Bagikan sekarang

Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset (PkM-BR) merupakan suatu bentuk dan upaya Institut Agama Islam Al-Falah As-sunniyah (INAIFAS) dalam mengabdikan diri kepada masyarakat . Hal ini sebagai implementasi dari tridarma perguruan tinggi yakni pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat.

Tema yang diambil pada PkM-BR tahun ini adalah “ Membangun masyarakat sejahtera menuju SDGs (Sustainable Development Goals) yang difokuskan dalam indikatornya yaitu No Poverty (Tnpa kemiskinan), Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), Quality Education (Pendidikan Berkualitas), dan Gender Equality (Kesetaraan Gender).

Pondok pesantren Namba’ul Khoiriyatil Islamiyah (MHI) menjadi salah satu pesantren sebagai tempat pengabdian proses PkM-BR ini yang telah menjadi kesempatan baik bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan selama kuliah untuk membantu permasalahan nyata yang ada di masyarakat.

Selama satu bulan lebih, tepatnya 27 juli sampai awal september 2022, dengan beranggotakan 8 orang mahasiswa INAIFAS melakukan pengabdian PkM-BR di pondok pesantren Mamba`ul Khoiriyatil Islamiyah yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bapak Mohammad Dasuki, M.Pd. dengan memetakan program pengabdian berbasis SDGs yang disesuaikan terhadap kebutuhan ponpes terlebih pada signifikasi kualitas pendidikan pesantren, yang mana hal ini telah di jabarkan oleh beliau;

“Bahwasanya arus moderasi zaman harus memiliki kesinambungan yang relevan sebagai bentuk tercerminya pendidikan yang berkualitas. Di sisi lain pondok pesantren MHI memiliki kerja sama bilateral dengan INAIFAS sebagai wadah para santri untuk tetap melanjutkan jenjang pendidikanya dengan menapak tilasi bahwa tidak sedikit santri yang boyong dari pesantren belum tamat pendidikan Madrasah Diniyahnya, dengan alasan  mengejar bangku perkuliahan diluar pensantren.”

Hal ini juga sebagai pendorong kami untuk merevitalisasi pengembangan pendidikan yang lebih berkualitas.

Baca juga  INAIFAS Kencong Juarai MQK Se-JATIM di IAIN Ponorogo

Melihat out put yang dapat  mendukung pada kompetensi mahasiswa dalam menigkatkan mutu pendidikan yang dalam istilahnya “learning by doing” yang berarti mengajarkan materi sambil berpraktek. Dengan mengaplikasikan instrumen sederhana dalam pemberdayaan dan kesejahteraan Santri  maka, dilakukan analisis SDGs dengan analisis fokus program berupa tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan yang meliputi 17 tujuan diantaranya: Tanpa kemiskinan, Tanpa kelaparan, Pendidikan berkualitas dan Gender equality.

Semua aktivitas SDGs diarahkan memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.Yang dalam hal ini fokus riset  bertajuk pada “pendidikan berkualitas” Dengan meninjau lingkungan  yang ada di wilayah pesantren sebagai lokasi penelitian PkM-BR ini.

Harapan besar yang diungkapkan oleh DPL kami bapak Muhammad Dasuki M.Pd  bahwa “Berjalannya PkM-BR ini senantiasa dapat mewujudkan potensi-potensi yang lebih signifikan yang berada di lingkungan pesantren MHI, terlebih pada masyarakat sekitar”.

Semoga PkM-BR ini berjalan dengan lancar dan mendapat rahmat dari Allah S.W.T yang menjadikan adanya kemanfaatan dan kebarokahan di dalamnya. Amin ya robbal alamin.

***
Laporan Posko 26 Pesantren MHI. DPL: Mohammad Dasuki, M.Pd.