Bagikan sekarang

Hari ini saya mengantar Mas Luqman Hakim, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah INAIFAS ke Bandara Juanda Surabaya. Pemuda kelahiran Banyuwangi ini berangkat ke Banjarmasin. Lanjut ke Desa Batu Meranti, Kec. Sungai Loban, Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Istimewanya, dia berangkat tepat di hari ulangtahunnya yang ke-21.

Bandara Juanda Surabaya – Luqman Hakim (Kiri) mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah INAIFAS, Rijal Mumazziq Z., M.H.I. Rektor INAIFAS KENCONG JEMBER

Di desa ini, selama setahun mendatang dia menjadi DAI MAHASISWA INAIFAS. Dia kami tugaskan untuk berkhidmah di Ponpes Daarul Ishlah Assyafiiyyah.

Pondok ini didirikan oleh suami istri alumni INAIFAS juga. Namanya Kiai Mushofa bin Badrus. Nama FB-nya Kang Shofa . Masih muda, kelahiran 1983, tapi punya ilmu tua dan pengalaman yang berjibun. Asalnya dari Karangrejo Gumukmas Jember. 2002 masuk di INAIFAS. Lulus 2008. Istrinya, Mbak Umi Latifah, adik kelasnya. Sejak 2010 keduanya nekat merantau di lokasi yang saat ini menjadi tempat berdakwahnya (perjuangannya merintis lahan dakwah dan mengembangkan pesantren akan saya tulis kapan-kapan).

Program DAI MAHASISWA INAIFAS adalah inisiatif dari KH. A. Sadid Jauhari, Pengasuh PP Assunniyyah Kencong Jember. Kami berusaha merealisasikannya. Konsepnya, mahasiswa INAIFAS selama setahun, ya setahun, kami kirim ke kawasan luar Jawa untuk mengabdi kepada masyarakat. Latihan serius menjadi kiai. Juga agar ilmu yang dia dapat selama ini segera diamalkan.

Program DAI MAHASISWA INAIFAS ini sudah berjalan di beberapa kawasan. Kang Fathurrahman dan Kang Imron Rosyidi, mahasiswa Prodi AS dan PAI, kami kirim ke Kab. Sarolangun Prov. Jambi, Januari silam. Keduanya mendampingi Komunitas Suku Anak Dalam. Di kawasan ini INAIFAS bekerjasama dengan Hai’ah Asshofwah Almalikiyah, jaringan para santrinya Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, yang secara teknis lapangan dikoordinir oleh para Hawary-nya, di antaranya Ustadz Umar Faruq alias Oemar Hawariy , Malang.

Baca juga  Aliansi PKPT IPNU IPPNU Se-Jember, Gelar Aksi Turun Jalan

Selain di Jambi, INAIFAS juga mengirim Kang Syafri Syamsudin ke Aimas, Sorong Papua Barat. Di sini, Kang Syafri membantu mengelola Madrasah Diniyah al-Ibriz Iru Nigeiyah yang diasuh oleh Ustadz Agus Setyabudi , alumni PP. Raudlatut Thalibin Leteh Rembang. Dalam program dakwah di Kab. Sorong ini, INAIFAS bekerjasama dengan Persaudaraan Profesional Muslim Ahlussunah Wal Jamaah (PPM Aswaja) yang dipimpin oleh Mas Hari Usmayadi Cak Usma

Jika Kang Fathur, Kang Imron dan Kang Syafri sebelumnya mondok di PP. Mabdaul Ma’arif Jombang-Jember, kini Kang Luqman, santri PP. Assunniyyah yang berangkat. Dalam keberangkatan Kang Luqman ke Tanah Bumbu, Kalsel, INAIFAS bekerjasama dengan Yayasan Nurul Hayat Surabaya melalui Ustadz Heri Latief. Ustadz Heri juga menjamin agar kebutuhan tiket pulang pergi DAI MAHASISWA ini ke depannya disediakan oleh yayasannya. Kami punya dana titipan umat, INAIFAS punya program dakwah untuk umat. Kita sinergikan. Demikian kata Ustad Heri.

Tentu, agar program-program dakwah INAIFAS di kawasan luar Jawa berjalan, kami juga didukung oleh internal kampus melalui UPZIS (Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah) INAIFAS yang dikepalai oleh Gus Zuhairuzzaman, juga oleh LAZISNU Jawa Timur yang diketuai oleh Mas A Afif Amrullah, Ummi Foundation melalui Mas Miftahus Surur, Penerbit Khalista melalui direkturnya, Kiai Ma’ruf Asrori; Mitra Buku Firdaus melalui big-bosnya, Gus Ahmad Firdausi, Penerbit Muara Progresif melalui Kaktoan Ach Tirmidzi Munahwan; yang selama semuanya ini mendukung kami dengan menyediakan buku-buku keislaman untuk keperluan dakwah ini serta perintisan perpustakaan di masing-masing kawasan dakwah.

Terimakasih atas kerjasamanya. Semoga membawa berkah bagi kita semua. Alfatihah