Bagikan sekarang

Salah satu program unik yang dimiliki kampus Inaifas Kencong, Jember adalah dai mahasiswa. Dalam program tersebut mahasiswa atau santri yang telah dan atau sedang menempuh kuliah serta memiliki kematangan dan kedalaman ilmu yang cukup baik, memiliki jiwa pendidik sekaligus dakwah, dikirimkan ke berbagai pulau terpencil di Indonesia untuk menjalankan misi dakwah.

Program tersebut hadir sebagai jawaban atas apa yang dicita-citakan oleh KH. A. Sadid Jauhari sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah (YPIAA) sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong, Jember.

Hal itu dilakukan guna untuk mempersiapkan dan mencetak mahasiswa dai dalam rangka menjalankan misi dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah terdepan Indonesia.

Dalam rangka mendokumentasikan rekam jejak dan kiprah dai mahasiswa dalam berdakwah di berbagai pulau di Indonesia, Gus Rijal Mumazziq Zionis, rektor Inaifas Kencong, Jember menyusun sebuah buku berjudul “Program Da’i Mahasiswa Inaifas: Dari Kencong Menjangkau Pelosok Negeri”.

Menurut Direktur Penerbit Imtiyaz Surabaya ini, karya tersebut terinspirasi dari buku berjudul “Pelangi Ramadan di Tembagapura”. Buku ini merupakan catatan dakwah para santri PP. Darussunnah Ciputat yang diasuh oleh Prof. Dr. KH. Ali Mustofa Ya’qub yang dikirim dalam safari Ramadhan selama sebulan di Tembagapura, Papua, beberapa tahun silam.

“Laporannya dikemas dalam bentuk buku. Keren ya. Untuk laporan program dai mahasiswa INAIFAS selama ini juga saya susun dalam bentuk buku, tinggal penyempurnaan saja, dengan judul Program Da’i Mahasiswa Inaifas: Dari Kencong Menjangkau Pelosok Negeri,” tulis Rijal dalam akun resmi Facebook pribadinya pada Kamis, (12/05/2022).

Buku tersebut direncanakan akan terbit 2 bulan mendatang pada tahun ini. “Buku baru. Masih editing akhir karena banyak data baru. InsyaAllah terbit Juli 2022,” tandasnya.