Location,TX 75035,USA
+1234567890
info@yourmail.com

“INAIFAS MELEK POLITIK” Peran Mahasiswa Dalam Mengawal PEMILU

“INAIFAS MELEK POLITIK”
Peran Mahasiswa Dalam Mengawal PEMILU

18 Maret 2019, PMII Rayon Tarbiyah (P) Komisariat INAIFAS menyelenggarakan Dialog Interaktif dengan tema Kontribusi dan Peran mahasiswa dalam menghadapi konstelasi politik. Kegiatan yang dihadiri oleh sedikitnya kader PMII se-Jember dilaksanakan di Auditorium lantai I INAIFAS Kencong-Jember. Kegiatan tersebut juga dihadiri Rizal Mumazziq Zionis selaku rektor INAIFAS sekaligus pemateri dan Adil Satri Putra selaku koordinator FNKSDA Jember, juga bertindak sebagai pemateri.

Dalam kesempatan Dialog tersebut Gus Rizal mengulas terkait peran mahasiswa dalam pemilu yang dilucuti mulai tahun 1955, yang mana pada saat itu mahasiswa hanya berperan sebagai penyelenggara pemilu saja, 1977 mahasiswa difokuskan ke pendidikan oleh Soeharto tanpa boleh “cawi2” di politik bahkan jika ada mahasiswa yg berdemo akan ditangkap. Nah, pada tahun 1997 mahasiswa mulai melepaskan cengkeraman dari rezim orde baru. Beliau juga mengatakan bahwa di tahun 1955 itulah pemilu pertama sekaligus menjadi pemilu yg benar2 transparan, jujur, polos dan brutal karena pada saat itu Soekarno tidak membatasi jumlah parpol peserta pemilu. Beliau juga menyatakan bahwa Mahasiswa boleh mengambil peran dalam konstelasi politik pilpres 2019 asalkan tidak menggunakan cara2 yg culas, silahkan mahasiswa menjadi tim sukses salag satu paslon, silahkan mahasiswa menjadi pengawas PEMILU tapi kalau hari ini mahasiswa apalagi mahasiswa pergerakan percaya dengan stagment bahwa PKI bangkit dengan 15 jt masa atau percaya dengan PKI Reborn saya rasa kalian perlu mapaba ulang. Kritik beliau masih dengan khas leluconnya.

Sedangkan Sahabat Adil memaparkan bahwa, hari ini seharusnya -bagi mahasiswa yang mengatakan dirinya netral- bukan berarti dia duduk diam tanpa berbuat apa2. Netral bagi mahasiswa apalagi PMII adalah tetap melakukan gerakan, mengkampanyekan kenapa dirinya netral dengan melucuti program kedua paslon yang menurut dia tidak dapat menaruh harapan. Bahkan beliau menegaskan bahwa beliau tidak setuju dengan terminologi netral dalam konstelasi politik ini, lebih apik dan baik menggunakan terminologi independen. Dengan kaca mata beliau sebagai koordinator FNKSDA, beliau menganalisa. Menurutnya, masalah sumber daya alam jika kita tarik dari daerah paling timur ada tumpang pintu kemudian silo dan di jember selatan ada Paseban, ketiganya berkaitan dengan kegiatan pertambangan. Jika paslon yang satu adalah pelaku dari pertambangan itu sendiri atau pengusaha tambang, maka paslon yang satunya dimodali oleh pengusaha2 tambang. Jika kita tanyakan keberpihakan mereka kelak dan itu mempengaruhi pilihan kita hari ini maka jangan psimis carilah mereka yang paling sedikit kekurangannya. Pesan beliau di sela2 pemaparannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 1 =