Tumbuhkan Kesadaran Kritis-Kolektif, PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS Gelar Pendidikan Advokasi dan Gerakan

Tumbuhkan Kesadaran Kritis-Kolektif, PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS Gelar Pendidikan Advokasi dan Gerakan

Bagikan sekarang

Melihat realitas dilapangan, hari ini fungsi mahasiswa nampaknya perlu dipertanyakan lagi. Ada yang mengatakan mahasiswa adalah agen perubahan, mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki ilmu tinggi serta berwawasan luas. Oleh karenanya, sebagai agen perubahan dan kaum intelektual harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dengan segala kemampuannya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS, Muhammad Bachrul Mutawassith pada saat memberikan sambutan pada acara Pendidikan Advokasi dan Gerakan (PAGER) bertempat di MI Hasyim Asy’ari Kencong, Jember. Minggu (12/09).

Menurutnya, mahasiswa seharusnya tidak hanya sekedar menuntut ilmu dan mencari nilai setinggi-tingginya tetapi tidak kemudian melupakan fungsi dan tanggungjawab sosialnya.

Oleh karena itu lanjutnya, perlu ada proses penyadaran dari individual menuju kesadaran kolektif.

“Kesadaran adalah hal utama dan bergerak adalah senjata ampuh” Kata Arul sapaan akrabnya.

Sementara Ketua Bidang Advokasi dan Gerakan PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS,
N.A Tohirin menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan adalah Pertama, membangun nalar kritis dan kepekaan terhadap problematika sosial.

Kedua, mempunyai kematangan dalam pengetahuan, kemandirian, sikap dan perilaku dalam bermasyarakat. Ketiga, memberikan bekal teori praksis kepada anggota dan kader PMII.

“Tentu yang paling utama, tidak lain dan tidak bukan, ialah memupuk dan merawat keberlanjutan generasi dalam sadar dan kritis sekaligus progres terhadap betapa pentingnya memperjuangkan kedaulatan atas sumber-sumber agraria, sebagaimana tema yang di usung” Terangnya.

Lebih lanjut, Tohirin berharap Alumni Pendidikan Advokasi dan Gerakan mampu menjadi inisiator dalam menyikapi problematika sosial serta memiliki kecakapan komunikasi dan sosialisasi dengan masyarakat.

Selanjutnya, Ketua Cabang PMII Jember Mohammad Faqih Alharamain menyambut baik atas adanya agenda pendidikan non formal tersebut sebagai salah satu nomenklatur dalam upaya menopang tugas kaderisasi di PMII.

Menurutnya, kabupaten Jember merupakan salah satu daerah ditengah wilayah konflik. Efek dari disahkannya Perda RPJMD yang merupakan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) apakah berimplikasi kepada kesejahteraan masyarakat atau justru malah sebaliknya.

Hal tersebut, kata Faqih harus selalu kita kawal dan melakukan control melalui berbagai naskah akademik maupun melalui jalur advokasi serta turun ke basis.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada sahabat kepengurusan PMII Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS yang terus istiqomah membangun struktur pengetahuan dan
regenerasi estafet kepemimpinan di wilayah Advokasi dan Gerakan” Tuturnya.

Kegiatan bertajuk “Menumbuhkan Kesadaran Kritis-Kolektif Kader PMII Sebagai Pilar Utama dalam Mewujudkan Cita-cita Kedaulatan Rakyat atas Sumber-Sumber Agraria” itu dilaksanakan selama dua hari, 11-12 September 2021.

Adapun materi yang disampaikan adalah
1. Strategi Gerakan Dan Pengorganisiran (Metode PRA) oleh Sahabat Amiruddin, S.Pd (Bidang Kampanye dan Gerakan LPR KuaSA)
2. Analisis dan Penggiringan Wacana Media oleh Sahabat Fahrur Rozi, S.Pd.I (Jurnalis NU Kencong dan NU Online Jatim)
3. Islam Sebagai Teologi Pembebasan oleh Sahabat Anas Mahfud, S.Ag (Aktivis Lingkungan Sumberejo Jember)
4. Ideologi PMII (Doktrin) oleh Sahabat Gandys Nanda Indriawan (Ketua Bidang Kampanye dan Gerakan LPR KuaSA)
5. Analisis Sosial Metode PRA oleh Sahabat Mohammad Bahar (Aktivis Lingkungan dan Pengamat Anggaran Desa).

Berdasarkan laporan panitia, kegiatan ini diikuti 10 peserta. Diantaranya 2 peserta eksternal dan 8 internal PMII Inaifas.

PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS, Tingkatkan Literasi Masyarakat Melalui Taman Baca

PMII Rayon Tarbiyah INAIFAS, Tingkatkan Literasi Masyarakat Melalui Taman Baca

Bagikan sekarang

Kencong, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Fakultas Tarbiyah Komisariat INAIFAS menggelar kegiatan Taman Baca dan Literasi Rakyat setiap hari minggu bertempat Alun-Alun Kencong Kecamatan Kencong Kabupaten Jember

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. UNESCO menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Hal tersebut direspon Ketua Rayon Fakultas Tarbiyah INAIFAS sahabat M. Bachrul Mutawassith bahwa dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Kegiatan membaca erat hubungannya dengan minat membaca itu sendiri, tanpa adanya minat seseorang tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang ada dalam diri setiap manusia.

Oleh karenanya dalam jajaran pengurus di internalnya tetap melanjutkan dan berencana akan terus mengembangkan agenda ini dalam rangka menumbuhkembangkan minat baca masyarakat dengan nuansa lebih berbeda bukan di dalam ruangan melainkan di luar ruangan atau outdor.

“Alasannya sederhana, agar supaya lebih enjoy dan tidak mudah jenuh” Ujar Arul sapaan akrabnya

Perlu diinformasikan bahwa pada Taman Baca dan Literasi Masyarakat ini sudah berdiri sejak kepengurusan sahabat Gandys Nanda Indriawan kemudian dilanjutkan kepengurusan sahabat Iltiqo’ Dhurry Ghurory hingga kepengurusan saat ini.

“Monggo, kami buka setiap hari minggu” pungkasnya

Taman Baca dan Literasi Rakyat ini tersedia berbagai macam buku, mulai dari tingkat SD/SMP/SMA dan buku-buku umum baik dari bidang hukum, politik, sosial, ekonomi dan budaya serta buku biografi tokoh, pahlawan dan lain-lain.(haz)

Foto : Istimewa