Persiapan Menjadi Universitas, INAIFAS Dirikan Empat Prodi

Persiapan Menjadi Universitas, INAIFAS Dirikan Empat Prodi

Bagikan sekarang

Setelah alih status dari sekolah tinggi menjadi institut pada 2018, kini INAIFAS berancang-ancang menjadi universitas.

Harapan ini merupakan hasil rapat yang digelar di rumah Ketua Yayasan Pendidikan Islam al-Falah Assunniyah (YPIAA), KH. A. Sadid Jauhari, 27 Ramadan silam.

Akhmad Zaeni, Ketua Panitia Alih Status, menjelaskan, sebagai kampus yang siap bersaing di kancah nasional, INAIFAS memiliki sumberdaya yang bisa diandalkan untuk menjadi universitas.

“Syarat-syarat sudah 80% terpenuhi. Misalnya ketersediaan lahan, jumlah mahasiswa dan dosen, hanya kita menunggu izin penyelenggaraan pembukaan prodi baru agar arah menjadi universitas bisa terpenuhi,” kata pria yang akrab disapa Pak Zen ini.

Rapat Panitia Alih Status Menuju Universitas
Rapat Panitia Alih Status Menuju Universitas

Dosen sekaligus Wakil Rektor II ini melanjutkan, ada 4 prodi yang disiapkan. Tadris Matematika, Tadris Bahasa Indonesia, Tadris Bahasa Inggris, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Keempat prodi ini dianggap memiliki prospek di wilayah Jember dan Lumajang. Selebihnya, Pak Zen menilai
apabila saat ini keempat prodi di atas banyak dibutuhkan oleh para guru.

“Jadi, setelah kita survei di lapangan, prodi-prodi ini yang banyak diminati calon mahasiswa dan masyarakat,” tuturnya.

Rapat Panitia Alih Status Menuju Universitas

Jika keempat prodi ini berdiri, maka perizinan menjadi universitas akan lebih mudah. “Doakan saja. Ada dua pilihan nama kampus ini, Universitas al-Falah Assunniyah, bisa juga Universitas KH. Jauhari Zawawi.” katanya.

KH. Jauhari Zawawi adalah ulama kharismatik pendiri PP. Assunniyyah Kencong Jember. Rais Syuriah PCNU Kencong terlama ini wafat pada 1994. Saat ini, pesantren yang didirikan semakin berkembang dengan lebih dari empat ribu santri. (humas inaifas)

Kembangkan Minat Baca di Papua Barat, INAIFAS Suplai Buku

Kembangkan Minat Baca di Papua Barat, INAIFAS Suplai Buku

Bagikan sekarang

Sejak Februari silam, INAIFAS bekerjasama dengan Persaudaraan Profesional Muslim Ahlussunah Wal Jamaah (PPM Aswaja). Organisasi ini fokus pada penguatan paham keaswajaan di media sosial maupun lapangan dakwah.

Salah satu program PPM Aswaja ini adalah SGTP (Santri Goes To Papua) yang dimulai akhir tahun 2015 dan masuk kompleks suku Kokoda di Kurwato pada akhir tahun 2016. Lewat SGTP ini PPM Aswaja bersinergi dengan masyarakat setempat berhasil mendirikan dan merintis TPQ dan Madin Al-Ibriz Iru Nigeiyah. Di lokasi ini, Ustadz Agus Setyabudi diamanahi sebagai pengasuh.

Salah satu bentuk kerjasama INAIFAS dengan PPM Aswaja adalah pengiriman Dai Mahasiwa. Selama setahun, diharapkan mahasiswa yang dikirim bisa membantu kegiatan pendidikan dan dakwah di kawasan ini.

Bentuk kerjasama lainnya adalah pada penguatan literasi. Hari Usmayadi, koordinator PPM Aswaja, berharap apabila sektor pengembangan perpustakaan di Madin Al-Ibriz bisa digarap dengan baik. Pria yang akrab disapa Cak Usma ini menilai, anak-anak memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi. Jika disiapkan berbagai buku, tentu rasa penasaran mereka bisa terobati.

Agus Setyabudi, Pengasuh Madin Al-Ibriz, sudah merintis perpustakaan walaupun dengan koleksi yang belum banyak. Namanya TBM (Taman Baca Masyarakat) Eme Moe. Dalam bahasa Kokoda artinya “mari belajar”, “mari membaca”, “mari sekolah”. Anak-anak Suku Kokoda yang bermata jernih dan indah itu sering menjamah buku-buku yang disediakan.

“Para Santri Madin al-Ibriz Menikmati Koleksi TBM Eme Moe”
“Para Santri Madin al-Ibriz Menikmati Koleksi TBM Eme Moe”
“Para Santri Madin al-Ibriz Menikmati Koleksi TBM Eme Moe”
“Para Santri Madin al-Ibriz Menikmati Koleksi TBM Eme Moe”
“Para Santri Madin al-Ibriz Menikmati Koleksi TBM Eme Moe”

“Mereka punya minat baca yang tinggi. Tinggal bagaimana kita menyediakan koleksi yang bermutu. Kita berharap kerjasama dengan INAIFAS ini bisa menjadi pengembangan literasi di sini,” harap Ustadz Agus, sapaan akrabnya.

Harapan Ustadz Agus bisa terpenuhi. Senin (5/7), pihak INAIFAS mengirimkan 4 kardus berukuran jumbo.

Satu kardus berisi baju muslim, mukena anak, dll. Kardus satunya isi 25 mushaf ukuran agak besar, 2 kardus sisanya berisi buku.

Temanya, selain buku pengayaan keislaman Aswaja (pegangan para ustadz), ada juga yang bertema anak; pengetahuan dasar keislaman, panduan ibadah dan doa, komik Nabi dan Rasul, komik sahabat dan ulama serta ilmuwan muslim, komik dan novel Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK), fabel dan legenda di Nusantara, komik sains, serial komik ilmuwan Barat, manga, hingga tafsir Juz Amma for Kids. Komplit.

Rijal Mumazziq Z, Rektor INAIFAS, menjelaskan koleksi ini dia dapat dari beberapa penerbit. Antara lain Khalista, Muara Progresif, Imtiyaz, juga distributor Mitra Buku Firdaus. Beberapa sahabatnya juga menyumbang dana yang dia belikan di Kampoeng Ilmu, salah satu sentra buku bekas di Surabaya.

Dirinya berharap apabila pengiriman koleksi buku ini terus bisa dilakukan. Dia berharap, siapapun yang punya koleksi buku yang tidak lagi dibaca, apapun temanya, anak anak maupun dewasa, keislaman maupun umum, bisa disalurkan ke Madin Al-Ibriz Sorong, melalui INAIFAS.

“Silahkan taruh di INAIFAS, nanti kami yang akan mengirimkannya ke Madin Al-Ibriz bersama titipan lain.” kata rektor yang akrab disapa Gus Rijal ini.

Dirinya juga berharap, tahun ini pihak INAIFAS juga bisa menyelenggarakan penyembelihan hewan Qurban di Madin Al-Ibriz. “Di Jawa itu kan sudah banyak yang berqurban. Bahkan satu masjid bisa puluhan ekor hewan. Nah, ini butuh pemerataan di luar Jawa. Makanya kita berharap bisa nyembelih di Sorong sana.” harapnya. (humas inaifas)

UNESA dan INAIFAS Bekerjasama dalam Revitalisasi Program Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan

UNESA dan INAIFAS Bekerjasama dalam Revitalisasi Program Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan

Bagikan sekarang

UNESA dan INAIFAS Bekerjasama dalam Revitalisasi Program Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan

UNESA dan INAIFAS kembali mengambil langkah nyata dalam program revitalisasi dan pengembangan “Sekolah Ramah” untuk wilayah Jember Selatan (30/6/2021).

Pertemuan terbatas ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sebelumnya digelar pada tanggal 23 Juni 2021 di tempat yang sama. Acara di gedung Rektorat UNESA L6 dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural kampus masing-masing yang membahas sejumlah agenda yang lebih teknis.

Prof. Dr. Darni, M.Hum selaku ketua LP2M UNESA dalam sambutannya menyampaikan, bahwa giat yang diinisiasi oleh INAIFAS Jember merupakan langkah kongkret dalam wujud pengabdian masyarakat. Terlebih dengan menyertakan satu lembaga unggulan SDU As-
Sunniyyah Kencong.

Lembaga yang dinakhodai oleh Abdullah Muhlas, S.Pd.I inilah yang direncanakan sebagai pilot project pengembangannya. Diakhir sambutan dan sekaligus membuka rapat, pria ramah ini berpesan,“Program kerjasama ini bukan bersifat temporal namun sustainable. Karenanya, program ini bukan sekedar pengembangan pada skala mikro, namun Nasional yang dipayungi undang-undang. Maka, saya sepakat jika dalam silaturrahmi ini ditentukan secara jelas poin-poin teknis yang saling memberi nilai manfaat antar lembaga khususnya, dan kepada masyarakat pada umumnya,” pungkasnya sembari membuka acara.

Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd selaku Kepala Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) UNESA, mengatakan bahwa Program Studi Disabilitas adalah salah satu dari 3 program unggulan di UNESA setelah olah raga dan MIPA.

Pengembangan ini dipandang begitu urgen karena memang telah didasari oleh undang-undang. Hal itu telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional yang telah memberikan warna baru dalam penyediaan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Hal tersebut kemudian dikuatkan dalam UU Nomor 70 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Aspek tersebut tentunya merupakan terobosan bentuk pelayanan pendidkan bagi anak-anak penyandang disabilitas dengan bentuk penyelenggaraan pendidikan inklusif yang bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif.

“Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat memandang sempit program ini, yang mangsumsikan bahwa sekolah inklusi identik dengan sekolah SLB yang notebene sekolah anak cacat. Disitulah timbul stigma negatif yang menyebabkan masyarakat jadi enggan menyekolahkan anaknya di lembaga inklusi. Yang lebih parah sekolah tersebut berangsur sepi peminat, karena terbangunnya citra tersebut.” tambah Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd., pimpinan delegasi INAIFAS.

Sebagai Kepala LP2M INAIFAS, Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd dan kepala SDU As-Suniyyah Kencong siap menjadi pilot project dan melaksanakan program revitalisasi sekolah inklusi dalam bentuk unit pengembangan integratif di satuan pendidikan.

Tentunya dengan label yang disepakati bersama menjadi unit program “Sekolah Ramah Anak”.
Sebagai wujud nyata pertemuan ini, telah disepakati beberapa poin teknis dan strategi. Antara lain, Pertama. Mengadakan survey and need assessment bersama di wilayah Jember Selatan

Kedua.Mengadakan sosialisasi dan rekognisi kepada stake holder, termasuk dari unsur Dinas Pendidikan, Penma (Kemenag) K3S, KKG, PGRI, juga masyarakat dalam bentuk Webinar.

Ketiga. Pendidikan dan pelatihan calon Guru Pendamping Khusus (GPK) pendidikan bersertifikat standar nasional.

Keempat. Diseminasi dan pengembangan.

Beberapa poin itulah yang nantinya menjadi dasar kerjasama dalam program revitalisasi Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan.

Di akhir sesi pertemuan, Ima Kurrotu Ainin, M.Pd selaku moderator sekaligus sekretaris PSLD UNESA, mengatakan, “Kami berjanji akan berkunjung ke Jember bersama mas Muhammad Asar (dosen lulusan Australia konsentrasi pendidikan disabilitas) mulai dari proses asesmen hingga pelatihan guru dengan model blanded learning”. (arm)

Pertemuan dengan Mahasiswa Akhir, Dekan Fakultas Tarbiyah : Tunda Dulu !

Pertemuan dengan Mahasiswa Akhir, Dekan Fakultas Tarbiyah : Tunda Dulu !

Bagikan sekarang

Kencong, Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah, M. Bustanul Ulum, M.Pd menunda pertemuan dengan mahasiswa terkait koordinasi progres penyusunan skripsi bagi mahasiswa semester VIII ke atas.

Pertemuan yang semula direncanakan hari ini, Senin, 5 Juli 2021 bertempat di Aula INAIFAS Kencong tersebut ditunda dikarenakan mematuhi Intruksi Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak 3-20 Juli 2021.

” Pertemuan kita tunda dulu sampai batas waktu yang ditentukan, ” Terang Ibus di Gedung Rektorat, Senin pagi (5/07)

Selebihnya pertemuan akan di informasikan secara berkala melalui kaprodi masing-masing.

UNESA dan INAIFAS Optimis Bekerjasama dalam Revitalisasi Program Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan

UNESA dan INAIFAS Optimis Bekerjasama dalam Revitalisasi Program Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan

Bagikan sekarang

UNESA dan INAIFAS kembali mengambil langkah nyata dalam program revitalisasi dan pengembangan “Sekolah Ramah” untuk wilayah Jember Selatan. Pertemuan terbatas ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sebelumnya digelar pada tanggal 23 Juni 2021 di tempat yang sama.

Acara tersebut berlangsung di gedung Rektorat UNESA L6 dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural kampus masing-masing yang membahas sejumlah agenda yang lebih teknis.(30/6/2021).


Prof. Dr. Darni, M.Hum selaku ketua LP2M UNESA dalam sambutannya menyampaikan, bahwa giat yang diinisiasi oleh INAIFAS Jember merupakan langkah kongkret dalam wujud pengabdian masyarakat. Terlebih dengan menyertakan satu lembaga unggulan SDU As-Sunniyyah Kencong.

Lembaga yang dinakhodai oleh Abdullah Muhlas, S.Pd.I inilah yang direncanakan sebagai pilot project pengembangannya. Diakhir sambutan dan sekaligus membuka rapat, dia berpesan bahwa, “Program kerjasama ini bukan bersifat temporal namun sustainable. Karenanya, program ini bukan sekedar pengembangan pada skala mikro, namun nasional yang dipayungi undang-undang.

“Maka, saya sepakat jika dalam silaturrahmi ini ditentukan secara jelas poin-poin teknis yang saling memberi nilai manfaat antar lembaga khususnya, dan kepada masyarakat pada umumnya”, pungkasnya sembari membuka acara.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd selaku Kepala Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) UNESA, mengatakan bahwa Program Studi Disabilitas adalah salah satu dari 3 program unggulan di UNESA setelah olah raga dan MIPA. Pengembangan ini dipandang begitu urgen karena memang telah didasari oleh undang-undang.

Hal itu telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang telah memberikan warna baru dalam penyediaan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Kemudian dikuatkan dalam UU Nomor 70 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.


Menurutnya, hal tersebut tentunya merupakan terobosan bentuk pelayanan pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas dengan bentuk penyelenggaraan pendidikan inklusif yang bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif.


Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat memandang sempit program ini, yang mengasumsikan bahwa sekolah inklusi identik dengan sekolah SLB yang notebene sekolah anak cacat. Disitulah timbul stigma negatif yang menyebabkan masyarakat jadi enggan menyekolahkan anaknya di lembaga inklusi.

“Yang lebih parah sekolah tersebut berangsur sepi peminat, karena terbangunnya citra tersebut”, Pungkasnya.

Maka dengan adanya I’tikad bersama ini ketua LP2M INAIFAS, Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd dan kepala SDU As Suniyyah Kencong siap menjadi pilot project dan melaksanakan program revitalisasi sekolah inklusi dalam bentuk unit pengembangan integratif di satuan pendidikan.

Tentunya dengan label yang disepakati bersama menjadi unit program “Sekolah Ramah Anak”.
Sebagai wujud nyata pertemuan ini, telah disepakati beberapa poin teknis dan strategi diantaranya:

  1. Mengadakan survey dan need assessment bersama di wilayah Jember Selatan
  2. Mengadakan sosialisasi dan rekognisi kepada stake holder, teramsuk dari unsur Dinas Pendidikan, Penma (Kemenag) K3S, KKG, PGRI, juga masyarakat dalam bentuk Webinar.
  3. Pendidikan dan pelatihan calon guru pendamping khusus (GPK) dengan pola in service – on service – in service dengan 82 jpl (standar nasional) bersertifikat.
  4. Diseminasi dan pengembangan

Poin itulah yang nantinya menjadi dasar kerjasama dalam program revitalisasi Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan.

Di akhir sesi bu Ima Kurrotu Ainin , M.Pd selaku moderator sekaligus sekretaris PSLD UNESA, mengatakan, “kami berjanji akan berkunjung ke Jember bersama mas Muhammad Asar (dosen lulusan Australia konsentrasi pendidikan disabilitas) mulai dari proses asesmen hingga pelatihan guru dengan model blended learning” Tutur bu Ima. (arm)

SEMA INAIFAS, Gelar Seleksi Calon Anggota KPUK dan BANWASLUK Tahun 2021

SEMA INAIFAS, Gelar Seleksi Calon Anggota KPUK dan BANWASLUK Tahun 2021

Bagikan sekarang

Kencong, Pesta demokrasi pemilihan umum raya kampus INAIFAS kencong tahun 2021 akan segera dihelat. Berbagai persiapan dan perencanaan sudah dilakukan.

Tutur Ketua Senat Mahasiswa INAIFAS, Siti Qomariah pada saat memberikan sambutan pada acara seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum Kampus (KPUK) dan Badan Pengawas Pemilu Kampus (Banwasluk) INAIFAS di aula PCNU Kencong, jum’at sore.(2/07)

Menurutnya sebagai lembaga legislatif di INAIFAS tentu pihaknya memiliki tanggung jawab penuh dalam momentum tahunan ini.

” Mungkin ini berbeda daripada tahun sebelumnya, bahwa jika tahun sebelumnya yang bertanggungjawab terkait pembentukan panitia penyelenggara pemilu raya ini adalah DEMA, tapi sebagaimana mengacu pada hasil Kongres Mahasiswa Ke-I yang bertanggung jawab adalah SEMA ” Ungkap Qomariah.

Siti Qomariah saat memberikan sambutan

Senada dengan hal tersebut, Habib Aziz Ar Rozi selaku Ketua Komisi A (Bidang Legislasi) mengatakan bahwa kampus INAIFAS berada dibawah naungan Kemenag, maka segala aturan tentang pedoman organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus harus mengacu pada aturan tersebut.

“Payung hukum ormawa kita adalah SK Dirjen Pendis Kemenag RI No 4961 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Islam, kemudian di bawahnya adalah SK Rektor No.223 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan INAIFAS lalu dibawahnya lagi adalah Hasil Kongres Mahasiswa Ke-I tahun 2020, jelas Habib saat di wawancarai.

Komisi Pansus saat menginterview calon anggota kpuk dan banwasluk

Dinformasikan bahwa open recruitment anggota KPUK dan Bawasluk tersebut sudah dibuka sejak tanggal 15 Juni hingga 30 Juni 2021.

Kemudian tanggal 1 Juli 2021 seleksi administrasi dan 2 Juli 2021 seleksi interview dan pengumuman hasil seleksi akan diumumkan secara online pada tanggal 3 Juli 2021.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih sekitar 30 mahasiswa serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kontributor : SEMA INAIFAS
Dokumentasi : Istimewa