Bagikan sekarang

Program Studi Ahwal Al-Syakhsiyyah (AS) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong menerjunkan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Pengadilan Agama Jember, pada Minggu pagi, (28/03).

Praktik Kerja Lapangan yang dahulunya disebut permagangan merupakan bagian dari pengembangan softskill pada dunia kerja yang wajib dilakukan oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana strata satu (S1).

M. Aufal Hadliq, M.H Ketua Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah mengatakan tujuan diadakan Praktik Kerja Lapangan adalah Pertama, menciptakan mahasiswa yang bisa menghubungkan antara keilmuan teori dan terapannya, khususnya ilmu tentang hukum keluarga islam. Kedua, meningkatkan profesionalitas mahasiswa dalam bidang hukum keluarga.

Selama PKL berlangsung dirinya berpesan kepada mahasiswa, “Untuk semangat dalam menuntut ilmu di Pengadilan Agama tetapi tidak lupa tetap menjaga adab dan tingkah laku kesantriannya seperti ketika di Pesantren,” ucap Aufal.

Pengadilan Agama Jember dipilih sebagai tempat PKL karena memiliki tugas dan kewenangan memeriksa, mengadili, memutus, dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syari’ah, sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama.

“Semua tugas dan kewenangan ini sesuai dengan materi-materi perkuliahan yang dipelajari di keprodian AS atau yang lebih dikenal Hukum Keluarga Islam (HKI), maka dari itu sangat perlu agar para mahasiswa untuk melakukan praktik secara langsung sesuai dengan keahlian yang dipelajari,” tambahnya.

Dari kiri Pembawa Acara: Drs. Tamaji MH. Rektor INAIFAS Rijal Mumazziq Z. M.H.I., Wakil Kepala Pengadilan Agama Jember: Drs. H. Karmin, M.H., Dosen Pamong: Drs. Ramli, MH.

Sementara Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I mengatakan PKL merupakan wahana untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa melihat, memperhatikan dan bersentuhan langsung dengan dunia kerja serta mencoba menerapkan pengetahuan yang telah didapat di kampus.

Baca juga  Alhamdulillah..! LPPM INAIFAS bisa bersilaturrahmi sekaligus "gogo" ilmu dengan LPPM UNESA

Dirinya berharap agar mahasiswa mampu belajar dengan baik berkaitan dengan beberapa kasus pasangan yang berperkara di Pengadilan Agama agar kelak saat berumah tangga dan bermasyarakat tidak terjadi hal-hal semacam itu dan mampu menyikapi kasus dengan baik.

Setidaknya mahasiswa diharapkan dapat mengetahui kebutuhan dunia kerja dan menjadikannya acuan dalam mengembangkan potensi keilmuannya. “Sekaligus dapat menemukan masalah yang bisa dijadikan sebagai bahan mengerjakan tugas akhir yaitu skripsi,” ucap Rektor INAIFAS Kencong itu.

Rijal juga berpesan selama PKL berlangsung “Mahasiswa agar menjaga sikap, perbuatan dan ucapan agar tidak melanggar etika yang ada,” katanya.

Praktik Kerja Lapangan tersebut berlangsung selama 4 minggu, sejak tanggal 28 Maret hingga 22 April 2022. Uniknya antara mahasiswa laki-laki dan perempuan waktunya dipisah karena mempertahankan etika kesantrian dari para mahasiswa, yang memang keseharian para santri putra dan putri tersebut dipisah saat di Pesantren.

Dikonfirmasi, kegiatan PKL tersebut diikuti 86 mahasiswa, dengan rincian pembagian shift sebagai berikut, Minggu 1 : mahasiswa semester 8 putri. Minggu 2 : mahasiswa semester 8 putra. Minggu 3 : mahasiswa semester 6 putri. Minggu 4 : mahasiswa semester 6 putra.