Bagikan sekarang

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, gajah, rusa dan sebagainya.

Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup di tulang, kelenjar, susu serta produk susu. Penyakit ini ditandai dengan adanya vesikel atau lepuh dan erosi di sekitar mulut, lidah, gusi, lubang hidung, puting, dan di sekitar kulit kuku, pincang dan bahkan kuku bisa terlepas.

Potensi kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh PMK ini tidak hanya dirasakan pada peternak yang mengalami penurunan hingga kehilangan hasil, tetapi akan menimbulkan kerugian secara nasional yang dirasakan oleh masyarakat luas. 

Untuk mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku  (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi, pada hari Kamis (28/07/2022) dilaksanakan kegiatan vaksinasi serempak di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Di Desa Cakru pemberian suntikan vaksin khusus ternak sapi ini dilaksanakan di Dusun Tempuran, Krajan, Gondangrejo dan Paseban.

Kegiatan vaksininasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ini, berkoordinasi dengan Pusat Veteriner Farma (PUSVETMA), TNI/Polri, Camat, Kepala Desa dan jajarannya serta mahasiswa PkM-BR/KKN dari INAIFAS, Unej, UIN KHAS Jember dan UM Jember.

Dari informasi yang dihimpun, kegiatan ini berjalan dengan efektif. Terdapat beberapa dokter hewan dan beberapa petugas kesehatan hewan lainnya. Mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok untuk berkeliling ke 4 dusun dan mendatangi rumah warga yang memiliki sapi.

Selanjutnya petugas kesehatan hewan memeriksa sapi, jika sapi-sapi tersebut dalam keadaan sehat maka petugas akan menyuntik vaksin pada sapi tersebut.

Menurut Lia salah satu dokter hewan yang bertugas memberi vaksin di Dusun Tempuran, pemberian vaksin kali ini diperuntukkan bagi sapi yang sehat untuk memberikan kekebalan tubuh sapi, agar tidak terinfeksi penyakit kuku dan mulut yang saat ini sedang menyerang hewan ternak khususnya sapi.

Baca juga  Pertemuan dengan Mahasiswa Akhir, Dekan Fakultas Tarbiyah : Tunda Dulu !

Kegiatan ini merupakan salah satu pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat yang bertujuan melindungi kelompok hewan dengan nilai tinggi dan mengurangi dampak ekonomi akibat penyebaran PMK.

Hal ini selaras dengan pembekalan yang diberikan oleh  Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd kepada mahasiswa INAIFAS yang mengharapkan desa sasaran sebagai laboratorium ilmu bagi mahasiswa agar memiliki kepekaan sosial dan sebagai ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk belajar mengabdi di masyarakat.

Kegiatan PkM-BR INAIFAS dengan mengusung tema “Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju SDGs” memiliki indikator atau 4 goals diantaranya: 1. Tanpa kemiskinan, 2. Tanpa kelaparan, 3. Pendidikan berkualitas, 4. Gender equality.

Pelaksanaan PkM-BR tersebut dijadwalkan mulai tanggal 26 Juli hingga 6 September 2022 mendatang.

Laporan Posko 09 Desa Cakru. DPL: Bustanul Ulum, M.Pd.