Bagikan sekarang

Dunia pendidikan perguruan tinggi, tidak hanya sekedar melakukan pembelajaran kepada mahasiswa, namun, setiap dosen dituntut untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meskipun penelitian dan pengabdian telah diwajibkan dan dianjurkan bagi setiap dosen, sebagai salah satu Beban Kerja Dosen (BKD) hal tersebut terkadang lalai karena berbagai kepentingan yang harus diselesaikan dan berbagai pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa.

Namun, juga setiap pelaksaan penelitian dan pengabdian tidak akan terlaksana apabila tidak ada bantuan dana riset, hal tersebut karena besaran dana yang harus dikeluarkan agar sebuah penelitian dan pengabdian mempunyai kualitas yang akuntabel. Selain itu sebuah penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi dan pengembangan keilmuan yang relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga hasil akhir pengabdian kepada masyarakat diharapkan menjadi media seluruh civitas akademika di lingkungan INAIFAS Kencong Jember untuk terlibat dalam pengembangan kemaslahatan hidup masyarakat.

Pengajuan dana riset agar bisa di terima oleh pengelola dana riset salah satu Litabdimas Kementerian Agama RI, setiap akademisi harus mampu menyusun proposal penelitian yang mempunyai nilai kalayakan sangat tinggi, dan bisa lulus dari beberapa persyaratan yang diinginkan oleh reviewer. Guna untuk meningkatkan mutu riset dan PkM di kampus, LP3M INAIFAS menggandeng Kepala Pusat Penelitian (LP3M) UIN KHAS Jember Dr. Wildani Hefni, M.A sebagai pemateri kegiatan Academik Writing Workshop Penguatan Metodologi Penelitian Sosial, sekaligus mampu memberikan pendampingan strategis agar proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat lolos setiap ada bantuan hibat penelitian dari Litabdimas Kemenag.

Kegiatan workshop yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Desember mulai pukul 10.00 WIB dan berakhir sampai 14.00 WIB bertempat di Aula Lt.1 INAIFAS, dihadiri langsung oleh Rektor INAIFAS Rizal Mumazziq Zionisi M.H, sedikit yang beliau sampai kepada pemateri “saya harap dengan adanya workshop, dapat memberikan strategi-strategi agar tulisan temen-temen dosen di INAIFAS dapat lolos di Litabdimas baik secara teknis maupun non teknis”.

Baca juga  Giliran HMPS BKPI Inaifas Gelar Orientasi bagi Mahasiswa Baru

Beliau juga berpesan kepada LP2M yang di prakarsai oleh Rudi Masrukhin dan qurrotun Ainiyah, bahwasannya “kegiatan pelatihan dan diskusi berkali yang dilaksanakan setial satu bulan sekali, bisa tetap berlanjut agar bisa menunjukkan meskipun kampus kita kecil namun bisa di kenal publik terkait dengan karya artikelnya”.

Kegiatan workshop yang berdurasi sampai sekitar 4 jam, dapat menunjukkan antusias peserta yang sangat tinggi mampu memberikan ilmu baru dan membuka wacana baru bagi peserta penelitian betapa masih kurangnya, dan masih sangat jauh dari kata sempurna apabila proposal penelitian dapat di terima di Litabdimas dan mendapatkan hibah penelitian. Apabila dikatakan sempurna serasa tidak mungkin, karena setiap penelitian tidam munhkin ada yg sempurna, kekurangan atau ketidaksempurnaan tersebut, kemudian pemateri mendobrak dimana letak kekurangan dan kesalahan dalam menulis proposal sehingga proposal penelitian layak di terima di Hibah Penelitian Litabdimas, Wildani Hefmi menyampaikan “terdapat beberapa faktor yg menjadi tingkat kesulitan bagi dosen dalam menulis proposal penelitian yaitu menarasikan, menyusun judul, metodologi, referensi, pharaprase, fokus dan scoupe, novelty, waktu menulis, kurang percaya diri, objek riset dan perdebatan akademik.

Tidak cukup apabila hanya membahas hibah penelitian, Wildani Hefni juga memberikan arahan dan strategi agar hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mempunyai bukti riil berwujud artikel jurnal yang bisa terpublikasikan minimal Sinta 2, mengapa kok harus Sinta dia beranggapan, “sebuah hasil penelitian dan pengabdian, sebagai hasil kerja keras dalam menulis kalau bisa jangan hanya publish di Sinta 6, 5, 4 atau 3, itu pun gratis tidak berbayar”.

Ucapan beliau mampu menumbuhkan semangat peserta pelatihan, agar tulisan artikel jurnal dosen INAIFAS bisa terpublish di jurnal yang bersinta 2 bahkan Scopus. “Sebenarnya menyusun artikel jurnal tidak sulit, hanya kita saja yang kurang bisa memanajemen waktu, terlalu disibukkan dengan admininstrasi akademik dan pelayanan kepada mahasiswa”, tuturnya.

Baca juga  Diskusi "Penanggulangan Radikalisme di Lingkungan Pesantren dan Perguruan Tinggi"BEM INAIFAS

Diakhir kegiatan workshop dilanjutkan dengan kegiatan diskusi, antusias setiap dosen yang mengikuti kegiatan, banyak yang mengajukan pertaanyan, salah satunya Qurantul Ainiyyah, tentang point-dalam sebuah proposal penelitian, dengan tegas Dr. Wildani Hefni memberikan jawaban, “sebenarnya menulis proposal itu mudah, terpenting bisa merancang latar belakang penelitian dengan menemukan fakta sosial objek penelitian, fenomena riset, data pendukung dan literatur yang relevan, apabila latar belakang tersebut sudah ditemukan maka akan semakin mudah dalam menyusun, sub bab berikut, akan tetapi point penting selanjutnya ada pada kajian penelitian yang relevan yang berisikan perdebatan akademik para peneliti terdahulu, yang bagaimana nantinya hasil dari penelitian ini apakah dapat membantah teori yang sudah ada, mendukung teori yang sudah atau mampu menciptakan teori baru, sesuai dengan hasil penelitiannya”, ungkapnya.

Sampai diakhir kegiatan beliau menceritakan dalam menulis artikel jurnal cukup 1 minggu saja, 2 hari menulis, 2 hari revisi dan 3 publish.