Mahasiswa Penerima KIP Hadiri Pelatihan MTU

Mahasiswa Penerima KIP Hadiri Pelatihan MTU

Bagikan sekarang

Para penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) INAIFAS Kencong-Jember turut andil menjadi peserta dalam Pelatihan Non Institusional (MTU).

Program ini merupakan bagian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keterampilan “Basic Office” yang akan berlangsung selama 20 hari. Peserta pelatihan tersebut juga berasal dari anggota Serikat Pengusaha Laskar Sholawat (SPLS) dan mahasiswa dari kampus lain.

“Pelatihan ini tidak hanya boleh diikuti oleh kalangan anak muda saja, tetapi juga orang tua. Tentu saja diperbolehkan karena zaman sekarang penggunaan media elektronik sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan masyarakat terutama dalam lingkungan kerja” tutur ketua pelaksana diklat Bapak Saiful.

Di zaman yang cenderung mengutamakan otak daripada tenaga manusia, masyarakat khususnya generasi muda dituntut untuk berkreasi di bidang IT.

“Penguasaan alat-alat sekaligus pengetahuan mengenai IT harus dimiliki oleh seluruh generasi, karena dapat membuka jendela dunia,” begitu pemaparan dari Bapak Agus Suyitno, Perwakilan dari tim BLK sekaligus membuka acara tersebut pada kamis, 7 Oktober 2021, di aula PCNU Kencong.

Ginanjar Adi Saputra, staf rektorat INAIFAS yang menjadi koordinator mahasiwa penerima KIP, menjelaskan apabila puluhan penerima beasiswa yang dulu disebut Bidik Misi ini didorong untuk bisa mengembangkan potensi dan kemampuan berbasis teknologi.

“Eman-eman kalau sekadar punya hape dan laptop tapi tidak dikembangkan ke arah yang lebih positif.” katanya. (GAS)

Pramuka INAIFAS Gelar Musdega

Pramuka INAIFAS Gelar Musdega

Bagikan sekarang

Pramuka Racana KH. Jauhari Zawawi Ny. Hj. Zuhriyah INAIFAS Kencong-Jember menggelar acara dengan tajuk “MUSDEGA VI”.

“Musdega merupakan acara yg dilaksanakan setiap setahun sekali dengan tujuan mengubah reformasi kepengurusan untuk membuat program kerja dan meninjau ulang PD/PL tahun 2021/2022.” terang Demisioner Ketua Dewan Racana Putra 2019/2020 yang biasa disapa Kak Arifan.

Pelaksanaan musdega tahun ini digelar tepat pada tanggal 2 Oktober 2021 bertempat di MTs Arrahman Kedunglangkap, Kencong.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Racana dan tamu undangan yakni para alumni Pramuka INAIFAS.

Setelah PD/PL disahkan, dilanjut acara pada tanggal 3 Oktober 2021 yakni Pendemisioneran Ketua Dewan Racana Putra dan Putri yang kemudian beranjak pada acara pemilihan Ketua Dewan Racana yang baru oleh tim Formatur.

Selain acara Pendemisioneran dan Pemilihan Ketua Dewan Racana yg baru, tanggal 3 Oktober juga merupakan hari lahir Racana KH. Jauhari Zawawi Ny. Hj. Zuhriyah yg disebut dengan Dies Maulidia. Acara tersebut berlangsung dengan hikmat disertai untaian doa dengan harapan Racana INAIFAS dapat lebih baik ke depannya. (Adm.)

Tingkatkan Keilmuan dan Penalaran, HMPS AS INAIFAS Gelar Diskusi Pranikah untuk Mahasiswa

Tingkatkan Keilmuan dan Penalaran, HMPS AS INAIFAS Gelar Diskusi Pranikah untuk Mahasiswa

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ahwal Al-Syakshiyyah (HMPS AS) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) menggelar Diskusi Pranikah bertajuk “Paradigma Mahasiswa Hukum Keluarga dalam Menyikapi Nikah Siri di Era Kontemporer”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara hybrid, bertempat di Aula Kampus II INAIFAS (Pondok Putri) dan melalui live streaming Instagram @hmps_as_inaifas, Rabu sore (06/10).

M. Anamul Izza selaku Koordinator Bidang Keilmuan dan Penalaran HMPS AS INAIFAS menjelaskan bahwa HMPS merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat program studi/jurusan yang mempunyai tugas pokok untuk mengembangkan serta mewadahi minat dan bakat mahasiswa di program studi/jurusan tersebut, serta menyelerenggakan kegiatan ekstrakulikuler salah satunya yang bersifat keilmuan dan penalaran sesuai dengan program studi/jurusan yang ditempuh.

Menurutnya, mahasiswa hukum keluarga di era sat ini, memang sudah seharusnya memiliki integritas dalam bidang program studi yang ia tempuh. Pasalnya, sudah bukan waktunya lagi mahasiswa tidak memiliki integritas pada bidangnya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan diskusi ini mahasiswa hukum keluarga mampu berdialektika seputar pernikahan dengan cara mengkomparasikan dengan fenomena yang terjadi saat ini di tengah masyarakat” Terangnya.

Lebih lanjut, Ketua HMPS AS INAIFAS Mella Aulya menambahkan bahwa tujuan diadakanya Diskusi Pranikah yaitu ; 1. Menambah pengetahuan serta wawasan mahasiswa ahwal al-syakhshiyyah 2. Melatih nalar kritis mahasiswa hukum keluarga 3. Mahasiswa up-todate dengan isu-isu terkini khususnya yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Tentunya, kegiatan ini adalah sebagai penopang amunisi keilmuan mahasiswa AS/HKI di luar jam perkuliahan khususnya di pondok putri” Katanya.

Sementara Qurrotul Ainiyah, M.Sy selaku narasumber pada acara tersebut menjelaskan hakikat dari pernikahan yaitu untuk menuju kepada sakinnah, mawaddah serta warahmah.  Selain itu, pernikahan juga tentang Hablumminnas (hubungan antar sesama manusia baik laki-laki maupun perempuan) serta Hablumminallah (hubungan manusia dengan Tuhan-Nya).

“Pernikahan siri merupakan pernikahan sah secara agama namun tidak sah secara negara karena tidak tercatat pada negara” Jelas Qurroutul.

Dalam hal ini, lanjutnya pernikahan siri diperbolehkan ketika memang untuk menjadi batu loncatan (menjauhi dari fitnah), untuk mencegah seks bebas. Selain itu, ketika memang mau menikah siri ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yakni tentang kafa`ah (kesepadanan), latar belakang dari pasangan yang akan melangsungkan pernikahan serta tujuan dari pernikahan siri tersebut.

Hal yang perlu digaris bawahi dari pernikahan siri itu yakni meluruskan niat, semisal menikah siri pada posisi poligami serta pernikahan dini. Dalam hal ini, yang paling di rugikan adalah seorang perempuan. Dikarenakan dalam konteks poligami: semisal perempuan tersebut disembunyikan identitasnya di karenakan sang suami  hanya memanfaatkan dia dari segi biologis ataupun hanya dijadikan simpanan maka hal tersebut cukup merugikan perempuan.

“Maka dari itu, lebih baik menghindari pernikahan siri, pertimbangkan maslahah serta mudhorotnya. Jangan melakukan nikah siri, apabila kita lebih tahu mudhorotnya” Tambahnya

Selain itu, dari konteks pernikahan dini belum ada kesiapan dari segi kesehatan reproduksinya maka, dalam hal ini lagi-lagi yang paling dirugikan adalah perempuan.

“Namun apabila sebagai batu loncatan (untuk menghindari fitnah) maka kafa`ah atau kesepadanan menjadi hal yang sangat diperlukan” Pungkasnya.

Penulis : Mella Aulya
Foto : Bidang Media dan Informasi HMPS AS

Kongres Mahasiswa Ke-II INAIFAS : Rekomendasikan Kesadaran Mahasiswa akan Pentingnya Berorganisasi

Kongres Mahasiswa Ke-II INAIFAS : Rekomendasikan Kesadaran Mahasiswa akan Pentingnya Berorganisasi

Bagikan sekarang

Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) sukses menggelar Kongres Mahasiswa Ke-II bertempat di Aula INAIFAS, Jalan Semeru No.09 Kencong, Jember, Jawa Timur. (04/10).

Agenda tahunan bertajuk “Transformasi Organisasi : Akselerasi dan Kolaborasi” tersebut yang direncanakan selama 2 hari, pada akhirnya berlangsung selama satu minggu, tertanggal 27 September 2021 hingga 4 Oktober 2021.

Kongres Mahasiswa merupakan forum kedaulatan tertinggi mahasiswa ditingkatan Institut/Universitas. Peserta Kongres Mahasiswa meliputi pengurus SEMA, DEMA, UKM/UKK dan HMPS di lingkungan kampus INAIFAS.

Hal tersebut disampaikan oleh demisioner Ketua Senat Mahasiswa INAIFAS, Siti Qomariah pada saat di wawancarai melalui sambungan telepon seluler. Senin sore, (04/10).

Ia menjelaskan ada 10 pleno yang dibahas dalam forum tersebut. Diantaranya adalah Pleno 1 Tata Tertib Sidang, Pleno 2 AD/ART DEMA, Pleno 3 AD/ART SEMA, Pleno 4 GBHO/GBHK DEMA, Pleno 5 GBHO/GBHK SEMA, Pleno 6 GBHO Ormawa, Pleno 7 PPTA, Pleno 8 LPJ DEMA dan SEMA, Pleno 9 UU Pemira dan Tatib Pemira, dan Pleno 10 Komisi Rekomendasi.

” Sempat dipending selama 3 hari dikarenakan gedung dipakai untuk perkuliahan, hingga sempat dilanjutkan di gedung PCNU Kencong ” Terangnya.

Lebih lanjut, Nurmaidah selaku demisioner Presiden Mahasiswa DEMA INAIFAS mengatakan bahwa Kongres Mahasiswa tahun ini cukup menguras tenaga dan pikiran. Pasalnya, banyak catatan dan koreksi yang harus dibenahi satu tahun kebelakang terkait keberlangsungan organisasi intra di kampus INAIFAS.

” Hasil rekomendasi Kongres Mahasiswa ini menjadi amanat dan pedoman untuk kepengurusan selanjutnya sebagai bahan evaluasi untuk menuju perbaikan dan keberlanjutan estafet organisasi ” Tuturnya

Sementara Rektor INAIFAS Jember, Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I menyoroti kinerja kepengurusan DEMA dan SEMA serta organisasi dibawah naungannya pada periode ini tentu mengalami perbedaan yang sangat mendasar daripada kepengurusan-kepengurusan sebelumnya.

” Diberlakukannya perkuliahan secara daring yang membuat segala aktivitas kegiatan kemahasiswaan secara tatap muka dibatasi sehingga menghambat beberapa program kerja tidak terealisasi ” Ucapnya.

Akan tetapi meskipun demikian lanjutnya, pihak DEMA dan SEMA serta organisasi intra lainnya harus mampu mempertanggungjawabkan dengan baik kepada mahasiswa dan para pimpinan.

Lebih lanjut, ia menilai beberapa kurun waktu 2 tahun terakhir minat mahasiswa dalam berorganisasi di intra maupun ormek di INAIFAS menurun. Hal itu juga terjadi di beberapa kampus lainnya. Tentu ada beberapa faktor yang melatarbelakangi baik faktor internal maupun eksternal.

Terlepas dari faktor yang melatarbelakanginya, ia menjelaskan bahwa organisasi adalah wadah penggemblengan dan pembelajaran mahasiswa, wadah menyalurkan aspirasi mahasiswa, wadah mengutarakan gagasan, ide dan argumen, wadah melatih manajemen kepemimpinan dan mengasah potensi dan skill yang dimiliki dan lain sebagainya.

“Tentu kita harus yakin dan percaya diri bahwa mahasiswa-mahasiswa organisatoris dan mahasiswa biasa (non organisasi) pasti hasil dan kualitasnya akan berbeda ketika di dunia kerja atau ditengah masyarakat nantinya” Tegas Rektor yang akrab di sapa Gus Rijal.

Banyak segudang dan jutaan manfaat yang didapat melalui organisasi. Oleh karena itu lanjutnya, ia berpesan jangan menyia-nyiakan proses saat menjadi mahasiswa apalagi aktif di organisasi.

“Perbanyak pengalaman, terus berinovasi dan berkarya, perbanyak relasi dan jaringan. Sekali lagi, nikmati proses saat menjadi mahasiswa” Pungkasnya

Sebagaimana fungsinya, sebagai agent of change, iron stock, dan social control, mahasiswa juga diharapkan berperan aktif di dalam sebuah organisasi. Karena skill tidak hanya didapatkan melalui proses belajar-mengajar, namun juga  bisa diperoleh melalui kegiatan organisasi yang positif.

Melalui organisasi, mahasiswa dapat mengembangkan potensi sesuai passion yang ia miliki. Mahasiswa juga akan memiliki akses yang lebih mudah untuk mengikuti kompetisi lewat organisasi. Maka dari itu, organisasi memiliki peran penting dalam upaya mengaktualisasi kemampuan mahasiswa.

Namun sayangnya, tidak banyak mahasiswa yang mau terlibat dalam kegiatan organisasi ataupun kompetisi ilmiah. Hal ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal dalam diri mahasiswa.

Faktor internal adalah faktor yang memengaruhi dalam diri, seperti sikap pragmatis, study-oriented, dan manajemen waktu, serta kegiatan yang buruk. Sikap pragmatis kerap kali menjadi penghambat mahasiswa untuk berproses, karena sikap ini hanya menitikberatkan kepada hasil dan kebermanfaatan saja, sedangkan kehidupan di organisasi bukanlah tentang sesuatu yang menguntungkan saja, melainkan juga tentang pengorbanan. Bagi aktivis kampus, slogan “no pain, no gain” adalah motivasi mereka bertahan di organisasi. Selain itu, sikap pragmatis biasanya timbul dari tidak adanya kemauan untuk berkarya dan berpretasi.

Sedangkan study-oriented  menjadi julukan bagi mahasiswa yang aktivitasnya kuliah-pulang dan hanya berorientasi pada indeks prestasi akademik di bangku perkuliahan saja. Faktor internal lainnya adalah buruknya manajemen waktu dan kegiatan, dimana menjadi aktivis kampus memiliki banyak konsekuensi. Sehingga banyak sekali mahasiswa yang tidak siap dengan konsekuensi yang ia terima jika terlibat dalam kegiatan organisasi ataupun kompetisi ilmiah.

Lain halnya dengan faktor internal, faktor eksternal adalah faktor yang muncul dari luar, seperti pengaruh lingkungan dan intervensi kawan sejawat. Berdasarkan teori Sosiologi, lingkungan yang positif tentu akan menciptakan kondisi yang kondusif, dan sebaliknya. Faktor lingkungan biasanya berkaitan erat dengan kawan sejawat. Lingkungan yang positif biasanya menghadirkan kawan sejawat yang progresif dan memiliki kemauan untuk berkembang sedangkan lingkungan yang negatif biasanya menghadirkan kawan sejawat yang pragmatis dan hedonis. Secara tidak langsung, faktor-faktor tersebut berpotensi membatasi mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi.

Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan minimnya minat berorganisasi, Kongres Mahasiswa Ke-II Tahun 2021 menghasilkan 5 poin rekomendasi diantaranya :


1. Menanamkan niat dan juga kemauan untuk berorganisasi dan mampu melihat peluang dan dampak positif yang didapatkan setelah mengikuti organisasi.
2. Bergaul dan berteman dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang baik dalam berorganisasi
3. Mendorong seluruh ormawa di lingkungan INAIFAS untuk memberikan edukasi terkait pentingnya berorganisasi kepada mahasiswa
4. Mendorong seluruh ormawa di lingkungan INAIFAS untuk memperkuat komitmen dengan penuh tanggungjawab dalam mengemban amanah organisasi dengan baik.
5. Mendorong pihak pimpinan dan birokrasi kampus untuk mengeluarkan aturan tentang transparansi anggaran organisasi kemahasiswaan dan kebijakan tentang kewajiban setiap mahasiswa untuk mengikuti organisasi.

Kelima poin tersebut merupakan hasil rekomendasi Kongres Mahasiswa Ke-II INAIFAS Kencong Jember Tahun 2021 sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya berorganisasi dan sebagai evaluasi besar-besaran untuk organisasi intra kampus serta pihak-pihak terkait.

Kongres Mahasiswa Ke-II INAIFAS : Rekomendasikan Kesadaran Mahasiswa akan Pentingnya Berorganisasi

Usung Tema “Transformasi Organisasi : Akselerasi dan Kolaborasi”, SEMA INAIFAS Bakal Gelar Kongres Mahasiswa Ke-II

Bagikan sekarang

Organisasi yang produktif, memiliki visi dan misi yang terarah merupakan konsep yang harus menjadi pedoman utama dalam proses perjalanan suatu organisasi.

Penguatan SDM (Mahasiswa) secara skill, intelektual dan kemandirian menjadi tolak ukur keberhasilan dalam proses berorganisasi. Setiap zaman atau massa pasti memiliki pengalaman dan kondisi yang berbeda-beda. Maka, perlu dan sangat diharapkan formula-formula baru untuk selalu menyegarkan sistem organisasi yang lebih baik.

Hal itu dibenarkan oleh Habib Aziz Ar Rozi selaku Ketua Komisi A (Bidang Legislasi) Senat Mahasiswa INAIFAS Kencong pada saat wawancara melalui sambungan telepon seluler. Sabtu malam, (26/09).

“Melalui akselerasi dan kolaborasi yang matang, maka diharapkan akan menghasilkan suatu inovasi untuk menjawab tantangan organisasi kedepan” Terangnya.

Sebagai organisasi intra kampus yang merupakan kelengkapan non-struktural dari INAIFAS menjadi ruang pengembangan kapasitas dan aktualisasi diri mahasiswa kearah perluasan wawasan, peningkatan penalaran, pengembangan minat dan bakat, keahlian dalam manajemen dan organisasi, serta peningkatan integritas kepribadian.

Lebih lanjut, Ketua Senat Mahasiswa, Siti Qomariah menjelaskan bahwa tujuan pokok organisasi kemahasiswaan adalah mendorong mahasiswa INAIFAS menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan ilmu keislaman, teknologi, dan/atau seni yang berlandaskan islam Ahlusunnah Wal Jama`ah An-Nahdliyah.

“Selain itu, juga mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan
pemberdayaan potensi, taraf hidup masyarakat, dan memperkaya kebudayaan yang berlandaskan islam dan berwawasan kebangsaan” Tuturnya.

Kongres Mahasiswa Ke-II akan diselenggarakan pada tanggal 27-28 September 2021 di Kampus Induk INAIFAS, Jalan Semeru No.09 Kencong, Jember, Jawa Timur.

Sebagaimana yang tertuang di dalam SK Rektor No.223 Tentang Pendoman Organisasi Kemahasiswaan INAIFAS Kencong Jember Tahun 2020 bahwa Kongres Mahasiswa berfungsi untuk :
a. Membahas dan menetapkan tata tertib Kongres Mahasiswa Institut.
b. Membahas dan menetapkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus SEMA-Institut dan DEMA
Institut.
c. Membahas dan menetapkan GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) SEMA-Institut dan DEMA-Institut.
d. Membahas dan menetapkan GBHK (Garis Besar Haluan Kerja) SEMA-Institut dan DEMA-Institut.
e. Membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Lembaga Kemahasiswaan di tingkat Institut
d. Merumuskan dan menetapkan rekomendasi Kongres Mahasiswa Institut.

Kongres Mahasiswa merupakan forum normatif tertinggi organisasi di tingkatan Institut. Anggota/Peserta Kongres Mahasiswa adalah pengurus SEMA, DEMA, HMPS, UKM/UKK di lingkungan INAIFAS.

Mahasiswa Baru : Sebuah Mimpi, Harapan dan Tanggungjawab Sosial

Mahasiswa Baru : Sebuah Mimpi, Harapan dan Tanggungjawab Sosial

Bagikan sekarang

Dasar pikir perguruan tinggi dipandang sebagai institusi independen, merupakan hal yang menguatkan pemahaman kita bahwa didalamnya terisi oleh para intelektual bangsa dan calon-calon pemimpin masa depan yang mempunyai spesifikasi keilmuan masing-masing.

Di kampus INAIFAS Kencong Jember ada mahasiswa Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Bahasa Arab, Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam, Hukum Keluarga Islam dan Ekonomi Syariah.

Tuntutan atau tanggung jawab ilmu pengetahuan yang didapatkan dari sebuah perguran tinggi membawa kita ke pertarungan sesungguhnya yaitu realitas dalam bermasyarakat nantinya.

Proses pembelajaran di sekolah-sekolah maupun di Perguruan Tinggi ditujukan untuk membekali diri agar dapat menjawab tuntutan yang ada di masyarakat pada umumnya yakni melalui transformasi keilmuan dapat tercipta pemberdayaan masyarakat, partisipasi aktif dalam proses pembangunan dan peningkatan taraf hidup berbangsa dan bernegara.

Yang menjadi tugas kita adalah mengamalkan ilmu yang didapatkan di kampus nantinya untuk kepentingan dalam bermasyarakat. Baik dalam hal ikut andil dalam memberikan tawaran solusi dari sebuah permasalahan yang dihadapi ataupun yang lain.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Sebagai mahasiswa kita mempunyai peran double, pertama sebagai kaum terpelajar yang kedua sebagi anggota dari masyarakat. Dalam strata sosial, mahasiswa berada di middle class antara kelas atas (Pemerintah) dan kelas bawah (Masyarakat). Oleh karena itu dengan sendirinya tanggung jawabnya juga menjadi lebih besar karena memainkan dua peran sekaligus.

Mahasiswa mempunyai kekuatan dalam daya nalar dan keilmuannnya dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Namun, unsur penting dari ilmu dan daya pikir itu adalah entitas nilai moral yang harus dijunjung tinggi. Sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Idham Cholid bahwa “ilmu bukan untuk ilmu, tapi ilmu untuk diamalkan”.

Mahasiswa tugasnya bukan hanya sekedar untuk kuliah, mencatat pelajaran, mengerjakan laporan, pulang dan tidur. Tapi harus dipahami bahwa mahasiswa memiliki peran serta fungsi bagi masyarakat, negara dan almamater.

Setidaknya terdapat empat peran mahasiswa diantaranya adalah peran moral, peran sosial, peran akademik dan peran politik. Kesemuanya ini merupakan hal penting yang harus diejawantahkan oleh mahasiswa.

Peserta PDPK Putra

Selain memiliki peran, juga terdapat fungsi mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan), agent of social control (agen kontrol sosial) dan guardian of value (penjaga nilai-nilai di masyarakat) dan lain sebagainya.

Maka dari itu, mahasiswa adalah orang-orang yang beruntung dapat merasakan mengejar ilmu hingga bangku kuliah. Di luar sana banyak sahabat-sahabat kita yang belum punya kesempatan dan impian-impiannya hanya sebatas angan.

Peserta PDPK Putri

Sebagaimana kisah si Lintang, seorang anak jenius dalam Film Laskar Pelangi (2008). Lintang tiap pagi berangkat sekolah, dia mengayuh sepeda yang ukurannya lebih besar dari tubuh mungilnya, melewati puluhan kilometer, melewati hutan dan sungai yang berpenghuni buaya, hanya untuk satu tujuan, dia ingin duduk belajar, sesampainya di sekolah dia selalu menebarkan senyum indahnya kepada para sahabatnya di kelas, dia merasa bahagia, dia bisa sekolah.

Namun, pada akhirnya dia hanya bisa diam melepaskan mimpi-mimpinya, berhenti sekolah waktu kelas 6 SD dan rela bekerja menjadi tulang punggung keluarga karena ayahanda tercintanya meninggal dunia.

Kisah lintang merupakan secuil potret perjuangan meraih ilmu yang akhirnya kandas begitu saja, impian hanya impian, masih banyak lintang-lintang yang lain. Kita memang bukanlah lintang, kita adalah orang-orang pilihan yang telah dititipkan amanah oleh Allah untuk menjadi mahasiswa, kita patut bersyukur dan bersiap menjalankan amanah yang banyak masyarakat harapkan kepada kita.

Penulis ucapkan, selamat datang di Kampus INAIFAS Kencong Jember. Selamat atas gelar mahasiswa yang sudah diemban. Manfaatkan kesempatan emas ini dengan baik.

Teringat sajak yang ditulis oleh Mahmud Kuncahyo dalam bukunya yang berjudul “Goresan Pena Aktivis Muda” kurang lebih seperti ini ;

“Para mahasiswa yang menginginkan momentumnya selama dalam dunia kampus benar-benar menjadi momentum yang bermakna, membuahkan prestasi dan juga menorehkan prasasti,

Generasi-generasi muda yang ingin mendarmabaktikan hati, jiwa, waktu, tenaga dan pikirannya untuk bergabung dalam barisan jalan cinta para pejuang sebagai seorang aktivis
penebar manfaat untuk umat,

Manusia-manusia peradaban yang masih tergerak hatinya untuk terus berkontribusi, mengabdi dan berbagi kebermanfaatan untuk sesama,

Para generasi-generasi muda yang jiwanya tengah tertidur, agar segera bangun, bangkit dan memberikan perbaikan untuk negeri”.

Jajaran Rektorat INAIFAS

Pendidikan Dakwah dan Pengenalan Kampus
INAIFAS Kencong Tahun 2021.