Bagikan sekarang

Sejak penerjunan para mahasiswa  PkM BR INAIFAS pada tanggal 26 Juli 2022 lalu, berbagai kegiatan mulai di galakkan dalam mengimplementasikan tema “Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju SDGs”. Fokus Program SDGs tersebut di kerucutkan pada ke-4 goals yakni; Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Pendidikan Berkualitas dan Kesetaraan Gender. Langkah awal yang menjadi pijakan para mahasiswa PkM BR INAIFAS adalah dengan mengenali permasalahan serta potensi yang ada di setiap Desa.

Sebagaimana yang disampaikan oleh DPL Posko 14, yakni Jamilatun Nafi’ah, M.Pd. di awal penerjunan. Pesan beliau dalam mengawali langkah PkM BR ini pertama, temukan berbagai potensi serta permasalahan yang ada di desa Tembokrejo ini, langkah awal bisa kalian bertanya pada pemerintah desa. Kedua, dalam giat kerja, tentunya kalian juga harus bersinergi dengan pemerintah Desa Tembokrejo, para tokoh serta masyarakat di Desa ini.
Kepala Desa Tembokrejo, H. Suyitno juga menambahkan, “kami terima dengan sangat baik atas kedatangan para mahasiswa INAIFAS yang akan mengabdi di desa Tembokrejo ini. Bahkan kami persilahkan jika para mahasiswa sekalian turut berpartisipasi dalam kegiatan desa maupun dalam musyawarah desa”(26/8/22).

Berdasarkan penelusuran para mahasiswa inaifas, desa Tembokrejo Gumukmas memiliki sejumlah potensi alam yang cukup menjanjikan jika di kembangkan secara nyata. diantaranya potensi alam tersebut terdapat gunung trianggulasi yang merupakan icon desa Tembokrejo, terdapat juga kolam dengan air sumber asli, dan di dekat persawahan penduduk terdapat sumber mata air dengan kandungan mineral tinggi.  Desa Tembokrejo juga masih melestarikan budaya tradisional Indonesia yakni wayang kulit.

Melihat potensi tersebut para mahasiswa PkM BR bermaksud mengusung tema SDGs dengan membuat proker pengembangan potensi desa Tembokrejo. Berikut penuturan ketua kelompok mahasiswa PkM BR, Septiani Maftuha

Baca juga  Penerjunan Mahasiswa PPL Inaifas di Mts Al-Ma'arif Wringinagung Kecamatan Jombang

“Sebagai langkah awal kami akan mengenalkan beberapa potensi alam di Desa Tembokrejo secara lebih meluas, hal ini bisa dilakukan melalui promosi wisata desa” Septiani (4/8/2022)

Septiani juga mengungkapkan potensi alam di Desa Tembokrejo sebetulnya sudah sangat baik, namun permasalahan yang kami temukan adalah tentang kepemilikan tempat antara pemerintah desa dengan masyarakat. Inilah yang masih menjadi kendala bagi pemerintah desa dalam mengembangkan wisata tersebut. Harapannya dengan melakukan promosi wisata desa ini, masyarakat bisa menyadari akan pentingnya pengembangan wisata desa dan tidak menutup kemungkinan nantinya bisa berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Para mahasiswa PkM BR Inaifas ini juga berencana untuk membuka “Bimbingan belajar serbaguna”. Bimbel tersebut akan merupakan langkah dalam mengentaskan kesulitan baca tulis anak di kelas 4,5,6 SD/MI. Selain itu, melalui “bimbel serbaguna ” ini lah para mahasiswa PkM BR Inaifas akan mengenalkan wayang kulit dan keterampilan publik speaking. Program tersebut ternyata di sambut baik oleh pemuda karang taruna Tembokrejo.

Dalam rapat pembahasan bimbel tersebut salah seorang pemuda karang taruna menegaskan” untuk mendukung program bimbel ini kami para pemuda karang taruna juga akan berusaha menjadikan program bimbel serbaguna secara berkelanjutan. Ungkap Edo (9/8/2022).

Ika Kusumawati yang merupakan bagian dari kelompok PkM BR tersebut optimis akan menggalakkan program kerja tersebut dengan baik dan dalam hal ini tentunya para mahasiswa akan bersinergi dengan Pemuda pemudi karang taruna, pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Laporan Tim Mahasiswa PkM BR kelompok 14 ini di kendarai oleh 7 orang diantaranya Septiani Maftuhah (PGMI), Ika Kusumawati (PGMI), Efi Izzatul Afifah (PGMI), Izzatul Mi’rojiah (PGMI), Siti Mujayanah (PGMI), Muhammad Basori (PGMI) dan Muhammad Rijalul Khoir (ES). DPL: Jamilatun Nafi’ah, M.Pd.