Tingkatkan Keilmuan dan Penalaran, HMPS AS INAIFAS Gelar Diskusi Pranikah untuk Mahasiswa

Tingkatkan Keilmuan dan Penalaran, HMPS AS INAIFAS Gelar Diskusi Pranikah untuk Mahasiswa

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ahwal Al-Syakshiyyah (HMPS AS) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) menggelar Diskusi Pranikah bertajuk “Paradigma Mahasiswa Hukum Keluarga dalam Menyikapi Nikah Siri di Era Kontemporer”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, bertempat di Aula Kampus II INAIFAS (Pondok Putri) dan melalui live streaming Instagram @hmps_as_inaifas, Rabu sore (06/10).

M. Anamul Izza selaku Koordinator Bidang Keilmuan dan Penalaran HMPS AS INAIFAS menjelaskan bahwa HMPS merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi/jurusan yang mempunyai tugas pokok untuk mengembangkan serta mewadahi minat dan bakat mahasiswa di program studi/jurusan tersebut, serta menyelerenggakan kegiatan ekstrakulikuler salah satunya yang bersifat keilmuan dan penalaran sesuai dengan program studi/jurusan yang ditempuh.

Menurutnya, mahasiswa hukum keluarga di era sat ini, memang sudah seharusnya memiliki integritas dalam bidang program studi yang ia tempuh. Pasalnya, sudah bukan waktunya lagi mahasiswa tidak memiliki integritas pada bidangnya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan diskusi ini mahasiswa hukum keluarga mampu berdialektika seputar pernikahan dengan cara mengkomparasikan dengan fenomena yang terjadi saat ini di tengah masyarakat” Terangnya.

Lebih lanjut, Ketua HMPS AS INAIFAS Mella Aulya menambahkan bahwa tujuan diadakanya Diskusi Pranikah yaitu ; 1. Menambah pengetahuan serta wawasan mahasiswa ahwal al-syakhshiyyah 2. Melatih nalar kritis mahasiswa hukum keluarga 3. Mahasiswa up-todate dengan isu-isu terkini khususnya yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Tentunya, kegiatan ini adalah sebagai penopang amunisi keilmuan mahasiswa AS/HKI di luar jam perkuliahan khususnya di pondok putri” Katanya.

Sementara Qurrotul Ainiyah, M.Sy selaku narasumber pada acara tersebut menjelaskan hakikat dari pernikahan yaitu untuk menuju kepada sakinnah, mawaddah serta warahmah.  Selain itu, pernikahan juga tentang Hablumminnas (hubungan antar sesama manusia baik laki-laki maupun perempuan) serta Hablumminallah (hubungan manusia dengan Tuhan-Nya).

“Pernikahan siri merupakan pernikahan sah secara agama namun tidak sah secara negara karena tidak tercatat pada negara” Jelas Qurroutul.

Dalam hal ini, lanjutnya pernikahan siri diperbolehkan ketika memang untuk menjadi batu loncatan (menjauhi dari fitnah), untuk mencegah seks bebas. Selain itu, ketika memang mau menikah siri ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yakni tentang kafa`ah (kesepadanan), latar belakang dari pasangan yang akan melangsungkan pernikahan serta tujuan dari pernikahan siri tersebut.

Hal yang perlu digaris bawahi dari pernikahan siri itu yakni meluruskan niat, semisal menikah siri pada posisi poligami serta pernikahan dini. Dalam hal ini, yang paling di rugikan adalah seorang perempuan. Dikarenakan dalam konteks poligami: semisal perempuan tersebut disembunyikan identitasnya di karenakan sang suami  hanya memanfaatkan dia dari segi biologis ataupun hanya dijadikan simpanan maka hal tersebut cukup merugikan perempuan.

“Maka dari itu, lebih baik menghindari pernikahan siri, pertimbangkan maslahah serta mudhorotnya. Jangan melakukan nikah siri, apabila kita lebih tahu mudhorotnya” Tambahnya

Selain itu, dari konteks pernikahan dini belum ada kesiapan dari segi kesehatan reproduksinya maka, dalam hal ini lagi-lagi yang paling dirugikan adalah perempuan.

“Namun apabila sebagai batu loncatan (untuk menghindari fitnah) maka kafa`ah atau kesepadanan menjadi hal yang sangat diperlukan” Pungkasnya.

Penulis : Mella Aulya
Foto : Bidang Media dan Informasi HMPS AS

Usung Tema “Transformasi Organisasi : Akselerasi dan Kolaborasi”, SEMA INAIFAS Bakal Gelar Kongres Mahasiswa Ke-II

Usung Tema “Transformasi Organisasi : Akselerasi dan Kolaborasi”, SEMA INAIFAS Bakal Gelar Kongres Mahasiswa Ke-II

Bagikan sekarang

Organisasi yang produktif, memiliki visi dan misi yang terarah merupakan konsep yang harus menjadi pedoman utama dalam proses perjalanan suatu organisasi.

Penguatan SDM (Mahasiswa) secara skill, intelektual dan kemandirian menjadi tolak ukur keberhasilan dalam proses berorganisasi. Setiap zaman atau massa pasti memiliki pengalaman dan kondisi yang berbeda-beda. Maka, perlu dan sangat diharapkan formula-formula baru untuk selalu menyegarkan sistem organisasi yang lebih baik.

Hal itu dibenarkan oleh Habib Aziz Ar Rozi selaku Ketua Komisi A (Bidang Legislasi) Senat Mahasiswa INAIFAS Kencong pada saat wawancara melalui sambungan telepon seluler. Sabtu malam, (26/09).

“Melalui akselerasi dan kolaborasi yang matang, maka diharapkan akan menghasilkan suatu inovasi untuk menjawab tantangan organisasi kedepan” Terangnya.

Sebagai organisasi intra kampus yang merupakan kelengkapan non-struktural dari INAIFAS menjadi ruang pengembangan kapasitas dan aktualisasi diri mahasiswa kearah perluasan wawasan, peningkatan penalaran, pengembangan minat dan bakat, keahlian dalam manajemen dan organisasi, serta peningkatan integritas kepribadian.

Lebih lanjut, Ketua Senat Mahasiswa, Siti Qomariah menjelaskan bahwa tujuan pokok organisasi kemahasiswaan adalah mendorong mahasiswa INAIFAS menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan ilmu keislaman, teknologi, dan/atau seni yang berlandaskan islam Ahlusunnah Wal Jama`ah An-Nahdliyah.

“Selain itu, juga mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan
pemberdayaan potensi, taraf hidup masyarakat, dan memperkaya kebudayaan yang berlandaskan islam dan berwawasan kebangsaan” Tuturnya.

Kongres Mahasiswa Ke-II akan diselenggarakan pada tanggal 27-28 September 2021 di Kampus Induk INAIFAS, Jalan Semeru No.09 Kencong, Jember, Jawa Timur.

Sebagaimana yang tertuang di dalam SK Rektor No.223 Tentang Pendoman Organisasi Kemahasiswaan INAIFAS Kencong Jember Tahun 2020 bahwa Kongres Mahasiswa berfungsi untuk :
a. Membahas dan menetapkan tata tertib Kongres Mahasiswa Institut.
b. Membahas dan menetapkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus SEMA-Institut dan DEMA
Institut.
c. Membahas dan menetapkan GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) SEMA-Institut dan DEMA-Institut.
d. Membahas dan menetapkan GBHK (Garis Besar Haluan Kerja) SEMA-Institut dan DEMA-Institut.
e. Membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Institut
d. Merumuskan dan menetapkan rekomendasi Kongres Mahasiswa Institut.

Kongres Mahasiswa merupakan forum normatif tertinggi organisasi di tingkatan Institut. Anggota/Peserta Kongres Mahasiswa adalah pengurus SEMA, DEMA, HMPS, UKM/UKK di lingkungan INAIFAS.