Location,TX 75035,USA
+1234567890
info@yourmail.com

Diskusi “Penanggulangan Radikalisme di Lingkungan Pesantren dan Perguruan Tinggi”BEM INAIFAS

Diskusi “Penanggulangan Radikalisme di Lingkungan Pesantren dan Perguruan Tinggi”
BEM INAIFAS

Kencong, 25 Mei 2019 BEM INAIFAS bekerja sama dengan Halaqoh BEM Pesantren se-Tapal Kuda serta di support oleh Peace Leader Jember mengadakan kegiatan Buka Bersama dan Diskusi Bersama di INAIFAS Kencong Jember. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 20 perwakilan BEM Pesantren se-Tapal Kuda, Wakil Rektor III INAIFAS, Koornas Peace Leader dan Koordinator Jawa Timur Duta Damai selaku pemantik diskusi pada sore itu.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan sekretaris Halaqoh BEM Pesantren se-Tapal Kuda sesungguhnya kegiatan ini hanya akan dibungkus dengan kegiatan buka bersama saja namun setalah kami selaku tuan rumah mempertimbangkan rasanya kurang berfaidah jika kita mengadakan sebuah perkumpulan tanpa sebuah pembahasan yang terarah maka dari itu melihat negara kita akhir-akhir sedang ramai dengan isu radikalisme juga senada dengan nota kesepahaman yang telah disepakati Halaqoh BEM Pesantren se-Jember bersama Kapolres Jember tentang penanggulangan dan pemberantasan radikalisme dan terorisme di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi maka dirasa perlu kita juga melakukan diskusi tersebut dengan harapan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada pengurus pusat Halaqoh BEM Pesantren Se-Indonesia . Tutur Sinta Bella selaku Presma INAIFAS dalam kesempatan sambutannya. Ditambah oleh wakil rektor III INAIFAS, Bapak Dasuki bahwasannya dalam upaya melakukan penanggulangan tersebut maka hal utama yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki sumber daya mahasiswa santri itu sendiri.

Setelah melakukan diskusi panjang maka ada beberapa titik point yang dapat ditarik kesimpulan. Bahwa, identifikasi adanya radikalisme dapat kita lihat melalui oknum-oknum atau upaya-upaya penolakan terhadap 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Bahwa, kita sebagai Mahasiswa Santri melakukan penanggulangan radikalisme dispesifikasikan melalui 4 cara, yaitu:

  1. Individu, upaya yang bisa dilakukan memberikan atau menularkan toleransi (menjadi agen perubahan) dan menulis tentang perdamaian di media sosial atau media cetak Halaqoh BEM Pesantren.
  2. Relasi Kelompok, membangun hubungan emosional dengan kelompok-kelompok yang kemungkinan besar menganut paham radikalisme.
  3. Struktur, Badan Pengurus Harian Nasional Halaqoh BEM Pesantren rnengeluarkan pernyataan bahwa seluruh anggota Halaqoh BEM Pesantren bebas dari radikalisme.
  4. Kultur, Mengembalikan ajaran atau ukhuwah ASWAJA.

Karena dirasa kurang cukup waktu untuk membahas tuntas terkait radikalisme di lingkungan pesantren dan perguruan tinggi juga belum semua yang hadir pada waktu itu menyampaikan rekomendasi-rekomendasinya maka peace leader selaku komunitas yang memang fokus pengawalan terhadap isu radikalisme berjanji akan memfasilitasi mahasiswa santri ini dikemudian hari untuk bisa melakukan kegiatan FGD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 15 =