Bagikan sekarang

Jelang hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, Selasa pagi (16/11/21), forum Puspa (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) menggelar pertemuan terbatas di Pemkab Jember. Acara tersebut diinisiasi oleh DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, perlindungan anak, dan Keluarga Berencana) Kab. Jember.

Giat yang bertajuk motivasi dalam rangka menyambut 16 hari kampanye Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang dimulai tanggal 25 November 2021 ini dihadiri oleh berbagai unsur kelompok penggerak sosial kemasyarakatan dalam bentuk kelompok kerja (POKJA) se-Kabupaten Jember.

Adapun Pokja Pemberdayaan Perempuan diwakili oleh: GPP, GOW, KPI, FKM UNEJ, dan LBH Jentera. Pokja Perlindungan Anak diwakili oleh TANOKER, TP-PKK, dan Migrant Care. Sedangakan Pokja Masyarakat di wakili oleh: LP2M INAIFAS, Muslimat NU Jember, Aisyiyah, dan Roxy.

Ketua Forum Puspa, Rizki Nur’aini atau yang akrab dipanggil mbak Kiki, dalam forum mengajak agar elemen penggerak masyarakat bisa menjadi motor dalam mengampanyekan hak perempuan dan anak dalam bentuk kegiatan yang bermanfaat, kreatif, produktif. Dan tentu bercita rasa keberpihakan terhadap perempuan dan anak.

Di sela pertemuan, Kepala LP2M Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd, menyampaikan bahwa INAIFAS sebelumnya telah melakukan pendampingan terhadap komunitas sekolah perempuan di Puger oleh Bapak M. Dasuki, M.Pd (Wakil Rektor III) bersama Forum Puspa. Saat ini pendampingan Kampung Bina Pekka Berdaya dilakukan di wilayah Kec. Gumukmas.

“Disamping itu, INAIFAS telah mengintegrasikan giat sosialisasi penekanan angka pernikahan usia dini dalam PPL mahasiswa BKPI (Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam) sekaligus membentuk unit PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja). Program tersebut telah dijadwalkan pada awal Januari 2022 mendatang,” imbuhnya.

Kabid. Pemberdayaan Perempuan, M. Human berharap, LP2M INAIFAS yang merupakan penggerak masyarakat unsur perguruan tinggi bisa membantu mewujudkan percepatan pembangunan terutama dalam peningkatan kapasitas SDM dan kesejahteraan masyarakat tertinggal di Jember Selatan.

Baca juga  Anak Muda Menabung Saham, Mengapa Tidak?

“Ke depan diusahakan terdapat program pelatihan kewirausahaan khusus bagi mahasiswi INAIFAS. Disamping bergelut di bidang keilmuan, mereka juga mendapatkan keterampilan untuk produktifitas hidup kelak di masyarkat,” tambahnya.

Selepas acara tersebut, LP2M beserta para pejabat dinas melakukan kunjungan ke LKP-LPK Widhi, yang merupakan mitra pengembang pelatihan tata rias. Dalam kunjungan tersebut menyepakati adanya pelatihan gratis bersertifkat bagi masyarakat terutama perempuan usia 18 – 24 di wilayah Jember selatan.

Rangkaian jalin sosial kemasyarakat berjalan lancar hingga ditutup dengan acara ramah-tamah di graha Rolla Ny. Mirfano sembari melihat pemandangan kota Jember dari bukit Tegal besar.

Semoga membawa manfaat dan berkah untuk masyarakat dan civitas akademika INAIFAS. (adm.)