Bagikan sekarang

Oleh: Asni Furoidah, M.Pd.I (Dosen PBA INAIFAS)

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) melaksanakan ujian skripsi digital untuk pertama kalinya di Aula Kampus II Pondok Assunniyyah pada Kamis (16/06/2022).

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan studi jarak jauh. Sebagian dari mahasiswa PBA semester akhir ada yang ditugaskan ke luar Pulau Jawa karena mengikuti program Pondok Pesantren sebagai pengabdian diri seorang santri aktif di Pondok Pesantren.

Dalam pelaksanaan studi jarak jauh, mahasiswa semester akhir memiliki lebih banyak tantangan dalam mengerjakan skripsi. Persoalan terkait pengumpulan data lapangan tak lagi bisa dilakukan melalui tatap muka, kegiatan pembimbingan dengan dosen yang harus dilakukan secara daring, pengurusan administrasi ujian skripsi hingga persoalan menjaga psikis agar terhindar dari stres menjelang sidang skripsi.

Beragam tantangan pengerjaan skripsi yang dihadapi tak lantas membuat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS menyerah begitu saja. Hal ini terbukti dari tingginya semangat mahasiswa yang ingin maju dalam ujian skripsi tahun ini. Sebanyak 12 mahasiswa tercatat telah mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka kepada para penguji. Adapun ujian skripsi digital ini dilaksanakan dalam satu hari.

Sebelum ujian skripsi digelar, prosedur pelaksanaan ujian dan sistem penilaian skripsi menggunakan aplikasi google meet ini  disosialisasikan kepada mahasiswa peserta sidang serta dosen penguji skripsi. Fina Aunul Kafi, M.Pd.I, mengatakan pelaksanaan ujian skripsi digital ini berjalan lancar dan relatif tidak ada kendala, karena baik dosen penguji dan mahasiswa telah memahami teknis pelaksanaannya.

“Setiap mahasiswa melakukan presentasi dengan menampilkan slide skripsi dalam waktu 10 menit, 30 menit berikutnya digunakan untuk tanya jawab oleh para penguji. Semua naskah skripsi dikemas dalam bentuk file PDF dengan menyertakan bukti-bukti riset yang relevan,” kata Fina Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Inaifas ini.

Baca juga  Diskusi Gender & Feminisme oleh PMII INAIFAS

Menurut Fina, meski digelar secara daring, tidak serta merta menurunkan kualitas ujian skripsi ini. Penguji dengan sungguh-sungguh memberikan masukan, kritik dan saran terhadap karya skripsi mahasiswa. Melalui ujian skripsi digital, mahasiswa dituntut untuk mempertanggungjawabkan seluruh rangkaian penelitian yang meliputi: latar belakang, kajian literatur, metode riset, hasil riset hingga kesimpulan. Ujian skripsi digital ini sangat berguna bagi penyempurnaan penulisan skripsi.

“Muara skripsi yang baik adalah skripsi dapat bermanfaat baik dari sisi pengembangan keilmuan secara akademis maupun dapat memberikan sumbangsih dari sisi praktis”, imbuhnya.

Siti Khamidatul Mutayasiroh, salah satu peserta ujian skripsi mengapresiasi kinerja bapak ibu dosen semuanya, mulai dari mempersiapkan sampai dengan pelaksanaan, ujian skripsi digital kali ini menurut saya paling lancar dan minim kendala. Evaluasi-evaluasi pada sidang sebelumnya (seminar proposal) dipikirkan dan diterapkan dengan matang.

Masih dikatakan, tentunya bukan berarti tanpa cacat, kendala teknis seperti gangguan pada hardware lumrah terjadi namun tidak mengurangi esensi dari sidang skripsi tersebut. Justru kebanyakan kendala malah terjadi pada device mahasiswa, bukan dari penguji.

“Bantuan serta arahan dari bapak ibu dosen yang realtime bikin semuanya jadi jelas, alamat link, username dan password ruanganpun juga jelas (tidak error), jadi saya bisa tetap fokus mempersiapkan diri sebelum sidang dimulai,” tandasnya. (Editor: Haz)

Salam PBA Bravo!!