Bagikan sekarang

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang jatuh pada setiap tanggal 05 Juni, adalah momentum refleksi seluruh dunia tentang pentingnya mengambil peran dalam aksi kolektif bersama-sama untuk mencapai tujuan keadilan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Tampak sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong-Jember menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau Word Environment Day pada Selasa (7/6/2022).

Agenda itu diperingati dengan melakukan aksi solidaritas di sepanjang ruas jalan Alun-Alun Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Johan Efendik mengungkapkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan manusia agar selalu menjaga alam sekitar.

Seperti yang diketahui bersama lanjut Johan, sekarang sedang santer terdengar permasalahan lingkungan yang terjadi di dunia seperti, pemanasan global, pencemaran, polusi dan lainnya.

“Sebagai manusia yang paling dekat dengan alam, menjaga lingkungan adalah suatu kewajiban demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang,” ungkap Johan Ketua Bidang Eksternal PMII Inaifas ini.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi anak muda untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dan inovatif bisa menjadi solusi atasi krisis iklim yang mengancam masa depan.

Sementara Ahmad Fathu Fikron Mustofa mengatakan kesadaran dan kontribusi generasi muda diyakini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pengendalian perubahan iklim. Generasi muda seperti mahasiswa yang sadar dan cerdas iklim dapat menjadi aktor dan berperan aktif dalam agenda-agenda pengendalian perubahan iklim, seperti transisi energi dan penerapan pajak karbon.  

Masih dikatakan, peran aktif generasi muda dalam pengendalian perubahan iklim makin diharapkan saat melihat jumlahnya yang sangat besar di negara kita. Saat ini ada sekitar 65 juta orang (28%) penduduk Indonesia pada kategori usia 10 – 24 tahun. Merekalah yang akan menjadi angkatan kerja di era transisi energi menuju net-zero emission pada 2060.

Baca juga  Erupsi Gunung Semeru, PMII INAIFAS Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Terdampak

“Jadi, generasi muda akan menjadi penentu dalam mempercepat transisi dari penggunaan bahan bakar berbasis fosil menjadi energi terbarukan,” kata Fikron selaku Ketua Komisariat PMII Inaifas ini.

Lebih lanjut, krisis iklim akibat peningkatan emisi karbon di bumi merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia saat ini dan juga di masa depan. Dampak krisis iklim pun semakin dirasakan saat ini. Laporan yang dipublikasikan Badan Meteorologi Dunia (WMO) pada Mei 2022 menyebutkan bahwa peningkatan emisi karbon dioksida selama 2021 menempatkan iklim bumi dalam kondisi yang kian terpuruk. Pada 2021, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi mencatat rekor tertinggi baru.

“Kita hanya punya satu bumi, dan bumi tempat kita tinggal ini tidak selamanya mampu menampung peningkatan emisi karbon yang memicu terjadinya perubahan iklim. Jadi, kita yang membutuhkan bumi hendaknya turut menjaga dengan mengurangi emisi karbon. Untuk itu, perlu upaya bersama termasuk generasi muda untuk pengendalian perubahan iklim, ” imbuhnya.

Mahasiswa semester akhir ini juga menegaskan peran dan suara kaum muda agar lebih aktif lagi dalam menjawab isu perubahan iklim. Kaum muda dirasa dapat membantu memberikan pendapat, perspektif, dan representasi terkait adanya isu krisis iklim, konflik global, dan isu agraria yang terus terjadi khususnya di wilayah pesisir Jember selatan.

Fikron melanjutkan, peran yang bisa dilakukan oleh kaum muda tidak harus dengan perubahan besar. Tetapi bisa dimulai dengan aksi-aksi sederhana.

“Seperti menggunakan barang-barang yang bisa didaur ulang, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, tidak membuang sampah sembarangan, mematikan lampu dan pendingin ruangan saat tidak dibutuhkan untuk menghemat energi, dan masih banyak lagi,” tandasnya.

Baca juga  INAIFAS Jember Raih Penghargaan Kampus Terbaik

Diketahui, setelah melakukan kegiatan aksi di sepanjang ruas jalan Kecamatan Kencong, dilanjutkan agenda Diskusi Lingkungan Hidup bersama warga di tepi Pantai Paseban, Kencong, Jember.

Tampak hadir bertindak sebagai pemantik diskusi Ketua Bidang Kampanye, Gerakan, dan Simpul Jaringan LPR KuaSA Gandys Nanda Indriawan, Pengurus Cabang PMII Jember, Bayu Wicaksono dan Bapak Sur perwakilan masyarakat Paseban.