Bagikan sekarang

Pilih nikah muda atau mapan secara ekonomi lebih dulu? Pilih cari jodoh sambil studi, atau cari uang dulu baru menentukan pasangan nikah? Lebih utama mana, mengumpulkan cuan hingga mapan, atau fokus pada pengembangan diri?

Pertanyaan khas anak muda di atas dibahas di bincang santai lesehan. Acara ini digelar Ahad malam (27/06). Lokasinya asyik, di kebun buah naga milik Bapak Akhmad Syaikhu, di tengah area perkebunan di Sebanen, Kec. Jombang.

Selain Bapak Syaikhu, dosen sekaligus tuan rumah, acara ini dihadiri oleh Bapak Muhammad Dasuki, wakil rektor III INAIFAS.

Sesuai tema, acara ini berlangsung menarik. Beberapa pertanyaan di atas dijawab dengan logika anak muda oleh Pak Syaikhu. “Sebaiknya fokus dulu pada pengembangan diri. Kalau sudah ketemu passion-nya, jodoh dan kesuksesan akan mengikuti,” kata dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) PCNU Kencong tersebut.

Senada dengan Pak Syaikhu, wakil rektor III juga mengungkapkan hal yang serupa. Menurut Abah Dasuki, sapaan akrabnya, mahasiswa perlu melakukan pemetaan jalur masa depannya. Sukses di dalam perkuliahan, berbisnis, juga dapat jodoh. “Ini bisa dilakukan secara bersamaan kok. Kuncinya ada pada manajemen waktu yang baik.” katanya.

Peningkatan cuan alias fulus atau duit memang menjadi salah satu inti berbisnis. Selain memperkuat jaringan, perlu sikap disiplin, dan rapi dalam manajerialnya. “Bisnis kecil kalau dikelola bagus, hasilnya juga oke. Bisnis besar kalau amburadul manajemennya, akan ambruk,” kata Abah Dasuki.

Sekira 10 mahasiswa hadir dalam diskusi kecil ini. Mereka adalah para peraih beasiswa Bidik Misi 2020, atau yang saat ini disebut sebagai Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ginanjar Adi Saputra, salah satu pembina para mahasiwa peraih beasiswa ini, menuturkan, acara diskus santai ini digelar rutin untuk memberikan semangat kepada mahasiswa agar selalu semangat dalam perkuliahan.(mds)