Bagikan sekarang

Rencana INAIFAS beralih status menjadi universitas rupanya menarik minat beberapa pesantren untuk menjalin kerjasama. Kali ini, delegasi Ponpes Bustanul Ulum Bulugading Desa Langkap Kec. Bangsalsari Kab. Jember, berkunjung ke kampus hijau ini.

Silaturahmi empat orang pengajar dipimpin oleh Ustadz Fathurrozi, Kamis siang (8/7). Mereka menjajaki kerjasama penyelenggaraan perkuliahan antara Pondok Bulugading dengan INAIFAS.

Di ruang rektorat, jajaran pimpinan menemui para guru tersebut dalam suasana yang gayeng. Obrolan serius namun tetap santai dan diiringi gelak tawa.

“Di Pondok Bulugading ada MA dan SMK. Setiap tahun kami meluluskan sekira 150 alumni. Ke depannya kami ingin menjalin kerjasama dengan INAIFAS dalam program kuliah,” kata Ustadz Fathurrozi.

Keinginan ini selain agar para santri tetap melanjutkan pendidikan tinggi sesuai dengan amanah pengasuh, KHR. Ahmad Baidlowi Said, Lc., juga agar ada kaderisasi para guru. “Para guru saat ini mayoritas masih berusia muda. Jadi peluang melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi sangat terbuka. Kelak mereka ini diharapkan bisa mempraktekkan ilmunya di pesantren,” lanjut Ustadz Fathurrozi.

Peluang ini disambut hangat jajaran rektorat. “Kami bisa memfasilitasi keinginan ini dalam bentuk kerjasama perkuliahan. Misalnya, dengan menyediakan kelas khusus para guru Pondok Bulugading. Satu kelas berisi minimal 20 mahasiwa. Kuliah Sabtu-Ahad. Pilihan prodi bisa ditentukan oleh pihak pesantren,” kata Mohammad Dasuki, M.Pd.I, Warek III INAIFAS yang membidangi kerjasama antar lembaga.

Kerjasama INAIFAS dengan Ponpes Bulu Gading
Kerjasama INAIFAS dengan Ponpes Bulu Gading

Abah Dasuki, sapaan akrabnya juga menandaskan apabila selama ini INAIFAS sudah bekerjasama dengan beberapa pesantren dan komunitas dalam penyelenggaraan perkuliahan. Konsepnya bukan pada penyelenggaraan kelas jauh, melainkan menyediakan satu kelas khusus untuk memfasilitasi perkuliahan mereka atau yang disebut kelas ekstensi.

Baca juga  Dari INAIFAS, Dirigent dan Da’in dalam Kongres Beasiswa Bupati

Di antara yang sudah bekerjasama dengan INAIFAS, antara lain KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Umbulsari dan Sumberbaru, Yayasan Pendidikan Mambaul Khoiriyah Bangsalsari, Ponpes Darul Arifin Curahkalong Bangsalsari, dan PP. Annur Tempeh Lumajang.

Akhmad Zaeni, M.Pd.I, Warek II, yang membidangi keuangan, juga menjelaskan skema pembiayaan. “Biaya di INAIFAS sangat terjangkau, dan yang terpenting proses perkuliahan tidak menggangu jadwal mengajar para guru di pondok.” kata Pak Zen, sapaan akrabnya, sembari merinci biaya kuliah kelas reguler dan ekstensi.

Menimpali Pak Zen, Asnawan, M.S.i, Warek I, juga membuka peluang kerjasama di bidang perkuliahan Pascasarjana. “Bagi para guru Pondok Bulugading dan koleganya juga bisa kuliah S2 di sini. Jika jumlahnya 20 orang, maka satu kelas Pascasarjana bisa kita penuhi. Jangan lupa, biaya bisa dicicil,” kata Pak Asnawan.

Ustadz Fathurrozi dan para guru lain tampak antusias dengan tawaran ini. Mereka akan menyampaikan hasil pertemuan kepada pihak yayasan.

“Yang pasti, tawaran ini sangat menarik bagi kami. Semoga bisa direalisasikan dalam bentuk kerjasama yang konkrit,” sambut Ustad Fathurrozi.

Rijal Mumazziq Z, Rektor INAIFAS, menimpalinya dengan kesanggupannya untuk sowan ke KHR. Baidlowi Said, Lc., Pengasuh Pondok Bulugading, sekaligus membawa tim PMB untuk promosi kampus kepada para santri. Tak lupa, rektor juga menyampaikan optimisme, apabila kerjasama ini dijalin, maka ke depannya para ustadz Pondok Bulugading alumni INAIFAS bisa merintis perguruan tinggi sendiri. (humas inaifas)