PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KEBUDAYAAN ISLAM

PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KEBUDAYAAN ISLAM

Bagikan sekarang

Oleh: Yovita Dyah Permatasari, M.Pd.
(Dosen Bahasa Inggris INAIFAS)

Upaya peningkatan kualitas SDM di dunia akademik salah satunya dilakukan dengan menguasai bahasa asing, yaitu bahasa Inggris.

Menurut UUD RI (2003) bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar pada satuan pendidikan tertentu untuk menunjang kemampuan bahasa asing siswa. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, atau dapat disebut dengan Bahasa Lingua Franca (bahasa penghubung) yang menuntut peserta didik harus dapat menguasai bahasa asing ini.

Secara tidak langsung penguasaan bahasa Inggris bermanfaat bagi peserta didik sebagai bekal mereka baik dalam dunia pendidikan ataupun di dunia kerja.  

Institut Agama Islam Al-Falah Assunniyah Kencong Jember merupakan sebuah institusi perguruan tinggi yang berbasis Agama Islam. Sebagai lembaga keIslaman pengajaran bahasa Inggris dapat diaplikasikan dengan memberikan materi yang berhubungan dengan kebudayaan Islam di Indonesia.

Kita ketahui bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki beragam kebudayaan yang beragam, perbedaan suku, adat, budaya, agama dan bahasa menjadikan warga negara Indonesia harus dapat bertoleransi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat (Undang – Undang RI: 2003). 

Landasan UU ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki ciri khas yang unik dibanding dengan negara Native Speaker. Penguasaan Bahasa Ingris berpengaruh pada kesiapan mental peserta didik agar dapat bersaing dan siap dalam menghadapi arus global yang semakin hari menjadi Unpredictable. Dengan membangun benteng mental dan psikologi mahasiswa yang lebih tangguh, pembelajaran Bahasa Inggris dapat diimplementasikan dengan nilai–nilai kebudayaan Islam di Indonesia.  

Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia di mana bahasa ini menjadi bahasa ibu bagi lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia dan setiap hari jutaan orang menggunakan bahasa Inggris di tempat kerja, kehidupan dan sosial (Iriance: 2018). 

Adapun Skills dalam menguasai bahasa Inggris anta lain adalah: reading, speaking, listening dan writing. Ke-empat skills tersebut harus dikuasai peserta didik untuk dapat menjadi lulusan perguruan tinggi yang berkualitas. Meskipun peserta didik bukan berlatar belakang prodi Bahasa Inggris, namun apabila mereka dapat menguasai bahasa asing ini, mereka mendapatkan peluang yang cukup besar untuk masuk di perusahaan – perusahaan, lembaga, institusi baik asing atau dalam negeri yang memiliki potensi dan output yang berkualitas. Skills Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL dapat dikatakan bahwa mahasiswa tersebut memiliki kompetensi di bidang penguasaan bahasa Inggris.

Sayangnya, terkait dengan pemenuhan kebutuhan mahasiswa tersebut, terkadang masih terhalang oleh biaya Tes TOEFL. Tes TOEFL adalah sebuah tes pengukuran Skills dalam penguasaan Bahasa Inggris. Biaya tes TOEFL (Tes of English as a Foreign Language) yang tergolong tinggi, membuat mahasiswa enggan untuk memiliki sertifikat. Tes TOEFL sendiri juga bervariasi, tergantung jenis tes yang dibutuhkan. Terdapat 2 jenis TOEFL, yaitu TOEFL ITP (Instituional Testing Program) dan TOEFL IBT (Internet Based Test). Dalam TOEFL ITP, skor tes akan bersifat institusional atau hanya berlaku pada institusi tertentu dan negara tertentu. Skor maksimal TOEFL ITP adalah 500 hingga 600.

Dari informasi yang diperoleh biaya Tes TOEFL berkisar antara Rp 500 ribu – 1 juta rupiah dengan ketentuan 1x tes. Selain itu, tidak semua lembaga kursus Bahasa Inggris dapat mengeluarkan sertifikat. Hanya lembaga kursus yang memiliki ijin tertentu saja yang bisa mengeluarkan sertifikat TOEFL.

Opini lain menyebutkan bahwa, peserta didik sebagai penerus bangsa, harus dapat menyaring arus negatif yang masuk dari negara barat. Memang, ketika kita memperlajari bahasa asing maka, secara tidak langsung kita mempelajari budayanya. Namun, sebagai generasi bangsa yang memiliki mental agama yang kuat sebagai muslim hendaknya, saat kita memperlajari bahasa asing kita harus menjaga kualitas kebangsaan kita tanpa harus merubah culture/ adat istiadat dan kebiasaan dimana kita berasal.

Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa Inggris dapat diformulasikan dengan mengimplementasikan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kebudayaan Islam di Indonesia. Hal ini sebagai upaya melestarikan kebudayaan Islam di Indonesia yang memang harus kita jaga dan lestarikan. Dengan kata lain, pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi harus lebih ditingkatkan baik secara mutu akademik ataupun non akademik.

Saat ini, mahasiswa diharuskan menempuh mata kuliah Bahasa Inggris sebanyak 6 SKS di INAIFAS pada prodi, selama menempuh jenjang S1. Karena itu, mata kuliah Bahasa Inggris merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa.

Apabilamereka belum menempuh pada mata kuliah Bahasa Inggris I, maka mereka tidak dapat menempuh mata kuliah bahasa Inggris II, dan bahasa Inggris III. Sebaliknya, jika tidak lulus pada mata kuliah berjalan, mereka harus mengulang mata kuliah Bahasa Inggris, dengan cara mengikuti SP (Semester) pendek. Hanya saja kondisi seperti ini bisa berbeda di setiap kampus.

Penerapan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis kebudayaan Islam di perguruan tinggi dapat dijadikan sebagai upaya untuk melestarikan, dan menjaga kebudayaan Islam di Indonesia. Secara praktis, skema seperti ini bisa diajarkan melalui penggunaan buku sejarah peradaban Islam yang telah ditulis oleh para intelektual menggunakan bahasa Inggris untuk dipakai sebagai bahan tugas reading text.

Mahasiswa diminta mengunduh buku tersebut, membaca poin bahasan perkembangan peradaban dan kebudayaan di Indonesia, lantas menuliskan poin-poin penting di dalam buku tersebut melalui makalah singkat.

Ulasan buku berbahasa Inggris seperti ini bisa meningkatkan kemampuan berbahasa, analisis teks, sekaligus kecermatan untuk menerjemahkannya dengan baik. Manfaat lain, mahasiswa juga bisa mendapatkan pengetahuan tambahan atas kebudayaan Islam di Indonesia.

Dengan pola pembelajaran seperti ini, kita berharap apabila penguasaan mahasiswa atas bahasa asing semakin meningkat dan pengetahuan mahasiswa atas kebudayaan Islam juga berkembang.

Wallahu A’lam Bishshawab

Silabus Pendidikan Seks dan Rumahtangga ala Pesantren (Bag.2) – | – Kajian Kitab Uqudul Lujain

Silabus Pendidikan Seks dan Rumahtangga ala Pesantren (Bag.2) – | – Kajian Kitab Uqudul Lujain

Bagikan sekarang

Oleh: Zaenuri, M.Pd (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS)

INDENTITAS BUKU

Judul             : UQUUDU LUJAIN FII BAYAANI  HUQUUQUZ ZAUJAINI

Penulis          : SYEKH NAWAWI BIN UMAR AL-BANTANI AL-JAWI

Genre           : Hak-Hak  Suami Isteri

Kitab UQUUDU LUJAIN FII BAYAANI  HUQUUQUZ ZAUJAINI menguraikan hubungan antara suami dan isteri dan berbagai hak keduanya. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman hidup menuju keluarga sakinah, mawaddah. warahmah.

Pada pembahasan yang pertama kitab ini menjelaskan hak-hak istri. Di antaranya, suami harus memenuhi kebutuhan sandang pangan kepadanya, sebagaimana dia (suami) memenuhi kebutuhan logistiknya, larangan melakukan kekerasan fisik seperti menampar wajah, serta tidak menjelek-jelekkannya.

Hendaknya seorang suami selalu memperhatikan nafkahnya sesuai dengan kesanggupannya. Hendaknya suami selalu bersabar jika menerima cercaan isterinya, atau perlakuan-perlakuan tidak baik lainnya. Hendaknya suami mengasihani isterinya, yaitu dengan bentuk memberi pendidikan secara baik, Barang siapa bersabar atas keburukan perilaku istrinya maka Allah S.W.T akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya. Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah S.W.T memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan kepada Asiyah istri Fir’aun.

Dan pada pembahasan ini juga disebutkan pengajaran yang harus didapat sang istri dari suaminya. Hendaknya seorang suami selalu menuntun isterinya pada jalan yang baik. Memberi pendidikan kepadanya berupa pengetahuan agama (Islam), meliputi hukum-hukum bersuci (thaharah) dari hadats besar. Misalnya tentang haid dan nifas, juga dalam masalah ibadah. Meliputi ibadan fardhu (wajib) dan sunnahnya. Pengetahuan tentang shalat, zakat, puasa dan haji, dan sebagainya.

Pada pembahasan yang kedua kitab ini menguraiakan hak hak suami dengan uraian sebagai berikut: Sebaik-baik istri adalah apabila dipandang oleh suaminya menyenangkan, mentaatinya, juga kalau suaminya pergi dia menjaga hartanya. Bagaimana jika seorang isteri berakhlak buruk kepada suaminya? Menurut Syekh Nawawi al-Bantani, penulis kitab ini, hal tersebut bagaikan orangtua renta yang memikul beban berat. Sedang isteri yang menyenangkan suami dan menimbulkan ketenangan di hatinya, maka itu ibarat mahkota yang dilapisi emas.

Selain itu, Syekh Nawawi al-Bantani juga menyertakan kewajiban isteri terhadap suami, antara lain:

  1. Memiliki sikap pemalu di hadapan suami sepanjang waktu.
  2. Merendahkan pandangannya di hadapan suami.
  3. Mentaati apa yang diperintah suami.
  4. Menyongsong kedatangan suami dan mengantarkannya ketika keluar rumah.
  5. Menampakkan rasa cinta dan bergembira di hadapannya.
  6. Menyerahkan dirinya secara penuh di sisi suaminya ketika di tempat tidur.
  7. Memperhatikan kebersihan mulutnya dan menggunakan wewangian.
  8. Berpenampilan menarik di hadapan suami dan tidak berhias jika suami sedang pergi.

Selain itu, penulis kitab ini juga menyertakan warning: seandainya seorang istri waktu malam beribadah kepada Allah SWT dan siangnya selalu berpuasa, sementara suaminya mengajak dia tidur bersama (jima’) tetapi dia terlambat memenuhi panggilan (ajakannya), maka kelak di hari kiamat ia datang dalam keadaan terantai dan terbelenggu, serta ia dikumpulkan bersama setan di neraka yang paling bawah. Bilamana seorang isteri yang diajak suaminya bersetubuh, lalu dia mengulur-ngulur waktu hingga suaminya tertidur, maka dia terlaknat. Apabila seorang istri bermuka masam di hadapan suaminya maka ia berada dalam kemurkaan Allah hingga ia tersenyum kembali dan berusaha meminta keridhoannya. Dan mana saja isteri yang keluar rumahnya tanpa mendapat restu suaminya maka ia dilaknati para malaikat hingga kembali. Dan, apabila seorang istri berkata pada suaminya : “Sama sekali aku belum pernah melihat engkau berbuat baik”, maka Allah SWT memutuskan rahmat baginya kelak di hari kiamat. Apabila seorang istri yang menuntut cerai suaminya tanpa ada perkara yang memperbolehkan (alasan yang jelas), maka haram baginya menikmati bau harumnya surga.

Adapun pada bagian yang ketiga, kitab ini menjelaskan tanggung jawab suami istri dengan uraian bahwa, pertama kali yang tanyakan pada isteri di hari kiamat adalah tentang shalatnya dan suaminya. Begitu juga bagi suami, kelak yang ditanyakan pertama kali mengenai shalatnya, kemudian tentang istrinya dan perkara-perkara yang yang lain. Dengan demikian, masing-masing memiliki tanggungjawab berat sebagai pribadi yang kelak semua perbuatannya dipertanggungjawabkan di hadapan Allah S.W.T.

Di sisi lain, penulis kitab juga menyertakan empat kriteria wanita yang masuk surga, yaitu:

  1. Istri yang memelihara kesucian (kehormatan dirinya).
  2. Menaati suaminya, banyak anaknya, penyabar, menerima apa adanya.
  3. Mempunyai rasa malu.
  4. Kalau suaminya sedang pergi dia memelihara dirinya dan harta suaminya

Sedangkan empat macam wanita yang masuk neraka:

  1. Istri yang berlisan buruk pada suaminya.
  2. Kalau suaminya sedang pergi ia tidak menjaga kehormatan dirinya.
  3. Istri yang berani pada suami.
  4. Isteri yang membebani suaminya dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya.

Pada bagian ini juga dibahas tentang berbagai pahala istri sebagaimana berikut: Apabila seorang istri sedang hamil, maka para malaikat memohonkan ampunan untuknya, dan setiap harinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah SWT mencatat pahala baginya seperti pahala orang orang yang berjihad di jalan Allah SWT. Apabila telah melahirkan, maka dibebaskan dari segala dosa. Apabila seorang istri yang tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu dan yang akan datang. Ketika seorang istri mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat untuknya memperoleh seribu kebajikan dan mengampuni seribu keburukannya, meninggikan seribu kali derajat untuknya dan semua makhluk yang berada di bawah sinar mentari memohonkan ampun untuknya. Dalam bab ini, Syekh Nawawi juga menyertakan ulasan siksa bagi kaum wanita yang durhaka.

Pengarang kitab juga menyertakan beberapa hal yang harus dilakukan seorang istri, yaitu:

  1. Mudah menerima keadaan (qana’ah), berbakti dan mentaati suami.
  2. Hendaknya seorang istri menjadi sebagai perempuan yang selalu didambakan dan dirindukan lantaran tatapan mata dan ciumannya.
  3. Ketika bercumbu mesra dengan suaminya dalam selalu keadaan harum melekat dalam dirinya.
  4. Hendaknya seorang istri selalu memperhatikan waktu makan dan tidur suaminya.
  5. Hendaknya seorang istri pandai pandai memelihara harta dan rahasia keluarga suami yang dapat mempermalukan dirinya.
  6. Hendaknya seorang istri jangan menentang perintahnya, dan jangan suka menyebarkan rahasia suami.

Sedangkan pada bab kelima, pengarang membahas tentang yang relasi antara laki laki dan perempuan. Diharamkan bagi kaum lelaki memandang kaum wanita yang bukan mahramnya, begitu juga kaum wanita melihat kaum lelaki yang bukan mahramnya. Juga dibahas aturan relasi pria-wanita dan jebakan-jebakan setan yang rawan muncul dari keduanya.

Sedangkan pada bagian yang keenam dibahas cara membentuk rumah tangga islami. Dalam Islam pernikahan itu mempunyai nilai yang sangat suci, agung dan sakral. Suami sebagai qawwam (pemimpin) dan istri sebagai ribatul bait (pengatur) rumahtangga. Setelah Ijab kabul selesai diucapkan, maka konsekwensinya:

  1. Yang awalnya haram menjadi halal.
  2. Terjadilah pemindahan tanggung jawab seorang wanita dari orang tua/wali ke suaminya.
  3. Keikhlasan seorang wanita dipimpin oleh suami dan taat pada suami.

Pada bagian ini juga dibahas tentang rumah tangga yang Islami dan tipenya:

1. RUMAH TANGGA BISNIS

Pada awal dibinanya rumah tangga ini telah dihitung-hitung berapa keuntungan materi yang akan diperoleh. Bila aku menikah dengan si fulan, tabunganku akan bertambah saat dan setelah menikah. Apa pasanganku nanti dapat menambah hartaku atau malah akan mengurangi. Dan bila kami nanti punya anak, berapa anak yang kira-kira dapat menguntungkan usaha yang kami jalankan saat ini.

2. RUMAH TANGGA “BARAK”

Yang terdengar dari rumah tangga ini hanya perintah-perintah atau komando-  layaknya jendral kepada kopralnya. Bila si kopral tidak melaksanakan atau lalai menjalankan tugas, maka konsekwensinya adalah hukuman.

3. RUMAH TANGGA “ARENA TINJU”

Bila suami dan istri merasa memiliki derajat, kekuatan dan posisi yang setara serta pendapatnya. Bila ada perbedaan atau salah faham, maka dimulailah “pertandingan” yang cekcok, baku hantam atau baku UFO (piring terbang). Masing-masing berusaha mencari kemenangan dengan berbagai cara. Tidak ada kata damai sebelum salah satunya menyerah.

5. RUMAH TANGGA ISLAMI

Di dalamnya ditegakkan adab-adab Islam,. Mereka saling mencintai karena Allah, saling menasehati. Setiap anggota betah tinggal di dalamnya karena ada suasana sakinah, mawaddah dan rahmah. Keluarga ini bagaikan surga dunia, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: baiti jannatii artinya Rumahku adalah Surgaku. Karena di dalamnya penuh dengan kedamaian yang sejati.dan didasarkan pada nilai-nilai Islami.

Bagi suami istri yang ingin kelurganya menjadi kelurga islami dan kelurga yang sakinah, mawaddah, warahmah buku ini cocok untuk dipelajari.Wallahu A’lam Bisshawab

Sambut Mahasiswa Baru Pascasarjana, INAIFAS Gelar Orientasi

Sambut Mahasiswa Baru Pascasarjana, INAIFAS Gelar Orientasi

Bagikan sekarang

Kegiatan orientasi mahasiswa baru Pasacasarjana di lingkungan INAIFAS Kencong Jember diselenggarakan hari Sabtu (2/10/2021). Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut, selain diikuti oleh mahasiswa baru jenjang S2 juga dihadiri unsur pimpinan INAIFAS dari tingkat Institut, Fakultas dan Pascasarjana. Acara ini sekaligus memperkenalkan unsur pimpinan INAIFAS kepada mahasiswa S2 tahun akademik 2021-2022.

Direktur pascasarjana INAIFAS, Dr. Titin Nurhidayati, S.Ag., M.Pd. dalam sambutannya setelah mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa baru program magister pascasarjana, juga menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan orientasi. Menurutnya, acara ini merupakan upaya mengenalkan kampus INAIFAS, memberikan pengetahuan, wawasan dan pengenalan sistem belajar pendidikan pascasarjana kepada mahasiswa baru. “Karena program magister PAI ini menerima mahasiswa dari multidisiplin, bukan hanya mahasiswa lulusan prodi PAI saja, tapi juga ada mahasiswa lulusan dari prodi disiplin yang lain,” kata perempuan kelahiran Surabaya ini.

Bu direktur juga menyampaikan kegembiraan atas animo masyarakat. Walaupun di era transisi pandemi menuju new normal, menurutnya, jumlah pendaftar membludak. Total ada 65 mahasiswa baru S2. “Yang lulus melalui jalur seleksi reguler ada 20 orang; melalui jalur tahfidz ada 1 mahasiswa, sedangkan melalui jalur beasiswa kepala madrasah/kepala sekolah di wilayah GERBANGMASKU ada 40 orang, sisanya jalur beasiswa As-Sunniyyah terdapat 4 orang mahasiswa,” tuturnya disambut tepuk tangan peserta.

Selain mendapatkan penjelasan tentang bagaimana sistem pembelajaran yang ada di pascasarjana, para mahasiswa baru juga dibekali pengetahuan sistem pengajuan dalam penyelesaian tugas akhir mereka dan juga sistem perkuliahan mata kuliah yang mereka tempuh nantinya. Dikonfirmasi setelah memberikan penjelasan tentang tugas akhir, Nanang Budianto, M.Pd.I., menyatakan “Diharapkan hal ini dapat meminimalisir kesalahan dan kendala terkait akademik, sehingga jalannya studi bisa lancar tanpa ada kendala”,  ujar Pak Nanang, Kaprodi PAI Pascasarjana.

Di akhir orientasi, bu direktur berharap mudah-mudahan para mahasiswa pascasarjana tidak kerasan kuliah. “Kalau kerasan nanti program magister yang seharusnya selesai dalam 4 semester, malah molor. Jangan sampai ikut tren mahasiswa yang senang menyelesaikan studinya di masa injury time karena terkendala tugas akhir. Sebab tesis yang bagus itu tesis yang selesai ditulis,” tukasnya disambut tepuk tangan peserta.

Di sisi lain, Wakil Rektor I, Dr. Asnawan, M.S.I.,  ketika menyampaikan sambutan, arahan dan pembukaan menyampaikan, INAIFAS Kencong Jember akan berubah bentuk menjadi universitas. Karena itu, keberadaan pascasarjana sangat berperan sebagai unit yang mendorong pencapaian itu. “Maka inovasi mahasiswa dan dosen pascasarjana dalam riset kolaborasi menjadi sangat urgen,” kata pria kelahiran kepulauan Sapudi, Sumenep, Madura, ini. Selain Direktur dan Warek I yang menyampaikan pentingnya inovasi mahasiswa pascasarjana, orientasi ini juga menghadirkan KH. A. Sadid Jauhari, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong yang memberikan wawasan pentingnya penguatan kajian keislaman berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Setelah Kiai Sadid, giliran KH. Khoiruzzad Maddah menyampaikan pentingnya metodologi dakwah dan metodologi berpikir bagi generasi muda Islam. (laporan kegiatan ini ditulis oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Titin Nurhidayati, M.Pd.)

Silabus Pendidikan Seks dan Rumahtangga ala Pesantren (Bag.2) – | – Kajian Kitab Uqudul Lujain

Silabus Pendidikan Seks dan Rumahtangga ala Pesantren (Bag.1) – Kajian Kitab Qurratul Uyun

Bagikan sekarang

Oleh: Zaenuri, M.Pd (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS)

INDENTITAS BUKU
Judul             : QURROTUL UYUN SYARAH NAZHAM IBNU YAMUN
Penulis          : ABU MUHAMMAD QASIM BIN AHMAD BIN MUSA IBNU. YAMUN ATTALIDI AL AKHMASI 
Ganre : Seputar Tentang Nikah dan Tatacara  Berhubungan Suami Isteri

Kitab QURROTUL UYUN SYARAH NAZHAM IBNU YAMUN menguraikan masalah hubungan seksual antara suami dan isteri. Buku ini menguraikan topik topik seksual antara pasangan rumahtangga dari segi posisi, ekita dan tatacara saat melakukan hubungan intim antara suami isteri. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman dan konsep seksual Islami.

Pada bagian pertama, pengarang menjelasakan seputar pernikahan dan ruang lingkupnya. Di antaranya: hukum dan rukun nikah, anjuran menikah, kedudukan wanita dalam Islam, keutamaan dan manfaat menikah, akibat menyalahkan tujuan pernikahan, jenjang pernikahan, dan juga walimatun nikah. Tentu saja hal ini harus diperhatikan seorang untuk menuju terciptanya kelurga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Penulis kitab memberikan saran, pengantin putri ketika memasuki hari ketujuh dari pernikahannya, dilarang makan cuka dan memakan makanan yang pahit-pahit, seperti turmus, zaitun, dan kacang-kacangan, dan makanan yang asam seperti susu, buah-buahan yang rasanya asam, karena itu semua dapat mematikan syahwat dan menyebabkan orang tidak bisa hamil.

Sedangkan bahasan lain yang menarik dimulai dari malam pertama. Hendaknya suami istri pada saat menjelang malam istimewa ini melarang seseorang berhenti di dekat pintu kamarnya, agar orang itu tidak mengganggunya saat ia bercinta dengan istrinya. Juga hendaknya suami selalu berupaya untuk merangkai susunan bahasa dan tutur kata yang baik dan indah ketika berbicara dengan istrinya, sehingga keresahan dalam batin istrinya akan hilang. Hal ini dilakukan karena lazimnya seorang istri dihantui pertanyaan klasik, “Apakah senggama itu sakit atau nikmat?” Perasaan itu jelas terbaca di wajahnya. 

Penulis kitab ini juga menganjurkan, sebaiknya suami selalu menjauhi makanan yang dapat mematikan (melemahkan) syahwat, seperti mentimun, waluh, kedelai, gandum, dan makanan yang masam, juga bawang, dan sebagainya. Hal ini merupakan saran yang baik agar keharmonisan rumahtangga yang dipengaruhi urusan ranjang bisa terjaga stabilitasnya.

Pada bagian kedua diuraikan bahwa sewaktu akan memulai bersenggama, suami hendaknya meletakkan tangannya pada leher istrinya atau dengan kata lain suami merangkul istrinya. Kemudian membaca: Ya Raqiibu sebanyak 7 kali dan dilanjutkan dengan Fallaahu khairun haafidhan wahuwa arhamur raahimiin. Selepas itu hendaknya suami juga membasuh kedua tangan dan kaki istri dengan air pada satu wadah. Suami membaca Asma Allah Swt. dan shalawat Nabi Saw. kemudian air bekas membasuh itu disiramkan ke setiap sudut rumah. Sebab ada keterangan bahwa melakukan hal itu dapat menghilangkan kejelekan dan pengaruh setan.

Adapun pada bagian ketiga, penulis menerangkan sebagian tata cara dan tatakrama bersenggama yang ideal serta apa saja yang berhubungan dengan proses percintaan ini. Di antaranya suami tidak menggauli istrinya dalam keadaan masih menggunakan pakaian. Suami hendaknya melepas semua pakaian istrinya, lalu berseggama dalam satu selimut dan juga sebelum berseggama, hendaknya melakukan pemanasan dengan  meraba, merangkul, dan mencium selain mata istrinya. Tidak lupa ia menyebut nama Allah ta’ala, dan juga hendaklah ia berdoa agar dijauhkan dari “campur tangan” setan.

Tips Agar Suami Istri Mendapatkan Kenikmatan Luar Biasa

Ketika suami akan melakukan senggama, hendaklah tangan kirinya memegang zakarnya lalu mengusap ngusapkan kepala zakarnya di atas bibir vagina istrinya. Setelah itu baru zakarnya dimasukan ke dalam vagina istrinya. Ketika sudah merasakan akan ejakulasi, maka hendaklah ia memasukan tangannya ke bawah pinggul istrinya, kemudian ia angkat pinggul istrinya. Maka sesungguhnya suami istri akan merasakan kenikmatan yang sangat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.

Dalam Teknik lain, penulis juga menyarankan, hendaklah seorang istri menjepit zakar suaminya dengan vaginanya ketika suaminya ejakulasi dengan jepitan yang kuat. Karena hal itu dapat membuat suami merasakan sensasi kenikmatan yang begitu besar. Hanya saja, penulis kitab memberikan warning: bagi suami jika melakukan senggama dengan istri yang masih perawan janganlah sampai mengeluarkan maninya di luar vagina istrinya (mengeluarka zakarnya dari lubang vagina istrinya sebelum keluar mani atau yang disebut ‘azl).

Ejakulasi Suami Istri

Apabila seorang suami lebih dahulu keluar mani, maka dianjurkan bagi suami jangan mencabut zakarnya sampai istrinya keluar air mani jug. Apabila seorang istri lebih dahulu keluar mani, maka dianjurkan bagi sang suami untuk segera mencabut zakarnya, karena bila ia tidak lekas mencabut zakarnya, maka sang istri akan merasakan sakit. Dan tanda tanda keluar maninya seorang wanita itu adalah keningnya berkeringat dan dekapannya kepada suaminya bertambah kuat, dan sebagian dari tanda tanda yang lain adalah lemas persendiannya, dan ia malu untuk memandang suaminya dan terkadang bisa membuat ia gemetar. Berkumpulnya sperma laki laki dan air mani perempuan itu dapat menyebabkan bertambahnya rasa cinta. Demikianlah menurut penulis kitab.

Pada bagian yang keempat, pengarang menjelasakan waktu bersenggama. Waktu tepat yang disunnahkan dilakukan pada malam jum’at dan malam senin, tapi ketika istrinya haid atau nifas maka istrinya tidak boleh dijima. Adapun malam yang hendaknya dihindari untuk bersenggama di dalamnya adalah malam Idul Adha, malam akhir dari setiap bulan, dan malam pertama dari setiap bulan.

Di sisi yang lain, mushonnif menjelaskan berbagai kondisi yang hendaknya dihindari untuk bersenggama, yaitu:

  1. Dalam keadaan sangat haus, lapar dan marah.
  2. Dalam keadaan sangat gembira
  3. Dalam keadaan kenyang
  4. Dalam keadaan kurang tidur
  5. Dalam keadaan banyak fikiran.
  6. Dalam keadaan muntaber
  7. Dalam keadaan cercer (sering kencing)
  8. Dalam keadaan baru keluar dari kamar mandi (buang air besar).

Kondisi di atas semuanya harus dihindari, karena akan menghilangkan kekuatan dalam bersenggama.

Pada bagian ini pengarang menjelaskan banyaknya bersenggama (frekuensi) ketika musim kemarau dan musim hujan. Ketika hawa sedang tidak baik, dan ketika wabah penyakit sedang melanda, maka pasangan suami istri hendaknya mengurangi intensitasnya daripada biasanya.

Suami istri bersenggama paling sedikit dua kali dalam setiap Jumat (seminggu/satu pekan), atau paling sedikit satu kali pada setiap jum’at bagi suami yang sanggup melakukannya. Sebaiknya sang suami tidak menjarangkan bersenggama bersama istri, sehingga istri merasa tidak enak badan. Suami juga tidak boleh memperbanyak bersenggama dengan istri, sehingga pasangannya merasa bosan. Seorang suami diperbolehkan bersenggama dengan istrinya sebanyak 4 kali pada malam hari dan 4 kali pada waktu di siang hari, dan sang istri tidak boleh menolak ajakan suaminya tanpa ada uzur. Dan, hendaknya ketika suami istri melakukan jima’ di tempat tersembunyi (tidak dipertontonkan) dan juga merendahkan suaranya ketika bersetubuh.

Sedangkan pada bagian kelima, penulis menguraikan berbagai variasi posisi bersenggama. Semua posisi boleh coba, kecuali bersetubuh pada saat haid, nifas dan melalui dubur (anal seks). Dan posisi yang paling baik adalah istri dalam keadaan terlentang dengan mengangkat kedua kakinya dan suami ada di atasnya. Ketika suami ingin mengulangi jima’ yang kedua kalinya maka hendaknya dia mencuci zakarnya. Ketika suami ingin berjima’ sedangkan istrinya lagi haid atau nifas maka boleh ber-istimta’ (mengeluarkan mani) dengan tangan istrinya. Apabila suami menjima’ istrinya dan belahan jiwanya dalam keadaan tidak bergairah maka hukumnya makruh.

Tempat Tempat yang Harus Dihindari Saat Jima’

  1. Di atas atap rumah
  2. Di bawah pohon yg sedang berbuah.

Tips Mempunyai Anak Laki Laki dan Perempuan

Ketika suami merasakan akan ejakulasi/keluar mani hendaklah dia memiringkan lambungnya yang kanan dan ketika sang suami mencabut zakarnya, maka hendaklah istri memiringkan badannya ke arah kanan. Apabila ingin memiliki anak perempuan, maka saat suami merasakan akan ejakulasi hendaklah dia memiringkan lambungnya yang kiri dan ketika sang suami mencabut zakarnya, maka hendaklah istri memiringkan badanya ke arah kiri. Demikian disampaikan oleh penulis kitab.

Mimpi Jima’, Apa Maknanya?

Di dalam bagian ini juga dibahas tentang mimpi berjima’ yang meliputi tiga bagian, yaitu: karamah (kemuliaan), uqubah (siksaan) dan ni’matun (kenikmatan).

  1. Mimpi jima’ dengan rupa yang diharamkan (yang tidak halal dijima’), maka itu sebagai bentuk siksaan karena mimpi itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang yang meremehkan agama dengan melihat hal hal yang diharamkan agama, serta memikirkannya.
  2. Sedangkan mimpi jima’ tanpa ada rupa (tiba-tiba ketika tidur air mani keluar tanpa didahului dengan mimpi) maka itu suatu kenikmatan yang disebabkan oleh kelebihan air mani di dalam tubuh dan berguna mengeluarkan kotoran kotoran air mani yg dapat menimbulkan syahwat dan ia mendapatkan pahala dari sebab mandi besarnya.
  3. Sedangkan mimpi jima’ dengan rupa yang dibenarkan oleh hukum syara’ (seperti mimpinya suami berjima’ dengan istrinya), maka itu suatu bentuk kemuliaan, karena di dalamnya terdapat kenikmatan tanpa siksaan.

Bagi suami istri yang ingin mendapatkan kenikmatan yang luar biasa pada waktu berjima’, maupun tipe membina keharmonisan dalam berumahtangga, maka kitab ini sangat cocok untuk dipelajari dan diamalkan.Wallahu A’lam Bisshawab

Tingkatkan Kualitas Dosen, Prodi PBA Gelar Diklat Pembuatan Buku Ajar

Tingkatkan Kualitas Dosen, Prodi PBA Gelar Diklat Pembuatan Buku Ajar

Bagikan sekarang

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab mengadakan pelatihan pembuatan buku ajar dan modul MK bahasa Arab ber-ISBN belum lama ini, (11/9/2021). Acara yang diikuti oleh seluruh dosen pendidikan bahasa Arab ini bertempat di ruang laboratorium lt.5 Kampus II Institut Agama Islam Al-Falah Assunniyyah Kencong Jember. Hadir sebagai narasumber Bapak Fina Aunul Kafi, M.Pd.I., selaku Kaprodi PBA.

“Buku ajar BA merupakan salah satu penunjang untuk mahasiswa dalam belajar. Dosen sebagai pengajar dan pendidik mahasiswa, saat ini didorong untuk membuat buku ajar sesuai mata kuliah yang diampu. Dalam penulisan buku ajar minimal 50 halaman sesuai materi yang diajarkan selama satu semester.” jelas Pak Fina, sapaan akrab pria kelahiran Tuban ini.

Pak Fina melanjutkan, tujuan dari adanya buku ajar dibuat supaya memudahkan mahasiswa mempelajari materi yang diajarkan oleh dosen yang bersangkutan. Misal, dosen memberikan referensi kepada mahasiswa untuk membaca 5 buku referensi. Sehingga adanya buku ini, sudah dirangkum ke dalam satu buku, ungkapnya.

“Rekan-rekan dosen PBA selain membuat buku ajar yang ber-ISBN, juga membuat modul pembelajaran sesuai mata kuliah yang diampu. Saya harapkan semangat rekan-rekan dosen yang ikut dalam pelatihan pembuatan buku ajar ini, kedepan bisa menyelesaikan minimal satu buku ajar. Ini bisa memotivasi rekan lainnya untuk terus berkarya melalui tulisan berdasarkan pada pengalaman ketika mengajar,” tambahnya.

Salah satu tujuan diadakannya pelatihan pembuatan buku ajar ini adalah sebagai trigger untuk para dosen supaya lebih giat dalam menulis buku serta mengetahui kaidah ilmiah sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian tukas Asni Furoidah, M.Pd.I selaku dosen PBA Putri.

Dalam pelatihan tersebut, seluruh dosen membuat bagan buku ajar mata kuliah yang diajarkan sesuai arahan dari Kaprodi. Kemudian hasil rancangan buku ajar dipresentasikan satu persatu didepan untuk memperoleh masukan dari dosen lainnya. Setelah rancangan buku ajar ajar selesai, barulah disetorkan kepada Kaprodi untuk diproses ISBN buku tersebut.

Keunggulan buku ajar ber-ISBN, antara lain, bisa dipakai oleh mahasiswa pendidikan bahasa Arab maupun di kampus lain. Selain itu penulis akan mendapatkan insentif sesuai proporsi mereka sendiri dan tertera dalam aturan yang berlaku pada setiap Perguruan Tinggi. Sehingga dengan adanya pelatihan ini dapat membantu dan menambah pengetahuan bagi dosen dalam merancang sampai menerbitkan buku ber-ISBN. Baik buku ajar, modul, maupun buku monograf.

“Apalagi pihak kampus saat ini sudah menyediakan tunjangan khusus bagi penulis, baik artikel jurnal maupun buku. Inisiatif dari Prodi PBA ini bisa diduplikasi oleh prodi lain,” kata Dekan Fakultas Tarbiyah, M. Bustanul Ulum, M.Pd.I

(Laporan kegiatan ini ditulis oleh Bu Asni Furoidah, M.Pd.I., dosen Prodi PBA)

PENTINGNYA DUTA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

PENTINGNYA DUTA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Bagikan sekarang

Oleh Siti Majidah, S. Hum., M. Pd. (Kepala Perpustakaan INAIFAS)

Duta itu artinya orang yang diutus melakukan tugas khusus. Bisa juga menjadi role model. Dengan adanya duta, maka produk dan program yang dirancang diharapkan bisa tersosialisasi dan terlaksanakan dengan baik. Karena itu, seorang duta selain harus menguasai produk dan program yang dipromosikan, harus pula menjadi bagian dari branding lembaga maupun perusahaan yang mengutusnya. Misalnya ada Duta Anti Narkoba, Duta Lingkungan Hidup, Duta Literasi, yang dirancang kementerian atau badan pemerintah yang terkait, atau duta produk yang disebut Brand Ambassador, sebagaimana model cantik yang melekat dalam iklan sabun merk tertentu, atau sosok yang mencitrakan kecerdasan dan keuletan di produk lain.

Bekaitan dengan duta, perpustakaan INAIFAS membuat program anyar, namanya Duta Perpustakaan. Tujuannya, men-show up serta mengubah stigma masyarakat tentang perpustakaan saat ini dengan cara melibatkan masyarakat dalam kinerja literasi. Karena diselenggarakan oleh kampus, maka Duta Perpustakaan berasal dari mahasiswa.

Oleh karena itu, melalui program ini, INAIFAS bermaksud mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan masyarakat literatif. Sebagai kepala perpustakaan, penulis membuka pendaftaran Duta Pustaka ini sejak Agustus silam. Alhamdulillah, ada puluhan pendaftar. Setelah dilakukan seleksi, maka terpilihkan empat mahasiswa. Aminatur Rochmah (PGMI), Siti Nur Laili (PGMI), M. Rio Tirta Wardana (PAI), Indah Afifah Choir (ES). Semua mahasiswa semester 3.

Duta Perpustakaan alias Duta Pustaka yang dimaksudkan penulis adalah model kegiatan yang pelaksanannya terdiri dari beberapa mahasiswa pilihan yang siap menjadi garda terdepan dalam mensukseskan budaya membaca.

Duta Pustaka beranggotakan para mahasiswa dengan kriteria memiliki ketekunan dan keuletan dalam mengajak teman-temannya untuk membaca buku, berkunjung rutin ke perpustakaan, serta berdiskusi buku bertema tententu sesuai pilihan. Duta Pustaka dirancang agar para mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap apresiatif terhadap perpustakaan.

Gagasan ini terinspirasi dari salah satu berita tentang pemilihan Duta Pustaka Kabupaten Jawa Barat dimana mereka ikut membantu pelayanan peminjaman dan pengembalian buku yang dikerjakan oleh siswa dengan model piket terjadwal, yaitu tepatnya di Perpustakaan SMPN 3 Purbalingga. Penulis terpesona dengan keterampilan siswa dalam membantu pelayanan sirkulasi peminjaman, mencatat peminjaman dan pengembalian buku serta menstempelnya dengan cepat dan tepat. Satu bukti adanya rutinitas menjalankan kegiatan tersebut dan sangat membantu proses pelayanan dari sekian banyak siswa pada kesempatan waktu yang terbatas (jam istirahat). Mereka para siswa dikenal sebagai Siswa Piket Perpustakaan.

Berdasarkan inspirasi inilah, maka pihak Pepustakaan INAIFAS melakukan duplikasi program Duta Pustaka di atas. Untuk itu ada beberapa saran yang dikembangkan, yaitu

  1. Duta Pustaka dapat dikembangkan secara lebih luas daya guna dan fungsinya serta memberikan efek kebanggaan serta citra unggulan untuk promosi pada mahasiswa yang lain untuk minat baca, meskipun salah satu fungsi membantu pelayanan dapat terus dipertahankan untuk sekolah/perguruan tinggi yang telah menjalankan fungsi piket pelayanan perpustakaan.
  2. Duta Pustaka, diharapkan secara resmi ditetapkan dan dibentuk oleh perguruan tinggi dengan kriteria khusus masing-masing lembaga.
  3. Teknisnya dapat dipilih dari mahasiswa di setiap semester/tingkat sesuai kriteria, sehingga di tiap kelas terdapat minimal 1 orang mahasiswa sebagai Duta Pustaka. Akan tetapi lebih diupayakan bagi mereka yang memiliki kemampuan di bidang literasi, misalnya mendongeng, menulis dan baca puisi (karena ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi promosi perpustakaan).
  4. Untuk pembeda dan upaya promosi minat baca, hemat saya pada hari tertentu (misal seminggu sekali), para Duta Pustaka memakai seragam khusus, untuk membedakan dengan yang lainnya.
  5. Duta Pustaka berfungsi menjadi simbol inspirator bagi mahasiswa lain untuk melirik perpustakaan sampai dengan menjadikan perpustakaan tempat alternatif yang nyaman untuk membaca, berdiskusi, serta meminjam buku.
  6. Duta Pustaka dapat diberi tugas khusus tentang perpustakaan yang tidak memberatkan tugas utama kuliah dan belajarnya.
  7. Duta Pustaka mendapat pelatihan dan pengetahuan standar perpustakaan dan kepustakaan, untuk memberikan gambaran pengelolaan, ilmu pengelompokan buku, labeling, dan lain-lain.
  8. Data Pustaka dapat membantu petugas perpustakaan dalam hal pelayanan yang membutuhkan koordinasi mahasiswa dari perpustakaan, seperti tugas menempel informasi atau mading perpustakaan, mengumumkan atau menyampaikan informasi pembaca/peminjam buku terbanyak, sampai dengan mencoba merasakan atau ikut membantu pekerjaan sirkulasi peminjaman, dan lain hal yang bisa ditentukan dan baik untuk pengenalan dan kepedulian mahasiswa terhadap perpustakaan)

Semoga dengan terpilihnya Duta Perpustakaan INAIFAS tahun 2021 ini, mahasiswa dapat meneruskan dan melahirkan ide-ide baru bagi perkembangan perpustakaan dan penguatan literasi di Kencong khususnya, dan di kabupaten Jember pada umumnya.

Wallahu A’lam Bisshawab