Isi Waktu Ngabuburit, HMPS PGMI INAIFAS Gelar Ngobrol Ilmiah

Isi Waktu Ngabuburit, HMPS PGMI INAIFAS Gelar Ngobrol Ilmiah

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong menggelar acara Ngobrol Ilmiah dengan tema “Pengembangan Soft Skill Mahasiswa Calon Guru”, Selasa sore, (12/04).

Acara yang digelar di Cafe D’Dream Wonorejo, Kencong itu di mulai pukul 14.30 hingga menjelang berbuka puasa.

Rangkaian acara yang pertama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars INAIFAS dan Mars PGMI. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua HMPS PGMI Periode 2021/2022, Kaprodi PGMI dan Dekan Fakultas Tarbiyah.

Dalam sambutannya, Ketua HMPS PGMI INAIFAS Vindi Utami Abda menyampaikan bahwa penting kiranya seorang mahasiswa mengenali bakat yang ada didalam dirinya, sebab sebagai seorang pendidik tidak hanya dituntut untuk memahami skill terkait mengajar dan mendidik.

“Namun, lebih dari itu seorang pendidik juga diharapkan mampu menguasai skill yang banyak dibutuhkan oleh dunia modern kini maka tiada hal lain yang perlu dilakukan selain mempersiapkan diri sejak dini,” kata Vindi.

Kaprodi PGMI INAIFAS, Mar’atus Sholihah, M.Pd mengatakan pada ngobrol ilmiah yang diadakan secara perdana ini bisa kita dapati informasi mengenai pentingnya seorang mahasiswa terus mengupgrade diri.

“Sebab semakin berkembangnya dunia modern ini, maka akan semakin besar pula tantangan yang akan dihadapi,” ucapanya

Dalam acara tersebut dihadiri oleh dua narasumber yakni Ibu Rizqiyah Ratu Balqis, M.Pd selaku dosen PGMI dan Moh. Ferdi Hasan, S.Pd. alumni PGMI INAIFAS yang sangat aktif dan inspiratif. Pembahasan soft skill ini dikupas tuntas untuk mahasiswa dan calon guru oleh kedua narasumbernarasumber.

Menurut Rizqiyah Ratu Balqis, berbicara tentang skill terbagi menjadi dua yaitu hard skill dan soft skill. Hard skill lebih kepenguasaan komputer atau komponen yang sifatnya perangkat lunak, sedangkan soft skill lebih ke kemampuan atau bakat dari diri sendiri.

“Menjadi seorang mahasiswa tidak hanya cerdas intelektual saja, tetapi mahasiswa juga diharapkan mempunyai skill yang lainnya seperti public speaking, berpikir kritis, self confidence atau percaya diri,” ucap perempuan yang akrab disapa bu Balqis itu.

Dirinya mengingatkan kepada semua mahasiswa untuk mengambil kesempatan yang ada di depan mata, sekecil apapun itu.

Bertindak sebagai narasumber kedua, Moh Ferdi Hasan, S.Pd juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki skill, bakat dan minat yang berbeda. Disebut juga dengan multiple intelligence yang merupakan kecerdasan setiap orang.

“Dalam multiple intelligence terdapat sembilan kecerdasan yang berbeda. Sebagai mahasiswa kita harus mengasah skill-skill yang ada dalam diri kita, belajar dari hal-hal sederhana membuat karya tulis atau berkecimpung pada organisasi,” tegas Ferdi.

Peserta ngobrol ilmiah dihadiri oleh 37 peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, tamu undangan, dan para dosen. Acara tersebut ditutup dengan ramah tamah dan buka puasa bersama.

HMPS PGMI INAIFAS Hadiri MUSDA IMPI Ke V Jawa Timur

HMPS PGMI INAIFAS Hadiri MUSDA IMPI Ke V Jawa Timur

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) menghadiri Musyawarah Daerah (MUSDA) Ke-V IMPI Jawa Timur, pada Minggu (27/03).

Acara yang dikemas dengan seminar pendidikan dengan tema “Peran Guru Madrasah dalam Memanfaatkan Teknologi sebagai Media Pembelajaran Kreatif di Era 5.0” tersebut bertempat di GKT UIN KH. Achmad Shiddiq Jember.

Vindy Utami Abda, Ketua HMPS PGMI INAIFAS mengatakan acara tersebut memberikan kesan yang sangat spesial untuk HMPS PGMI INAIFAS, begitu banyak ilmu, pengalaman, dan pelajaran yang didapat dalam kegiatan ini.

“Tidak hanya itu, juga dapat membuat solidaritas antar HMPS PGMI se-Jawa Timur semakin meningkat dan tentunya semakin mempermudah HMPS PGMI INAIFAS untuk menjalin relasi dan memperkenalkan kampus INAIFAS pada seluruh peserta MUSDA,” tuturnya.

Salsabila Koordinator Wilayah (KORWIL) IMPI Jawa Timur mengatakan program kerja yang akan disampaikan oleh perwakilan setiap HMPS/HMP/HMJ ini nantinya akan dimasukkan dalam daftar program kerja yang dapat dikolaborasikan dengan IMPI.

“Sehingga kami disini sebagai pengurus IMPI sangat mendukung serta berharap dapat menjadi fasilitator program kerja yang telah ditentukan tersebut dapat kemudian terlaksana,” ungkapnya.

Musyawarah daerah tersebut merupakan forum awal pengenalan mahasiswa PGMI terkait IMPI, sehingga suasananya masih tidak terlalu mencekam. “Berbeda halnya ketika Musyawarah Wilayah berlangsung, atmosfer pun akan berbeda pula,” tambah Salsabila.

Dalam forum Musyawarah Daerah ini pula HMPS PGMI INAIFAS berkesempatan untuk mempresentasikan program kerja unggulan serta program 3 bulan mendatang.

Hal ini tentu menjadi bagian dari informasi yang bermanfaat untuk HMPS PGMI INAIFAS, sebab dengan demikian nantinya HMPS PGMI dapat mempersiapkan ide /gagasan apa yang dapat di usung dalam Musyawarah Tingkat Wilayah (MUSWIL) yang akan dilaksanakan pada tahun ini.

Ketua Umum IMPI Pusat, Ikhwani mengatakan sebuah organisasi yang ada beserta program kerja yang telah terencana akan dengan mudah terlaksana apabila orang-orang didalam organisasi tersebut sama-sama bahu membahu melaksana kerja-kerja organisasasi.

“Sehingga maju atau mundurnya sebuah organisasi tergantung pada bagaimana orang-orang yang berada didalamnya menjalankan tanggung jawab tersebut, maka tetaplah berjuang maju mundurnya organisasi itu biasa yang terpenting jangan sampai stagnan,” katanya.

Musyawarah Daerah tersebut dihadiri oleh Ikhwani selaku ketua IMPI Pusat, Salsabila selaku sekretaris Koordinator Pusat (KORPUS), dan Salsabila selaku Koordinator Wilayah (KORWIL) Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, HMPS PGMI INAIFAS diwakili oleh 7 delegasi mahasiswa diantaranya Vindi Utami Abda selaku ketua HMPS PGMI INAIFAS, Zaenah Al-Maromi selaku Sekretaris, Siti Nur Layla selaku ketua bidang pendidikan dan Umi Nihayah, Abdul Adhim serta Monika selaku anggota.

Musyawarah Daerah ini memberikan kesan yang luar biasa, besar harapan kemudian forum-forum IMPI dapat terlaksana di kampus INAIFAS Kencong Jember sebagai bentuk representasi mahasiswa PGMI untuk IMPI solidaritas.

HMPS PAI INAIFAS Umumkan Tiga Finalis Essay Competition Tahun 2022

HMPS PAI INAIFAS Umumkan Tiga Finalis Essay Competition Tahun 2022

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong mengumumkan 3 finalis terbaik Kompetisi Esai Tahun 2022.

Pengumuman tiga finalis tersebut diumumkan melalui akun resmi media sosial Instagram @hmpspai_inaifas. Jum’at pagi, (25/03).

Siti Fatimatus Zahro, Ketua HMPS PAI INAIFAS mengucapkan selamat kepada para peserta yang meraih juara 1, 2 dan 3, tetap semangat dan jangan pernah puas dengan prestasi yang sudah didapat.

“Untuk yang belum beruntung jangan berkecil hati, masih ada event yang akan kita selenggarakan di lain waktu,” kata Fatim.

Fatim mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasinya mengikuti Kompetisi Esai HMPS PAI INAIFAS Tahun 2022.

“Terimakasih atas partisipasi adik-adik siswa-siswi SMA/SMK/MA se-Gerbangmasku, semoga dapat dipertemukan kembali ke next perlombaan, jangan lupa setelah lulus sekolah, kuliah di Kampus INAIFAS” tambahnya.

Iin Safira selaku ketua panitia Kompetisi Esai HMPS Pendidikan Agama Islam INAIFAS memaparkan ada tiga sub tema yang dilombakan dalam Kompetisi Esai tersebut di antaranya Pendidikan, Keagamaan dan Sosial.

“Alhamdulillah, setelah melalui tahap penjurian dan screening, panitia secara resmi memutuskan 3 finalis terbaik,” terang Safira.

Juara ketiga diraih oleh Diah Dwi Puspitasari siswi delegasi MA Irsyadun Nasyi’in Kasiyan Timur, Puger.

Disusul juara kedua siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Miko Dwi Firmansyah.

Sementara juara pertama diraih oleh Ramadhani Syah Al Farisi, siswa MA Sunan Ampel Gumukmas.

Tiga finalis tersebut berhak mendapatkan hadiah sertifikat, medali dan uang pembinaan.

Total peserta yang mengikuti Kompetisi Esai tersebut adalah 20 peserta berasal dari SMA/SMK/MA se-Gerbangmasku meliputi Puger, Jombang, Gumukmas, Kencong dan Umbulsari.

HMPS BKPI INAIFAS, Adakan Seminar Konseling

HMPS BKPI INAIFAS, Adakan Seminar Konseling

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong menggelar Seminar Konseling bertajuk “Menghadapi Berbagai Problematika Bimbingan dan Konseling dalam Membentuk Karakter Siswa” pada Sabtu sore (19/03/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula INAIFAS, Jalan Semeru No.09 Kencong, Jember, Jawa Timur dengan mendatangkan dua narasumber yakni Yudha Permana, S.Psi., M.Si. Dosen IAI Darussalam Banyuwangi dan Drs. Adi Sujono Guru BK SMA Negeri 1 Kencong.

Ketua HMPS BKPI INAIFAS Dian Mauliddia mengatakan setiap siswa pasti memiliki beragam permasalahan saat di sekolah. Sebagai guru pembimbing atau konselor sekolah maka perlu memahami karakter setiap siswa dan juga berbagai kepribadiannya yang berbeda-beda.

“Sehingga nantinya memudahkan kita dalam menangani permasalahan siswa saat di sekolah”

Dian menambahkan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk bekal nantinya saat terjun ke lembaga, yang kedua membentuk kualitas konselor sekolah yang profesional dan yang terakhir yaitu menambah wawasan konselor sekolah dan guru pendidikan dalam menanamkan pendidikan berkarakter.

Dikonfirmasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan prosesi penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghormatan kepada para demisioner ketua HMPS BKPI.

Di antaranya kepada Alm. Mujib Ridwan di wakili oleh M. Riko Purwanto, M. Abdurrohim Jawawi dan yang terakhir cinderamata untuk Dian Mauliddia sebagai Ketua HMPS BKPI yang sedang menjabat saat ini.

Essay Competition HMPS PAI INAIFAS Tahun 2022

Essay Competition HMPS PAI INAIFAS Tahun 2022

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong menyelenggarakan Kompetisi Esai Tahun 2020.

Secara resmi, opening ceremony dilakukan secara virtual dengan seluruh peserta dari SMA/SMK/MA wilayah Gerbangmasku, melalui Zoom Meeting, Selasa siang (15/03).

Siti Fatimatus Zahro, Ketua HMPS PAI INAIFAS mengatakan maksud dan tujuan menyelenggarakan kegiatan tersebut adalah untuk memanfaatkan waktu libur kampus dan juga menjadi sarana untuk menyambut Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2022 mendatang.

“Tidak hanya itu, juga memberikan wadah untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan dalam menulis karya tulis ilmiah untuk adik-adik siswa tingkat SLTA se-Gerbangmasku”, ujarnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan tema yg diangkat “Implementasi Pelajar Inovatif dan Kreatif Masa Kini dan Nanti” jadi seorang pelajar tugasnya tidak hanya berangkat mendengarkan dikelas, mengerjakan tugas, tapi seorang pelajar harus bisa memanfaatkan dan mengembangkan sesuatu yang sudah di anugerahkan oleh Allah SWT yang ada pada dirinya.

“Seorang pelajar juga harus kreatif tidak hanya saat ini saja akan tetapi di masa yang akan datang”, tambahnya.

Iin Safira selaku ketua panitia Kompetisi Esai HMPS Pendidikan Agama Islam INAIFAS memaparkan sasaran lomba tersebut diperuntukkan kepada siswa-siswi SMA/SMK/MA wilayah Gerbangmasku meliputi 5 kecamatan yakni Puger, Jombang, Gumukmas, Kencong dan Umbulsari.

“Ada tiga sub tema dalam Kompetisi Esai tersebut di antaranya Pendidikan, Keagamaan dan Sosial”, jelas Safira.

Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) INAIFAS Mila Agustin menyambut baik dengan adanya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan itu bisa memberikan efek positif bagi kampus dalam PMB 2022.

“Saya ucapakan selamat berkompetisi dan berkarya. Sebagaimana kata Pramoedya Ananta Toer ; Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian,”ungkap Mila mahasiswa semester akhir itu.

Dikonfirmasi pendaftaran peserta dibuka sejak 14 Februari hingga 14 Maret 2022. Batas pengumpulan karya 15 Maret 2022, dilanjutkan penjurian 16-17 Maret 2022 dan screening 10 finalis 18 Maret 2022.

Pengumuman peserta akan diumumkan pada tanggal 19 Maret 2022. Dipilih tiga peserta terbaik dengan hadiah sertifikat, medali dan uang pembinaan.

Prodi PBA INAIFAS Adakan Seminar Nasional

Prodi PBA INAIFAS Adakan Seminar Nasional

Bagikan sekarang

Oleh: Asni Furoidah M.Pd.I (Dosen Pendidikan Bahasa Arab)

Hari Ahad 06 Februari 2022 kemarin, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab menyelenggarakan kegiatan seminar nasional bertajuk “Formulasi Pembelajaran Bahasa Arab Efektif & Sistematis” bertempat di Aula Kampus II INAIFAS.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan khalayak umum. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan kepada mahasiswa PBA bahwasanya pembelajaran bahasa Arab bisa dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan di manapun.

Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag saat menyampaikan materi

Pemateri yang dihadirkan dalam seminar tersebut adalah Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag (Founder Metode Al-Bidayah), Nor Holis Bin Nafsah, B.Sc., M.Pd (Dosen PBA INAIFAS).

Dalam acara pembukaan, Bapak Fina Aunul Kafi, M.Pd.I selaku Kaprodi PBA menyampaikan bahwa selain kegiatan ilmiah juga sebagai Focus Group Disscusion (FGD) terhadap mahasiswa sebagai ajang peningkatan belajar bahasa Arab secara efektif dan sistematis. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat HMJ-PBA yang siap membantu mensuksekan acara seminar nasional ini.

Materi sesi pertama disampaikan oleh Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag selaku Founder Metode Al-Bidayah, beliau lebih banyak memaparkan konsep pembelajaran bahasa Arab melalui metode al-Bidayah. Dalam hal ini beliau menyampaikan kepada mahasiswa bahwa metode Al-Bidayah adalah salah satu metode pembelajaran gramatikal bahasa Arab yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Bidayah yang berada di kecamatan Kaliwates, kabupaten Jember. Metode ini cenderung berbeda dengan metode pembelajaran bahasa Arab lainnya karena hasil inovasi langsung dari pengasuh pesantren tersebut. Metode ini mengutamakan peletakan bab dan materi yang berurut dengan tujuan memudahkan peserta didik dalam belajarnya. Karena banyak metode yang kita jumpai dengan peletakan meterinya yang tidak sesuai sehingga sangat sulit untuk dipahami dan akan membuat peserta didik malas dan bosan untuk mempelajarinya.

Metode ini sistematis. Sistematis dapat diterjemahkan dengan materi tentang kalimah/kata (isim, fiil dan huruf) baik terkait dengan definisi, ciri-ciri dan pembagiannya harus diajarkan terlebih dahulu secara tuntas sebelum mempelajari materi tentang irob, baik terkait dengan definisi, macam, jenis, marfuatul asma, manshubatul asma dan majrurotul asma harus terlebih dahulu dikuasai secara tuntas sebelum masuk pada pembahasan jumlah. Mengabaikan urutan materi diatas berarti tidak sistematis. Kedua, sistematis dapat juga diterjemahkan dengan: materi pra-syarat yang harus diajarkan terlebih dahulu sebelum masuk pada materi inti. Tidak mengajarkan materi pra-syarat terlebih dahulu sebelum masuk pada materi inti berarti tidak sistematis.

Dalam prakteknya, beliau sering menyampaikan nasehat kepada pada santri dan muridnya Sempatkan waktumu untuk membaca! karena dengan membaca, pengetahuanmu akan bertambah. Selain itu beliau juga banyak menghasilkan karya tulis yang masyhur dikalangan pelajar dan mahasiswa diantaranya adalah Teori Dasar Nahwu & Sharf, Aplikasi Irab, Ringkasan Teori Dasar Ilmu Nahwu dan masih banyak lagi karya-karya beliau terkait pembelajaran bahasa Arab. Beliau juga membimbing langsung para santrinya dalam belajar bahasa Arab, karena guru senior lebih berpengalaman dalam bidang kelimuan.

Nor Holis Bin Nafsah, B.Sc., M.Pd. saat menyampaikan materi

Materi kedua disampaikan oleh Ustadz Nor Holis Bin Nafsah, B.Sc., M.Pd selaku dosen PBA INAIFAS. Beliau menceritakan pengalaman studi selama di Yaman. Beliau menyampaikan bahwa belajar bahasa Arab tidak harus dibangku kuliah saja, siapapun dan umur berapapun bisa belajar asalkan ada niat. Teringat ketika beliau bertemu salah seorang perempuan dengan pakaian yang menurutnya kekurangan bahan (feminim.red), beliau berkata dengan logat bahasa Arab Yamani yang menurut beliau sendiri agak sulit dan jauh berbeda pemaknaannya dari logat Arab lainnya. Namun ternyata si perempuan tadi mengerti dan faham apa yang dibicarakan oleh Ustdz Nor Holis tadi. Singkat cerita, ternyata si perempuan dengan pakaian feminim tadi adalah seorang TKW yang sudah lama bekerja di Yaman. Kemahiran berbicara bahasa Arab terbentuk dari pola kebiasaan yang harus dilakukan sebagai seorang TKW walaupun kemahiran itu tidak dibarengi dengan susunan gramatika bahasa dan komponen-komponen lainnya.

Di akhir pembicaraan, beliau menyampaikan sebuah keinginan atau impian yang belum terlaksana hingga saat ini yaitu membangun sebuah pondok atau kampung kecil yang dikhususkan untuk belajar bahasa Arab. Semoga niat baik ini dimaqbulkan oleh Allah SWT, amin.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang positif dari para mahasiswa, ini dilihat dari peserta yang bertanya dan memberikan komentar pada kegiatan tersebut. Dan peserta berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali di lain waktu agar pemahaman bahasa Arab mereka semakin bertambah dan barokah.

Salam PBA Bravo!!