Tips Meningkatkan Mutu di Perguruan Tinggi ala Dosen PBA INAIFAS

Tips Meningkatkan Mutu di Perguruan Tinggi ala Dosen PBA INAIFAS

Bagikan sekarang

Oleh: Asni Furoidah, M.Pd.I (Dosen PBA INAIFAS)

Dalam rangka evaluasi program kegiatan PPL/PkM berbasis riset, para dosen Pendidikan Bahasa Arab melakukan evaluasi diri dengan tujuan meningkatkan kualitas SDM dan kinerja para dosen sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 5 Kampus II INAIFAS pada Sabtu (25/06/2022).

Seperti diketahui, bahwa dosen merupakan pendidik profesional atau juga seorang ilmuwan yang bertugas untuk mengembangkan dan melakukan perluasan terhadap ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan melalui proses pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peningkatan mutu dosen tersebut pasti akan membawa hal positif dan perubahan baik dalam mutu perguruan tinggi. Nah, untuk melakukan peningkatan kualitas mutu pendidikan tersebut, inilah 5 hal yang dilakukan dosen Pendidikan Bahasa Arab dalam meningkatkan mutu di Perguruan Tinggi. Berikut penjelasannya;

  1. Selalu Upgrade Ilmu
    Menurut UU Perguruan Tinggi pada tahun 2012, proses peningkatan ilmu pengetahuan dapat dilakukan melalui banyak hal, seperti penerbitan buku, penelitian dan lain sebagainya. Dalam hal ini, dosen Pendidikan Bahasa Arab diharapkan selalu konsistensi dalam melakukan riset keilmuan sebagai bentuk pengembangan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Hal sederhana bisa menjadi pembahasan menarik jika terus dikembangkan. Ibarat bola salju, penelitiannya mungkin terlihat sederhana, tetapi jika optimal akan menghasilkan dampak yang besar. Maka dari itu, sesuatu yang sederhana dapat menjadi besar dengan eksekusi penelitian yang matang. Paparkan hasil penelitian di depan dosen untuk mendapatkan kajian yang berbobot.
  1. Selalu Aktif dan Kreatif
    Menjadi seorang dosen memang dituntut untuk menjadi seorang yang aktif dan kreatif. Banyak hal yang akan berdampak positif apabila seorang dosen mampu berinteraksi dengan lingkungan secara baik. Aktif dan kreatif yang dimaksud adalah bahwa seorang dosen harus mampu memberikan suatu hal yang baru dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di luar kampus. Selain itu, dengan menjadi dosen yang aktif dan kreatif, maka suasana di dalam kelas pun akan menjadi lebih menyenangkan. Mahasiswa akan dijauhkan dari rasa kebosanan dan malas dalam proses belajar mengajar.
  1. Menjaga Kualitas Karya Ilmiah
    Karya ilmiah ataupun jurnal sangat berkaitan erat dengan dunia penelitian serta pendidikan. Jenisnya pun beragam seperti makalah, skripsi, artikel, paper, tugas akhir, tesis, disertasi dan lain sebagainya. Agar karya ilmiah yang disusun dapat dipercaya, memiliki kredibilitas dan kualitas yang baik, selain memperhatikan standar teknis/format penulisan, juga harus memperhatikan hal-hal berikut:
    a. Tulisan harus sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh berbagai hasil pengamatan, penelitian dan peninjauan terhadap bidang ilmu tersebut.
    b. Menampilkan fakta dan dibuat dengan menggunakan metodologi penulisan yang baik dan benar.
    c. Dipublikasikan atau dipaparkan dari hasil pengkajian ataupun penelitian yang telah dilakukan.
    d. Hasil riset yang menunjukkan adanya penemuan yang dikomparasikan dengan riset sebelumnya. Dengan demikian, sebuah karya ilmiah yang baik perlu memperhatikan 4 kompetensi berikut: pemahaman keilmuan, perancangan, evaluasi, kajian kritis sebagai bentuk temuan riset yang telah dikaji. Pada prodi Pendidikan Bahasa Arab terdapat 2 portal publikasi jurnal ilmiah dengan masing-masing memiliki kualifikasi. Pertama Jurnal Al-Fusha dengan beralamatkan https://ejournal.inaifas.ac.id/index.php/alfusha yang membahas kajian pendidikan bahasa Arab. Jurnal ini terbit setahun dua kali dan sudah terakreditasi Sinta 4. Kedua Jurnal An-Nuqtah atau jurnal kajian riset mahasiswa PBA INAIFAS, jurnal ini beralamatkan https://ejournal.inaifas.ac.id/index.php/An-Nuqthah/issue/archive.
  1. Menumbuhkan kedekatan dengan Mahasiswa
    Kemampuan dosen yang mampu berinovasi tentunya akan berdampak pada kualitas mahasiswa. Upaya bimbingan akademik dari dosen diarahkan sebagai upaya membantu agar mahasiswa dapat mengembangkan kemandiriannya dan kemampuannya, sehingga pada akhirnya mahasiswa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Bimbingan dosen PBA INAIFAS terhadap mahasiswa dilakukan secara kelompok atau individu dengan memberikan pelayanan penuh terhadap mahasiswa. Mahasiswa diarahkan untuk selalu bersahabat dengan kemajuan teknologi sehingga mereka bisa mengembangkan potensi akademik tanpa merasa kebingungan.
  1. Tetap Semangat Menjalani Tri Dharma Perguruan Tinggi
    Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan sebuah ciri khas para pelaku pendidikan perguruan tinggi yang wajib dilaksanakan. Tidak ada alasan yang dapat menghambat seorang dosen untuk melaksanakan kewajibannya, seorang dosen harus tetap semangat dalam menjalani proses pengajaran, meningkatkan dan menambah ilmu untuk dilaksanakan agar kualitas keilmuwan dosen tidak diragukan. Melakukan penelitian di bidang ilmu yang didalami juga sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas mutu seorang dosen. Semakin banyak jumlah riset yang dilakukan, maka semakin banyak pengalaman yang didapat. Sehingga, beberapa riset yang dilakukan tersebut bisa dimuat dalam jurnal ilmiah.

Dalam Undang-Undang pendidikan tinggi, disebutkan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Itulah upaya yang dilakukan dosen Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS Kencong dalam upaya meningkatkan kualitas diri. Tidak hanya dosen, mahasiswa dan pihak kampus diharapkan ikut andil dalam memberikan dukungan demi kelancaran dan berhasilnya upaya yang telah dilakukan dosen untuk meningkatkan kualitas dalam kondisi apapun. Karena kualitas pendidikan suatu negara bergantung pada kualitas dan mutu tenaga pengajarnya.

Salam PBA Bravo!!

Perdana, Ujian Skripsi Digital Prodi Pendidikan Bahasa Arab

Perdana, Ujian Skripsi Digital Prodi Pendidikan Bahasa Arab

Bagikan sekarang

Oleh: Asni Furoidah, M.Pd.I (Dosen PBA INAIFAS)

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) melaksanakan ujian skripsi digital untuk pertama kalinya di Aula Kampus II Pondok Assunniyyah pada Kamis (16/06/2022).

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan studi jarak jauh. Sebagian dari mahasiswa PBA semester akhir ada yang ditugaskan ke luar Pulau Jawa karena mengikuti program Pondok Pesantren sebagai pengabdian diri seorang santri aktif di Pondok Pesantren.

Dalam pelaksanaan studi jarak jauh, mahasiswa semester akhir memiliki lebih banyak tantangan dalam mengerjakan skripsi. Persoalan terkait pengumpulan data lapangan tak lagi bisa dilakukan melalui tatap muka, kegiatan pembimbingan dengan dosen yang harus dilakukan secara daring, pengurusan administrasi ujian skripsi hingga persoalan menjaga psikis agar terhindar dari stres menjelang sidang skripsi.

Beragam tantangan pengerjaan skripsi yang dihadapi tak lantas membuat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS menyerah begitu saja. Hal ini terbukti dari tingginya semangat mahasiswa yang ingin maju dalam ujian skripsi tahun ini. Sebanyak 12 mahasiswa tercatat telah mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka kepada para penguji. Adapun ujian skripsi digital ini dilaksanakan dalam satu hari.

Sebelum ujian skripsi digelar, prosedur pelaksanaan ujian dan sistem penilaian skripsi menggunakan aplikasi google meet ini  disosialisasikan kepada mahasiswa peserta sidang serta dosen penguji skripsi. Fina Aunul Kafi, M.Pd.I, mengatakan pelaksanaan ujian skripsi digital ini berjalan lancar dan relatif tidak ada kendala, karena baik dosen penguji dan mahasiswa telah memahami teknis pelaksanaannya.

“Setiap mahasiswa melakukan presentasi dengan menampilkan slide skripsi dalam waktu 10 menit, 30 menit berikutnya digunakan untuk tanya jawab oleh para penguji. Semua naskah skripsi dikemas dalam bentuk file PDF dengan menyertakan bukti-bukti riset yang relevan,” kata Fina Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Inaifas ini.

Menurut Fina, meski digelar secara daring, tidak serta merta menurunkan kualitas ujian skripsi ini. Penguji dengan sungguh-sungguh memberikan masukan, kritik dan saran terhadap karya skripsi mahasiswa. Melalui ujian skripsi digital, mahasiswa dituntut untuk mempertanggungjawabkan seluruh rangkaian penelitian yang meliputi: latar belakang, kajian literatur, metode riset, hasil riset hingga kesimpulan. Ujian skripsi digital ini sangat berguna bagi penyempurnaan penulisan skripsi.

“Muara skripsi yang baik adalah skripsi dapat bermanfaat baik dari sisi pengembangan keilmuan secara akademis maupun dapat memberikan sumbangsih dari sisi praktis”, imbuhnya.

Siti Khamidatul Mutayasiroh, salah satu peserta ujian skripsi mengapresiasi kinerja bapak ibu dosen semuanya, mulai dari mempersiapkan sampai dengan pelaksanaan, ujian skripsi digital kali ini menurut saya paling lancar dan minim kendala. Evaluasi-evaluasi pada sidang sebelumnya (seminar proposal) dipikirkan dan diterapkan dengan matang.

Masih dikatakan, tentunya bukan berarti tanpa cacat, kendala teknis seperti gangguan pada hardware lumrah terjadi namun tidak mengurangi esensi dari sidang skripsi tersebut. Justru kebanyakan kendala malah terjadi pada device mahasiswa, bukan dari penguji.

“Bantuan serta arahan dari bapak ibu dosen yang realtime bikin semuanya jadi jelas, alamat link, username dan password ruanganpun juga jelas (tidak error), jadi saya bisa tetap fokus mempersiapkan diri sebelum sidang dimulai,” tandasnya. (Editor: Haz)

Salam PBA Bravo!!

Lagi, Prodi PBA INAIFAS Beri Pembekalan PPL/PkM Bravo Kepada Mahasiswa

Lagi, Prodi PBA INAIFAS Beri Pembekalan PPL/PkM Bravo Kepada Mahasiswa

Bagikan sekarang

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Based on Research & Innovation merupakan agenda tahunan prodi PBA sebagai ajang praktik pengalaman lapangan dan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mengenalkan serta memberikan pengalaman belajar kepada Mahasiswa PBA agar menjadi calon guru bahasa Arab yang professional sesuai dengan keahlian masing-masing.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua tim PPL/PKM PBA Bravo, M. Abdul Ghofur, M.Pd pada saat sosialisasi dan pembekalan PPL/PkM Based on Research & Innovation kepada mahasiswa di Gedung Lt.5 Kampus II INAIFAS Kencong, Jember, Jawa Timur. Minggu, (13/03/2022).

M. Abdul Ghofur, M.Pd, selaku ketua tim PPL/PkM PBA Bravo INAIFAS menyampaikan arahan dan kebijakan pelaksanaan PPL/PkM hingga penulisan laporan dan jurnal kemahasiswaan An-Nuqtah.

“Saya berharap agar mahasiswa benar-benar mampu mengaplikasikan semua materi pembelajaran yang telah didapatkan pada bangku perkuliahan dan menjaga nama baik Institusi selama proses pelaksanaan PPL/PkM berlangsung,” kata pria yang akrab disapa Pak Ghofur itu.

Sosialisasi & Pembekalan PPL/PkM Bravo berlangsung pukul 08.00-13.00 WIB. Mahasiswa menerima 6 materi sebagai alur kegiatan PPL/PkM Bravo, antara lain: Materi 1, Langkah-Langkah Perencanaan PPL/PkM, yang berisikan proses kerjasama antara pihak kampus dengan lembaga PPL/PkM. Materi 2, Pelaksanaan. Materi 3, Pengajaran dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran. Materi 4, Perencanaan Riset. Materi 5, Penulisan Laporan Riset. Materi 6, Penulisan Jurnal, sebagai hasil riset PPL/PkM Bravo. 

Dirinya menambahkan, lanjut Ghofur, Program PPL dilaksanakan selama 40 hari sejak penerjunan mahasiswa PPL dan dilaksanakan di lembaga yang terdekat dengan alamat rumah mahasiswa yang bersangkutan. Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa Prodi PBA didampingi oleh guru pamong pengampu bahasa Arab.

Sebelum melaksanakan kegiatan PPL, mahasiswa diharapkan merencanakan riset. “Metode riset tidak dibatasi, boleh menggunakan kualitatif, kuantitatif, mix method, R&D atau meramu sendiri langkah-langkah riset dengan ketentuan tidak keluar dari ke-ilmiahan riset dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Perencanaan riset harus didiskusikan dengan DPL. “Objek riset meliputi: media pembelajaran, metode pembelajaran, bahan ajar, evaluasi pembelajaran, kompetensi bahasa, problematika pembelajaran, soal dan pengukuran hasil belajar, model pembelajaran dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran bahasa Arab pada tingkat MI/MTs/MA,” tambahnya.

Selain itu, mahasiswa juga harus melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pelaksanaan PkM ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Assunniyyah selama 1 bulan penuh. Para mahasiswa mengabdikan dirinya sebagai guru bahasa Arab yang ditugaskan untuk mengenalkan pelajaran bahasa Arab kepada para santri.

Dikonfirmasi, setelah pelaksanaan PPL/PkM tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyusun laporan PPL/PkM berbasis riset dan men-submit naskah jurnal pada OJS dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang nantinya hasil riset mahasiswa akan dipublikasikan pada laman jurnal An-Nuqtah sebagai hasil akhir pelaksanaan PPL/PkM Bravo.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pembekalan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa PBA semester 7 beserta segenap dosen dan kaprodi PBA INAIFAS.

Lagi, Prodi PBA INAIFAS Beri Pembekalan PPL/PkM Bravo Kepada Mahasiswa

Sosialisasi dan Pembekalan PPL/PkM Bravo 2022

Bagikan sekarang

PPL/PkM Bravo (Based on Research & Innovation)
Oleh: Asni Furoidah M.Pd.I (Dosen Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS)

Pada pertengahan bulan Maret lalu, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) mengadakan kegiatan sosialisasi & pembekalan PPL/PkM Bravo 2022 di Gedung Lt.5 Kampus II INAIFAS Kencong Jember.

PPL/PkM Bravo sendiri merupakan agenda tahunan prodi PBA sebagai ajang praktek pengalaman lapangan dan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mengenalkan serta memberikan pengalaman belajar kepada Mahasiswa PBA agar menjadi calon guru bahasa Arab yang professional sesuai dengan keahlian masing-masing.

Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PBA semester 7 beserta segenap dosen PBA.

M. Abdul Ghofur, M.Pd, selaku ketua tim PPL/PkM PBA Bravo menyampaikan arahan dan kebijakan pelaksanaan PPL/PkM hingga penulisan laporan dan jurnal kemahasiswaan An-Nuqtah. Pak Ghofur, sapaan akrabnya, berharap agar mahasiswa benar-benar mampu mengaplikasikan semua materi pembelajaran yang telah didapatkan pada bangku perkuliahan dan menjaga nama baik Institusi selama proses pelaksanaan PPL/PkM berlangsung.

Sosialisasi & Pembekalan PPL/PkM Bravo berlangsung pada hari Ahad, 13 Maret 2022 pukul 08.00-13.00 WIB. Mahasiswa menerima 6 materi sebagai alur kegiatan PPL/PkM Bravo, antara lain: Materi 1, Langkah-Langkah Perencanaan PPL/PkM, yang berisikan proses kerjasama antara pihak kampus dengan lembaga PPL/PkM. Materi 2, Pelaksanaan. Materi 3, Pengajaran dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran. Materi 4, Perencanaan Riset. Materi 5, Penulisan Laporan Riset. Materi 6, Penulisan Jurnal, sebagai hasil riset PPL/PkM Bravo.

Program PPL dilaksanakan selama 40 hari sejak penerjunan mahasiswa PPL dan dilaksanakan dilembaga yang terdekat dengan alamat rumah Mahasiswa yang bersangkutan. Selama pelaksanaan PPL, mahasiswa Prodi PBA didampingi oleh guru pamong pengampu bahasa Arab. Sebelum melaksanakan kegiatan PPL, mahasiswa diharapkan merencanakan riset. Metode riset tidak dibatasi, boleh menggunakan kualitatif, kuantitatif, mix method, R&D atau meramu sendiri langkah-langkah riset dengan ketentuan tidak keluar dari keilmiahan riset dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perencanaan riset harus didiskusikan dengan DPL. Objek riset meliputi: media pembelajaran, metode pembelajaran, bahan ajar, evaluasi pembelajaran, kompetensi bahasa, problematika pembelajaran, soal dan pengukuran hasil belajar, model pembelajaran dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran bahasa Arab pada tingkat MI/MTs/MA.

Selain itu, mahasiswa juga harus melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pelaksanaan PkM ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Assunniyyah selama 1 bulan penuh. Para mahasiswa mengabdikan dirinya sebagai guru bahasa Arab yang ditugaskan untuk mengenalkan pelajaran bahasa Arab kepada para santri.

Setelah pelaksanaan PPL/PkM ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun laporan PPL/PkM berbasis riset dan men-submit naskah jurnal pada OJS dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang nantinya hasil riset mahasiswa akan dipublikasikan pada laman jurnal An-Nuqtah sebagai hasil akhir pelaksanaan PPL/PkM Bravo ini.

Salam PBA Bravo!!

Sejak Kecil Gemar Bermain Bola, Kini Mimpinya Terwujud Membela Timnas

Sejak Kecil Gemar Bermain Bola, Kini Mimpinya Terwujud Membela Timnas

Bagikan sekarang

Muhammad Shiddiq Bahiri yang saat ini berstatus mahasiswa di Kampus Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong Jember memang memiliki kemampuan lebih, salah satunya di bidang olahraga.

Bagi M.S. Bahiri, meski memiliki fisik yang tak sempurna dengan satu kaki, tidak membuat kehilangan semangat bermain bola menjadi ciut. Bersama tim squad Persaid, dia jadi punggawa penting dalam tim bola amputasi Jember.

Pria asal Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur tersebut mulai meniti dunia bola lewat klub kecil di desanya, yaitu Gelora Mahkota. Bila di mini soccer berposisi sebagai penyerang, sementara di sepak bola posisinya adalah pemain tengah. Bahkan, saat bermain bola, Bahiri bermain bersama anak normal pada umumnya.

Meski hanya Bahiri yang memakai kruk, tapi tidak membuat hati dan semangat bermain bola ciut. Umpan lambung, hingga tendangan ke gawang langsung pun juga ditempa selama bermain di lapangan desa. Bahkan, kala bermain dengan sepak bola normal, Bahiri tidak dibedakan.

Bahkan, terkadang Bahiri juga menjadi penyemangat rekan satu timnya yang baru belajar sepak bola. Sehingga, dia tak sekadar jadi tumpuan permain Persaid, tapi sekaligus mentor dalam mengolah si kulit bundar dengan memakai kruk.

Kini, impian Bahiri bisa membela Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia terwujud. Lewat Persaid yang didirikan Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember sekitar dua tahun lalu, dia bisa unjuk kebolehan untuk sepak bola amputasi di Jember hingga lolos seleksi ke Timnas Amputasi Indonesia.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mewakili Jember serta bisa membawa harum nama Tanah Air Indonesia di kancah internasional,” tuturnya.

Performanya dalam bermain sepak bola sudah tidak dapat diragukan lagi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Terbukti pada saat melawan Timnas Malaysia (13/03) dan Bangladesh (12/03) pada kualifikasi Piala Dunia Amputasi kemarin, Bahiri turut menyumbangkan gol untuk menambah kemenangan Indonesia.

“Mohon maaf belum bisa memenangkan pertandingan melawan Jepang sehingga hanya berada di runner up.  Tapi, alhamdulillah uda positif lolos ke piala dunia Turkey oktober mendatang,” tulis Bahiri dalam akun resmi Facebooknya @Aloha Rakastan Jeclahay.

Sehingga atas kemenangan itu, Timnas Amputasi Indonesia berhasil mengamankan tiket lolos ke Amputee Football World Cup bersama Jepang sebagai juara grup. Dikonfirmasi gelaran bergengsi tersebut akan berlangsung di Turki pada Oktober 2022 mendatang.

Mengenal Timnas Amputasi Indonesia

Sepak bola Amputasi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Garuda INAF merupakan tim nasional yang mewakili Indonesia di ajang Piala Asia maupun Piala Dunia Sepak Bola Amputasi.

Saat ini, organisasi induk yang mewadahi sepak bola amputasi ialah Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) atau Indonesia Amputee Football Association (INAF) yang telah diresmikan pada 3 Maret 2018.

Sosok yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSAI ialah Yudhi Yahya. Federasi ini menjadi pusat pembinaan sepak bola bagi disabilitas fisik, yakni amputasi kaki, tangan, dan les autres.

PSAI juga dibentuk untuk menyalurkan minat dan bakat penyandang disabilitas sebagai bentuk dari persamaan kesempatan mengembangkan diri dan berprestasi.

Selain itu, tujuan yang saat ini ingin diwujudkan PSAI ialah terbentuknya wadah pembinaan sepak bola amputasi tingkat nasional. Mereka juga ingin mempromosikan dan mempopulerkan sepak bola amputasi di Indonesia.

PSAI juga berupaya untuk menghilangkan pandangan masyarakat yang masih menilai amputasian/disabilitas sebagai orang yang sakit atau lemah.

Sepak bola amputasi juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap percaya diri, mental yang kuat, dan membentuk kemandirian amputasian/disabilitas fisik (amputasi kaki/tangan).

Salah satu kompetisi yang menjadi wadah bagi penyandang disabilitas di Indonesia ialah Liga 1 Amputasi Nasional.

Bikin Bangga, Mahasiswa PBA INAIFAS Bawa Timnas PSAI Lolos Piala Dunia di Turki

Bikin Bangga, Mahasiswa PBA INAIFAS Bawa Timnas PSAI Lolos Piala Dunia di Turki

Bagikan sekarang

Memiliki fisik yang tak sempurna dengan satu kaki, tidak membuat Muhammad Shiddiq Bahiri kehilangan semangat bermain bola.

Sepak bola Amputasi Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Garuda INAF merupakan tim nasional yang mewakili Indonesia di ajang Piala Asia maupun Piala Dunia Sepak Bola Amputasi.

No. 14 (Merah) M. Shiddiq Bahiri

Salah satu mahasiswa Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong, Jember, Jawa Timur, M.S. Bahiri sukses bawa Timnas Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) lolos menuju Piala Dunia di Turki mendatang.

Kepastian lolosnya timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia ini diperoleh setelah menduduki posisi runner-up karena kalah 0-2 dari Jepang pada Senin (14/3/2022).

Dengan hasil ini, Indonesia meraih enam poin dan menemani Jepang yang berstatus sebagai juara grup. Sebelumnya, Indonesia menang 3-0 atas Malaysia di Stadion Kamalapur, Bangladesh, Minggu (13/3/2022).

Gol-gol kemenangan Indonesia atas Malaysia pada laga kedua kualifikasi diciptakan oleh Bahiri, Aditya, dan Agung.

Sebelumnya, Indonesia juga berhasil menang di laga pembuka melawan Bangladesh pada 12 Maret 2022 kemarin. Empat gol Agung Rizki, hattrick Aditya, dan satu gol mahasiswa INAIFAS yakni Bahiri membuat skor berakhir 8-0.

Dengan kemenangan ini, timnas Amputasi Indonesia sukses lolos dari fase Kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2022 setelah mengoleksi dua kemenangan.

Squad Timnas PSAI

Hasil ini mengantarkan timnas Amputasi Indonesia melaju ke putaran final Amputee Football World Cup yang akan berlangsung di Turki pada Oktober 2022.

“Alhamdulillah Indonesia mengunci satu tiket ke Piala Dunia Amputee Football di Turki! Come on Garuda,” tulis akun Asosiasi Sepak Bola Amputasi Indonesia (INAF).