Bagikan sekarang

Persoalan pernikahan usia dini di Indonesia masih belum sepenuhnya terentaskan. Pemerintah membutuhkan peran serta dari masyarakat, termasuk kalangan akademisi untuk bisa menyentuh celah strategis formal hingga akar rumput di masyarakat.

Wujud nyata dari dari hal itu, pada hari Rabu, 27 Oktober 2021 Institut Agama Islam Al Falah As Sunniyyah Kencong Jember, menggelar acara Pembinaan Pendewasaan Usia Menikah. Adapun sasarannya adalah mahasiswa Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) dengan spesifikasi semester VII yang akan diterjunkan pada pekan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada awal Januari 2022 mendatang.

Kegiatan yang bertajuk kuliah tamu ini merupakan buah dari MoU antara Prodi. BKPI dengan DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Peremmpuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana) Kabupaten Jember awal tahun lalu.

Ketua Program Studi BKPI, Aminullah, M.Pd mengungkapkan bahwa inisiatif kegiatan ini dimaksudkan agar calon mahasiswa praktikan memiliki modalitas keilmuan dan skill yang konkret dari para ahli di bidangnya.
“Jadi, mengapa harus BKPI ? karena mahasiswa BKPI memiliki konstruk pengembangan ilmu dalam bentuk pemberian bantuan, bimbingan dan penyuluhan kepada siswa, bukan dalam kapasitas pengajaran murni.” tutur Pak Amin.

Suprihandoko, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember, saat dikonfirmasi di kantor dinasnya, menyampaikan turut menyambut antusias dengan program ini. Pihaknya berharap agar kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat dalam hal ini perguruan tinggi bisa terus ditingkatkan dan berkesinambungan. Sebagaimana spirit pembangunan Jember yang sinergis, kolaboratif, dan akseleratif.

Di sela kegiatan yang interaktif tersebut, Anto Budi Nugroho selaku Kabid. KB-KS memotivasi, bahwa atribut mahasiswa sebagai agen perubahan, lazim memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Sehingga bentuk penyuluhan pendewasaan usia menikah pada kaum pelajar tingkat SLTP dan SLTA ini benar-benar menjadi wasilah yang bisa diterima klien. Pihaknya-pun menguatkan, bahwa nantinya mahasiswa tidak sekedar menyuluh, namun meninggalkan “atsar” berupa pembentukan unit PIK-R (Pusat Informasi Konseling- Remaja) di satuan pendidikan tersebut dan PIK-M (Pusat Informasi Konseling – Mahasiswa) pada sub kegiatan HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) BKPI.

Baca juga  Selama Dua Hari, INAIFAS Gelar PDPK Angkatan Kedua

Kegiatan tersebut berjalan lancar meski dibarengi hujan deras yang rata mengguyur wilayah Jember. Acara berakhir hingga ditutupnya doa pamungkas oleh Kepala LP2M, Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd.I., pada pukul 16.00 WIB.

“Semoga program yang kami lakukan ini menuai kemanfaatan dan barakah keilmuan.” kata Pak Rudi.

(Laporan kegiatan ini ditulis oleh Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd.I, Kepala LP2M INAIFAS)