Bagikan sekarang

Kamis pagi (8/7), INAIFAS menyelenggarakan sidang munaqosyah skripsi. Kali ini ada 19 mahasiswa yang menjadi peserta. Rinciannya dari Fak. Tarbiyah 16, dari Fak. Syariah ada 3.

Jumlah ini dibagi dalam keempat kelompok ujian. Pelaksanaan dilakukan di gedung kampus induk, Jl. Semeru 09 Kencong, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dekan Fakultas Tarbiyah, M. Bustanul Ulum M.Pd., menjelaskan hambatan yang ditemui mahasiswa di fakultasnya. Antara lain, banyak mahasiswa yang menghentikan sementara penelitian lapangan akibat proses pembelajaran daring di beberapa sekolahan. “Beberapa mahasiswa akhirnya ganti judul, memilih studi pustaka, namun sebagian lain tetap memilih judul awal, hanya metodologinya yang diubah,” tutur pria yang akrab disapa Pak Ibus ini.

Selama ini Tarbiyah sebagai fakultas paling tua memang banyak diminati dan menjadi penyumbang jumlah peserta ujian. Hanya pada gelombang sekarang saja jumlahnya di bawah 20, tidak seperti gelombang sebelumnya.

Sedangkan Dr. Asnawan, M.S.I, Warek I, menjelaskan dari total jumlah mahasiswa ini, ada satu peserta yang tidak bisa ikut ujian secara luring. “Dia berasal dari Jawa Tengah, sedang pulang dan tidak bisa hadir karena ada PPKM saat ini.” tuturnya.

Namun pihaknya menjamin apabila mahasiswa ini akan difasilitasi dengan ujian skripsi secara daring.

Di sisi lain, Direktur Pascasarjana INAIFAS, Dr. Titin Nurhidayati M.Pd., yang menjadi salah satu penguji, menilai apabila dari tahun ke tahun, tingkat penguasaan mahasiswa atas skripsi yang ditulis semakin baik, tema yang disajikan juga lebih bervariasi.

“Kami berharap apabila ada skripsi mahasiswa yang bisa dibukukan. Tentu setelah melewati ujian dan editing dari penerbit,” kata perempuan kelahiran Lamongan ini.

Sekadar informasi bagi mahasiswa, munaqosyah skripsi gelombang selanjutnya digelar awal Agustus. Bagi yang sudah siap, bisa segera mendaftar. (humas inaifas)