HMPS AS Selenggarakan Pelatihan Public Speaking

HMPS AS Selenggarakan Pelatihan Public Speaking

Bagikan sekarang

Himpunan mahasiswa program studi Ahwal Al-Syakhshiyyah menggelar Pelatihan Public Speaking dan Harlah HMPS AS Ke-I yang bertajuk; Kembangkan Potensi, raih percaya diri dengan melatih public speaking.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, bertempat di Aula Perguruan tinggi perguruan tinggi baru yang masih bernaungan sama dengan INAIFAS yakni Akademi Komunitas Assunniyah (AKAS), secara tatap muka, Minggu pagi (26/12).

Hasyinah Romzah Kamilah selaku ketua bidang Pengembangan sumber daya Mahasiswa (PSDM) yang menaungi kegiatan ini menjelaskan bahwa Public Speaking merupakan ilmu dasar untuk melatih para mahasiswa agar lebih berani berbicara didepan umum dengan benar.

“Karena dengan ilmu dasar berbicara didepan umum ini akan membuat para Mahasiswa berani berbicara tidak hanya dilingkungan kampus saja namun diharapkan juga bisa berbicara didepan banyak orang diluar kampus” katanya.

Moch. Saiful Rizal selaku Ketua Panitia memaparkan, kegiatan Pelatihan Public Speaking ini merupakan kegiatan perdana di HMPS AS karena memang baru berdiri satu tahun lamanya.

Menurutnya kegiatan ini berguna untuk melatih mental kita, meningkatkan percaya diri serta mengembangkan skill dalam public speaking. “Kegiatan ini diikuti oleh Mahasiswa Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah angkatan 2020-2021 yang berdomisili diluar pondok pesantren” Jelasnya.

Sementara Ketua HMPS AS INAIFAS Mella Aulya menambahkan bahwasanya untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diantaranya terdapat 3 point, yaitu; pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dia mengungkapkan terdapat beberapa fungsi yang harus dijalankan oleh mahasiswa, diantaranya Mahasiswa sebagai: Agent of change, Agent of Sosial Control, Agent of Moral Force, Guardian of value, serta Iron Stock.

“Maka dari itu, agar dapat mewujudkan Tri dharma Perguruan Tinggi serta menjalankan peran sebagai mahasiswa, kita harus membangun rasa percaya diri Mahasiswa, meningkatkan mutu serta kualitas mereka dalam berbicara didepan umum dengan mengembangkan soft skill, salah satunya dengan cara Melatih Public Speaking” paparnya.

Hal ini juga salah satu alasan konkret Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ahwal Al-Syakhshiyyah menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Public Speaking”

“Selain itu, dengan bertambahnya Usia HMPS ini yang baru 1 tahun semoga menjadi awal yang baik untuk HMPS ini sendiri” pungkasnya.

Pelatihan Public Speaking ini mendatangkan beberapa Narasumber yang berasal dari civitas akademika INAIFAS, Salah satunya ada: Ibu Rizqiyah Ratu Balqis M.Pd dan Ibu Widia Ningtyas M.A. Materi yang diberikan perihal tentang Analisa diri, Tekhnik berbicara didepan umum, serta praktik menjadi seorang public speaker.

Lebih lanjut, Gus Zuhairuz Zaman, B, Sc., MH selaku Dekan Fakultas Syariah memaparkan bahwa kegiatan ini dirasa positif khususnya untuk mendobrak kualitas mahasiswa prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah, memang sudah semestinya dibutuhkan oleh mahasiswa guna untuk mewujudkan kemampuannya dalam berbicara di muka umum.

Dia berharap, kegiatan ini dapat berjalan di tiap tahunnya guna meningkatkan Mutu serta Kualitas Mahasiswa Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah.

Selain itu, dengan bertambahnya usia HMPS AS ini dengan diwujudkannya dengan prosesi ceremonial Harlah yang Ke-I ini menjadi awal yang baik bagi HMPS AS.

“Karena ketika suatu organisasi atau kegiatan apapun di awali dengan sesuatu yang baik maka Insya Allah sampai akhir akan baik pula”pungkasnya.

PERDANA, HMPS AS INAIFAS SUKSES GELAR TAMASYA

PERDANA, HMPS AS INAIFAS SUKSES GELAR TAMASYA

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah (HMPS AS) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Menggelar Ta`aruf Mahasiswa Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah (Tamasya) bertajuk “Membangun kebersamaan demi mewujudkan mahasiswa yang Berintelektual, Berintegritas, serta Progresif dalam meningkatkan kualitas mahasiswa Hukum Keluarga”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, bertempat di Aula Perguruan tinggi baru yang masih bernaungan sama dengan INAIFAS yakni Akademi Komunitas Assunniyah (AKAS) Kencong secara tatap muka, Selasa pagi, (2/11)

M. Anamul Izza Rizqon selaku Koordinator bidang Kaderisasi dan Keilmuan HMPS AS INAIFAS yang menaungi kegiatan ini menjelaskan bahwa HMPS merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi/jurusan yang mempunyai tugas pokok untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa di program studi/jurusan tersebut.

“Tentu menyelengarakan kegiatan ekstrakulikuler salah satunya yang bersifat keilmuan dan penalaran sesuai dengan program studi/jurusan yang ditempuh, Maka dari itu perlu adanya kegiatan semacam ini” Terangnya.

M. Asibbilah selaku Ketua Panitia Pelaksana memaparkan, Kegiatan Ta’aruf Mahasiswa Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah atau yang disingkat dengan TAMASYA ini merupakan kegiatan pertama di HMPS AS karena memang HMPS AS juga masih baru berdiri belum 1 tahun lamanya. Kegiatan ini berguna untuk membangun kebersamaan dan memupuk nalar kritis Mahasiswa baru Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah.

“Kegiatan ini di ikuti oleh 11 Mahasiswa baru Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah kelas C yang bertempat di Kampus I induk” Katanya.

Sementara Ketua HMPS AS INAIFAS Mella Aulya menambahkan bahwasanya untuk meneruskan estafet kepengurusan maka diperlukanya jenjang kaderisasi di tingkat HMPS yang mana dalam hal ini TAMASYA menjadi sebuah wadah untuk mengais puing-puing ilmu seputar ke prodian.

Selain itu, lanjutnya, tujuan dari kegiatan ini adalah membangun kebersamaan demi mewujudkan mahasiswa yang Berintelektual, Berintegritas, dan Progresif dalam meningkatkan kualitas mahasiswa serta menentukan arah gerak Mahasiswa Program studi Ahwal Al-Syakhshiyyah karena sejauh ini branding seputar prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah masih dirasa kurang, maka HMPS menjadi penopang amunisi keilmuan.

“Tentunya, kegiatan ini dilaksanakan di luar jam perkuliahan yang harapanya tidak mengganggu jam perkuliahan” Jelas Mella.

Tamasya perdana ini mendatangkan beberapa Narasumber yang berasal dari Civitas Akademika INAIFAS, salah satunya ada: Dekan Fakultas Syariah Gus Zuhairuz Zaman, B, Sc., MH selaku Pemateri Sejarah Hukum Keluarga Islam. Bapak Beni Azhari, MH. Dosen Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah yang sekaligus menjadi staff di KUA Kec.Panti juga menjadi pemateri Ruang lingkup hukum keluarga & prospek kerja mahasiswa hukum keluarga.

Materi Psikologi Hukum Keluarga Islam yang di isi oleh Ibu Minhajul Abidah, S. HI., MH selaku dosen Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah yang juga salah satu Aktivis Perempuan di Banom NU.

Lebih lanjut, Gus Zuhairuz Zaman, B, Sc., MH selaku Dekan Fakultas Syariah, kegiatan ini dirasa sangat positif khususnya untuk mendobrak Kapabilitas yang di miliki oleh Prodi Ahwal Al-Syakshiyyah karna sejauh sejak berdirinya prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah masih belum ada kegiatan ekstra semacam ini yang bersifat mengembangkan Kualitas Mahasiswa.

“Harapan saya selaku dekan kegiatan ini dapat berjalan di tiap tahunnya dan tidak hanya di Prodi Ahwal Al-Syakhshiyyah saja tapi juga di Prodi lain di Kampus INAIFAS. Selain itu, semoga HMPS AS INAIFAS dapat mengadakan kegiatan lainnya yang sekiranya baik dan bermanfaat bagi Mahasiswa dan juga Kampus” Pungkasnya.

Tingkatkan Keilmuan dan Penalaran, HMPS AS INAIFAS Gelar Diskusi Pranikah untuk Mahasiswa

Tingkatkan Keilmuan dan Penalaran, HMPS AS INAIFAS Gelar Diskusi Pranikah untuk Mahasiswa

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ahwal Al-Syakshiyyah (HMPS AS) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) menggelar Diskusi Pranikah bertajuk “Paradigma Mahasiswa Hukum Keluarga dalam Menyikapi Nikah Siri di Era Kontemporer”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, bertempat di Aula Kampus II INAIFAS (Pondok Putri) dan melalui live streaming Instagram @hmps_as_inaifas, Rabu sore (06/10).

M. Anamul Izza selaku Koordinator Bidang Keilmuan dan Penalaran HMPS AS INAIFAS menjelaskan bahwa HMPS merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi/jurusan yang mempunyai tugas pokok untuk mengembangkan serta mewadahi minat dan bakat mahasiswa di program studi/jurusan tersebut, serta menyelerenggakan kegiatan ekstrakulikuler salah satunya yang bersifat keilmuan dan penalaran sesuai dengan program studi/jurusan yang ditempuh.

Menurutnya, mahasiswa hukum keluarga di era sat ini, memang sudah seharusnya memiliki integritas dalam bidang program studi yang ia tempuh. Pasalnya, sudah bukan waktunya lagi mahasiswa tidak memiliki integritas pada bidangnya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan diskusi ini mahasiswa hukum keluarga mampu berdialektika seputar pernikahan dengan cara mengkomparasikan dengan fenomena yang terjadi saat ini di tengah masyarakat” Terangnya.

Lebih lanjut, Ketua HMPS AS INAIFAS Mella Aulya menambahkan bahwa tujuan diadakanya Diskusi Pranikah yaitu ; 1. Menambah pengetahuan serta wawasan mahasiswa ahwal al-syakhshiyyah 2. Melatih nalar kritis mahasiswa hukum keluarga 3. Mahasiswa up-todate dengan isu-isu terkini khususnya yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Tentunya, kegiatan ini adalah sebagai penopang amunisi keilmuan mahasiswa AS/HKI di luar jam perkuliahan khususnya di pondok putri” Katanya.

Sementara Qurrotul Ainiyah, M.Sy selaku narasumber pada acara tersebut menjelaskan hakikat dari pernikahan yaitu untuk menuju kepada sakinnah, mawaddah serta warahmah.  Selain itu, pernikahan juga tentang Hablumminnas (hubungan antar sesama manusia baik laki-laki maupun perempuan) serta Hablumminallah (hubungan manusia dengan Tuhan-Nya).

“Pernikahan siri merupakan pernikahan sah secara agama namun tidak sah secara negara karena tidak tercatat pada negara” Jelas Qurroutul.

Dalam hal ini, lanjutnya pernikahan siri diperbolehkan ketika memang untuk menjadi batu loncatan (menjauhi dari fitnah), untuk mencegah seks bebas. Selain itu, ketika memang mau menikah siri ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yakni tentang kafa`ah (kesepadanan), latar belakang dari pasangan yang akan melangsungkan pernikahan serta tujuan dari pernikahan siri tersebut.

Hal yang perlu digaris bawahi dari pernikahan siri itu yakni meluruskan niat, semisal menikah siri pada posisi poligami serta pernikahan dini. Dalam hal ini, yang paling di rugikan adalah seorang perempuan. Dikarenakan dalam konteks poligami: semisal perempuan tersebut disembunyikan identitasnya di karenakan sang suami  hanya memanfaatkan dia dari segi biologis ataupun hanya dijadikan simpanan maka hal tersebut cukup merugikan perempuan.

“Maka dari itu, lebih baik menghindari pernikahan siri, pertimbangkan maslahah serta mudhorotnya. Jangan melakukan nikah siri, apabila kita lebih tahu mudhorotnya” Tambahnya

Selain itu, dari konteks pernikahan dini belum ada kesiapan dari segi kesehatan reproduksinya maka, dalam hal ini lagi-lagi yang paling dirugikan adalah perempuan.

“Namun apabila sebagai batu loncatan (untuk menghindari fitnah) maka kafa`ah atau kesepadanan menjadi hal yang sangat diperlukan” Pungkasnya.

Penulis : Mella Aulya
Foto : Bidang Media dan Informasi HMPS AS