Bagikan sekarang

Oleh Siti Majidah, S. Hum., M. Pd. (Kepala Perpustakaan INAIFAS)

Duta itu artinya orang yang diutus melakukan tugas khusus. Bisa juga menjadi role model. Dengan adanya duta, maka produk dan program yang dirancang diharapkan bisa tersosialisasi dan terlaksanakan dengan baik. Karena itu, seorang duta selain harus menguasai produk dan program yang dipromosikan, harus pula menjadi bagian dari branding lembaga maupun perusahaan yang mengutusnya. Misalnya ada Duta Anti Narkoba, Duta Lingkungan Hidup, Duta Literasi, yang dirancang kementerian atau badan pemerintah yang terkait, atau duta produk yang disebut Brand Ambassador, sebagaimana model cantik yang melekat dalam iklan sabun merk tertentu, atau sosok yang mencitrakan kecerdasan dan keuletan di produk lain.

Bekaitan dengan duta, perpustakaan INAIFAS membuat program anyar, namanya Duta Perpustakaan. Tujuannya, men-show up serta mengubah stigma masyarakat tentang perpustakaan saat ini dengan cara melibatkan masyarakat dalam kinerja literasi. Karena diselenggarakan oleh kampus, maka Duta Perpustakaan berasal dari mahasiswa.

Oleh karena itu, melalui program ini, INAIFAS bermaksud mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan masyarakat literatif. Sebagai kepala perpustakaan, penulis membuka pendaftaran Duta Pustaka ini sejak Agustus silam. Alhamdulillah, ada puluhan pendaftar. Setelah dilakukan seleksi, maka terpilihkan empat mahasiswa. Aminatur Rochmah (PGMI), Siti Nur Laili (PGMI), M. Rio Tirta Wardana (PAI), Indah Afifah Choir (ES). Semua mahasiswa semester 3.

Duta Perpustakaan alias Duta Pustaka yang dimaksudkan penulis adalah model kegiatan yang pelaksanannya terdiri dari beberapa mahasiswa pilihan yang siap menjadi garda terdepan dalam mensukseskan budaya membaca.

Duta Pustaka beranggotakan para mahasiswa dengan kriteria memiliki ketekunan dan keuletan dalam mengajak teman-temannya untuk membaca buku, berkunjung rutin ke perpustakaan, serta berdiskusi buku bertema tententu sesuai pilihan. Duta Pustaka dirancang agar para mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap apresiatif terhadap perpustakaan.

Baca juga  PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KEBUDAYAAN ISLAM

Gagasan ini terinspirasi dari salah satu berita tentang pemilihan Duta Pustaka Kabupaten Jawa Barat dimana mereka ikut membantu pelayanan peminjaman dan pengembalian buku yang dikerjakan oleh siswa dengan model piket terjadwal, yaitu tepatnya di Perpustakaan SMPN 3 Purbalingga. Penulis terpesona dengan keterampilan siswa dalam membantu pelayanan sirkulasi peminjaman, mencatat peminjaman dan pengembalian buku serta menstempelnya dengan cepat dan tepat. Satu bukti adanya rutinitas menjalankan kegiatan tersebut dan sangat membantu proses pelayanan dari sekian banyak siswa pada kesempatan waktu yang terbatas (jam istirahat). Mereka para siswa dikenal sebagai Siswa Piket Perpustakaan.

Berdasarkan inspirasi inilah, maka pihak Pepustakaan INAIFAS melakukan duplikasi program Duta Pustaka di atas. Untuk itu ada beberapa saran yang dikembangkan, yaitu

  1. Duta Pustaka dapat dikembangkan secara lebih luas daya guna dan fungsinya serta memberikan efek kebanggaan serta citra unggulan untuk promosi pada mahasiswa yang lain untuk minat baca, meskipun salah satu fungsi membantu pelayanan dapat terus dipertahankan untuk sekolah/perguruan tinggi yang telah menjalankan fungsi piket pelayanan perpustakaan.
  2. Duta Pustaka, diharapkan secara resmi ditetapkan dan dibentuk oleh perguruan tinggi dengan kriteria khusus masing-masing lembaga.
  3. Teknisnya dapat dipilih dari mahasiswa di setiap semester/tingkat sesuai kriteria, sehingga di tiap kelas terdapat minimal 1 orang mahasiswa sebagai Duta Pustaka. Akan tetapi lebih diupayakan bagi mereka yang memiliki kemampuan di bidang literasi, misalnya mendongeng, menulis dan baca puisi (karena ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi promosi perpustakaan).
  4. Untuk pembeda dan upaya promosi minat baca, hemat saya pada hari tertentu (misal seminggu sekali), para Duta Pustaka memakai seragam khusus, untuk membedakan dengan yang lainnya.
  5. Duta Pustaka berfungsi menjadi simbol inspirator bagi mahasiswa lain untuk melirik perpustakaan sampai dengan menjadikan perpustakaan tempat alternatif yang nyaman untuk membaca, berdiskusi, serta meminjam buku.
  6. Duta Pustaka dapat diberi tugas khusus tentang perpustakaan yang tidak memberatkan tugas utama kuliah dan belajarnya.
  7. Duta Pustaka mendapat pelatihan dan pengetahuan standar perpustakaan dan kepustakaan, untuk memberikan gambaran pengelolaan, ilmu pengelompokan buku, labeling, dan lain-lain.
  8. Data Pustaka dapat membantu petugas perpustakaan dalam hal pelayanan yang membutuhkan koordinasi mahasiswa dari perpustakaan, seperti tugas menempel informasi atau mading perpustakaan, mengumumkan atau menyampaikan informasi pembaca/peminjam buku terbanyak, sampai dengan mencoba merasakan atau ikut membantu pekerjaan sirkulasi peminjaman, dan lain hal yang bisa ditentukan dan baik untuk pengenalan dan kepedulian mahasiswa terhadap perpustakaan)
Baca juga  Silabus Pendidikan Seks dan Rumahtangga ala Pesantren (Bag.2) - | - Kajian Kitab Uqudul Lujain

Semoga dengan terpilihnya Duta Perpustakaan INAIFAS tahun 2021 ini, mahasiswa dapat meneruskan dan melahirkan ide-ide baru bagi perkembangan perpustakaan dan penguatan literasi di Kencong khususnya, dan di kabupaten Jember pada umumnya.

Wallahu A’lam Bisshawab