di bulan-bulan selanjutnya”, (Komentar Dwi Rachmawati, mahasiswa prodi PGMI semester 8).

“Dengan adanya kegiatan one day one juz, saya menjadi lebih semangat dalam membaca Al-Qur’an, lebih sering mengisi waktu luang dengan membaca Al-Quran dan dengan adanya kegiatan ini semoga membangkitkan saya untuk lebih rajin membaca Al-Qur’an ke depannya.” (Komentar Rosa Delia R, mahasiswa prodi PGMI semester 6).

“Saya sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih karena diadakannya kegiatan seperti ini karena kita dapat lebih terkoordinir dalam membaca Al-Qur’an dan lebih dapat membiasakan untuk meluangkan waktu kita sejenak untuk bersama2 mengkhatamkan al-Qur’an terutama dalam bulan suci ramadhan, karena dengan kebersamaan semua menjadi lebih menyenangkan tanpa mengurangi ke khusyu’an, ” (Komentar, Siti Sarah dari prodi PGMI semester 6).

“Assalamu’alaikum bu, Terima kasih sudah membuatkan kami grub yang sangat bermanfaat.
Alhamdulillah.. Sangat bersyukur dg adanya grub one day one juz, sangat memotivasi untuk berlomba2 dalam beribadah khususnya untuk diri saya sendiri, lomba untuk menjadikan saya lebih dekat dengan Al Qur’an. Awalnya saya berfikir apa saya bisa dan mampu? Ternyata amat sangat bisa dan saya bisa merasakan ketenangan batin, dan kemudahan dalam menjalani aktifitas setiap hari.” (Komentar Anti Lestari: mahasiswa prodi PGMI semester 6).

Dengan tanggapan positif dari adik-adik mahasiswa tersebut, semoga saja kegiatan ini juga dapat diterapkan oleh dosen-dosen ataupun struktural di INAIFAS Kencong Jember.

Baca juga  Soal Investasi, Belajarlah Dari Nabi Yusuf

“Sehingga di rumah saja bukan lagi menjadi alasan untuk rebahan tapi juga dapat lebih produktif beribadah di bulan suci dan bulan-bulan lainnya,” pungkasnya.*(haz)