57 Tahun Salman Khan dan Lantunan Pepujian kepada Rasulullah

57 Tahun Salman Khan dan Lantunan Pepujian kepada Rasulullah

Bagikan sekarang

Oleh: Rijal Mumazziq Z

Dua hari silam, 27 Desember, Salman Khan ultah ke 57. Aktor India bernama lengkap Abdurrashid Salim Salman Khan ini memang sudah tuwir, tapi dia tetap gagah, dan…jomblo. 32 tahun merayapi layar sinema India, dia banyak membintangi genre film. Paling banyak ya babakan romantis, drama, dan eksyen. Ada juga komedi. Hanya thriller dan horor kayaknya genrw yang belum dia jamah.

Ketika diwawancarai Karan Johar, sutradara top India, dalam Coffe With Karan, Aamir Khan menyebut Salman berkarakter singa, setelah sebelumnya dalam kesempatan lain Salman memuji Aamir sebagai macan.

Mengapa?

“Harimau harus bekerja sendirian menangkap rusa,” kata Aamir.

“Adapun singa? Dia hanya duduk, menyuruh si betina mencari mangsa.” Lanjut Mr. Perfectionist sembari mempraktikkan gaya duduk bossy.

Nah, di antara film terbaik yang dibintangi Salman Khan, saya kira
Bajrangi Bhaijaan adalah jawabannya.

Saya sebut keren karena alur cerita film produksi 2015 ini ciamik, naik turun mengaduk emosi penonton, serta sinematografinya yang oke.

Saya sebut pula ini film “paling manusiawi” yang dibintangi Sallu karena di film ini dia sudah menjadi manusia kembali, sebab di film lain ia tampil sebagai jagoan super yang meskipun dikeroyok preman semadrasah pun ia tetap menang dalam kondisi kinyis-kinyis. Dari Tere Naam, Veer, Ek Ka Tiger dan sekuelnya, Jai Ho, Trilogi Dabangg sampe Bodyguard. Kesannya sih dia memang manusia antigores. Sejak putus dari Aishwarya Rai (jiaaaah nggosiiiip nggosiiip), citra Salman memang berubah: dari pria dengan senyum manis di Kuch Kuch Hota Hai dan Har Dil Jo Pyaar Karega menjadi pria bengis yang sok jago di film-filmnya. Terlebih, kemudian diketahui tempramen Salman memang tidak stabil. Lihat saja kasus kontroversialnya saat ia dalam kondisi teler menabrak gelandangan yang sedang bobok di pinggir jalan, sekitar satu dua dasawarsa silam, meski pada akhirnya ia divonis tidak bersalah pada 2015, atau ketika dia berburu antelop langka saat syuting pada 1998. Oke lupakan kasus yang membelitnya. Namanya juga seleb.

Bajrangi Bhaijaan memang bukan film politis, tapi menyisipkan aspek politik secara halus melalui politik rekonsiliasi India- Pakistan, yang dia ulangi lagi dalam Bharat (2021). Pawan Kumar alias Bajrangi (Salman Khan), seorang pengangguran, yang berusaha menolong bocah perempuan asal Pakistan, Shahida alias Munni (Harshaali Malhotra) yang tertinggal seusai ziarah ke makam ulama di Delhi. Pawan, penganut Hindu, mengantar Shahida yang bisu pulang ke kampung halamannya di Kashmir-Pakistan. Lika liku perjalanan dari India ke pelosok Pakistan ini lah yang sarat kelucuan dan keharuan.

Tapi dalam tulisan ini saya tak hendak menukil komplit sinopsis film apik ini. Langsung tonton saja deh.

Saya lebih tertarik pada pemandangan pegunungan Kashmir yang mempesona, juga perziarahan Pawan dan Shahida serta wartawan konyol berhati tulus, Chand Nawab (diperankan secara kocak oleh aktor watak Nawazuddin Siddiqui) ke makam Maulana Zainuddin, wali agung yang makamnya ada di bukit indah pemuncak geografis Kashmir.

Saat itulah, Adnan Sami, musisi bersuara khas, nongol bersama semacam grup orkes lesehan menyenandungkan lirik indah gubahan Kausar Munir. Syair ekspresif kecintaan, kerinduan, dan harapan kepada Baginda Rasulullah.

Adnan Sami melantunkannya dengan pola Qawwali, sebuah bentuk dari musik devosional kaum sufi. Sami, musisi bertubuh tambun yang setelah sukses berdiet malah mirip Robert Downey Jr, menyenandungkannya dengan penuh penghayatan dalam sebuah adegan di film tersebut.

Lagu ini berjudul “Bhar Do Jholi Meri Ya Muhammad”. Artinya, Kumohon restumu, Duhai Nabi Muhammad, yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Mas Ackiel Khan dan Mas Fauzi/ Uziek. Indah banget, syair yang disenandungkan ini. Mempesona!

Tere Darbaar Mein Dil Thaam Ke Woh Aata Hai
-Mereka datangi pintu gerbangmu dengan tangan menengadah

Jisko Tu Chaahe Hey Nabi Tu Bhulata Hai
-Dengan menyebut nama Nabi kekasih hatimu

Tere Dar Pe Sar Jhukaaye Main Bhi Aaya Hoon
-Akupun datang ke pintu mu dengan wajah tertunduk

Jiski Bigdi Haye Nabi Chaahe Tu Banata Hai
-Karena engkaulah yang mampu mengubah nasib hambamu yang hina ini

Bhar Do Jholi Meri Ya Mohammad
-Kumohon restumu, Ya nabi Muhammad

Lautkar Main Naa Jaunga Khali.. (4x)
-Aku takkan kembali dengan tangan hampa

Band Deedon Mein Bhar Daale Aansu
-Mataku basah dengan air mata

Sil Diye Maine Dardo Ko Dil Mein (X2)
-Di hatiku penuh dengan derita

Jab Talak Tu Bana De Na Tu Bigdi
-Sampai kau merubah nasibku yang rusak

Dar Se Tere Na Jaaye Sawaali
-Aku tidak akan meninggalkan pintumu

Bhar Do Jholi Meri Ya Mohammad
-Kumohon restumu, Ya nabi Muhammad

Lautkar Main Naa Jaunga Khali.. (2x)
-Aku takkan kembali dengan tangan hampa

Khaali..
-Hampa

Bhar Do Jholi.. Aaka Ji
-Penuhi harapanku.. Ya tuhan

Bhar Do Jholi.. Hum Sab Ki
-Penuhi harapanku.. pujaan semua orang

Bhar Do Jholi.. Nabi Ji
-Penuhi harapanku.. wahai Nabi

Bhar Do Jholi Meri Sarkar E Medina
-Penuhi harapanku wahai yang terpuji

Lautkar Main Naa Jaunga Khaali
-Aku tak mau kembali dengan tangan hampa

Khojte Khojte Tujhko Dekho
-Lihatlah kondisiku..

Kya Se Kya Ya Nabi Ho Gaya Hoon..(2x)
-Saat mencarimu, wahai Ya Nabi

Bekhabar Darbadar Phir Raha Hoon
-Tanpa sadar, aku berkelana dari pintu ke pintu

Main Yahan Se Wahan Ho Gaya Hoon..(2x)
-Tanpa alasan, aku berkelana di sana kemari

De De Ya Nabi Mere Dil Ko Dilasa
-Hibur hatiku wahai Nabi

Aaya Hoon Door Se Main Hoke Ruhasa..(2x)
-Aku datang dari jauh, pebuh harapan

Kar De Karam Nabi Mujhpe Bhi Zara Sa
-Berikan sedikit anugerahmu pada hamba

Jab Talak Tu..
-Hingga kau..

Jab Talak Tu..
-Hingga kau…

Panaah De Na Dil Ki
-Menjawab doaku

Dar Se Tere Na Jaaye Sawaali
-Aku takkan tinggalkan tempat sucimu

Bhar Do Jholi Meri Ya Mohammad
-Kumohon restumu, Ya nabi Muhammad

Lautkar Main Naa Jaunga Khali..
-Aku takkan kembali dengan tangan hampa

Bhar Do Jholi Meri Sarkar E Medina
-Penuhi harapanku wahai yang terpuji

Lautkar Main Naa Jaunga Khaali
-Aku tak mau kembali dengan tangan hampa

Bhar Do Jholi Meri Ya Mohammad
-Kumohon restumu, Ya nabi Muhammad

Lautkar Main Naa Jaunga Khali..
-Aku takkan kembali dengan tangan hampa

Jaanta Hai Na Tu Kya Hai Dil Mein Mere
-Engkau tau maksud hatiku kemari

Bin Sune Gin Raha Hai Na Tu Dhadkane.. (2x)
-Engkau mampu mendengar bisik hatiku

Aah Nikhli Hai Toh Chand Thak Jayegi
-Semoga hembusan doaku mencapai langit

Tere Taaron Se Meri Duaa Aayegi..(2x)
-Dan bintangpun akan berdoa untukku

Aye Nabi Han Kabhi Toh Subah Aayegi
-Ya Nabi, pagi pasti akan menjelang

Jab Talak Tu Sunega Na Dil Ki
-Hingga engkau mendengar setiap doaku

Dar Se Tere Na Jaaye Sawali
-Aku takkan meninggalkan tempat sucimu

Bhar Do Jholi Meri Ya Mohammad
-Kumohon restumu, Ya nabi Muhammad

Lautkar Main Naa Jaunga Khali..
-Aku takkan kembali dengan tangan hampa

De Taras Kha Taras Mujhpe Aaka
-Kasihanilah aku, ya Tuhan!

Ab Laga Le Tu Mujhko Bhi Dil Se (2x)
-Rangkullah aku ke hatimu sekarang

Jab Talak Tu Bana De Na Tu Bigdi
-Sampai kau merubah nasibku yang rusak

Dar Se Tere Na Jaaye Sawaali
-Aku tidak akan meninggalkan pintumu

Bhar Do Jholi Meri Ya Mohammad
-Kumohon restumu, Ya nabi Muhammad

Lautkar Main Naa Jaunga Khali..
-Aku takkan kembali dengan tangan hampa

Bhar Do Jholi.. Aaka Ji
-Penuhi harapanku.. Ya tuhan

Bhar Do Jholi.. Hum Sab Ki
-Penuhi harapanku.. pujaan semua orang

Bhar Do Jholi.. Nabi Ji
-Penuhi harapanku.. wahai Nabi

Bhar Do Jholi Meri Sarkar E Medina
-Penuhi harapanku wahai yang terpuji

Lautkar Main Naa Jaunga Khaali
-Aku tak mau kembali dengan tangan hampa

❤️❤️❤️❤️❤️

Ratusan Mahasiswa Inaifas Ikuti Yudisium Program Sarjana

Ratusan Mahasiswa Inaifas Ikuti Yudisium Program Sarjana

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong menggelar Yudisium ke-II dengan meluluskan 135 mahasiswa di Auditorium Lantai I Kampus setempat, Rabu (28/12/2022).

Mereka terbagi dalam tiga fakultas dan enam program studi. Disebutkan, lulusan program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) berjumlah 49, program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) berjumlah 14, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 25, dan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) berjumlah 9 mahasiswa.

Sementara lulusan program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) berjumlah 36 mahasiswa dan program studi Ekonomi Syariah (ES) 2 mahasiswa.

Dekan Fakultas Tarbiyah, M Bustanul Ulum, M.Pd menjelaskan Yudisium adalah salah satu proses sebelum kelulusan atau wisuda yang mesti dilewati mahasiswa. Keduanya, yudisium dan wisuda menjadi proses akhir dalam rangkaian kegiatan akademik di perguruan tinggi.

“Mahasiswa yang sudah melangsungkan ujian dan memperoleh nilai skripsi tidak serta merta lulus sebelum dinyatakan penetapan lulus yudisium oleh fakultas,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, Yudisium juga berarti pengumuman nilai kepada mahasiswa sebagai proses penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang sudah diambil mahasiswa dan penetapan nilai dalam transkrip akademik, serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu.

Sementara Dekan Fakultas Syariah dan FEBI, Moh Nahrowi, M.Pd mengucapkan apresiasi dan selamat kepada mahasiswa yang telah dinyatakan lulus melalui proses Yudisium ini.

“Selamat anda sudah sah menjadi sarjana dan calon wisudawan-wisudawati,” kata Nahrowi disambut tepuk tangan peserta Yudisium.

Dirinya juga berpesan kepada lulusan agar tetap memuliakan guru dan mengamalkan ilmu yang telah didapat.

“Kami berharap, semoga ilmu yang dipelajari dapat bermanfaat dan memberikan keberkahan untuk sekitarnya,” tuturnya.

Diketahui, hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV. Selain itu hadir pula dekan, kaprodi beserta struktural Inaifas.

Dosen Inaifas Lakukan Pemberdayaan kepada Pedagang Asongan dan Anak Jalanan di Jember

Dosen Inaifas Lakukan Pemberdayaan kepada Pedagang Asongan dan Anak Jalanan di Jember

Bagikan sekarang

Salah satu tri dharma perguruan tinggi adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Selain mahasiswa, dosen juga memiliki kewajiban mengemban tugas dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi tersebut.

Hal itu tampak dilakukan oleh Dosen Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember Fadlillah, M.Pd.I dan Dr. Asnawan, M.S.I kepada komunitas anak jalanan dan pedangan asongan di Terminal Tawang Alun Jember, Ahad (25/12/2022).

“Kegiatan ini adalah tugas pengabdian yang menjadi kewajiban setiap dosen di perguruan tinggi khususnya di kampus Inaifas,” ujar Fadlillah di sela-sela acara.

Dirinya menjelaskan, maksud kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa simpati kepada masyarakat khususnya para anak jalanan dan pedagang asongan di sekitaran Terminal.

“Ya, walupun hanya memberikan wawasan dan motivasi. Alhamdulillah mereka sangat antusias dan dapat menambah spirit mereka dalam melakukan aktivitasnya,” tuturnya.

Menurut Kusnadi, salah satu pedagang asongan menyebut dirinya mulai bekerja sebagai asongan di Terminal Tawang Alun sudah 20 tahun lebih dan pendidikan terakhir hanya Sekolah Dasar (SD) itupun tidak lulus.

Ia juga menceritakan problem saat ini yang hampir di hadapi oleh pedagang asongan dan pengamen yaitu sepinya pembeli dan penumpang bus.

“Sampai saat ini belum ada pendampingan yang maksimal dari pemerintah setempat khusus komunitas anak jalanan, pengqmen dan pedagang asongan yang berada di Terminal Tawang Alun Jember ini,” ungkapnya.

Kusnadi mengaku kegiatan obrolan seperti ini sangat penting untuk memotivasi mereka sehingga menambah semangat mencari nafkah.

“Yang saya lihat belum ada dari dosen atau guru yang terjun langsung ke Terminal menghampiri dan memotivasi kami untuk terus semangat dalam mencari nafkah melalui jalan yang kami pilih ini,” tuturnya.

Hal serupa juga dialami Zubairi dan Asmad. Mereka menjadi makelar Bus penumpang pada Sinar Harapan dan Bus Akas.

Meskipun sudah berumur sekitar 60 tahun, mereka masih semangat dalam melakukan pekerjaan tersebut. Disebutkan, penghasilan mereka per hari bersih antara Rp 30.000-50.000.

“Itupun kalau ramai penumpang kalau sepi ya hanya dapat sedikit pak. Untuk modal kami sendiri. Sepinya pendapatan biasa dikarenakan dampak covid-19 yang mengakibatkan sepinya para penumpang di Terminal Tawangalun Jember,” terangnya.

Sementara Wakil Rektor I Inaifas (Bidang Akademik) mengungkapkan, kegiatan di awali dengan focus group discussion (FGD) mengenai kewirausahaan (entrepreneurship). Target sasaran menitikberatkan pada anak jalanan dan pedagang asongan di Terminal Tawang Alun Jember.

“Mereka rata-rata putus sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga membutuhkan pendidikan dan keterampilan untuk berwirausaha,” kata Asnawan.

Pria kelahiran Sumenep ini menambahkan, mereka akan memiliki kesadaran untuk mewujudkan kehidupan yang layak, bersih, dan sehat. Mereka juga akan memiliki semangat berwirausaha (entrepreneurship) dan life skill yang dapat mengangkat kehidupan ekonomi mereka.

Dirinya berharap, mereka dapat kembali menikmati akses pendidikan yang layak melalui proses pendampingan luar sekolah yang akan dijalankan agar menumbuhkan sikap kemandirian berusaha atau sikap mental kewirausahaan (entrepreneurship).

Oleh karena itu, ke depan akan tumbuh usaha-usaha produktif berbasis sosial budaya yang dijalankan oleh komunitas anak jalanan dan hasil produksinya dapat dipasarkan.

“Tumbuhnya pola hidup hemat, ada perencanaan manajemen keuangan untuk masa depan mereka, terutama untuk menikmati pendidikan yang layak dan mencerdaskan,” tandasnya.

Rektor Inaifas Resmi Lantik KPUK dan BANWASLUK Periode 2022-2023

Rektor Inaifas Resmi Lantik KPUK dan BANWASLUK Periode 2022-2023

Bagikan sekarang

Rektor Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I secara resmi melantik pengurus Komisi Pemilihan Umum Kampus (KPUK) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kampus (BANWASLUK) periode 2022-2023. Kegiatan itu dipusatkan di aula Kampus setempat, Sabtu (24/12/2022).

Dalam kesempatan itu, Rijal menegaskan bahwa kampus adalah sebuah miniatur negara. Oleh karena itu, dirinya meminta agar pengurus yang baru saja dilantik bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Jadi sebelum terjun ke masyarakat, berkecimpung dahulu pada lingkup kampus. Agar supaya ketika terjun ke masyarakat tidak kaget dan sudah memiliki banyak pengalaman. Siapa tahu kelak jadi KPU Bawaslu tingkat negara,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan agar para mahasiswa betul-betul memanfaatkan kesempatan dan berproses tatkala menjadi mahasiswa.

“Mulailah dari sekarang, agar tidak menyesal dikemudian hari. Aktif di kelas, aktif di organisasi serta aktif terlibat dengan kegiatan kampus,” tuturnya.

Pihaknya juga meminta kepada KPUK dan BANWASLUK supaya menyusun tahapan kegiatan yang tidak biasa dari tahun-tahun sebelumnya. Munculkan konsep yang baru, inovatif dan kreatif.

“Cobalah berpikir di luar kebiasaan, karena orang yang luar biasa adalah orang yang mampu berpikir diluar kebiasaan orang pada umumnya,” tegasnya.

Kata-kata itu ia ulang berkali-kali untuk menekankan kepada mahasiswa supaya mampu berpikir di luar kebiasaan dan mampu menciptakan gerakan yang luar biasa.

Sementara itu, Ketua Sema Inaifas Arizka Hidayatul Farida secara singkat mengucapkan terima kasih dan selamat bertugas kepada pengurus KPUK dan BANWASLUK yang telah diambil sumpah jabatan oleh Rektor di hadapan mahasiswa.

“Singkatnya adalah KPUK bertugas sebagai penyelenggara Pemira, sementara BANWASLUK bertugas mengawasi jalannya tahapan pemilihan nantinya,” ungkapnya.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum Kampus (KPUK) dipimpin oleh Diana Ayu Agustin, mahasiswa asal program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Sementara Badan Pengawas Pemilihan Umum Kampus (BANWASLUK) dinakhodai Ani Rosyidah, mahasiswa asal program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Mahasiswa Inaifas Terima Beasiswa Prestasi Akademik Kemenag RI

Mahasiswa Inaifas Terima Beasiswa Prestasi Akademik Kemenag RI

Bagikan sekarang

Kabar gembira datang dari mahasiswa Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember. Sejumlah tujuh mahasiswa mendapatkan beasiswa Bantuan Peningkatan Prestasi Akademik (BPPA) dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagaimana Surat Keputusan (SK) Nomor 7022 tahun 2022.

Tujuh mahasiswa tersebut di antaranya Siti Nur Laila (PGMI), Kuni Embun Pertiwi (PBA), Sri Kurnia Ilahi (HKI), Rahmat Wahyudi Putra (HKI), Safinatul Magfiroh (BKPI), Siti Alvina Badiatul M (PBA), dan Siti Muflihatul H (PBA).

Wakil Rektor III Inaifas Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Mohammad Dasuki, M.Pd mengatakan pemerintah melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI telah berkomitmen untuk memberikan dukungan, pembinaan dan regulasi agar lembaga-lembaga kemahasiswaan di PTKI maupun PTKIS berkembang secara dinamis.

“Mampu menjadi sarana efektif bagi mahasiswa mengembangkan kapasitas intelektual, profesional dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jum’at (23/12/2022).

Pria yang akrab disapa Abah Dasuki ini menambahkan, melalui program ini diharapkan para mahasiswa termotivasi. Serta memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik dan meraih juara dalam event regional, nasional dan internasional.

“Alokasikan beasiswa peningkatan prestasi dan akademik tersebut untuk kepentingan dan kebutuhan perkuliahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Inaifas juga berkomitmen menyediakan berbagai macam skema beasiswa untuk memberikan kemudahan pembiayaan kepada mahasiswa yang membutuhkan.

“Kami berharap, prestasi akademik maupun non akademik harus ditingkatkan. Serta dapat menjadi tauladan bagi mahasiswa lainnya,” tandasnya.

Kopri PMII Inaifas Edukasi Kekerasan Seksual di Kalangan Pelajar

Kopri PMII Inaifas Edukasi Kekerasan Seksual di Kalangan Pelajar

Bagikan sekarang

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember menggelar sosialisasi kekerasan seksual di kalangan pelajar. Kegiatan ini berlangsung di MA Al-Qodiri Krebet, Gumukmas, Jember pada Sabtu (17/12/2022).

Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Gerakan (KOPRI) PK PMII Inaifas Nur Lailatus Zakiya menyebut, tujuan adanya kegiatan ini terutama untuk memberikan pemahaman kepada anak usia remaja mengenai apa kekerasan seksual serta pencegahannya.

“Karena pada hari ini mereka sangat rentan akan terjadinya kekerasan seksual, maka dari itu sosialisasi kali ini sasaran kami adalah siswa kelas 9 Madrasah Aliyah,” ujarnya.

Dirinya berharap, bahwa mereka bisa mencegah sejak dini dan dapat meminimalisir terjadinya kekerasan seksual di negara Indonesa khususnya di lingkungan pelajar.

“Sebab, kekerasan seksual ini merupakan masalah yang serius yang harus kita selesaikan bersama sama,” tuturnya.

Sementara Waka Kurikulum MA Al-Qodiri Krebet Gumukmas memberitakan apresiasi sekaligus mendukung program yang dicanangkan oleh KOPRI PK PMII Inaifas tersebut.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab kekerasan seksual ini rentan terjadi di kalangan anak-anak hingga remaja,” paparnya.

Pihaknya berharap agar KOPRI PMII Inaifas terus bersinergi dan tetap menjadi wadah pemberdayaan perempuan serta dapat menjadi wadah dan ruang aman yang dapat memberikan motivasi dan semangat bagi masyarakat sekitar.