Respon Keluhan Masyarakat; PkM-BR Posko 15 gelar Penyuluhan dan Pelatihan Penanganan Pertama PMK

Respon Keluhan Masyarakat; PkM-BR Posko 15 gelar Penyuluhan dan Pelatihan Penanganan Pertama PMK

Bagikan sekarang

Mahasiswa PkM-BR Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Posko 15 gelar penyuluhan dan pelatihan penanganan pertama PMK, Rabu (10/08/2022). Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kantor Desa Menampu yang dihadiri puluhan peserta dari perangkat desa, RT/RW dan warga dimana kesempatan tersebut diisi oleh narasumber dari Dinas Pertanian/Perternakan Kabupaten Jember yaitu oleh bapak Purwoto S.Pt dan dari CV Gumukmas Multi Farm bapak Agus Sholehul Huda S.Pt.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah suatu penyakit menular yang menyerang pada hewan berkuku belah baik hewan ternak maupun hewan liar. Penularan penyakit ini dapat menular dengan cepat pada hewan seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.

Di Indonesia sendiri wabah ini sudah menjalar ke hampir semua wilayah di Indonesia, sehingga menimbulkan dampak yang sangat besar bagi para peternak. Selain itu, wabah PMK juga merugikan dalam segi perekonomian.

Menurut hasil pendataan sementara PkM-BR posko 15 di Rt2 Rw1 dari 29 terdapat 27 ekor yang terserang PMK.

Hal itu menyebabkan banyak peternak yang harus rela kehilangan sapinya karena sudah meninggal akibat virus tersebut dan ada pula yang harus menjual dengan harga murah kepada orang lain.

Melihat hal tersebut, PkM-BR posko 15 merespon dengan menggelar penyuluhan wabah PMK kepada masyarakat desa Menampu.

H.Aan Rofi’i selaku kepala desa Menampu dalam sambutannya mengatakan “Semoga dengan digelarnya penyuluhan ini masyarakat mampu melakukan penanganan pertama pada hewan ternaknya dan selain menyampaikan materi tentang PMK, Pemateri juga bersedia membagikan pengalaman berternaknya”

Dipenghujung acara kami juga membagikan obat kuku untuk sapi kepada warga.

Bimbel, Program Harian Pengabdian Mahasiswa Posko 20

Bimbel, Program Harian Pengabdian Mahasiswa Posko 20

Bagikan sekarang

Mahasiswa Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) PkM-BR posko 20 Desa Puger Wetan mengadakan Bimbingan Belajar (Bimbel) untuk anak-anak di dusun Mandaran, Desa Puger Wetan. Agenda bertajuk ‘Menciptakan Pendidikan Berkualitas dengan Belajar Bersama’ ini adalah salah satu ikhtiar untuk mencerdaskan putra putri generasi bangsa dalam skala kecil yaitu pedesaan.

Program belajar bersama ini disambut dengan antusias oleh anak-anak dusun Mandaran sebab mereka merasa terbantu dalam hal tugas-tugas sekolah dan juga dapat bermain bersama dengan mahasiswa PkM-BR posko 20. Peserta belajar bersama ini terdiri dari anak-anak usia SD mulai dari kelas 1-6. Kegiatan tersebut dimulai pada waktu ba’da maghrib hingga menjelang Adzan Isya’.

Koordinator Desa Puger Wetan, Shery Sutra Lena mengatakan adanya kegiatan belajar bersama ini sebagai salah satu bentuk pengabdian mereka dalam melaksanakan program kerja harian di Desa Puger Wetan.

“Harapannya yang pertama tentu ingin mendekatkan diri kepada masyarakat sekitar melalui anak-anak mereka agar chemistry antara mahasiswa dan masyarakat dapat terjalin dengan baik,” ujarnya saat dikonfirmasi Via WhatsApp, Selasa (09/08/2022).

Harapan yang kedua, tentu seperti halnya visi mereka dalam melakukan PkM-BR dengan mengambil salah satu indikator dari Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu menciptakan Quality Education atau Pendidikan Berkualitas.

Program ini didukung penuh oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Muhammad Syarofi, M.E. Ia mengatakan meskipun tidak berasal dari fakultas pendidikan tentunya tidak menghalangi niat baik mereka untuk ikut berperan dalam mewujudkan generasi emas yang berkualitas melalui kegiatan belajar bersama ini.

“Mengingat posko 20 ini merupakan sekumpulan mahasiswa dari prodi Ekonomi Syariah, tentunya pada awal pendirian program belajar bersama ini merasa sedikit minder. Sebab selama kuliah tidak pernah mendapat mata kuliah tentang manajemen pendidikan,” urainya.

Dikatakan, sehingga tidak ada metode belajar yang khusus dalam melakukan bimbingan belajar bersama ini. Materi-materi yang diajarkan juga seputar mata pelajaran anak SD.

Diketahui bahwasannya anak-anak dusun Mandaran ada yang mengalami fase “males sekolah”. Namun semenjak adanya kegiatan belajar bersama iini mereka menjadi lebih semangat untuk belajar dan bahkan datang awal waktu dalam kegiatan.

“Harapan kedepannya adalah semoga kegiatan ini selalu istiqomah terlaksana hingga 40 hari ke depan. Dan tentunya memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Desa Puger Wetan khususnya dusun Mandaran dan juga pengalaman baru bagi mahasiswa prodi Ekonomi Syariah ini,” pungkasnya.


Laporan Posko 20 Desa Puger Wetan. DPL: Muhammad Syarofi, M.E.

Kerjasama dengan Muslimat NU Gadingrejo, Mahasiswa Posko 24 Santuni Anak Yatim

Kerjasama dengan Muslimat NU Gadingrejo, Mahasiswa Posko 24 Santuni Anak Yatim

Bagikan sekarang

Mahasiswa PkM-BR Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Posko 24 mengadakan peringatan 10 Muharram dan santunan anak yatim piatu, Senin (08/08/2022). Kegiatan ini digelar bekerjasama dengan Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Gadingrejo bertempat di Halaman Rumah Ibu Tiyas.

Digelar pula pengajian umum dengan mendatangkan narasumber rektor Inaifas Kencong, Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I. Dirinya menyampaikan bahwa wajib bagi kita sebagai umat islam menyantuni anak yatim, namun yang paling baik bukan hanya ketika bulan muharram saja.

“Setiap bulan biasakan sisihkan uang kita, sisihkan untuk anak yatim,” ujarnya.

Gus Rijal sapaan akrabnya, juga bercerita tentang sejarah Nabi Muhammad SAW sebagai anak yatim yang sejak kecil sudah ditinggal oleh ayahnya.

Adapun anak yatim piatu merupakan anak-anak desa Gadingrejo. Ketua Ancab Muslimat NU Umbulsari menyampaikan bahwa acara santunan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh ibu-ibu Muslimat dan Fatayat NU Gadingrejo.

“Semoga Muslimat NU Ranting Gadingrejo bisa selalu istiqomah dalam menjalankan semua kegiatannya,” ucapnya.

Dirinya berharap semoga kita semua dijadikan umat yang berkualitas tinggi sesuai ahlusunnah wal jamaah sesuai dengan tema yang kita usung pada kegiatan santunan anak yatim piatu ini.

Muhammad Syamsul Huda, salah satu mahasiswa posko 24 mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap anak yatim piatu.

“Ikut serta mensukseskan acara santunan anak yatim piatu dengan berkolaborasi dengan Muslimat dan Fatayat NU Gadingrejo karena merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk saling membantu sesama,” katanya.

Samsul menambahkan banyak poin penting dan manfaat yang kita petik dalam acara tersebut yakni lebih berbakti kepada orang tua selagi masih ada.

“Jangan sia-siakan mereka yang masih ada di dekat kita, dengan begitu kita bisa lebih menghargai sesama dan saling merangkul meringankan beban mereka khususnya anak yatim piatu,” tandasnya.

Di sela-sela kegiatan, juga digelar pembacaan puisi berjudul “Ibu dan Ayah” oleh mahasiswa PkM-BR. Tampak para tamu undangan terhipnotis akan keharuan dan rasa iba kepada para anak-anak yatim piatu.

Tradisi Gunungan Ala Mahasiswa PkM-BR Inaifas dan Masyarakat di Desa Ngampelrejo

Tradisi Gunungan Ala Mahasiswa PkM-BR Inaifas dan Masyarakat di Desa Ngampelrejo

Bagikan sekarang

Sekelompok mahasiswa PkM-BR Posko 3 Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) dan warga Desa Ngampelrejo, Kecamatan Jombang memperingati acara Suroan dengan tradisi Gunungan pada Minggu, (07/08/2022). Gunungan menjadi sebuah simbol dari kemakmuran desa yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Tradisi ini sudah berjalan dalam empat tahun terakhir ini dan akan dijadikan agenda tahunan desa setiap peringatan suroan. Gunungan ini merupakan inisiatif dari Almarhumah Ibu Nur salah satu warga setempat yang berasal dari Banyuwangi.

Bapak Indro, ketua RW Dusun Krajan 1 mengatakan mungkin sudah tidak asing dengan ibadah puasa sunnah dan kegiatan usapan anak yatim yang dilakukan setiap tanggal 10 muharram, tidak terkecuali dengan yang dilakukan di Desa Ngampelrejo.

“Ada budaya unik yang sudah dijadikan tradisi tersendiri sejak 4 tahun yang lalu, yakni budaya Gunungan yang biasanya hanya kita temui di daerah tertentu saja,” ujarnya.

Dikatakan, tradisi gunungan ini sangat disambut antusias oleh warga Ngampelrejo, sehingga pada tahun berikutnya warga sepakat membuat gunungan tidak hanya dilakukan di Masjid, tetapi juga diadakan di setiap musholla yang ada di Ngampelrejo beserta doa bersama.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang dituturkan oleh salah satu tokoh agama di Desa Ngampelrejo, Kiai Hasyim bahwa tradisi ini memang dilakukan agar masyarakat sekitar dapat menyedekahkan hasil kebunnya.

Persiapan acara Gunungan ini dimulai sejak H-1 dengan dibantu oleh mahasiswa PkM-BR Inaifas Kencong. Yurischa, koordinator posko 03 Desa Ngampelrejo mengatakan, gunungan ini dibuat dari macam-macam hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Disamping itu, mahasiswa PkM-BR turut serta membantu masyarakat menyusun konsep dan menghias kegiatan gunungan tersebut agar lebih meriah.

“Hasil Gunungan tersebut kemudian dikirab keliling Dusun Krajan 01 dan berkumpul di area Masjid Darul Muhibbin. Dalam kirab tersebut melibatkan sekitar 2000 warga termasuk di dalamnya adalah santri TPQ Darul Muhibbin,” katanya.

Agenda itu berakhir dengan dipanjatkannya doa oleh Kiai Hasyim dengan rasa syukur serta mengharap keberkahan dan limpahan rizqi yang banyak untuk warga desa setempat.

Setelah melewati serangkaian doa, isi gunungan tersebut dibagi-bagikan kepada masyarakat, bahkan tidak sedikit yang memperebutkannya, karena mereka percaya semua bagian yang terdapat pada gunungan akan membawa berkah bagi kehidupan mereka.

***
Laporan Posko 03 Desa Ngampelrejo. DPL: Dukan Jauhari Faruq, M. Pd.

Tingkatkan Pengetahuan Pengasuhan Anak, Mahasiswa PkM-BR Inaifas Sinergi dengan Program Pemerintah Berorientasi SDGs

Tingkatkan Pengetahuan Pengasuhan Anak, Mahasiswa PkM-BR Inaifas Sinergi dengan Program Pemerintah Berorientasi SDGs

Bagikan sekarang

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset yang disingkat PkM-BR di INAIFAS mulai dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2022 hingga 06 September 2022 mendatang. Program ini telah menjadi bagian aktivitas pendidikan sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Berbeda dengan tahun sebelumnya, PkM-BR tahun ini bertemakan “Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju SDGs” yang berfokus pada 4 indikator dari 17 indikator SDGs. Keempat indikator tersebut adalah: 1).Tanpa Kemiskinan, 2) Tanpa Kelaparan, 3) Pendidikan Berkualitas dan 4) Kesetaraan Gender.

Berdasarkan tujuan itu, maka mahasiswa posko 02 PkM-BR INAIFAS membentuk program yang mengacu kepada 2 goals yaitu: Tanpa kemiskinan dan Pendidikan Berkualitas, yang kemudian dibagi menjadi program primer dan program sekunder.

Dalam pelaksanaan kegiatan salah satu programnya, mahasiswa PkM-BR posko 02 bersinergi dengan program pemerintah yang berorientasikan SDGs yaitu program Keluarga Harapan yang disingkat PKH. Program Keluarga Harapan merupakan program perlindungan sosial yang termasuk dalam klaster pertama strategi penaggulangan kemiskinan di Indonesia. (Kemensos:2013,2).

Kesinambungan dari program ini akan berkontribusi dalam mempercepat pencapaian Tujuan SDGs, sebagaimana yang disampaikan Harry Hikmat selaku Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial tentang keberhasilan PKH dalam 10 poin SDGs (baca: Program Keluarga Harapan dan SDGs dalam seminar FKP ke-3 tanggal 15/10/2019).

Kegiatan ini bukan program primer, melainkan program sekunder. Seperti yang disampaikan DPL posko 02 ibu Ifa Afida, M.Pd.I. pada saat pertama sharing dengan mahasiswa, beliau mengatakan “Berikan program baru kepada masyarakat, apabila tidak bisa, setidaknya dapat berpartisipasi dalam program pemerintah yang memiliki ruh SDGs” (26/07/2022).

Dalam kesempatan ini mahasiswa PkM-BR INAIFAS posko 02 bersepakat akan melaksanakan kedua-duanya. Seperti yang disampaikan oleh kordinator desa Padomasan lutfia nurlaily yang mengatakan bahwa program primer kelompoknya masuk dalam skala bulanan dan program ini sebelumnya belum diterapkan di desa Padomasan, sedangkan program sekundernya masuk skala mingguan dan harian dan dalam pelaksanaannya bersinergi dengan program yang sudah ada di desa ini” (28/07/2022).

Implementasi kegiatan ini diawali dengan mengumpulkan peserta PKH yang disebut dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di rumah ketua kelompok, kemudian pendamping PKH desa Padomasan bersama-sama dengan mahasiswa PkM-BR posko 02 melaksanakan Family Development Sessions (FDS).

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas atau kemampuan keluarga dalam menjalani kehidupannya melalui proses belajar, dan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dengan berbagai materi praktis, yaitu Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan dan Gizi, Perlindungan Anak, Disabilitas dan Lansia. Masing-masing materi terangkum dalam suatu modul dengan berbagai sesi yang berurutan. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak kesulitan untuk menyampaikannya kepada peserta.

Tema yang disampaikan dalam giat ini adalah Modul 1 “Pola Pengasuhan dan Pendidikan anak” Sesi 1 “Menjadi Orang Tua Lebih Baik”. Modul ini bertujuan membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya peran mereka sebagai orang tua dan pengaruh mereka terhadap tumbuh kembang anak, dan juga membangun kesadaran untuk menggunakan pola pengasuhan yang lebih positif.

Media pendukung yang digunakan dalam penyampaian materi dengan memutarkan beberapa film pendek: pertama, film tentang memahami perasaan anak, kedua, film tentang bersabar saat anak melakukan kesalahan, ketiga, film tentang mengendalikan keinginan anak, dan yang keempat; film tentang bermusyawarah untuk kepentingan keluarga.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menjadi lebih baik, diantaranya: (1) orang tua yang baik memiliki konsep diri yang positif, peserta diajak untuk berusaha melihat hal baik yang ada dalam diri masing-masing, karena pikiran yang positif terhadap diri sendiri akan menjadi dorongan untuk berperilaku dan bertutur kata dengan baik terhadap anak.

(2) penuh kasih sayang dan tidak melakukan kekerasan, mula- mula peserta diajak melihat film tentang memahami perasaan anak dan bersabar saat anak melakukan kesalahan, selanjutnya diberikan kesimpulan bahwa Menjadi orang tua yang baik tidak ditentukan oleh berapa banyak jumlah uang/harta yang dimiliki. Meskipun kehidupan ekonomi sulit, tetap bisa menjadi orang tua yang baik dengan belajar mengendalikan emosi. Cara yang lain selalu bersikap, berperilaku dan bertutur kata dengan penuh kasih sayang, tanpa kekerasan.

(3) melibatkan ayah dalam pengasuhan sehari- hari, disampaikan kepada peserta bahwa pengasuhan anak tidak semata-mata tanggung jawab ibu. Ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama meskipun menjalankan peran yang berbeda. Setelah itu beberapa peserta diminta untuk menyampaikan keterlibatan dalam hal apa saja yang biasanya dilakukan ayah dalam membantu pengasuhan anak di rumah, selanjutnya disimpulkan bahwa sebaik apapun ibu dalam mengasuh anak, kehadiran ayah memberikan dampak tersendiri.

(4) membuat keputusan bersama dan melaksanakan dengan konsisten, pada langkah ini, mahasiswa PkM-BR menggali informasi apakah peserta beserta pasangannya pernah mendiskusikan dan memutuskan berbagai macam hal tentang pengasuhan anak. Selanjutnya mahasiswa PkM-BR menyampaikan tentang pentingnya membuat keputusan bersama dan melaksanakan dengan konsisten dalam keluarga, karena Dengan cara ini orang tua akan memikul beban yang sama dan merasa mendapat dukungan satu sama lain. (5) dan seterusnya.

Selain mahasiswa PkM-BR terlihat semangat menyampaikan materi, peserta PKH pun tampak antusias dan gembira mengikuti kegiatan ini. Apalagi pada sesi ice breaking, sesekali tawa peserta pecah memenuhi ruangan.

Sebagai penutup kegiatan ini, mahasiswa PkM-BR melakukan ajang promosi dengan mengajak peserta yang memiliki anak lulus sekolah SMA setingkat dan ingin melanjutkan kuliah, bisa mendaftar di INAIFAS Kencong, kampus segudang beasiswa, yang salah satu programnya adalah beasiswa KIP. Mengingat sebagian besar peserta PKH juga merupakan penerima sasaran program KIP.

***

Laporan Posko 02 Desa Padomasan. DPL: Ifa Afida, M.Pd.I. Anggota Kelompok: Hisyam Faruq, Muhammad Arifandi Hidayat, Khoirur Roziqin, Rizal Adi Purwanto, Fathur Rozi, Lutfia Nurlaily, Jita Fadila.

Mengabdi Berbasis Riset: Posko 10 PkM-BR INAIFAS Meniatkan Belajar dan Sejahtera Berkelanjutan bersama Masyarakat Desa Kencong

Mengabdi Berbasis Riset: Posko 10 PkM-BR INAIFAS Meniatkan Belajar dan Sejahtera Berkelanjutan bersama Masyarakat Desa Kencong

Bagikan sekarang

Pada Selasa lalu (26/07/22), sebanyak kurang lebih 50 mahasiswa peserta Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PkM-BR) yang sebarannya di wilayah seluruh desa di Kecamatan Kencong dengan tema “Membangun Masyarakat Sejahtera Menuju SDG’s” yang dihimpun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong Jember resmi diterjunkan.

Kegiatan penerjunan langsung dihadiri oleh Drs. Suryadi, M.Si selaku Kepala Camat Kecamatan Kencong, juga Rektor INAIFAS Rijal Mumazziq Z, M.H.I dan ketua LP2M yakni Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd dan beberapa DPL kelompok PkM-BR.

“Tetap riang gembira, dan teruslah belajar bersama masyarakat. Jangan sampai ada kesan menggurui terhadap masyarakat. Posisikan peserta PkM-BR ini hanya fasilitator saja” pesan Rektor INAIFAS yang akrab disapa Gus Rijal.

Kemudia bapak camat dalam sambutannya juga berpesan “Semoga adek-adek mahasiswa sekalian menjadi cikal bakal perubahan baik terhadap Kecamatan Kencong, khususnya desa-desa yang ada di Kec. Kencong ini”

Setelah penerjunan yang dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Kencong, Dosen Pembimbing Lapangan yakni Siti Majidah langsung mengantar kelompok 10 yang mendapatkan tugas pengabdian di Desa Kencong Kecamatan Kencong. Kepala Desa yang pada waktu itu diwakili oleh bapak sekdes juga menerima dengan baik “Terima kasih, saya menerima sekali kehadiran mahasiswa. Semoga dapat membantu perkembangan Desa” Ungkapnya. Selain itu ibu DPL berpesan, “Tetap dalam prosedur, sesuai arahan pembekalan dan buku panduan. Jika ada apa-apa tolong koordinasi yah. Hindari program atau perilaku yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat”.

Seminggu setelahnya, kelompok 10 PkM-BR menuai keberhasilan kecil dalam mengumpulkan data-data dengan teknis melakukan silaturrahmi di beberapa tokoh-tokoh desa yang tersebar di 6 dusun Desa Kencong, yang kemudian berlanjut menghadiri undangan evaluasi rutinan di Balai Desa, tepatnya hari Senin (01/08/22).

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Desa membahas evaluasi rutinan dan kegiatan di Bulan Agustus ini seperti penetapan tanggal penyaluran Bantuan Langsung Tunai serta Kegiatan Memeriahkan Desa dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan.

Rapat yang dihadiri oleh staf kantor desa juga pula dihadiri oleh beberapa tiga kelompok elemen dari berbagai kampus, yakni KKN dari UIN KHAS Jember, KKN Kolaboratif serta PkM-BR INAIFAS Kencong.

“Untuk adik-adik mahasiswa bisa membantu kami dalam kegiatan desa yang kami paparkan tadi” Tegas pak yoni selaku sekdes yang sekaligus penulis buku ‘Kencong Menjadi Kota’ itu. “Untuk tanggal belum kami tentukan, sementara kita pembentukan panitia dan menyusun konsep” pungkasnya.

Selain itu bapak kades berharap “mari kita sukseskan acara ini bersama-sama. semoga beberapa rangkaian di bulan agustus ini dapatlah kita berefleksi terhadap para pejuang kemerdekaan yang telah mendahului kita” tutur Pak Kades dengan penuh semangat kemerdekaan.

Haris Perdana Kusuma, selaku koordinator peserta PkM-BR kelompok 10 mengatakan “Kami masih belum memiliki bayangan program kerja yang utuh dan sistematis. Minggu pertama ini, sesuai kerangka kerja kami masih fokus terhadap pengumpulan data, riset meja dan silaturahmi kepada tokoh-tokoh desa masyarakat dengan tujuan untuk pengumpulan temuan-temuan data yang tentunya bersifat partisipasif masyarakat.”

Laporan Posko 10 Desa Kencong. DPL: Siti Majidah, M.Pd.