HMPS BKPI Inaifas Ikuti Musda IMABKIN Jatim 2022

HMPS BKPI Inaifas Ikuti Musda IMABKIN Jatim 2022

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Daerah Ikatan Mahasiswa Bimbingan Konseling Indonesia (IMABKIN) Jawa Timur.

Kegiatan dengan mengusung tema ‘Mewujudkan Regenerasi yang Loyalitas dan Berkualitas menuju Organisasi yang Unggul’ itu dipusatkan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kota Madiun pada Sabtu hingga Ahad (19-20/11/2022). Hadir dalam kegiatan ini Dian Mauliddia dan Ali Mashan Abbas.

Ketua HMPS BKPI Inaifas Dian Mauliddia mengatakan tujuan pihaknya mengikuti Musda ini selain menjalin silaturahmi sekaligus menjalin relasi dengan mahasiswa Bimbingan Konseling yang ada di Indonesia.

“Harapannya semoga silaturahmi ini tidak berhenti sampai di sini saja dan semoga ke depannya bisa berjejaring lebih luas bersama mahasiswa konselor di seluruh Indonesia,” ujanrnya.

Disebutkan, Musda ini dihadiri mahasiswa BK dari perguruan tinggi se-Jawa Timur. Di antaranya Inaifas, UNIBA, UIJ, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, IAIN Pamekasan, STKIP PGRI Sumenep, IAI Al-Khoirot Pamekasan, UNIKAMA dan lain-lain.

Harlah 24 Tahun: Inaifas sebagai Lembaga Pendidikan Sosial dan Dakwah

Harlah 24 Tahun: Inaifas sebagai Lembaga Pendidikan Sosial dan Dakwah

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Kabupaten Jember menggelar Inaifas Bershalawat bersama Darul Musthofa Assunniyyah (Darmas). Kegiatan ini merupakan malam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-24 tahun kampus setempat sekaligus merayakan maulid Nabi Muhammad SAW.

Tema besar pada momentum tersebut adalah ‘Mengokohkan Kampus sebagai Lembaga Pendidikan, Sosial dan Dakwah’. Kegiatan dipusatkan di halaman kampus setempat, Senin (14/11/2022) malam.

“Inaifas bershalawat sebagai salah satu bentuk syukur dimana kampus tercinta ini telah berusia 24 tahun. Sekaligus mengokohkan kampus sebagai lembaga pendidikan, sosial, dan dakwah” kata Rektor Inaifas, Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I.

Direktur Imtiyaz Surabaya ini menyebut acara itu merupakan sebuah persembahan bagi seluruh sivitas akademika atas capaian Inaifas selama ini.

“Menjelang transformasi alih status menuju universitas, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang mulai dari peningkatan kualitas pelayanan hingga kualitas mutu akademik,” ujarnya.

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap di usia hampir seperempat abad, kampus yang dipimpinnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, agama dan bangsa Indonesia.

Kegiatan dihadiri Wakil Katib PWNU Jatim KH Khoiruzzad Maddah dan Pengasuh Pesantren Riyadlus Sholihin Jember KH M Mushoddiq Fikri Farouq (Gus Fikri). Serta pemimpin Jam’iyyah Shalawat Darul Musthofa Assunniyyah Lumajang KH Ali Ridwan.

Dikemukakan bahwa sebelumnya Inaifas telah menggelar bedah buku Dan ‘Arsy Pun Berguncang karya Ahmad Husain Fahasbu, Jalan Sehat, dan Khotmil Qur’an oleh mahasiswa tahfidz hingga pelepasan 5.000 merpati.

Pada puncak acara, juga dilakukan santunan kepada dhuafa dan anak yatim, penghargaan bagi lembaga SMA/SMK/MA terbaik, penyerahan berbagai macam beasiswa. Di antaranya beasiswa modal usaha, habaib, tahfidz, anak pulau, Upzis hingga beasiswa bagi Banser dan lainnya.

Acara tersebut didukung oleh berbagai pihak. Di antaranya NU-Care LAZISNU Jatim, NU-Care LAZISNU Kencong, Dunia Santri Comunity (DSC), Ummi Foundation, Imtiyaz Surabaya, dan Muara Progresif.

Selain itu, Yatim Mandiri, Yayasan Nurul Hayat, BAZNAS Jember, BAZNAS Jatim, Bank Syariah Indonesia (BSI) Kencong, Bank Jatim Kencong, hingga UD Berkah Jati Mulyo serta dermawan perseorangan.

Kader Terbaik PMII dan IPPNU Raih Beasiswa Aktivis Berprestasi

Kader Terbaik PMII dan IPPNU Raih Beasiswa Aktivis Berprestasi

Bagikan sekarang

Kabar gembira datang dari dua aktivis organisasi ekstra kampus yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Keduanya adalah Diana Ayu Agustin dan Evi Alfiatul Alfiah. Mereka berhasil meraih beasiswa prestasi dengan IPK tertinggi pada momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-24 tahun Inaifas, Senin (14/11/2022).

Diana Ayu Agustin, merupakan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember. Ia berhasil meraih beasiswa prestasi bagi aktivis organisasi dengan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88 pada semester sebelumnya.

Perempuan asal Dusun Gadungan, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger ini menempuh program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah. Diana mengaku awalnya tidak menyangka bahwa dirinya bakal mendapatkan beasiswa tersebut.

“Syukur alhamdulillah atas rezeki yang telah diberikan yakni buah dari usaha dan doa. Gak nyangka sih, bisa ada dititik ini. Tidak hanya bangga, yang terutama rasa syukur dapat sedikit membantu meringankan tanggungan orang tua,” ungkap Mahasiswa semester III itu.

Perempuan kelahiran 11 Agustus 2001 ini berharap hal tersebut dapat menjadi motivasi dan mendorongnya agar menjadi lebih baik, utamanya dalam hal akademis maupun pada lingkup organisasi.

“Dan semoga organisasi PMII dapat terus menciptakan kader-kader idealis, yang tidak hanya unggul pada tingkat akademis namun juga peka terhadap lingkup sekitar,” harapnya.

Sementara Evi Alfiatul Alfia, merupakan mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) semester V. Berkat ketekunan dan semangatnya dalam belajar dan berorganisasi, ia juga berhasil mendapatkan beasiswa prestasi dengan meraih IPK 3,85 pada semester sebelumnya.

Saat ini, perempuan asal Dusun Krajan II, Desa Ngampel Rejo, Kecamatan Jombang ini sedang menjabat sebagai Ketua PKPT IPPNU Inaifas. Di tengah kesibukannya, Evi mampu memanajemen dengan baik antara kuliah dan berorganisasi. Sehingga, keduanya dapat berjalan dengan beriringan dan seimbang.

“Allhamdulillah, sedikit enggak nyangka sebenernya, tapi ini nyata. Dan pastinya bersyukur karena mendapat rekomendasi untuk menerima beasiswa aktivis IPPNU,” tuturnya.

Perempuan kelahiran 10 Maret 2002 ini berharap dengan hal tersebut pihaknya senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik sehingga mampu memotivasi anggota dan kadernya.

“Ya, semoga bisa menjadi yang lebih baik untuk ke depannya baik dalam akademisi maupun organisasi. Lebih giat semangat dan berusaha semaksimal mungkin untuk membimbing dan memberikan yang terbaik untuk anggota PKPT,” tandasnya.

Diketahui, penyerahan beasiswa tersebut dilakukan oleh Rektor Inaifas Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I dan Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama) Mohammad Dasuki, M.Pd. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus PMII Rayon Fakultas Tarbiyah, PMII Rayon FEBI, PMII Komisariat Inaifas, dan PKPT IPNU-IPPNU.

Festival Al-Banjari se-Jatim, Cara Dema Inaifas Bumikan Shalawat

Festival Al-Banjari se-Jatim, Cara Dema Inaifas Bumikan Shalawat

Bagikan sekarang

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember sukses menggelar Festival Hadrah Al-Banjari se-Jawa Timur. Kegiatan ini dipusatkan di Halaman Kampus setempat, Ahad (13/11/2022).

Ketua Dema Inaifas, Mila Agustin mengatakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan salah satu upaya Dema Inaifas membumikan shalawat kepada generasi muda dan masyarakat.

“Dengan adanya festival hadrah ini, kami ingin melestarikan seni budaya ini agar tidak punah ditelan zaman,” katanya.

Perempuan kelahiran 27 Februari 2000 ini menjelaskan bahwa Festival Al-Banjari ini sudah memasuki periode ke-V. Yaitu pada tahun 2017, 2018, 2019, 2020 dan 2022.

“Sedangkan pada tahun 2021, kita vacum karena pandemi. Sehingga dapat selenggarakan kembali tahun 2022 ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni) Mohammad Dasuki, M.Pd memberikan apresiasi kepada mahasiswanya yang tengah berjuang dan syiar mendakwahkan Islam melalui shalawat.

“Kami sangat bangga kepada teman-teman mahasiswa yang antusias menghidupkan kegiatan keislaman di lingkungan kampus dan masyarakat,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Abah Dasuki ini berharap dengan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat serta mempromosikan kampus Inaifas kepada pelajar tingkat SMA hingga kepada masyarakat umum.

“Sebagai kampus yang berbasis pesantren kegiatan seperti ini memang harus rutin digelar sebagai upaya melestarikan budaya pesantren dan Islam,” harapnya.

Diketahui, Festival Al-Banjari ini diikuti 60 peserta grup tingkat pelajar dan umum yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pada kegiatan tersebut diambil 10 grup terbaik dan 1 grup dengan jinggle terbaik.

Berikut ini 10 finalis grup terbaik dan grup jinggle terbaik

  1. TBMW (Ijen Bondowoso)
  2. Al-Mujtaba (UIN KHAS Jember)
  3. Syauqul Musthofa (UIN KHAS Jember)
  4. Muhibbul Musthofa (UIN KHAS Jember)
  5. Assyauqon (PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo)
  6. Ashabishuffah (Banyuwangi)
  7. Alimunsyarif (Lumajang)
  8. Al-Abror (Lumajang)
  9. Ashabul Muhyi (MA Nuris Jember)
  10. Al Aziz JR (Jombang)

Sedangkan Jinggle Terbaik diraih Al-Jabbar Singh (Sumbermujur Lumajang).

Dema Inaifas Gelar Musabaqah Tilawatil Qur’an Se-Jember Lumajang

Dema Inaifas Gelar Musabaqah Tilawatil Qur’an Se-Jember Lumajang

Bagikan sekarang

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an. Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar tingkat SLTA se-Jember Lumajang ini dipusatkan di Halaman Kampus setempat, Sabtu (12/11/2022).

Presiden Dema Inaifas Mila Agustin mengatakan kegiatan dimaksudkan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw sekaligus Hari Lahir (Harlah) Inaifas Kencong ke-24 tahun.

“Ini juga sebagai bentuk menumbuhkan kecintaan Al-Qur’an pada generasi muda khususnya pelajar,” ujarnya.

Mila berharap peserta dapat menunjukkan kemampuan di hadapan dewan juri sekaligus mampu mengembangkan diri di bidang tilawati qur’an.

“Tilawatil Qur’an ini juga, dapat dijadikan momentum untuk berefleksi, memperbaiki diri dan meningkatkan akhlak yang mulia,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV (Bidang Pengembangan Lembaga dan Sarana Prasarana) Gus Ahmad Zuhairuz Zaman, B.Sc., M.H menegaskan, bahwa umat Islam harus mampu membangun nilai-nilai Al-Qur’an dan menjadikannya solusi  dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.

“Al-Qur’an juga harus mampu menjadi inspirasi dalam membangun nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan keharmonisan, sekaligus solusi dari berbagai persoalan aktual umat dan bangsa,” katanya.

Katib PCNU Kencong ini menyampaikan bahwa proses peningkatan pengetahuan tidak boleh berhenti, namun harus berkelanjutan agar selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Salah satunya dengan iqra (bacalah), yang memiliki makna agar setiap umat Islam menekankan kepada pemupukan ilmu pengetahuan secara terus-menerus yang bisa dipakai untuk mengoptimalkan peran sebagai khalifah di muka bumi.

“Generasi Qur’ani juga tidak hanya sekadar sanggup membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungannya agar bisa mengimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Inilah salah satu ciri dari SDM (Sumber Daya Manusia) unggul sesuai dengan nafas Al-Qur’an,” tandasnya.

Diketahui, terdapat dua kategori dalam perlombaan MTQ ini, yaitu Tartilul Qur’an dan Tilawatil Qur’an. Pada kategori Tartilul Qur’an terdapat 3 peserta terbaik, di antaranya, terbaik 3 diraih oleh Riski Awalina delegasi MA Roudhotul Tholabah Umbulsari dengan nilai 93, disusul terbaik 2 Laudya Arabela delegasi SMAN 2 Lumajang dengan nilai 93,5. Kemudian terbaik 1 dengan nilai 95 dimenangkan oleh Najla Achmal Khoridah delegasi MAN 1 Jember.

Sedangkan khusus kategori Tilawatil Qur’an diambil 6 terbaik;

  1. Muhammad Fathoni Dailani delegasi MA Fatihul Ulum Al-Mahfudz (98 poin)
  2. Fatihatul Luthfiyah delegasi MA Miftahul Arifin Pasirian (96 poin)
  3. Muhammad Khoiron Rosyadi delegasi MA Syarifuddin Lumajang (95 poin)
  4. Ivan Milu Hadi delegasi MA Syarifuddin Lumajang (95 poin)
  5. M. Aril Al-Hidayah delegasi MA Fatihul Ulum Al-Mahfudz (91,5 poin)
  6. Iqbal Taufiq delegasi SMK Islam Al-Azhar Ledokombo Jember (91 poin)
Bedah Buku ‘Dan ‘Arsy Pun Berguncang’ Digelar di Inaifas Jember

Bedah Buku ‘Dan ‘Arsy Pun Berguncang’ Digelar di Inaifas Jember

Bagikan sekarang

Perpustakaan Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember menggelar bedah buku berjudul ‘Dan ‘Arsy Pun Berguncang; Sirah Unik Sahabat-Sahabat Kanjeng Nabi Saw’ karya Ahmad Husain Fahasbu, S.H., M.Pd. Kegiatan dipusatkan di aula  Kampus setempat, Selasa (08/11/2022).

Ahmad Husein Fahasbu sebagai narasumber mengungkapkan, buku ini awalnya hanyalah kumpulan dari tulisan-tulisannya di website Alif.ID. Saat momen Ramadhan atas permintaan Mas Hamzah Sahal, hingga akhirnya dibukukan menjadi kisah unik dan serius dengan judul Dan ‘Arsy pun Berguncang! Sirah Unik Sahabat-Sahabat Kanjeng Nabi Saw.

“Tujuan sederhananya adalah sebagai sumbangsih yang positif bagi pembendaharaan kehidupan umat manusia di bidang sejarah,” ujarnya.

Gus Husain panggilan akrabnya, berhasil memotret dan memilih sebagian dari sekian banyaknya aspek hidup sahabat Nabi Muhammad Saw. Bukan hanya memotret, Husain juga memberi angel dengan tepat dan benar.

“Dalam buku ini diulas tentang sejarah, teks dan sepintas pemikiran para sahabat Nabi yang memiliki rekam jejak langkah patut diteladani,” tegasnya.

Pada bagian pembuka, Gus Husain menguraikan dengan apik sahabat Shafiyah binti Abdul Muthalib yaitu sang ‘Veteran Perempuan Pemberani’. Dengan mengawali sahabat perempuan, secara tidak langsung Gus Husain mengatakan bahwa perempuan harus mampu berperan dan memberikan kontribusi yang setara dengan laki-laki di berbagai skala apapun.

“Hal ini sebagai bentuk emansipasi perempuan dalam mewujudkan kesetaraan. Karena bicara tentang emansipasi, salah satu sosok yang menjadi panutan dan inspirasi bagi perempuan ialah Ibu Kartini,” urainya.

Dosen Ma’had Aly Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ini menyebut bahwa sesungguhnya kesetaraan pria dan wanita merupakan konsep yang seharusnya diamalkan oleh setiap orang di segala tempat dan sepanjang waktu.

“Dan, kebenaran yang harus dipercayai sesungguhnya adalah tidak ada tembok pemisah antara pria dan wanita. Allah Swt menciptakan manusia laki-laki dan perempuan adalah sama dengan rupa dan gambar-Nya sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Inaifas Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I mengatakan generasi sahabat adalah generasi yang paling beruntung. Sebab, mereka hidup pada masa turunnya al-Qur’an, melihat langsung perilaku Nabi Muhammad Saw dan mendengar sabdanya.

“Dari situ, kita percaya bahwa sahabat adalah kelompok yang paling mengerti makna al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan sebagian ulama menjadikan pendapat para sahabat (qaul ash-shahabi) sebagai salah satu sumber hukum Islam (mashadir al-ahkam),” katanya.

Direktur Imtiyaz Surabaya ini menambahkan, buku sejarah dan kisah para sahabat Nabi Saw yang disusun oleh Ahmad Husain Fahasbu ini memiliki makna tersendiri dalam kajian Islam. Sejarah, termasuk riwayat para sahabat, selain mengandung unsur keteladanan (uswah hasanah) sebenarnya dapat menjadi landasan argumentasi dalam menjawab suatu masalah.

“Selain itu, buku ini juga dapat menjadi wasilah bagi kita untuk mengenal dan mengakrabkan diri dengan kehidupan Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan awal dari serangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke 24 tahun Inaifas Kencong, Jember. Disebutkan, puncak peringatan Harlah tersebut akan digelar bertepatan tanggal 14 November 2022 mendatang.