Bagikan sekarang

Sosok pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari disebut-sebut oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar saat berkunjung ke Institut Agama Islam Al-Falah Assunniyyah (Inaifas), Kabupaten Jember, Sabtu, 26 Juni 2021 petang.

“Kita cek fakta sejarah, Kiai Hasyim Asy’ari usianya belum genap 30 tahun saat merintis sebuah pesantren,” tuturnya dalam keterangan resmi yang dikirim ke nusadaily.com pada Minggu, 27 Juni 2021.

Oleh Halim, cerita perjalanan hidup Kiai Hasyim selaku pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang kemudian mendapat sebutan hadratus syeikh atau maha guru itu digunakan untuk memotivasi mahasiswa peserta program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset (PKM-BR).

“Kiai Hasyim Asy’ari dulu juga masih muda ketika melihat masalah di Tebuireng, sebuah desa tidak jauh dari Pabrik Gula Cukir, Jombang. Berkat kontribusi beliau, Tebuireng bisa menjadi desa yang berdaya guna, bisa berkembang dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam hingga hari ini,” sambung Halim.

Sehingga, menurut dia, mahasiswa yang berusia muda memiliki potensi untuk melakukan transformasi sosial mengembangkan desa agar menjadi lebih baik.

Halim lantas berkesempatan membuka dan meresmikan pemberangkatan mahasiswa peserta PKM-BR. Secara simbolik acara hanya diikuti 25 mahasiswa, karena kewajiban protokol kesehatan mencegah kerumunan massal ditengah pandemi COVID-19.

Rektor Inaifas, Rijal Mumazziq ingin agar Halim juga mendukung program lain yang terkait antara mahasiswa dengan desa, yakni ‘Dai Mahasiswa Inaifas’.

Kampus Inaifas mengirim mahasiswa sebagai juru dakwah ke kawasan pelosok pedesaan luar Jawa selama satu tahun. “Kita berharap apabila program ini bisa didukung,” kata Rijal.

Sejumlah suku yang pernah didatangi dai mahasiswa misalnya, Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun – Jambi, Suku Kokoda di Sorong – Papua melalui Madrasah Diniyah Al-Ibriz Iru Nigeiyah. Selain itu, ke kawasan transmigrasi di Kabupaten Tanah Bumbu – Kalimantan Selatan.

Baca juga  Kerjasama INAIFAS dengan Yayasan Nurul Hayat Surabaya

Usai acara, beberapa politisi dan tokoh masyarakat seperti Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Ketua PCNU Kencong KH Zainil Ghulam, Ketua DPC PKB Jember HM Ayub Junaidi turut mendampingi Halim berkunjung ke pengasuh Ponpes Assunniyyah KH Sadid Jauhari dan KH Ghonim Jauhari.

Rombongan juga melanjutkan sowan ke para kiai pengasuh pesantren lainnya. Yaitu, ke Ponpes Nurul Islam di Kecamatan Sumbersari; Ponpes Al-Qodiri di Kecamatan Patrang, dan Ponpes Al-Falah di Kecamatan Silo. (sut/kal)

Sumber : https://nusadaily.com/regional/mendes-halim-semangati-mahasiswa-dari-kisah-perjalanan-kiai-hasyim-asyari.html