Bagikan sekarang

Inaifas – Praktik PkM-BR mahasiswa Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) posko 11 Mayangan, Kecamatan Gumukmas mampu mengangkat tema berbeda dalam aktivitas penelitian tersebut. Hal-hal yang dikulik mencoba membawa tradisi keteladanan perempuan desa dalam praktik sosial kemasyarakatan yang di dukung dengan mendampingi talenta dalam jiwa berwirausaha.

Program pemerintah dalam SDGs memberikan peranan khusus yakni kesetaraan gender agar peluang beban kerja ganda pada perempuan desa mampu di eliminasi akibat tradisi yang berlaku. Terlebih pada perempuan yang telah di tinggal oleh suaminya, mereka harus menjadi tulang punggung untuk menafkahi kebutuhan rumah tangganya.

Perempuan harus dipandang secara harfiah, bahwa mereka tetaplah manusia yang mampu bersaing dan menciptakan inovasi baru dari lingkup terkecil sampai yang luas. Hal inovatif dan inspiratif telah dilakukan oleh Mujiyem, perempuan asal desa Mayangan yang berhasil mengembangkan usahanya dengan disiplin dan pantang menyerah, dalam hal ini Mujiyem turut serta menjadi pemimpin yang mampu ditiru oleh sebagian kalangan perempuan desa lainnya.

“Perempuan harus mampu untuk menata hidupnya sendiri, agar jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kita sudah mempersiapkan segala halnya” ujarnya.

Selain berbeda, peserta PkMBR mahasiswa Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) posko 11 Mayangan, Kecamatan Gumukmas juga memberikan motivasi agar terwujudnya jiwa Entrepreneurship sebagai jawaban atas ketimpangan ekonomi agar perempuan tidak dipandang sebelah mata oleh sebagian orang.

Program ini didukung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Drs. Akhmad Syaikhu M.Pd.I. Beliau memandang bahwa perempuan dan laki-laki diciptakan setara sebagai Khalifatul Fil’ard. Perempun memiliki berbagai potensi yang juga harus dikembangkan sehingga perlu sekali dukungan dari berbagai pihak.

Laporan posko 11 Desa Mayangan. DPL: Drs. As Syaikhu M.Pd.I
Kelompok: Firman Cahya Kusuma, M.Nur Hakim, M. Izul Haq, April Lidia Wati, Mareta Fitriani, Nurul Amelia dan Mamluatur Rohmah.