Banjir dan Longsor di Jember, PMII INAIFAS Gelar Aksi Galang Dana untuk Warga Terdampak

Banjir dan Longsor di Jember, PMII INAIFAS Gelar Aksi Galang Dana untuk Warga Terdampak

Bagikan sekarang

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia INAIFAS Kencong menggelar Aksi Kemananusiaan bertajuk PMII INAIFAS Raya Peduli Korban Banjir dan Longsor.

Aksi tersebut bertempat di Jalan Raya Alun-alun Kencong, Depan Pasar Baru, Depan Pertigaa Dira Kencong, Jum’at pagi (12/11).

Kabupaten Jember, Jawa Timur dilanda banjir dan tanah longsor. Sebanyak 1.294 kepala keluarga (KK) tersebar di delapan desa terdampak banjir.

Koordinator Aksi Syaiful Bahri mengatakan, jumlah warga terdampak banjir tersebut diperbarui setiap saat. Sehingga data tersebut bisa berubah berdasar laporan yang masuk ke Pusdalops BPBD Jember.

“Berdasarkan data Pusdalops yang diperbarui pada Kamis pukul 11.22 WIB tercatat sebanyak 1.294 rumah warga yang terdampak banjir dan tanah longsor yang tersebar di delapan desa” Tutur Syaiful.

Banjir dan tanah longsor itu tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, Desa Manggisan, Patemon, dan Darungan di Kecamatan Tanggul; Desa Pondok Joyo, Pondok Dalem, dan Sidomulyo di Kecamatan Semboro; Desa Gelang dan Sumberagung di Kecamatan Sumberbaru.

Lebih lanjut, Ketua Komisariat PMII INAIFAS Ahmad Bahrur Rozi Rifa’i menjelaskan, intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari ini menyebabkan berbagai bencana banjir di berbagai daerah. Utamanya 3 kecamatan di Kabupaten Jember yakni di daerah Semboro, Tanggul dan Sumbersari tersebut. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (10/11/2021) hingga Kamis (11/11/2021) menyebabkan banjir dan longsor di beberapa lokasi.

“Potensi fenomena La Nina yang telah dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih dapat terjadi hingga Februari 2022. Hal ini dapat berdampak pada sejumlah perubahan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia” Ungkapnya.
Pihaknya bersama seluruh kader dan anggota menghimbau dan mengajak kepada seluruh perangkat daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Pemanfaatan lahan dalam pembangunan hendaknya memperhatikan analisis dampak lingkungan. Penguatan unsur tanah juga diperlukan dengan melakukan penanaman pohon terlebih saat terjadinya hujan karena akan memicu pergerakan tanah yang dapat mengakibatkan longsor” Jelas Bahrur.

Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB. Sempat diguyur hujan, namun aksi tersebut tidak menjadi penghalang sekelompok mahasiswa PMII INAIFAS tersebut untuk tetap melakukan penggalangan dana.(haz)

Jawab Kebutuhan Mahasiswa Baru, PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS Gelar Sinau Dasar Karya Tulis

Jawab Kebutuhan Mahasiswa Baru, PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS Gelar Sinau Dasar Karya Tulis

Bagikan sekarang

Karya Ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Biasanya karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut dan sistematis.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Kaderisasi PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS M. Irsyadul Ibad di Kantor Sekretariat setempat, Minggu pagi (26/09).

Menurutnya, karya tulis ilmiah seringkali dibuat oleh para akademisi untuk menunjukkan keilmuan yang sedang dikaji secara mendalam sesuai dengan bidangnya masing-masing. Semua akademisi baik bangku sekolah hingga perguruan tinggi mengenal apa itu makalah. Makalah biasa dijadikan sebagai tugas pokok untuk mengembangkan diri peserta didik (mahasiswa).

“Oleh karena itu, untuk menjawab kebutuhan mahasiswa baru. Kami sediakan forum sinau bareng dasar-dasar membuat makalah secara gratis untuk mereka” Tutur Ibad mahasiswa prodi PBA semester V itu.

Sementara Mila Agustin selaku narasumber sekaligus Badan Strategi Rayon (BSR) menjelaskan bahwa makalah adalah sebuah karya yang ditulis oleh seseorang dan belum pernah di publikasikan serta bersifat ilmiah. Dibutuhkan kemampuan menulis yang baik dan cermat berdasarkan kaidah atau pedoman penulisan makalah.

“Menulis makalah bukanlah hal yang sulit, namun dibutuhkan kejelian untuk melihat kondisi dan situasi untuk digunakan sebagai ide penulisan” Jelas Mila mahasiswa penerima beasiswa aktivis PMII itu.

Dalam forum tersebut, tidak hanya teori yang dipaparkan, melainkan juga dilakukan praktek secara langsung.

Giat tersebut ditujukan kepada mahasiswa baru INAIFAS angkatan 2021. Diikuti sekitar 20 mahasiswa dari berbagai lintas program studi di INAIFAS.(haz)

Tumbuhkan Kesadaran Kritis-Kolektif, PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS Gelar Pendidikan Advokasi dan Gerakan

Tumbuhkan Kesadaran Kritis-Kolektif, PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS Gelar Pendidikan Advokasi dan Gerakan

Bagikan sekarang

Melihat realitas dilapangan, hari ini fungsi mahasiswa nampaknya perlu dipertanyakan lagi. Ada yang mengatakan mahasiswa adalah agen perubahan, mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki ilmu tinggi serta berwawasan luas. Oleh karenanya, sebagai agen perubahan dan kaum intelektual harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dengan segala kemampuannya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS, Muhammad Bachrul Mutawassith pada saat memberikan sambutan pada acara Pendidikan Advokasi dan Gerakan (PAGER) bertempat di MI Hasyim Asy’ari Kencong, Jember. Minggu (12/09).

Menurutnya, mahasiswa seharusnya tidak hanya sekedar menuntut ilmu dan mencari nilai setinggi-tingginya tetapi tidak kemudian melupakan fungsi dan tanggungjawab sosialnya.

Oleh karena itu lanjutnya, perlu ada proses penyadaran dari individual menuju kesadaran kolektif.

“Kesadaran adalah hal utama dan bergerak adalah senjata ampuh” Kata Arul sapaan akrabnya.

Sementara Ketua Bidang Advokasi dan Gerakan PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS,
N.A Tohirin menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan adalah Pertama, membangun nalar kritis dan kepekaan terhadap problematika sosial.

Kedua, mempunyai kematangan dalam pengetahuan, kemandirian, sikap dan perilaku dalam bermasyarakat. Ketiga, memberikan bekal teori praksis kepada anggota dan kader PMII.

“Tentu yang paling utama, tidak lain dan tidak bukan, ialah memupuk dan merawat keberlanjutan generasi dalam sadar dan kritis sekaligus progres terhadap betapa pentingnya memperjuangkan kedaulatan atas sumber-sumber agraria, sebagaimana tema yang di usung” Terangnya.

Lebih lanjut, Tohirin berharap Alumni Pendidikan Advokasi dan Gerakan mampu menjadi inisiator dalam menyikapi problematika sosial serta memiliki kecakapan komunikasi dan sosialisasi dengan masyarakat.

Selanjutnya, Ketua Cabang PMII Jember Mohammad Faqih Alharamain menyambut baik atas adanya agenda pendidikan non formal tersebut sebagai salah satu nomenklatur dalam upaya menopang tugas kaderisasi di PMII.

Menurutnya, kabupaten Jember merupakan salah satu daerah ditengah wilayah konflik. Efek dari disahkannya Perda RPJMD yang merupakan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) apakah berimplikasi kepada kesejahteraan masyarakat atau justru malah sebaliknya.

Hal tersebut, kata Faqih harus selalu kita kawal dan melakukan control melalui berbagai naskah akademik maupun melalui jalur advokasi serta turun ke basis.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada sahabat kepengurusan PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS yang terus istiqomah membangun struktur pengetahuan dan
regenerasi estafet kepemimpinan di wilayah Advokasi dan Gerakan” Tuturnya.

Kegiatan bertajuk “Menumbuhkan Kesadaran Kritis-Kolektif Kader PMII Sebagai Pilar Utama dalam Mewujudkan Cita-cita Kedaulatan Rakyat atas Sumber-Sumber Agraria” itu dilaksanakan selama dua hari, 11-12 September 2021.

Adapun materi yang disampaikan adalah
1. Strategi Gerakan Dan Pengorganisiran (Metode PRA) oleh Sahabat Amiruddin, S.Pd (Bidang Kampanye dan Gerakan LPR KuaSA)
2. Analisis dan Penggiringan Wacana Media oleh Sahabat Fahrur Rozi, S.Pd.I (Jurnalis NU Kencong dan NU Online Jatim)
3. Islam Sebagai Teologi Pembebasan oleh Sahabat Anas Mahfud, S.Ag (Aktivis Lingkungan Sumberejo Jember)
4. Ideologi PMII (Doktrin) oleh Sahabat Gandys Nanda Indriawan (Ketua Bidang Kampanye dan Gerakan LPR KuaSA)
5. Analisis Sosial Metode PRA oleh Sahabat Mohammad Bahar (Aktivis Lingkungan dan Pengamat Anggaran Desa).

Berdasarkan laporan panitia, kegiatan ini diikuti 10 peserta. Diantaranya 2 peserta eksternal dan 8 internal PMII Inaifas.

PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS, Tingkatkan Literasi Masyarakat Melalui Taman Baca

PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS, Tingkatkan Literasi Masyarakat Melalui Taman Baca

Bagikan sekarang

Kencong, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS menggelar kegiatan Taman Baca dan Literasi Rakyat setiap hari minggu bertempat Alun-Alun Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Hal tersebut direspon Ketua Rayon Fakultas Tarbiyah INAIFAS sahabat M. Bachrul Mutawassith bahwa dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Kegiatan membaca erat hubungannya dengan minat membaca itu sendiri, tanpa adanya minat seseorang tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang ada dalam diri setiap manusia.

Oleh karenanya dalam jajaran pengurus di internalnya tetap melanjutkan dan berencana akan terus mengembangkan agenda ini dalam rangka menumbuhkembangkan minat baca masyarakat dengan nuansa lebih berbeda bukan di dalam ruangan melainkan di luar ruangan atau outdor.

“Alasannya sederhana, agar supaya lebih enjoy dan tidak mudah jenuh” Ujar Arul sapaan akrabnya

Perlu diinformasikan bahwa pada Taman Baca dan Literasi Masyarakat ini sudah berdiri sejak kepengurusan sahabat Gandys Nanda Indriawan kemudian dilanjutkan kepengurusan sahabat Iltiqo’ Dhurry Ghurory hingga kepengurusan saat ini.

“Monggo, kami buka setiap hari minggu” pungkasnya

Taman Baca dan Literasi Rakyat ini tersedia berbagai macam buku, mulai dari tingkat SD/SMP/SMA dan buku-buku umum baik dari bidang hukum, politik, sosial, ekonomi dan budaya serta buku biografi tokoh, pahlawan dan lain-lain.(haz)

Foto : Istimewa