Gandeng LAZISNU-Care Jatim dan Kencong, INAIFAS Gelontorkan Beasiswa

Gandeng LAZISNU-Care Jatim dan Kencong, INAIFAS Gelontorkan Beasiswa

Bagikan sekarang

Dalam acara Maulidurrasul dan Harlah INAIFAS ke-23, selain santunan anak yatim dengan menggandeng Yayasan Nurul Hayat Surabaya, kampus dakwah ini juga mengajak dua Lembaga NU, LAZISNU-Care Jatim dan LAZISNU-Care PCNU Kencong dan satu lembaga perbankan, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) Capem Kencong, khususnya dalam pemberian beasiswa. Anugerah beasiswa ini diserahkan pra acara Maulidurrasul pada Rabu (10/11) di halaman INAIFAS.

Dalam sambutannya, Gus Rijal Mumazziq Z, Rektor INAIFAS, mengucapkan terimakasih atas anugerah beasiswa prestasi dari dua lembaga NU ini. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Gus A. Afif Amrullah, Ketua LAZISNU-Care Jatim dan Ustadz Imam Syafi’i, Ketua LAZISNU-Care Kencong yang sudah membantu adik-adik kami dengan skema beasiswa ini,” tutur Gus Rijal.

Di sisi lain, Ustadz Imam Syafi’i, menyatakan apabila dalam beberapa program INAIFAS menjadi mitra terbaik LAZISNU-Care Jatim dan Kencong. Dia mencontohkan kerjasama segitiga ini dalam pemberdayaan dhuafa pada Ramadan 2019, serta Bingkisan Yatim pada Idul Fitri tahun ini serta pada distribusi hewan qurban dalam Idul Adha, Juli silam.

Ketua LAZISNU-Care Jatim, Gus A. Afif Amrullah, melalui sambungan telepon, menyatakan apabila dalam beberapa program pemberdayaan dan peningkatan kualitas SDM Nahdliyyin, INAIFAS bisa diajak kerjasama dan layak dipercayai. “Apalagi INAIFAS memiliki Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS), jadi kerjasama lintas lembaga ini bisa kita kembangkan secara kontinyu,” tandas pria kelahiran Lamongan ini. Selain penyaluran beasiswa LAZISNU, INAIFAS juga memberikan beasiswa Aktivis PMII dan IPNU, Beasiswa Orangtua Asuh (BETA), Beasiswa Bank Syariah Indonesia (BSI) Capem Kencong, bantuan modal usaha bagi suami istri mahasiswa INAIFAS, serta Beasiswa UPZIS INAIFAS pada malam peringatam Maulidurrasul dan Harlah tersebut. (adm.)

Peringati Hari Lahir ke-23, INAIFAS Beri Beasiswa Prestasi bagi Aktivis PMII dan IPPNU

Peringati Hari Lahir ke-23, INAIFAS Beri Beasiswa Prestasi bagi Aktivis PMII dan IPPNU

Bagikan sekarang

Dalam rangka memperingati Maulidurrasul dan Harlah INAIFAS ke-23, kampus dakwah ini Kembali menyalurkan beasiswa. Selain beasiswa LAZISNU, Beasiswa Orangtua Asuh (BETA), Beasiswa Bank Syariah Indonesia (BSI) Capem Kencong, Beasiswa UPZIS, dan penyaluran modal bagi mahasiswa wirausahawan, kampus ini juga memberi Beasiswa Aktivis Berprestasi PMII dan IPPNU. Penyerahan beasiswa ini dilakukan menjelang acara shalawat Nabi, pada Rabu (10/11).

Skema beasiswa terakhir ini diberikan kepada dua orang. Masing-masing merupakan pengurus PMII dan IPPNU INAIFAS yang meraih IPK tertinggi pada semester lalu. Untuk aktivis berprestasi PMII, Yulia Nisah dari Prodi HKI, meraih IPK 3,81. Sedangkan beasiswa aktivis berprestasi IPPNU diraih oleh Siti Aliyatul Azizah, mahasiswa PAI semester lima, yang pada semester lalu meraih IPK 3, 68.

“Kami berharap, adanya beasiswa aktivis ini bisa memacu semangat para kader PMII dan IPNU-IPPNU untuk seimbang dalam perkuliahan dan aktivitas berorganisasi,” kata Mohammad Dasuki, Wakil Rektor III INAIFAS dalam sambutannya.

Yulia Nisah, peraih beasiswa, mengucapkan terimakasih atas skema beasiswa ini. Dia berharap apabila skema ini bisa memacu para aktivis lain untuk berprestasi. Hal yang sama disampaikan oleh Siti Aliyatul Azizah, peraih beasiswa IPPNU. “Terimakasih atas beasiswa yang diberikan kepada kami. Kami juga berharap selain bisa meningkatkan kualitas akademik, format beasiswa ini bisa menginspirasi aktivis lain untuk seimbang dalam perkuliahan dan keorganisasian, sebagaimana tadi disampaikan oleh Bapak Dasuki tadi,” tukasnya. (adm.)

INAIFAS Gelar Santunan Anak Yatim Bersama Nurul Hayat

INAIFAS Gelar Santunan Anak Yatim Bersama Nurul Hayat

Bagikan sekarang

Selain menggandeng Majelis Shalawat Darul Musthofa Assunniyyah pimpinan KH. Ali Sibromalisi Ridlwan, INAIFAS juga mengajak Nurul Hayat Surabaya, LAZISNU-Care Jatim dan LAZISNU-Care PCNU Kencong untuk turut serta dalam program sosial dalam rangka Milad Mubarak INAIFAS ke-23 yang digelar pada Rabu (10/110) di halaman kampus.

Lembaga Nurul Hayat yang berpusat di Surabaya, selama ini giat dalam pemberdayaan yatim dan dhuafa, telah memberikan bantuan Santunan Anak Yatim bagi 23 peserta. Jumlah ini, menurut Bapak Dukan Jauhari Faruq, Ketua Panitia Maulidurrasul dan Harlah INAIFAS, disesuaikan dengan usia kampus.

“Kami berharap apabila kerjasama ini senantiasa bisa menebarkan manfaat bagi masyarakat dan dakwah. Apalagi dalam beberapa kesempatan Nurul Hayat dan INAIFAS bisa bekerjasama dengan baik,” tutur Ustadz Abdul Latif, perwakilan Nurul Hayat Jember.

Kerjasama INAIFAS dengan Nurul Hayat, menurut Gus Rijal Mumazziq Z, rektor INAIFAS, telah berlangsung beberapa kali. Di antaranya dalam program Santunan Anak Yatim melalui Program Bingkisan Anak Yatim pada lebaran tahun ini, dan juga pemberian hewan qurban berupa sapi yang disalurkan bagi para muallaf di Komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, tempat dai mahasiswa INAIFAS bertugas, pada Idul Adha, Juli silam.

“Alhamdulillah, kami bisa dipercaya oleh Nurul Hayat dalam berbagai program sosial kemasyarakatan. Kami berharap apabila kerjasama ini senantiasa meningkat dalam beberapa program lain. Terimakasih Ustadz Heri Latif, Direktur Eksekutif Nurul Hayat atas program ini,” tandas Gus Rijal. (adm.)

Harlah ke-23 INAIFAS Dibanjiri RIbuan Jamaah Shalawat

Harlah ke-23 INAIFAS Dibanjiri RIbuan Jamaah Shalawat

Bagikan sekarang

Tahun ini, INAIFAS menapak usia ke-23. Untuk merayakannya, kampus yang terletak di Kencong, Jember ini menggelar peringatan Maulidurrasul dan Milad Mubarak. Acara yang berlangsung sejak habis magrib hingga menjelang tengah mala mini digelar pada Rabu (10/11).

Untuk memeriahkannya, INAIFAS menggandeng beberapa lembaga dan komunitas. Sebagai penggerak, Majelis Shalawat Darul Musthofa Assunniyyah dilibatkan. Majelis yang dipimpin oleh KH. Ali Sibromalisi Ridlwan ini mengajak komunitas jamaah setianya untuk hadir. Ribuan jamaah sejak usai Magrib memenuhi halaman kampus hingga malam hari. Sebagian dari mereka juga tidak kebagian tempat di pelataran kampus sehingga harus rela mengikuti acara di beranda rumah penduduk di sekitar INAIFAS.

Hadrah al-Banjari yang dibawa oleh Gus Ali tampak rancak menabuh rebana dan vokalisnya syahdu melantunkan shalawat Nabi. Dalam ceramahnya, Gus Ali mengajak kepada jamaah agar senantiasa mencintai dan meneladani Rasulullah. “Kehadiran kita di sini adalah dalam rangka memperingati Maulid Nabi, oleh karena itu marilah kita senantiasa meneladani akhlak mulia beliau,” kata Gus Ali, sapaan akrabnya, sembari menerjemahnya beberapa bait shalawat yang telah dilantunkan oleh anggota rebana al-Banjari.

Ketua Panitia Maulidurrasul dan Harlah ke-23 INAIFAS, Bapak Dukan Jauhari Faruq, menandaskan apabila kegiatan ini merupakan ikhtiar meraih berkah maulid dan meminta doa kepada semua hadirin agar di hari jadinya ini, INAIFAS bisa berkembang menjadi Universitas. “Tentu, ada juga unsur promosi kampusnya,” kata Pak Dukan, sapaan akrabnya, sambal tersenyum. (adm.)

Rayakan Hari Pahlawan, INAIFAS Gelar Bedah Buku

Rayakan Hari Pahlawan, INAIFAS Gelar Bedah Buku

Bagikan sekarang

INAIFAS adakan acara bedah buku “Surabaya Kota Pahlawan Santri” dalam perayaan milad mubarok ke 23. Acara ini dipelopori oleh duta perpustakaan serta mahasiswa penerima beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) IAI Al-Falah As-Suniyyah Kencong.

Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan perayaan milad kampus. Acara yang diikuti oleh seluruh mahasiswa/i penerima beasiswa KIP INAIFAS, para ketua HMPS, UKM, organisasi ekstra serta mahasiswa/i partisipan ini bertempat di aula kampus, Rabu siang (10/11).

Rijal Mumazziq Z., M.HI, pemateri sekaligus Rektor INAIFAS, menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia dalam pencapaiannya banyak didukung perjuangan para santri dan ulama. Bahkan, lanjutnya, perang 10 Nopember 1945, yang dikukuhkan sebagai Hari Pahlawan, antara lain disebabkan oleh Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945.

“Hari ini kita membedah buku karya saya, Surabaya Kota Pahlawan Santri, tapi kita fokuskan pada pembahasan perjualan ulama di wilayah Jember dan Kencong,” tuturnya sembari menceritakan serpihan sejarah lokal di dua wilayah ini.

Menurutnya, anak-anak muda harus paham sejarah, khususnya sejarah lokal, agar semangat menjaga Indonesia selalu ada dan supaya berkeinginan untuk berkontribusi bagi kampung halamannya.

Sedangkan Abd Rohim, M.Pd.I, pembanding, menyampaikan bahwa di Jember banyak lahir para pahlawan yang jasanya dapat kita rasakan saat ini, namun tempat-tempat bersejarahnya kini sudah banyak yang beralih fungsi, misalnya, sebagai swalayan waralaba. “Dulu di Gumukmas ada pertempuran antara pejuang dengan tentara Belanda. Banyak yang gugur di situ. Akhirnya dibangun monumen sederhana untuk mengingat peristiwa itu. Walaupun pada akhirnya, tempat bersejarah ini malah menjadi lokasi Indomaret, saat ini. Ini kan ironis.” tutur Pak Rohim, sapaan akrabnya.

Banjir dan Longsor di Jember, PMII INAIFAS Gelar Aksi Galang Dana untuk Warga Terdampak

Banjir dan Longsor di Jember, PMII INAIFAS Gelar Aksi Galang Dana untuk Warga Terdampak

Bagikan sekarang

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia INAIFAS Kencong menggelar Aksi Kemananusiaan bertajuk PMII INAIFAS Raya Peduli Korban Banjir dan Longsor.

Aksi tersebut bertempat di Jalan Raya Alun-alun Kencong, Depan Pasar Baru, Depan Pertigaa Dira Kencong, Jum’at pagi (12/11).

Kabupaten Jember, Jawa Timur dilanda banjir dan tanah longsor. Sebanyak 1.294 kepala keluarga (KK) tersebar di delapan desa terdampak banjir.

Koordinator Aksi Syaiful Bahri mengatakan, jumlah warga terdampak banjir tersebut diperbarui setiap saat. Sehingga data tersebut bisa berubah berdasar laporan yang masuk ke Pusdalops BPBD Jember.

“Berdasarkan data Pusdalops yang diperbarui pada Kamis pukul 11.22 WIB tercatat sebanyak 1.294 rumah warga yang terdampak banjir dan tanah longsor yang tersebar di delapan desa” Tutur Syaiful.

Banjir dan tanah longsor itu tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, Desa Manggisan, Patemon, dan Darungan di Kecamatan Tanggul; Desa Pondok Joyo, Pondok Dalem, dan Sidomulyo di Kecamatan Semboro; Desa Gelang dan Sumberagung di Kecamatan Sumberbaru.

Lebih lanjut, Ketua Komisariat PMII INAIFAS Ahmad Bahrur Rozi Rifa’i menjelaskan, intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari ini menyebabkan berbagai bencana banjir di berbagai daerah. Utamanya 3 kecamatan di Kabupaten Jember yakni di daerah Semboro, Tanggul dan Sumbersari tersebut. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (10/11/2021) hingga Kamis (11/11/2021) menyebabkan banjir dan longsor di beberapa lokasi.

“Potensi fenomena La Nina yang telah dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih dapat terjadi hingga Februari 2022. Hal ini dapat berdampak pada sejumlah perubahan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia” Ungkapnya.
Pihaknya bersama seluruh kader dan anggota menghimbau dan mengajak kepada seluruh perangkat daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Pemanfaatan lahan dalam pembangunan hendaknya memperhatikan analisis dampak lingkungan. Penguatan unsur tanah juga diperlukan dengan melakukan penanaman pohon terlebih saat terjadinya hujan karena akan memicu pergerakan tanah yang dapat mengakibatkan longsor” Jelas Bahrur.

Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB. Sempat diguyur hujan, namun aksi tersebut tidak menjadi penghalang sekelompok mahasiswa PMII INAIFAS tersebut untuk tetap melakukan penggalangan dana.(haz)