Rektor Inaifas Resmi Lantik KPUK dan BANWASLUK Periode 2022-2023

Rektor Inaifas Resmi Lantik KPUK dan BANWASLUK Periode 2022-2023

Bagikan sekarang

Rektor Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I secara resmi melantik pengurus Komisi Pemilihan Umum Kampus (KPUK) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kampus (BANWASLUK) periode 2022-2023. Kegiatan itu dipusatkan di aula Kampus setempat, Sabtu (24/12/2022).

Dalam kesempatan itu, Rijal menegaskan bahwa kampus adalah sebuah miniatur negara. Oleh karena itu, dirinya meminta agar pengurus yang baru saja dilantik bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Jadi sebelum terjun ke masyarakat, berkecimpung dahulu pada lingkup kampus. Agar supaya ketika terjun ke masyarakat tidak kaget dan sudah memiliki banyak pengalaman. Siapa tahu kelak jadi KPU Bawaslu tingkat negara,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan agar para mahasiswa betul-betul memanfaatkan kesempatan dan berproses tatkala menjadi mahasiswa.

“Mulailah dari sekarang, agar tidak menyesal dikemudian hari. Aktif di kelas, aktif di organisasi serta aktif terlibat dengan kegiatan kampus,” tuturnya.

Pihaknya juga meminta kepada KPUK dan BANWASLUK supaya menyusun tahapan kegiatan yang tidak biasa dari tahun-tahun sebelumnya. Munculkan konsep yang baru, inovatif dan kreatif.

“Cobalah berpikir di luar kebiasaan, karena orang yang luar biasa adalah orang yang mampu berpikir diluar kebiasaan orang pada umumnya,” tegasnya.

Kata-kata itu ia ulang berkali-kali untuk menekankan kepada mahasiswa supaya mampu berpikir di luar kebiasaan dan mampu menciptakan gerakan yang luar biasa.

Sementara itu, Ketua Sema Inaifas Arizka Hidayatul Farida secara singkat mengucapkan terima kasih dan selamat bertugas kepada pengurus KPUK dan BANWASLUK yang telah diambil sumpah jabatan oleh Rektor di hadapan mahasiswa.

“Singkatnya adalah KPUK bertugas sebagai penyelenggara Pemira, sementara BANWASLUK bertugas mengawasi jalannya tahapan pemilihan nantinya,” ungkapnya.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum Kampus (KPUK) dipimpin oleh Diana Ayu Agustin, mahasiswa asal program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Sementara Badan Pengawas Pemilihan Umum Kampus (BANWASLUK) dinakhodai Ani Rosyidah, mahasiswa asal program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Jelang Pemilu Raya, Sema Inaifas Buka Pendaftaran Anggota KPUK dan Banwasluk

Jelang Pemilu Raya, Sema Inaifas Buka Pendaftaran Anggota KPUK dan Banwasluk

Bagikan sekarang

Pesta demokrasi Pemilihan Umum Raya (Pemira) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong tahun 2022-2023 akan segera dihelat. Berbagai persiapan dan perencanaan sudah mulai dilakukan.

Tahap awal yakni open rekrutmen Panitia Penyelenggara Pemira yaitu anggota Komisi Pemilihan Umum Kampus (KPUK) dan Panitia pengawas yaitu anggota Badan Pengawas Pemilu Kampus (Banwasluk) periode 2022-2023.

Hal itu disampaikan Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Inaifas, Arizka Hidayatul Farida pada saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Rabu (12/10/2022).

“Sebagai lembaga legislatif di Inaifas. Senat Mahasiswa memiliki tanggung jawab penuh dalam momentum tahunan ini merekrut penyelenggara dan pengawas Pemira,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini sesuai aturan yang tertuang dalam hasil Kongres Mahasiswa Ke-II bahwa yang bertanggung jawab dalam rekrutmen ini adalah SEMA yaitu Komisi Legislasi.

“Tentu, tujuannya adalah untuk membentuk pengurus atau anggota yang memang dikhususkan untuk bertanggungjawab menyelenggarakan dan mengawasi terlaksananya Pemilu Raya di Inaifas,” tutur Mahasiswa semester akhir ini.

Aktivis perempuan ini berharap dengan dibentuknya KPUK dan BANWASLUK mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga Pemilu Raya dapar berjalan dengan lancar, aman dan damai.

Disebutkan, kampus Inaifas berada dibawah naungan Kemenag RI, maka segala aturan tentang pedoman organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus harus mengacu pada aturan tersebut.

Adapun payung hukumnya terdapat pada SK Dirjen Pendis Kemenag RI Nomor 4961 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kemudian SK Rektor Nomor 223 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan Inaifas. Selain itu, juga Hasil Kongres Mahasiswa Ke-II tahun 2021.

Diketahui, pendaftaran anggota KPUK dan Banwasluk telah dibuka sejak 10 Oktober hingga 20 Oktober 2022 mendatang. Tahapan seleksi administrasi dilaksanakan pada 21 Oktober 2022. Sedangkan seleksi interview dilakukan pada 24 Oktober 2022 dan pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 25 Oktober 2022.

Rektor Inaifas : Kampus adalah Miniatur Negara

Rektor Inaifas : Kampus adalah Miniatur Negara

Bagikan sekarang

Kampus merupakan lembaga formal sebagai tempat berlangsungnya aktivitas kegiatan belajar mengajar dan wahana untuk mengembangkan intelektualitas guna terbentuknya kaum intelektual yang berakhlakul karimah. Selain itu, kampus juga merupakan media untuk mencari jati diri seorang mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Rektor Inaifas Rijal Mumazziq Zionis pada saat menjadi narasumber pada acara Seminar Kebangsaan yang digelar Senat Mahasiswa IAI Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong, Rabu (13/07/2022).

Kegiatan dengan mengusung tema “Revitalisasi Sinergitas Mahasiswa dalam Membangun Kualitas Produk Hukum Perguruan Tinggi” ini dipusatkan di Auditorium Lantai 1 INAIFAS.

Rektor yang akrap disapa Gus Rijal ini menjelaskan bahwa kampus sebagai miniatur negara karena kampus memiliki keunikan tersendiri. Kenapa begitu? Adapun alasan mengapa kampus disebut sebagai miniatur negara antara lain sebagai berikut.

Pertama, Sistem kebebasan berpendapat dan berekspresi. Sebagai tempat pencarian jati diri aktivitas kampus tentu haruslah terhindar dari sebuah kepentingan yang dapat membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi.

“Karena fungsi sebenarnya adalah menyiapkan generasi muda yang berkarakter sehingga mahasiswa siap dalam menghadapi tantangan global,” kata dia.

Kedua, Tatanan kepemerintahan. Selayaknya sebuah negara, kampus pun memiliki struktur atau tatanan kepemerintahanya sendiri. Dimulai dari pemimpin di lingkup fakultas, program studi (lokal/daerah) hingga tingkat universitas (nasional).

“Dalam negara memiliki peraturan, yang biasa dikenal dengan nama Undang-Undang. Begitu pun di miniatur negara (kampus) memiliki yang namanya STATUTA, RIP (Rencana Induk Pengembangan), dan yang lainnya,” jelasnya.

Ketiga, Kelembagaan kampus menganut sistem trias politica yang dianut oleh negara ini. Kampus juga membagi wewenang kekuasaan ke dalam pemerintahannya yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Walaupun mayoritas kampus di Indonesia belum mempunyai lembaga yudikatif tapi ada beberapa kampus yang menerapkannya.

“Ada Senat Mahasiswa (SEMA) sebagai lembaga legislatif, ada Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) sebagai lembaga eksekutif,” tuturnya.

Direktur penerbit Imtiyaz Surabaya ini menambahkan SEMA/SEMA-F adalah lembaga legislatif yang berfungi sebagai forum perwakilan mahasiswa ditingkat fakultas dan universitas.

“Di dalam negara, SEMA ini persis seperti DPR. Pada tingkat fakultas (lokal/daerah) ada SEMA-Fakultas atau setara seperti DPRD dan pada tingkat universitas (nasional) ada SEMA institut/universitas, ini setara seperti DPR-RI,” tambahnya.

Kemudian masih dikatakan, DEMA adalah lembaga eksekutif yang bertugas sebagai pelaksana kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas dan universitas. Seperti halnya egara, DEMA juga terbagi mulai dari tingkat fakultas (lokal/daerah) yaitu DEMA Fakultas yang mana dalam Negara setara dengan gubernur.

“Kalau DEMA Institut/Universitas itu mirip presiden dan kabinetnya. Menjadi eksekutor kebijakan yang telah dirumuskan,” tandasnya.

Disebutkan pula hal ini yang kemudian menjadi alasan mengapa kampus sering disebut sebagai miniatur negara. Diketahui tidak bisa dipungkiri bahwa peran politik ada di dalamnya. Sistem pemerintahannya pun sama menganut sistem demokrasi. Untuk setiap pemimpin lembaga dipilih melewati jalur pemilihan mahasiswa raya (PEMIRA).

“Maka dari itu politik tidak bisa dipisahkan dengan kampus dan mahasiswa, seminimal-minimalnya kita perlu tahu tentang politik kampus. Karena ini pula yang akan menentukan nasib kampus kita ke depan,” tegasnya.

Lebih jauh, dalam pandangannya, mahasiswa sebagai agen of change harus peduli dengan hal ini.Tugas ke depannya adalah memelihara dinamika politik di kampus. Tetap menjaga agar siklus kepemimpinan terus berjalan, pergantian pemerintahan adalah sebuah keharusan guna meregenerasi kinerja kepemimpinan yang ada.

“Harapan saya semoga tetap konsisten dan manfaatkan dengan sungguh-sungguh di dalam perjuangan sebagai agen of change, agar hal buruk tersebut tidak terjadi pada kampus kita tercinta. Salam perjuangan,” pungkasnya.

Sharing Program, SEMA INAIFAS Lakukan Studi Banding dengan DPM UIJ dan SEMA UIN KHAS Jember

Sharing Program, SEMA INAIFAS Lakukan Studi Banding dengan DPM UIJ dan SEMA UIN KHAS Jember

Bagikan sekarang

Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik, kegiatan seperti ini tentunya sangat bagus untuk perkembangan suatu kebutuhan yang diharapkan.

Menindaklajuti hal itu, Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong melakukan Studi Banding dengan Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Islam Jember.

Agenda itu dipusatkan di Kampus UIN KH. Achmad Siddiq, Jalan Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur pada Minggu (05/06/2022).

Kegiatan studi banding ini merupakan program kerja dari Komisi Pengawasan SEMA INAIFAS yang bertujuan untuk bertukar informasi dan bertukar pikiran mengenai program kerja, budaya organisasi dan bagaimana cara meningkatkan kinerja anggota organisasi.

Sekretaris Jenderal SEMA INAIFAS Siska Rifaatul Mahmudah mengatakan dengan diselenggarakan studi banding ini diharapkan silaturahim antar kelembagaan tersebut dapat terus terjalin.

“Kami sangat senang dan berterima masih kepada SEMA UIN KHAS dan DPM UIJ telah berkenan menerima kedatangan rombongan kita untuk sharing bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Arizka Hidayatul Farida menegaskan tujuan utama studi banding ini adalah untuk belajar dan sharing program bersama serta melihat kondisi obyek masing-masing lembaga.

Mahasiswa semester akhir ini menambahkan bahwa sebagaimana visi misi saat pencalonan dirinya ingin melakukan akselerasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Salah satunya melalui kegiatan studi banding ini. Semoga kedepan dapat terjalin kerjasama dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ucap Ketua Senat Mahasiswa INAIFAS ini.

Diketahui, kegiatan tersebut diikuti pengurus SEMA INAIFAS, pengurus SEMA UIN KHAS Jember dan Ketua DPM Universitas Islam Jember.

Sebagai informasi, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadakan Seminar Kebangsaan di kampus INAIFAS pada akhir bulan Juni ini.

Usai Raker, SEMA INAIFAS Adakan Sosialisasi Program Kerja

Usai Raker, SEMA INAIFAS Adakan Sosialisasi Program Kerja

Bagikan sekarang

Senat Mahasiswa Institut (SEMA-I) IAI Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) menggelar Sosialisasi Program Kerja selama satu satu tahun ke depan.

Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus DEMA, UKM, HMPS dan perwakilan mahasiswa itu bertempat Cafe Larisso Kencong, Kamis sore, (24/02).

Ketua Senat Mahasiswa INAIFAS Arizka Hidayatul Farida menjelaskan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mensosialisasikan program kerja SEMA satu tahun ke depan.

“Tidak hanya itu, kita juga menjelaskan mengenai tugas dan fungsi Senat Mahasiswa itu sendiri”, ungkap mahasiswa akhir prodi PGMI itu.

Dirinya menilai, beberapa tahun terakhir keberadaan Senat Mahasiswa dipandang sebelah mata oleh mahasiswa. Bahkan dianggap tidak ada meskipun ada.

“Padahal senat mahasiswa itu sebagai lembaga legislatif mahasiswa dalam rangka menjalankan fungsi legislasi, aspirasi dan pengawasan terhadap segala bentuk kegiatan, kebijakan dan soal anggaran”, tambahnya.

Sementara Sekretaris Jenderal SEMA INAIFAS Siska Rifa’atul Mahmudah menyebut kedepan pihaknya akan melakukan akselerasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak baik dengan pihak eksekutif yakni DEMA, UKM, HMPS dan pihak lainnya.

Tujuan diadakannya sosialisasi proker SEMA-I yaitu; agar para HMPS dan UKM sama-sama tahu apa saja program kerja SEMA-I yang telah disusun bersama-sama untuk satu kedepan, biar mereka juga tahu arah kerja dan wewenang serta tugas-tugas SEMA-I.

“Karena SEMA-I sendiri wajib menyerap, menghimpun, menampung dan mengkaji aspirasi mahasiswa sesuai dengan Visi dan Misi SEMA-I”, tuturnya

Mantan Sekjend Kementerian Dalam Negeri BEM 2019/2020 itu memaparkan program unggulan SEMA-I untuk satu tahun kedepan, dari komisi legislasi ada pelatihan teknik persidangan, dari komisi aspirasi sendiri ada pembuatan kotak aspirasi serta di komisi pengawasan ada study banding.

“Itu semua merupakan program kerja baru atau tambahan dari SEMA-I tahun ini”, tutupnya.

Pelantikan Pengurus DEMA dan SEMA INAIFAS Periode 2022/2023

Pelantikan Pengurus DEMA dan SEMA INAIFAS Periode 2022/2023

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) baru saja melantik pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Periode 2022/2023, bertempat di Aula Dira Kencong, pada Senin (17/01/2022).

Acara tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubanul Wathan dan Mars INAIFAS dengan dipandu oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa INAIFAS.

Selanjutnya dilakukan prosesi pelantikan, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang Susunan Pengurus Senat Mahasiswa dan Dewan Eksekutif Mahasiswa INAIFAS periode 2022/2023.

Ketua SEMA Arizka Hidayatul Farida mengatakan bahwa pengurus baru nantinya dapat merangkul semua pihak. Sebab kunci kemajuan kampus adalah persatuan.

“Demikian pula dengan kerjasama, semua elemen harus bersatu, berkolaborasi agar upaya akselerasi menuju kemajuan itu dapat terwujud” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Mila Agustin selaku Ketua DEMA memaparkan dalam salah satu misinya yakni menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan semua elemen baik organisasi intra, ekstra maupun dengan kampus.

“Melalui upaya akselerasi dan kolaborasi juga harus didukung jalinan kerjasama. Kerjasama baik dibidang kegiatan kemahasiswaan, administrasi digital, pemanfaatan media dan teknologi dan lain lain” jelasnya.

Sementara Wakil Rektor I INAIFAS Dr. Asnawan, M.Si dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang terlantik. Semoga dapat menjaga amanah dan tanggung jawab.

“Semoga kedepan program-program yang akan dilaksanakan oleh DEMA-SEMA dapat bersinergi dengan kampus serta dapat memberikan kebermanfaatan dan kemajuan bagi kampus, mahasiswa dan juga masyarakat” Ujarnya penuh harap.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus SEMA dan DEMA demisioner yang telah memberikan dedikasinya, ikhlas mengabdi di organisasi.

“Semoga ilmu dan pengalaman selama mengabdi di organisasi dapat bermanfaat di masyarakat nantinya baik melalui kegiatan akademis maupun non akademis” tutupnya.

Pengambilan sumpah jabatan tersebut dilakukan langsung oleh Mohammad Dasuki, M.Pd selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama INAIFAS Jember.

Usai dilantik, dilanjutkan prosesi serah terima jabatan oleh Ketua DEMA dan SEMA demisioner kepada Ketua DEMA dan SEMA INAIFAS periode 2022/2023.

Acara tersebut ditutup dengan persembahan penampilan dari UKM Paduan Suara Mahasiswa dan penampilan 2 puisi oleh UKM Teater Ijo Lumut INAIFAS.

Turut hadir tamu undangan dari seluruh UKM dan HMPS se-INAIFAS, PKTP IPNU-IPPNU INAIFAS, PMII Komisariat INAIFAS, PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan PMII Rayon Febi INAIFAS serta demisioner ketua DEMA-SEMA dari masa ke masa.