Game Based Learning Jadi Metode Pembelajaran di MA Assunniyyah Al-Jauhari

Game Based Learning Jadi Metode Pembelajaran di MA Assunniyyah Al-Jauhari

Bagikan sekarang

Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL-2) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember adalah program yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan agar menguasai kompetensi guru secara utuh.

Hal ini merupakan tugas pokok dari Fakultas Tarbiyah yaitu mendidik calon guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Yang mana standarisasinya telah tercantum dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Pada PPL 2 ini, salah satu madrasah yang menjadi bidikan yaitu Madrasah ‘Aliyah Assunniyyah Al-Jauhari Kencong, Jember. Mahasiswa praktikan yang bertugas yaitu adalah Iin Shafira sebagai ketua kelompok, Indah Puji sebagai sekertaris dan anggota lainnya yaitu Dwi Mafatihul Huda, Muhammad Nur Hakim, Nur Laili Makin, Nurul Amelia dan Hafifa Shinta Eka. Mereka berasal dari prodi dan fakultas yang sama yaitu prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah.

Koordinator Kelompok Iin Shafira mengungkapkan menjadi sebuah tantangan tersendiri mengingat madrasah ini merupakan lembaga yang terintegrasi dengan pendidikan non formal, yaitu Pondok Pesantren Assunniyyah Al-Jauhari. Hal ini tentunya akan menambah semangat para mahasiswa praktikan.

“Program yang menjadi unggulan adalah pengembangan proyek pembelajaran Game Based Learning. Game based learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi permainan/game yang telah dirancang khusus untuk membantu dalam proses pembelajaran,” kata Shafira kepada Inaifas.id Ahad (06/11/2022).

Shafira menjelaskan metode ini akan berguna untuk peningkatan pada 3 bagian kecerdasan penting yaitu emosional, psikomotorik, dan intelektual.

“Dengan menggunakan game-based learning kita dapat memberikan stimulus pada tiga bagian penting dalam pembelajaran yaitu emosional, intelektual dan psikomotor,” jelasnya.

Sementara Dwi Mafatihul Huda menambahkan sebagai salah satu metode pembelajaran, Game Based Learning (GBL) harus betul-betul diterapkan sesuai prosedur dan harus dikembangkan terus menerus. Agar hasil yang diperoleh menjadi maksimal dan berguna untuk pendidikan di Indonesia.

“Pengabdian kepada pendidikan bentuk kewajiban kemanusiaan yang harus dijalankan. Ini adalah pengalaman pertama bagi kita semuanya. Melalui kegiatan ini kita dapat belajar, sekaligus membuktikan bahwa kita layak untuk berbenah,” tandasnya.

Inaifas Go Internasional, Rektor: Jangan Minder di hadapan Kampus Besar

Inaifas Go Internasional, Rektor: Jangan Minder di hadapan Kampus Besar

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember semakin menunjukkan progresifitasnya selama beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya dilakukan mulai pengembangan gedung kampus, peningkatan kualitas SDM hingga mutu akademik. Sehingga, peluang alih status dari institut menjadi universitas kian terbuka.

Baru-baru ini, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah (YPIAA) Kencong ini berkesempatan mengirimkan 3 mahasiswa dan 1 dosen pembimbing untuk melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PkM-BR) selama satu bulan di Songkhla, Thailand.

Mereka adalah Ihsan Ibrahim, Hablul Matin Bintang Buana, dan Imam Syafi’i Muhammad. Serta Gus Imam Bukhori sebagai dosen pembimbing. Ketiga mahasiswa dipilih berdasarkan kemampuan ilmu agama yang baik, berbahasa asing yang aktif dan komunikatif.

Rektor Inaifas Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I menuturkan bahwa kampus yang dipimpinnya memang kecil, lokasinya berada di pedesaan dekat dengan perumahan warga. Namun, hal itu tidak membuat semangatnya surut untuk memajukan kampus tersebut.

“Jangan pernah minder di hadapan kampus besar dan tetap percaya diri dalam pergaulan Internasional. Semua ini berkat kerja keras tim struktural sehingga cita-cita menginternasionalkan kampus perlahan terwujud,” ujarnya dikutip akun Facebook pribadinya, Senin (31/10/2022)

Pria yang telah menerbitkan berbagai buku dan karya ini menjelaskan dalam program tersebut pihaknya akan meneken kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Thailand.

“Selain itu, target mereka juga akan membukukan pengalaman mengajar dan mendampingi masyarakat di lokasi. Dan, hasil risetnya dapat dijadikan artikel di jurnal,” ujarnya.

Diketahui, Inaifas akan mendatangkan 3 santri asal Thailand pada 2023 mendatang. Pihaknya akan mengadakan International Class bergabung dengan mahasiswa asal Malaysia, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Serta Filipina, Taiwan dan negara lain.

“Mohon doanya. Semoga membawa kemanfaatan serta menjadi wasilah keberkahan dan kemajuan kampus tercinta,” tutupnya.

UKM Pers Al-Hikam Adakan Seminar hingga Lomba Puisi

UKM Pers Al-Hikam Adakan Seminar hingga Lomba Puisi

Bagikan sekarang

Di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Al-Hikam Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember mengadakan Seminar Kepemudaan pada Ahad (30/10/2022). Kegiatan mengusung tema ‘Privilege Pemuda sebagai Ujung Tombak’ ini dipusatkan di Auditorium Kampus Inaifas Jalan Semeru No. 09 Kencong.

Seminar tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kencong, Muhammad Ridwan Hamid.

Ketua UKM Pers Al-Hikam Febri Khoirunnas mengatakan, dalam rumusan Sumpah Pemuda ditemukan betapa gelora semangat para pemuda berkobar untuk menciptakan kesatuan dan persatuan.

“Semangat juang dalam isi Sumpah Pemuda bisa menjadi contoh nyata bagi generasi muda saat ini untuk mengambil langkah dalam mengisi kemerdekaan,” cetus Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agam Islam (PAI) ini.

Febri mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta telah berpartisipasi mengikuti kegiatan ini serta mengucapkan selamat bagi para pemenang lomba video berpuisi.

Diketahui, selain seminar juga diselenggarakan lomba video berpuisi. Adapun juara pertama dimenangkan oleh Jamaluddin mahasiswa prodi PAI semester III, Juara kedua diraih Siti Fatimatuz Zahra mahasiswa prodi PAI semester 5. Kemudian disusul Eka Wulandari mahasiswa prodi PAI semester V sebagai juara ketiga.

Pada kesempatan ini, Muhammad Ridwan Hamid menjelaskan bahwa pemberian makna yang mendalam terhadap Sumpah Pemuda akan menumbuhkan semangat juang mendapatkan suatu pencapaian tertentu.

“Makna Sumpah Pemuda yang bisa diambil adalah semangat terus berkobar sekalipun banyak rintangan seperti yang dilakukan para pemuda generasi terdahulu,” ungkapnya.

Aktivis Muda NU yang bergelut di dunia kesenian dam budaya ini menambahkan bahwa masyarakat Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia sebagai komunikasi universal dalam negara. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa. Inilah makna Sumpah Pemuda yang perlu dipahami.

“Kita tentu hafal betul, bahwa negara kita terdiri dari ratusan suku dengan ratusan bahasa daerah yang digunakan dalam lingkup lokal wilayah tertentu. Namun bahasa Indonesia tetap menjadi pemersatu kita,” tandasnya.

Sementara Ketua Dema Inaifas Mila Agustin mengapresiasi kegiatan tersebut. Dirinya berharap peringatan Sumpah Pemuda ini benar-benar menjadi refleksi bagi generasi muda hari ini.

“Semoga mahasiswa Inaifas tidak kehilangan ruh semangat persatuan dan kesatuan. Mari terus berkarya dan berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” tutupnya.

Seminar Kepemudaan Digelar Dema Inaifas di Hari Sumpah Pemuda

Seminar Kepemudaan Digelar Dema Inaifas di Hari Sumpah Pemuda

Bagikan sekarang

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember menggelar seminar kepemudaan bertajuk ‘Peran Pemuda dalam Perspektif Islam dan Meneladani Masa Muda Nabi Muhammad SAW’. Kegiatan dipusatkan di aula Kampus setempat pada Jum’at (28/10/2022).

Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang ke-94 tahun bertepatan tanggal 28 Oktober 2022. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Pengurus Karang Taruna Kabupaten Jember Ginanjar Adi Saputra, S.Pd dan Ketua PAC MDS Rijalul Ansor Jombang Gus Ahmad Khoiron Hasan.

Presiden Mahasiswa Dema Inaifas Mila Agustin menyampaikan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ini selalu memilik arti penting karena ancaman-ancaman terhadap kesatuan Indonesia selalu ada bersamaan dengan cita-cita mewujudkan kejayaan Indonesia.

“Pemuda hari ini adalah tokoh-tokoh yang akan berperan pada masa yang akan datang. Apa yang dilakukan oleh pemuda di masa sekarang juga menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” katanya.

Menurutnya, mandat pemuda saat ini adalah menjadikan nilai-nilai persatuan di atas segala-galanya. Memandang keberagaman sebagai anugerah yang berharga untuk dirangkai menjadi kekuatan yang luar biasa menggapai kejayaan Indonesia.

“Ada satu kata kunci dalam Sumpah Pemuda yang dideklarasikan para pendahulu kita itu sehingga manfaatnya dapat kita rasakan hingga saat ini, berupa kemerdekaan negara, bebas dari belenggu penjajahan. Apa kata kunci tersebut? Tiada lain adalah persatuan,” tegasnya.

Sementara Rektor Inaifas Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I mengatakan Sumpah pemuda yang dirumuskan di Jakarta menandai kebangkitan para kawula muda menuju satu cita-cita bersama, yakni merdeka. Tak aneh, 17 tahun selepas itu dideklarasikan, bangsa ini bisa memproklamasikan diri sebagai entitas bangsa dan negara yang merdeka.

“Sebagaimana diketahui bersama, kawula muda saat itu bersumpah tiga hal, yakni (1) bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” urainya.

Rijal mengajak mahasiswa sebagai generasi muda untuk menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-94 ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat bersama membangun bangsa.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk mampu membangun persatuan bangsa dan menggapai cita-cita kejayaan Indonesia,” tandasnya.

Dampingi Suku Anak Dalam, Wahid dan Mursyid Jalani Program Dai Mahasiswa Inaifas

Dampingi Suku Anak Dalam, Wahid dan Mursyid Jalani Program Dai Mahasiswa Inaifas

Bagikan sekarang

Muhammad Nur Wahid, mahasiswa semester III prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Ahmad Muzakki Mursyid mahasiswa semester V prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) berkesempatan menjalankan amanah sebagai guru tugas sekaligus Dai Mahasiswa Inaifas selama satu tahun mendatang.

“Mereka berdua kami berangkatkan dari Jember menuju Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Mas Wahid dan Mas Mursyid akan bertugas mendampingi Suku Anak Dalam (SAD). Durasinya selama setahun,” kata Rektor Inaifas dikutip dari akun Facebook pribadinya @Rijal Mumazziq Zionis, Rabu (26/10/2022).

Pria yang akrab disapa Gus Rijal ini menuturkan, sebelum berangkat mereka sowan dan minta doa restu kepada pengasuh Pondok Pesantren Mabdaul Ma’arif Jombang dan Pondok Pesantren Assunniyyah Kencong, Jember.

“Pertama sowan kepada KH Abdullah Ubaid Syafawi dan Gus Nizam Masyhuri. Kemudian lanjut ke KH Ahmad Sadid Jauhari,” tuturnya.

Menariknya kata Gus Rijal, pembiayaan program Dai Mahasiswa ini tidak diambilkan dari anggaran pesantren maupun kampus. Melainkan dari pengelolaan dana titipan zakat maupun sedekah sahabat Facebook.

“Diantaranya H. Erick Fadhilah dan Arif Sukamto. Kemudian Bu D di Surabaya, Mas Imam M di Bogor dan Mas Syamsul Bachri Djadi di Jakarta,” tambahnya.

Gus Rijal menjelaskan bahwa segala pembiayaan akomodasi dan transportasi mereka berdua dibiayai oleh dermawan – dermawati.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak sehingga program Dai Mahasiswa ini dapat berjalan konsisten dan kontinu,” tutupnya.

Diketahui, program ini telah dilakukan sejak tahun 2016. Sebelumnya, pihaknya telah mengirimkan santri dan mahasiswa untuk melakukan penugasan ke berbagai kawasan terdepan Indonesia. Diantaranya di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara; Kepulauan Anambas, Kepri; Sarolangun, Jambi; Sorong, Papua Barat; Batulicin, Kalimantan Selatan; hingga Pulau Rhun, Maluku Tengah.

Inaifas Ikuti Workshop Percepatan Akreditasi PTKIS

Inaifas Ikuti Workshop Percepatan Akreditasi PTKIS

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al- Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember mengikuti Workshop Penyusunan Borang Akreditasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) bagi kampus yang berada di lingkungan Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Forum yang mendatangkan seluruh pimpinan atau perwakilan seluruh PTKIS Kopertais Wilayah IV ini dipusatkan di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto sejak Senin hingga Rabu (24-26/10/2022).

Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip., SEA, Ph.D mengingatkan pentingnya untuk terus menjaga budaya jaminan mutu.

“Karena pendidikan itu adalah action bukan event, sehingga akreditasi telah menjadi nafas dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Ia juga menekankan peran dan tugas kopertais dalam pengawasan, pengendalian dan pembinaan PTKIS Jawa Timur. Sehingga, program pendampingan akreditasi ini bisa terlaksana.

“Saya telah menyampaikan telah menyampaikan masukan kepada Menko dan anggota DPR terkait besarnya biaya LAM, agar bisa biaya ditanggung oleh negara,” paparnya.

Sementara Ketua Forum Pimpinan (Forpim) Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag mengatakan workshop percepatan akreditasi tersebut dimaksudkan dalam rangka menyamakan persepsi dan memberikan penjelasan kepada pimpinan atau tim penyusunan borang akreditasi di PTKIS.

“Panitia mengundang pimpinan atau tim yang ditunjuk sebagai penyusun borang akreditasi kampus untuk menyiapkan segala sesuatu terkait teknis dan strategi dalam penyusunan borang akreditasi institusi serta urgensi dari akreditasi itu sendiri,” tuturnya.

Pria yang menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong ini menilai bahwa sebagai lembaga kepanjangan tangan dari Ditjen Pendis Kemenag RI, Kopertais merasakan pentingnya pendampingan yang harus diberikan kepada PTKIS yang berada di bawah garis koordinasinya.

“Salah satunya dapat dilakukan melalui Workshop ini dengan harapan akan terjalin transfer knowledge dari pemateri terkait strategi penyusunan borang akreditasi institusi yang baik dan benar,” katanya.

Disebutkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi untuk meningkatkan akreditasi serta melakukan kerjasama dengan berbagai pihak guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi khususnya di Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Menanggapi hal ini, Ketua Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) Inaifas Amak Fadholi, M.Pd menyambut baik adanya workshop dan pendampingan dalam penyusunan borang akreditasi perguruan tinggi tersebut.

“Perlunya program pendampingan percepatan akreditasi ini dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, akreditasi ini juga menjadi bahan penilaian untuk menentukan layak tidaknya satuan pendidikan tinggi menyelenggarakan perkuliahan.

“Yang tentunya dilakukan melalui akreditasi untuk mendapatkan pengakuan mutu melalui proses penilaian yang berwenang,” tandasnya.

Diketahui, program ini diikuti oleh 65 prodi, 5 perwakilan konsorsium LPM, 2 Forpim dari seluruh wilayah Jawa Timur. Hadir dalam kegiatan tersebut Kordinator Kopertais Wilayah IV Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grand. Dip., SEA, Ph.D dan Sekretaris Kopertais Wilayah IV Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, SHI, M.Si.