Penarikan Mahasiswa PKL INAIFAS di Pengadilan Agama Jember

Penarikan Mahasiswa PKL INAIFAS di Pengadilan Agama Jember

Bagikan sekarang

Fakultas Syariah Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong, Jember melakukan penarikan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Pengadilan Agama Jember, Jum’at (22/04/2022).

Bertempat di Ruang Pengadilan, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Jember Drs. H. Karmin, M.H., Dosen pamong : Drs. H. Ramli, M.H., Dekan Fakultas Syariah Inaifas Zuhairuz Zaman, L.C., M.H., Kaprodi AS/HKI Inaifas Moch. Aufal Hadliq KMW, M.H., Ketua Panitia PKL AS Inaifas Beni Ashari, M.H. dan, para dosen pamong.

Sebelumnya, sebanyak 86 mahasiswa telah melaksanakan PKL sejak 28 Februari 2022 hingga 22 Maret 2022.

Drs. H. Karmin, M.H. Wakil Ketua Pengadilan Agama Jember dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh mahasiswa PKL karena telah banyak membantu proses kinerja di Pengadilan Agama Jember

“Semoga para mahasiswa dari pesantren/mahasantri kelak bisa menggantikan para hakim dan pegawai di Pengadilan Agama Jember, karena penguasaan ilmu yang lebih mendalam dan kejujuran yang lebih, dibandingkan kampus selain basis pesantren,” katanya penuh harap.

Dikonfirmasi, sebelum kegiatan PKL berlangsung telah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Syariah Inaifas dengan Pengadilan Agama Jember pada 1 Februari 2022 oleh Dekan Fakultas Syariah dengan Pimpinan Pengadilan Agama Jember.

Dekan Fakultas Syariah Inaifas, Zuhairuz Zaman, Lc, M.H. menjelaskan MoU ini penting bagi Fakultas Syariah dan prodi HKI sebagai bagian dari kerjasama akademik dalam rangka membentuk para sarjana yang ahli dalam beracara di pengadilan dan lebih mendekatkan dunia profesi praktisi hukum kepada mahasiswa.

“Sehingga mereka bisa melihat langsung bagaimana teori dan materi hukum yang mereka pelajari di kampus lalu diaplikasikan dalam pengadilan,” katanya.

Ia berharap mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang penting tentang praktik beracara di Pengadilan Agama dan hal tersebut adalah salah satu visi misi dari pada prodi HKI Inaifas.

“Tidak kalah penting juga, setelah mengikuti PKL ini mahasiswa agar bisa mendapatkan inspirasi untuk rencana penelitian dalam skripsi mereka,” imbuhnya.

Farij Hamy Rosyid salah satu mahasiswa PKL merasa senang dan gembira telah mendapatkan kesempatan belajar praktik secara langsung di Pengadilan Agama Jember tentu didampingi dosen pamong yang sangat sabar dan telaten dalam membimbing dan mengarahkan.

“Senang sekali, bisa berkesempatan mengikuti kegiatan persidangan secara langsung dan merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi kami mahasiswa AS/HKI bisa melihat langsung bagaimana cara memutuskan suatu perkara, bagaimana menetapkan perkara yang ada di pengadilan,” ucap Farij mahasiswa semester VI ini.

Syiar Kepedulian Sosial, Mahasiswa KIP INAIFAS Berbagi Takjil

Syiar Kepedulian Sosial, Mahasiswa KIP INAIFAS Berbagi Takjil

Bagikan sekarang

Meriahkan bulan suci ramadhan, mahasiswa penerima beasiswa KIP INAIFAS mengadakan kegiatan bagi-bagi takjil di beberapa masjid daerah Kecamatan Gumukmas dan Kencong pada Kamis (21/04/2022).

Bulan suci ramadhan merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah. Dimana, pada bulan ini seluruh pahala muslim/muslimah yang menunaikan ibadah dilipatgandakan termasuk dengan ibadah bersedekah.

Umi Khunainah, salah satu mahasiswa penerima beasiswa KIP INAIFAS mengatakan tak mau melewatkan momen yang sangat berharga ini, dengan berbagi takjil tersebut mahasiswa/i penerima beasiswa KIP INAIFAS ikut serta memeriahkan kegiatan yang memang sudah menjadi tradisi di bulan suci Ramadhan.

“Kegiatan ini mendapatkan respon baik dari berbagai masyarakat. Mereka senang dan gembira ketika melihat kami sebagai generasi muda sangat antusias dalam menyemarakkan bulan ramadhan ini,” terang Umi.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan ini, bisa sedikit mengukir rasa bahagia dihati yang menerima dan menumbuhkan syiar kepedulian sosial kepada masyarakat terhadap mahasiswa KIP INAIFAS.

Kegiatan tersebut merupakan serangkaian acara setelah pada 17 April 2022 menyelenggarakan kegiatan Ramah Tamah dan Buka Bersama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut bapak Mohammad Dasuki, M.Pd., Amak Fadholi, M.Pd., dan Ginanjar Adi Saputra, S.Pd.

Kiai Sadid Jelaskan 4 Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan

Kiai Sadid Jelaskan 4 Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan

Bagikan sekarang

Bulan Ramadhan bukan hanya bulan yang sangat istimewa sebab keberkahan yang dijanjikan di dalamnya. Bulan Ramadhan juga meninggalkan sejumlah peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi dalam sejarah Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tentunya, hal itu patut diketahui dan ditanamkan betul dalam sanubari generasi muda saat ini agar menjadi sebuah pelajaran berharga dan sebuah momentum membangkitkan semangat dengan mengingat kembali sejarah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong, KH. Achmad Sadid Jauhari pada saat memberikan arahan dalam acara Semarak Ramadhan 1443 di aula kampus INAIFAS Kencong, Jember, Jawa Timur. Kamis (21/04/2022).

“Peristiwa tersebut antara lain adalah Nuzulul Qur’an, Perang Badar, Fathu Makkah dan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucap kiai Sadid yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren Assunniyyah itu.

Pertama, Nuzulul Qur’an ialah peristiwa besar yang pernah terjadi di Bulan Ramadhan. Peristiwa turunnya Al-Qur’an tentunya menjadi momen penting penting bagi umat Islam. Al-Qur’an merupakan kitab suci Umat Islam yang menjadi pedoman hidup di semua aspek kehidupan.

Kedua, Perang Badar, perang ini terjadi pada hari Jum’at 17 Ramadhan 2 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 623 M. Penyebab peperangan ini ialah ketika umat Islam meninggalkan harta bendanya di Makkah ke Madinah karena kekejaman kaum kafir yang kemudian oleh kaum kafir Makkah dijarah sedikit dan hendak dijual ke negri Syam.

Ketiga, Fathu Makkah atau pembebasan kota Makkah, Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah. Peristiwa ini disebabkan Bani Bakr (sekutu Quraiys) yang cekcok dengan Bani Khuza’ah (sekutu Islam), kemudian Kaum kafir Quraisy membantu Bani Bakr untuk menyerang Bani Khuza’ah, 20 orang Khuza’ah mati terbunuh. Hal itu otomatis menjadikan kafir Quraisy melanggar perjanjian gencatan senjata atau yang dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah yang telah dijalin sebelumnya dengan Umat Islam.

Sementara yang terakhir, lanjut kiai Sadid, adalah peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia, telah disebutkan bahwa seluruh komponen pejuang kemerdekaan Indonesia tidak ingin melepaskan diri dari peran para ulama di pesantren. Hal ini dibuktikan saat para pejuang nasionalis seperti Bung Karno, Jenderal Soedirman, Bung Tomo, dan lainnya senantiasa sowan kepada Kiai Hasyim Asy’ari dalam memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan bangsa dan negara.
 
“Termasuk ketika Bapak Proklamator, Bung Karno dan kawan-kawan hendak memproklamasikan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Tiga bulan sebelumnya Bung Karno sowan menghadap Kiai Hasyim Asy’ari,” terangnya.
 
Maka Kiai Hasyim Asy’ari memberi masukan, proklamasi hendaknya dilakukan hari Jumat saat Bulan Ramadhan. Jumat dianggap Sayyidul Ayyam (penghulunya hari) dan Ramadhan menjadi Sayyidus Syuhur (penghulunya bulan).

“Maka tepat pada Hari Jum’at 9 Ramadhan 1364 H yang bertepatan dengan 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia berhasil diproklamasikan yang disambut suka cita oleh seluruh penduduk Indonesia,” tutupnya.

Kerjasama Lintas Lembaga, INAIFAS Bagikan Bingkisan bagi Yatim dan Dhuafa

Kerjasama Lintas Lembaga, INAIFAS Bagikan Bingkisan bagi Yatim dan Dhuafa

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong memberikan bingkisan lebaran untuk yatim dan dhuafa pada puncak Semarak Ramadhan dan peringatan Nuzulul Qur’an. Kamis sore, (21/04/2022).

Kegiatan tersebut berlangsung di aula kampus induk INAIFAS, Jalan Semeru No.09 Kencong, Jember.

Rektor Inaifas, Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor dan pihak yang telah mendukung program tersebut. “Total ada 41 anak yatim dan 36 dhuafa penerima bingkisan lebaran dan sembako” ucapnya.

Pihaknya berharap agar program tersebut setiap tahun terus meningkat baik jangkauan penerimanya maupun para sponsor serta para dermawan yang telah mendukung program tersebut.

Sementara Kiai Achmad Sadid Jauhari, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah menjelaskan tentang keihklasan dalam berjuang dan jangan khawatir soal rezeki. Sebagaimana pada saat proses awal pendirian bahwa kampus ini didirikan oleh orang-orang yang ikhlas.

“Saya sangat mengapresiasi dalam tiga 3 tahun terakhir, INAIFAS senantiasa memberikan beasiswa modal usaha bagi mahasiswa,”

Ia berharap apabila beasiswa modal usaha tersebut dapat menjadi salah satu wasilah agar para mahasiswa bisa meningkatkan kesejahteraannya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Abdul Halim Soebahar, MA. menceritakan awal mula berdirinya kampus Inaifas, saat gedung masih berpindah-pindah, dosen terbatas dan keuangan yang belum stabil.

“Saat itu merupakan tahap perjuangan yang sangat berat. Namun dengan segala tekat yang kuat dan keikhlasan kita mampu melewati masa-masa itu,” ungkap Prof Halim.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur itu sangat bersyukur dan bangga bahwa Inaifas saat ini berkembang dengan baik dan bahkan sudah memiliki program pascasarjana. “Semoga kampus ini terus berkembang hingga menjadi universitas,” ujarnya penuh harap.

Selain pemberian bingkisan lebaran bagi yatim dan dhuafa, juga dilakukan proses penyerahan beasiswa secara simbolis kepada mahasiswa.

Adapun beasiswa tersebut diantaranya, Beasiswa Modal Usaha yang diberikan kepada Dwi Rahmawati dan Anti Lestari prodi PGMI semester VIII, Faridatul Mufidah PAI Madin, Hablul Matin Bintang Buana prodi HKI semester II dan, Agus Salim prodi PAI Madin semester II.

Selanjutnya beasiswa PMII diberikan kepada Zilmi Armanda Putri prodi BKPI semester VII, Beasiswa IPPNU diberikan kepada Nisfi Lailatul Sa’diyah prodi PAI semester II, Beasiswa Orang Tua Asuh diberikan kepada Moch Mursid Syarifuddin prodi PBA/ semester VIII, Izza Afkarina prodi ES semester II dan, Zahrotul Jannah prodi PBA semester II.

Sementara Beasiswa BSI diberikan kepada Mohammad Imron Rosadi prodi AS semester 12, Beasiswa Bank Jatim diberikan kepada Niswatun Anwariyah prodi AS semester 4, Hamdani Zaini prodi AS semester 2 dan Beasiswa Upzis INAIFAS diberikan kepada Lutfia Nurlaily prodi PAI semester 6.

Terakhir beasiswa prestasi non-Akademik diberikan kepada M. Shiddiq Bahiri prodi PBA telah membawa Timnas sepak bola Amputasi Indonesia lolos ke piala dunia Turki 2022. Selanjutnya, pemenang lomba kompetisi sosmed Inaifas diraih oleh M. Yusron dan Wigasarc.

Berdasarkan informasi, bahwa kegiatan tersebut didukung oleh beberapa pihak diantaranya Lembaga Yatim Mandiri, Nurul Hayat, NU Care Lazisnu Cabang Kencong, NU Care Lazisnu Jawa Timur, Founder Dunia Santri Comunity, BSI Kencong, UD. Berkah Jati Mulyo Jombang, UMMI Foundation, UPZIS INAIFAS, Bank Jatim Kencong dan, para donatur lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Inaifas pertama Prof. H. Abdul Halim Soebahar MA., Ketua Inaifas kedua Nafiur Rofiq, M.Pd., Ketua Inaifas ketiga Drs. Khumaidi M.Hum., dan jajaran struktural, dekan, kaprodi, dosen, staf beserta tamu undangan.

Kompetisi Sosmed INAIFAS 2022, Berikut Daftar Pemenangnya

Kompetisi Sosmed INAIFAS 2022, Berikut Daftar Pemenangnya

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong, Jember resmi mengumumkan daftar pemenang Kompetisi Sosmed 2022 pada Rabu, (20/04).

Kegiatan yang digelar sejak 20 Februari 2022 itu mengusung tema “Bangga menjadi Keluarga INAIFAS”.

Adapun kategori yang dilombakan adalah video kreatif dan estetik, serta perolehan viewers dan like terbanyak dengan pilihan subtema diantaranya profil kampus, kegiatan kampus, kemahasiswaan, kepesantrenan dan dakwah.

Finalis akan mendapatkan uang pembinaan, voucher M2M dan buku penerbit Imtiyaz. Berikut ini daftar pemenangnya seperti postingan yang diunggah melalui akun instagram @inaifas.id.

Kategori video terbaik, atas nama akun instagram;

  1. @wigasarc
  2. @aljaza_inaifas
  3. @taufiq_namazi
  4. @hmpspai_inaifas
  5. @cha_qicha

Kategori like dan viewer terbanyak, atas nama akun instagram;

  1. @atasnama_y
  2. @hmpspgmi_inaifas
  3. @ana_nrsntaa
  4. @fikri.nisa_
  5. @hmpspai_inaifas
RTK Ke-XVII Menetapkan Ahmad Fathu Fikron Mustofa Terpilih Secara Aklamasi

RTK Ke-XVII Menetapkan Ahmad Fathu Fikron Mustofa Terpilih Secara Aklamasi

Bagikan sekarang

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong menetapkan Ahmad Fathu Fikron Mustofa terpilih sebagai mandataris Ketua Komisariat Masa Khidmat 2022/2023 secara aklamasi pada Selasa (12/04/2022).

Acara Rapat Tahunan Komisariat (RTK) Ke XVII yang berlangsung selama 5 hari itu bertempat di aula PCNU Kencong dengan mengusung tema “Meneguhkan Komitmen; Menyongsong Persatuan Kepemimpinan Ideologis”.

Mewakili sambutan PC PMII Jember, Jhoni Wibowo mengucapkan selamat atas terpilihnya sahabat Ahmad Fathu Fikron Mustofa sebagai mandataris Ketua Komisariat PMII INAIFAS masa khidmat 2022/2023.

“Semoga amanah dalam menjalankan tugas serta mampu memberikan inovasi-inovasi baru dalam kerangka kerja kaderisasi, gerakan serta dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” kata Jhoni yang saat ini menjabat Wakil Ketua I Bidang Kaderisasi PC PMII Jember.

Lebih lanjut, demisioner ketua komisariat Ahmad Bahrur Rozi Rifa’i turut memberikan ucapan selamat dan berpesan agar tetap istiqomah dan konsisten dalam menjalankan tugas-tugas kepengurusan satu periode ke depan.

“Tetap merawat nilai-nilai atau tradisi yang telah diwariskan oleh kepengurusan sebelumnya, dan segera persiapkan konsepsi pemekaran lembaga baru di lingkungan PMII INAIFAS,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, hasil-hasil komisi rekomendasi RTK Ke XVII menjadi garis bawah kerangka kerja dan kinerja kepengurusan selanjutnya.

“Tentu hadirnya lembaga Korps PMII Putri (KOPRI) di Komisariat PMII INAIFAS menjadi tugas dan PR baru bagi kepengurusan selanjutnya,” tandas Bahrur.