Perpustakaan Inaifas Salurkan Ratusan Buku ke Taman Baca PMII Rayon Tarbiyah

Perpustakaan Inaifas Salurkan Ratusan Buku ke Taman Baca PMII Rayon Tarbiyah

Bagikan sekarang

Perpustakaan Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember menyalurkan sejumlah 221 paket buku ke Taman Baca dan Literasi Rakyat PMII Rayon Tarbiyah Komisariat Inaifas. Hal itu ditandai dengan prosesi serah terima secara simbolis oleh kedua belak pihak di Gedung Rektorat pada Kamis (29/12/2022).

Dikemukakan, buku tersebut terdiri dari berbagai macam jenis.  Di antaranya komik bacaan anak, novel, biografi tokoh serta bacaan untuk masyarakat (pemberdayaan), kerajinan dan lain-lain.

Kepala Perpustakaan Inaifas Siti Majidah, M.Pd mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan zaman dan minimnya minat baca masyarakat menjadi perhatian lebih khususnya bagi sebuah institusi pendidikan.

“Untuk itu, mari kita terus hidupkan budaya literasi sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia,” ujarnya.

Dirinya berpesan agar memanfaatkan apa yang sudah ada dengan sebaik-baiknya. Terus menghidupkan literasi serta selalu menebar manfaat untuk kemaslahatan umat.

“Semoga adanya bantuan buku dari perpustakaan Inaifas, Taman Baca PMII Rayon Tarbiyah lebih banyak memberikan manfaat untuk masyarakat. Dan semoga Inaifas menjadi kampus yang betul-betul bermanfaat untuk kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Sementara Ketua PMII Rayon Fakultas Tarbiyah,  Teuku Muhammad Indra Syahdafi mengucapkan terima kasih atas donasi buku yang telah diberikan oleh perpustakaan Inaifas untuk Taman Baca dan Literasi Rakyat.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan banyak terima kasih atas donasi buku tersebut. Sehingga koleksi buku di Taman Baca semakin bertambah,” katanya.

Pihaknya juga berharap melalui hal tersebut dapat membawa keberkahan dalam ikhtiar membumikan literasi di tengah masyarakat.

Sebagai informasi, Taman Baca dan Literasi Rakyat ini sudah berdiri sejak tahun 2017 silam. Mereka setiap hari Ahad menggelar Taman Baca sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di Alun-alun Kencong. Biasanya setiap beberapa bulan sekali mereka melakukan Road Show di beberapa sekolah di daerah setempat serta turut memeriahkan di beberapa event lain.

Selain itu, terdapat beberapa hiburan dan fasilitas yang mereka persembahkan kepada para pengunjung. Di antaranya musikalisasi puisi, diskusi, serta tersedia kopi gratis untuk pengunjung yang datang.

Banjir di Malang, PMII Inaifas Gelar Aksi Kemanusiaan

Banjir di Malang, PMII Inaifas Gelar Aksi Kemanusiaan

Bagikan sekarang

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember meliputi PMII Rayon Tarbiyah dan PMII Rayon Febi menggelar aksi penggalangan dana untuk korban terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Malang.

Aksi tersebut dilakukan di sepanjang ruas jalan provinsi dari perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember pada Senin hingga Selasa, (24-25/10/2022). Terdapat tiga titik lokasi galang dana yaitu di Kecamatan Jombang, Kecamatan Kencong dan Kecamatan Gumukmas.

Ketua Komisariat PMII Inaifas Ahmad Fathu Fikron Musthofa mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi di Malang wilayah selatan membuat aliran air sungai di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang meluap ke permukiman warga beberapa waktu lalu. Setidaknya, terdapat 6 kecamatan di wilayah tersebut yang terendam banjir.

“Berangkat dari kesadaran kolektif, aksi ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang terdampak akibat bencana tersebut,” ungkapnya.

Ia menegaskan sebagai makhluk sosial, manusia memiliki hubungan dengan manusia lainnya (hablumminannas). Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Jember untuk turut menyisihkan sebagian rezekinya untuk mereka yang membutuhkan.

“Ini merupakan bagian dari implementasi Nilai Dasar Pergerakan (NDP). Ini semua atas dasar kemanusiaan. Khairunnaas Anfauhum Linnas, sebaik-baik manusia yaitu orang yang bermanfaat untuk orang lain,” tegasnya.

Di kesempatan ini, Ketua Bidang Advokasi dan Gerakan PMII Inaifas Johan Effendik mengatakan aksi galang dana tersebut dilakukan selama dua hari. Yaitu pada tanggal 24 hingga 25 Oktober 2022.

“Alhamdulillah, total hasil penggalan dana terkumpul Rp. 2.800.000. Semoga ini dapat menjadi manfaat meskipun tidak seberapa,” ujarnya.

Pria kelahiran asal Lumajang ini menjelaskan, hasil penggalangan dana tersebut akan diberikan dalam bentuk bahan-bahan logistik seperti sembako, obat-obatan dan lain-lain.

“Untuk pendistribusian, kami sedang melakukan koordinasi dengan lembaga PMII di Kabupaten Malang. Sembari menunggu itu, kami juga membuka donasi via Rekening,” tandasnya.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan yang telah berkenan menyisihkan sedikit rezekinya untuk mereka yang membutuhkan.

“Juga terima kasih kepada seluruh anggota dan kader PMII Inaifas atas dedikasi dan partisipasi aktif dalam pelaksanaan galang dana ini,” tutupnya.

Komitmen PMII Rayon Tarbiyah Inaifas Cetak Generasi Adaptif Hadapi Bonus Demografi

Komitmen PMII Rayon Tarbiyah Inaifas Cetak Generasi Adaptif Hadapi Bonus Demografi

Bagikan sekarang

PMII harus memiliki program yang khusus ditujukan menghadapi era bonus demografi. Ke depan dunia kerja dan industri membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkompeten sesuai dengan tuntutan zaman.

Demikian ditegaskan Ketua PC PMII Jember M Faqih Al Haramain pada saat penutupan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Ke-V oleh Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Tarbiyah Komisariat Inaifas Jember pada Rabu (19/10/2022).

“PMII wajib memiliki program yang mengacu pada peningkatan potensi SDM kader untuk menghadapi bonus demografi. Mengingat, dunia kerja dan industri akan mencari SDM yang berkualitas dan berkompeten, dengan dibekali soft skill dan networking yang bagus,” jelas Faqih.

Ketua Komisariat PMII Inaifas, Ahmad Fathu Fikron Musthofa mengatakan organisasi yang identik dengan warna kuning ini mempunyai anggota yang sangat besar jumlahnya, dan semuanya berada dalam usia produktif. Oleh sebab itu, tantangan besar PMII adalah mencetak kader yang siap pakai, sehingga kader PMII bisa tersebar dimana-mana dengan misinya pula.

“Karena organisasi ini dihuni anak-anak muda, maka wajib melahirkan generasi-generasi andal, kreatif dan memiliki karya nyata. Salah satunya, jiwa entrepreneurship harus dipupuk semaksimal mungkin,” cetus Alumni Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC PMII Pasuruan ini.

Sementara Ketua Rayon PMII Tarbiyah Inaifas Teuku Muhammad Indra Shadafi mengucapkan selamat datang dan bergabung menjadi bagian di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

“Yakinlah bahwa PMII adalah organisasi yang tepat sebagai wadah berproses untuk mempertahankan idealisme dan memperjuangkan kebenaran sesuai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi bagian dari PMII tidak hanya sebatas dalam mengikuti Mapaba saja. Sebab, Mapaba hanyalah gerbang awal sebelum melangkah lebih jauh lagi dalam berproses di PMII.

Kegiatan dengan mengusung tema “PMII sebagai Wadah Pembentukan Generasi yang Adaftif dalam Menyikapi Era Bonus Demografi” ini dipusatkan di Balai Desa Cakru, Kencong, Jember. Adapun kegiatan ini diikuti 46 peserta. Mereka terdiri dari 44 peserta internal dan 2 peserta eksternal.

Pesantren Aswaja, Upaya PMII Inaifas Cetak Kader Ideologis

Pesantren Aswaja, Upaya PMII Inaifas Cetak Kader Ideologis

Bagikan sekarang

Upaya mahasiswa Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember menggelar Pesantren Aswaja.

Kegiatan digelar sebagai upaya mencetak kader ideologis Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Agenda ini dipusatkan di aula Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) 02 Kencong, Jember pada Sabtu (06/08/2022).

Pesantren Aswaja yang diikuti sejumlah anggota dan kader PMII Inaifas ini mengusung tema ‘Penanaman Nilai-nilai Aswaja sebagai Nafas Gerakan’.

Ketua Pengurus Komisariat PMII Inaifas Ahmad Fathu Fikron Musthofa mengatakan, adanya Pesantren Aswaja (PA) ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memberikan asupan secara mendalam bagi anggota dan kader bahwa Aswaja sebagai ruh dan nafas gerakan.

“PMII harus tetap menjadi kiblat gerakan, terutama di lingkungan kampus Inaifas dan Jember pada umumnya. Oleh karena itu, peserta yang mengikuti Pesantren Aswaja jangan sampai tidak serius, nanti gerakan dan gagasan stagnan,” ujarnya.

Dikatakan bahwa, sebagaimana Nahdlatul Ulama (NU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang merupakan anak kandung dari organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asy`ari juga menegaskan Aswaja sebagai nafas pergerakannya.

“Dalam PMII, Aswaja dijadikan sebagai metode berpikir (manhaj al-fikr) dan metode bergerak (manhaj al-harakah). Pada sisi ini PMII menunjukkan anti taqlid, jumud, tidak kaku dan dinamis membaca realitas-realitas persoalan yang terjadi di masyarakat,” tegas Fikron.

Lebih lanjut, Fikron berharap dengan adanya kegiatan ini, kader mampu mengaktualisasikan nilai-nilai aswaja sebagai metode berpikir dan bergerak serta menjadi ghiroh dalam menjawab problematika dan tantangan zaman yang sedang terjadi saat ini.

“Ikutilah proses pemberian materi dengan serius supaya nantinya keluar dari sini kalian mampu memproduksi cara berpikir dan gagasan serta gerakan yang baru,” tandasnya.

Senada hal tersebut, Ketua 3 Bidang Keagamaan PMII Komisariat Inaifas Titus Dwi Hariyanto menambahkan, sebagai intelektual muda NU, kader PMII harus memiliki jiwa religiusitas yang kuat di samping mengaktualisasikan ghiroh dalam advokasi dan pendampingan di masyarakat.

Dikatakan Titus, untuk mewujudkan cita-cita PMII yakni terwujudnya kader Ulul Albab, dalam proses pembentukan jiwa kader, PMII erat dengan nilai intelektual dan religiusitas kader yang dibangun.

“Salah satunya, aswaja dijadikan sebagai sumber Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan sekaligus cara pandang atau metode berpikir PMII dalam menyikapi realitas historis yang dihadapinya yakni ketauhidan, hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminal alam,” imbuhnya.

Diketahui, hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III PC PMII Jember Riska Hasanah, Ketua Ikatan Alumni PMII Inaifas Aminullah, M.Pd., serta seluruh anggota, kader dan tamu undangan.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PMII INAIFAS Suarakan Isu Lingkungan dan Krisis Iklim

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PMII INAIFAS Suarakan Isu Lingkungan dan Krisis Iklim

Bagikan sekarang

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang jatuh pada setiap tanggal 05 Juni, adalah momentum refleksi seluruh dunia tentang pentingnya mengambil peran dalam aksi kolektif bersama-sama untuk mencapai tujuan keadilan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Tampak sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong-Jember menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau Word Environment Day pada Selasa (7/6/2022).

Agenda itu diperingati dengan melakukan aksi solidaritas di sepanjang ruas jalan Alun-Alun Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Johan Efendik mengungkapkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan manusia agar selalu menjaga alam sekitar.

Seperti yang diketahui bersama lanjut Johan, sekarang sedang santer terdengar permasalahan lingkungan yang terjadi di dunia seperti, pemanasan global, pencemaran, polusi dan lainnya.

“Sebagai manusia yang paling dekat dengan alam, menjaga lingkungan adalah suatu kewajiban demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang,” ungkap Johan Ketua Bidang Eksternal PMII Inaifas ini.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi anak muda untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dan inovatif bisa menjadi solusi atasi krisis iklim yang mengancam masa depan.

Sementara Ahmad Fathu Fikron Mustofa mengatakan kesadaran dan kontribusi generasi muda diyakini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pengendalian perubahan iklim. Generasi muda seperti mahasiswa yang sadar dan cerdas iklim dapat menjadi aktor dan berperan aktif dalam agenda-agenda pengendalian perubahan iklim, seperti transisi energi dan penerapan pajak karbon.  

Masih dikatakan, peran aktif generasi muda dalam pengendalian perubahan iklim makin diharapkan saat melihat jumlahnya yang sangat besar di negara kita. Saat ini ada sekitar 65 juta orang (28%) penduduk Indonesia pada kategori usia 10 – 24 tahun. Merekalah yang akan menjadi angkatan kerja di era transisi energi menuju net-zero emission pada 2060.

“Jadi, generasi muda akan menjadi penentu dalam mempercepat transisi dari penggunaan bahan bakar berbasis fosil menjadi energi terbarukan,” kata Fikron selaku Ketua Komisariat PMII Inaifas ini.

Lebih lanjut, krisis iklim akibat peningkatan emisi karbon di bumi merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia saat ini dan juga di masa depan. Dampak krisis iklim pun semakin dirasakan saat ini. Laporan yang dipublikasikan Badan Meteorologi Dunia (WMO) pada Mei 2022 menyebutkan bahwa peningkatan emisi karbon dioksida selama 2021 menempatkan iklim bumi dalam kondisi yang kian terpuruk. Pada 2021, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi mencatat rekor tertinggi baru.

“Kita hanya punya satu bumi, dan bumi tempat kita tinggal ini tidak selamanya mampu menampung peningkatan emisi karbon yang memicu terjadinya perubahan iklim. Jadi, kita yang membutuhkan bumi hendaknya turut menjaga dengan mengurangi emisi karbon. Untuk itu, perlu upaya bersama termasuk generasi muda untuk pengendalian perubahan iklim, ” imbuhnya.

Mahasiswa semester akhir ini juga menegaskan peran dan suara kaum muda agar lebih aktif lagi dalam menjawab isu perubahan iklim. Kaum muda dirasa dapat membantu memberikan pendapat, perspektif, dan representasi terkait adanya isu krisis iklim, konflik global, dan isu agraria yang terus terjadi khususnya di wilayah pesisir Jember selatan.

Fikron melanjutkan, peran yang bisa dilakukan oleh kaum muda tidak harus dengan perubahan besar. Tetapi bisa dimulai dengan aksi-aksi sederhana.

“Seperti menggunakan barang-barang yang bisa didaur ulang, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, tidak membuang sampah sembarangan, mematikan lampu dan pendingin ruangan saat tidak dibutuhkan untuk menghemat energi, dan masih banyak lagi,” tandasnya.

Diketahui, setelah melakukan kegiatan aksi di sepanjang ruas jalan Kecamatan Kencong, dilanjutkan agenda Diskusi Lingkungan Hidup bersama warga di tepi Pantai Paseban, Kencong, Jember.

Tampak hadir bertindak sebagai pemantik diskusi Ketua Bidang Kampanye, Gerakan, dan Simpul Jaringan LPR KuaSA Gandys Nanda Indriawan, Pengurus Cabang PMII Jember, Bayu Wicaksono dan Bapak Sur perwakilan masyarakat Paseban.

Pelantikan Pengurus PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS Masa Khidmat 2022/2023

Pelantikan Pengurus PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS Masa Khidmat 2022/2023

Bagikan sekarang

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS Kencong Masa Khidmat 2022/2023 menyelenggarakan Resepsi Pelantikan Pengurus pada, Sabtu malam (26/03).

Pelantikan yang digelar dengan mengusung tema ” Representasi Aswaja sebagai Nafas, Pancasila sebagai Azas” tersebut bertempat di Sekolah Dasar Islam (SDI) Adz-Dzikro Jombang, Jember, Jawa Timur.

Demisioner Ketua Rayon PMII Fakultas Tarbiyah Masa Khidmat 2021/2022, M. Bachrul Mutawassith mengatakan pentingnya menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengurus.

“Konflik antar pengurus itu adalah sebuah dinamika, terlepas dari itu semua jangan lupa akan tugas dan kewajiban mendidik dan membimbing anggota dan kader,” tegas pemuda yang akrab disapa Arul itu.

Lebih lanjut, Ketua PMII Komisariat INAIFAS Ahmad Bahrur Rozi Rifa’i menyebut bahwa sebagaimana Trilogi PMII menjadi hal penting untuk dijadikan prinsip oleh setiap kepengurusan agar kemudian hal tersebut benar-benar terakumulasi dalam kerja-kerja organisasi.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus baru yang terlantik, semoga tetap istiqomah dan ikhlas dalam berjuang dan mengabdi di PMII,” ujarnya.

Sementara Sinta Bella, S.Pd menjelaskan terkait konsep kepemimpinan yang harus dimiliki dan ditanamkan yakni Technical skill, Human skill dan Conseptual skill.

“Ketiga konsep tersebut jangan hanya dimiliki oleh seorang ketua/pemimpin, namun juga harus dimiliki oleh seluruh kepengurusan,” jelas Sinta Bella selaku Majelis Pembina Rayon.

Mewakili sambutan PC PMII Jember, Jhoni Wibowo mengatakan berkat rahmat dan hidayah Allah SWT, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berusaha menggali sumber nilai dan potensi insan warga pergerakan untuk dimodifikasi di dalam tatanan nilai baku yang kemudian menjadi citra diri yang diberi nama Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII.

Sebab menurutnya, lanjut Jhoni, hal itu dibutuhkan dalam memberikan kerangka, arti dan motivasi serta wawasan pergerakan dan sekaligus memberikan dasar pembenar terhadap apa saja yang akan dan mesti dilakukan untuk mencapai cita-cita perjuangan sesuai dengan maksud didirikannya organisasi ini.

“Insaf dan sadar bahwa semua itu adalah sebuah keharusan bagi setiap fungsionaris (kepengurusan) maupun anggota PMII untuk memahami dan menginternalisasikan nilai dasar PMII itu, baik secara orang perorangan maupun kolektif,” terang Jhoni yang saat ini menjabat Wakil Ketua 1 Bidang Kaderisasi PC PMII Jember itu.

Teuku Muhammad Indra Syahdafi, Ketua PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir menyaksikan ikrar sumpah jabatannya sebagai pengurus.

“Semoga pesan dan harapan panjenengan semuanya mampu memantik kami sebagai pengurus baru untuk memberikan terobosan baru dan inovasi dalam melakukan kerja kerja organisasi satu tahun kedepan” tutur Syahdafi.

Disamping itu, M. Nafiur Rofiq, M.Pd selaku Majelis Pembina Komisariat dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan ucapan terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya yang telah ikhlas mewaqofkan diri untuk mengabdi dan berjuang di PMII.

Kepada pengurus yang baru, berbagai tantangan, hambatan dan peluang akan selalu mewarnai dalam perjalanan roda organisasi nanti. “Untuk itu harus bisa menganalisa, menerjemahkan dan menjawab hal tersebut dengan bijak dan profesional,” katanya.

“Manuk Gelatik, Menclok ning Gerejo, Mari dilantik, yo ndang kerjo”, ucap Pantun Nafiur Rofiq disambut gelak tawa pengurus dan tamu undangan.