Kerjasama Lintas Lembaga, INAIFAS Berbagi Bingkisan Yatim

Kerjasama Lintas Lembaga, INAIFAS Berbagi Bingkisan Yatim

Bagikan sekarang

Bulan ramadhan ini INAIFAS kembali membuat terobosan. Kali ini program menyediakan bingkisan lebaran bagi anak yatim.

“Kami mengundang adik-adik yatim untuk datang ke kampus, kami antar menggunakan ISUZU ELF ke pasar Kencong, dan kami bebaskan untuk memilih kebutuhan lebaran sesuai dengan selera mereka di toko yang sudah ditunjuk menjadi rekanan,” kata Rijal Mumazziq Z, rektor Inaifas.

ISUZU ELF : Rombongan anak yatim bersama wali

Cara seperti ini dipakai karena lebih efektif, sebab anak bisa memilih busana secara leluasa sesuai selera. Selebihnya, belanja di pasar tradisional juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat bawah. Sebab, inaifas juga memiliki tiga toko rekanan yang diajak bekerjasama dalam program ini.

Musholla INAIFAS : Tempat berkumpul anak yatim bersama wali beserta tim UPZIS INAIFAS

Menurut Gus Zuhairuzzaman, Ketua UPZIS INAIFAS yang menangani teknis penyelenggaraan program ini, total penerima 25 anak. Masing-masing mendapatkan jatah belanja maksimal Rp 400.000. Mereka bebas memilih busana lebaran sesuai seleranya. Setelah berbelanja mereka juga masih mendapatkan uang saku.

Menurut Gus Zuhair, program yang dihelat pada Senin (10/05) ini bisa terlaksana karena kerjasama dengan beberapa lembaga. Antara lain dengan Yayasan Nurul Hayat Surabaya melalui Ustadz Heri Latief, NU-Care LAZISNU Jawa Timur melalui Gus A Afif Amrullah dan NU-Care LAZISNU Kencong melalui Ustadz Imam Syafi’i .

“Terimakasih atas partisipasinya. Semoga tahun depan bisa menyelenggarakannya lebih masif lagi,” tutur Gus Zuhair.

Raih Nilai Terbaik Tes Kualifikasi, INAIFAS Beri Beasiswa Selama Empat Tahun

Raih Nilai Terbaik Tes Kualifikasi, INAIFAS Beri Beasiswa Selama Empat Tahun

Bagikan sekarang

Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah Kencong Jember (INAIFAS) menggelar MoU dengan enam mahasiswa baru penerima beasiswa SPP 8 semester selama empat tahun di Gedung Rektorat INAIFAS, Jalan Semeru No.09 Kencong Jember, Selasa siang (7/7/2020).

MoU ini diselenggarakan dalam rangka penandatanganan pakta integritas oleh enam mahasiswa terbaik peraih beasiswa jalur tes kualifikasi gelombang 1 yang dilaksanakan akhir bulan Juni lalu.

Asnawan, M.S.I selaku Wakil Rektor I INAIFAS (Bidang Akademik) dalam sambutannya menjelaskan bahwa beasiswa yang diberikan tersebut merupakan hasil keputusan bersama dan menganggap 6 calon mahasiswa penerima beasiswa ini memiliki keunggulan tersendiri, khususnya di bidang akademik.

” Tentunya beasiswa ini tidak serta-merta kita berikan, karena pimpinan melalui Kaprodi akan terus mengawal dan memantau prestasi akademik adik-adik calon mahasiswa sampai selesai di akhir perkuliahan “Tutur Asnawan.

Lebih lanjut, Asnawan berharap kepada 6 calon mahasiswa penerima beasiswa tersebut ketika sudah resmi menjadi mahasiswa INAIFAS untuk rajin kuliah, aktif di organisasi serta seluruh kegiatan kampus diikuti.

” Karena sudah tidak perlu lagi memikirkan biaya kuliah, tinggal fokus belajar, menulis, membaca, rajin kuliah, aktif di organisasi, sehingga kedepan dapat menjadi contoh bagi mahasiswa yang lain” Pungkas Asnawan.

Dalam sambutannya Rektor INAIFAS Kencong Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I menambahkan bahwa mendapatkan beasiswa ini bukan sebuah langkah yang mudah, dalam hal ini menunjukkan bahwa 6 orang penerima beasiswa ini memiliki kecerdasan, dan keuletan sehingga bisa meraih nilai terbaik diantara lainnya.

Rijal berharap kedepan tetap mempertahankan keunggulan prestasi ini sampai berakhir kuliah di INAIFAS. Selain mempertahankan batas minimum nilai IPK 3.25, diantara 6 orang ini yang berhasil meraih nilai tertinggi pada tes kualifikasi gelombang 1, diharapkan terus meningkatkan prestasinya hingga mendapatkan IPK sampai 3.50 “

” Atau mungkin bahkan sampai 4.00, ya itu masuk jam sholat Ashar ” Ujar Rijal sambil tertawa.

Diakhir sambutan Rijal berpesan ketika sudah menjadi mahasiswa aktif. Setidaknya harus jadi aktivis kampus, selain aktif di ruang kelas juga aktif di dalam organisasi.

” Karena apa? yang pertama, masa kuliah ini adalah fase menjajaki masa transisi dari remaja menuju orang dewasa. Kedua, masa kuliah sebagai pijakan utama menentukan masa depan ” Kata Gus Rijal sapaan akrabnya

Rijal menjelaskan beberapa orang yang kini berkiprah aktif di masyarakat baik dalam organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan, bisa dikatakan 90% manakala saat kuliah mereka aktif secara akademik dan juga keorganisasian.

Lebih lanjut, Aminullah, M.Pd selaku Ketua PMB INAIFAS menjelaskan beasiswa ini diberikan kepada 6 peserta tes kualifikasi dengan nilai tertinggi gelombang 1 baik hasil seleksi dari tes lisan maupun tes tulis.

” Seperti yang tercantum di SK Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru INAIFAS Nomor : 012/Pan.PMB/INAIFAS/VII/2020 Tentang PENETAPAN KELULUSAN MAHASISWA BARU DAN MAHASISWA YANG MENDAPATKAN BEASISWA PRESTASI
DALAM SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU
INSTITUT AGAMA ISLAM AL-FALAH AS-SUNNIYYAH KENCONG JEMBER
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
” Kata Aminullah saat diwawancarai.

Berikut nama-nama peserta penerima beasiswa dengan nilai terbaik diantaranya Siti Habibah Prodi AS (89,25), Aulia Chayyuna Nafiah Prodi PAI (87), Nadia Sviatus Sa’adiyah Prodi ES (86,5), Monika Dewi Sofianah Prodi PGMI (85), Anis Khoiru Rosyidah Prodi BKPI (83), dan Ahmad Muzaki Mursyid Prodi PBA (82,25

Ditengah acara tersebut 6 orang penerima beasiswa tersebut melaksanakan Ikrar Beasiswa yang diucapkan secara bersama-sama didepan Jajaran Pimpinan dan seluruh civitas akademika dalam suasana yang penuh khidmat.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Jajaran Rektorat INAIFAS, Dekan, Kepala Program Studi, Panitia PMB INAIFAS dan perwakilan organisasi BEM INAIFAS Kencong Jember.

Foto : Adi Ginanjar
Penulis : Aziz Ar Rozi
Kontributor : BEM INAIFAS

Raih Nilai Terbaik, Mahasiswa ini Bebas Biaya Kuliah

Bagikan sekarang

Tiga remaja ini beruntung. Setelah melewati tahap seleksi calon mahasiswa INAIFAS, mereka dinyatakan lulus dengan nilai terbaik.

Muhammad Syamsul Huda (Bagorejo-Gumukmas-Jember), mendapatkan peringkat pertama. Sedangkan Ismi Rika Handayani (Gunungsari-Umbulsari-Jember) meraih peringkat kedua. Adapun Aulia Azka Azqiyah (Jombang-Jombang-Jember) meraih posisi ketiga.Masing-masing berhak mendapatkan beasiswa penuh selama 8 semester.

Ketiganya meraih nilai tertinggi dalam ujian seleksi masuk INAIFAS. Dari hampir 200 mahasiswa yang mendaftar gelombang I, Syamsul, Ismi, dan Aulia memiliki capaian nilai yang memuaskan.

“Kita berharap mereka bisa menjadi mahasiswa berprestasi yang kelak bisa mengharumkan nama almamater,” tutur Muhammad Aminullah, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) INAIFAS.

Sedangkan Rijal Mumazziq Z, rektor kampus yang terletak di Kencong ini, menilai apabila pemberian beasiswa penuh ini sebagai wujud tanggung jawab kampus dalam mengapresiasi raihan nilai tertinggi dalam proses seleksi masuk INAIFAS.

Dalam prosesi penyerahan piagam yang dilaksanakan pada Selasa (9/7), para calon mahasiswa ini menandatangani Pakta Integritas yang berisi ketentuan khusus selama menjalani perkuliahan nanti.

Selamat atas prestasinya.

INAIFAS Raih Hattrick Juara Festival Al-Banjari

Bagikan sekarang

Nama INAIFAS kembali berkibar. Setelah Fathurrozi meraih juara II Musabaqah Qira’atil Kutub se-provinsi di IAIN Ponorogo, hari Kamis (25/04), Group al-Banjari Isyfa’ Lana INAIFAS mengukir prestasi di ajang Festival Hadrah Al-Banjari se-kabupaten Jember di hari yang sama.

Acara yang digelar oleh PP. Nurus Salam Ambulu, Jember, ini diikuti 40 grup, dari berbagai pesantren dan kampus di Jember. Masing-masing grup menampilkan kemampuan terbaiknya. “Lagu wajibnya Thalaal Badru Alaina. Kalau lagu pilihannya itu Ghonnat. Alhamdulillah kami bisa menampilkannya dengan baik.” kata Muhammad Ainurrofiq Hidayatullah, ketua delegasi INAIFAS. Kampus yang terletak di Kencong ini memang mengutus dua grup al-Banjari, Isyfa’ Lana dan Ighfir Lana.

Dalam acara tersebut, INAIFAS meraih dua kategori. Grup Isyfa’ Lana meraih juara II, sedangkan Ighfirlana meraih kategori vokalis terbaik.

Wakil Rektor III INAIFAS, Mohammad Dasuki, menilai apabila kemampuan dan talenta mahasiswa di kampusnya sudah baik. “Harus sering berlatih dan sering tampil kompetisi dalam berbagai ajang.” kata pria yang akrab disapa Abah Dasuki ini.

Dua hari berselang, tepatnya pada Sabtu (27/04) Grup Isyfa’ Lana INAIFAS kembali menjadi kampiun. Kali ini Juara III Festival Hadrah se-Kab Jember yang digelar di PP. Mambaul Ulum II, Panti, Jember. Rijal Mumazziq Z, Rektor INAIFAS, berharap apabila Hattrick Juara ini bisa menularkan semangat kepada mahasiswa lain untuk berprestasi di bidangnya masing-masing.

INAIFAS Jember Raih Penghargaan Kampus Terbaik

Bagikan sekarang

Jumat (26/4/2019), INAIFAS meraih penghargaan sebagai kampus terbaik di bidang Pengelolaan SDM. Penghargaan ini diperoleh dalam pagelaran KOPERTAIS Award di Hotel Premier Place, Sidoarjo. Dalam acara tersebut Pihak KOPERTAIS IV memberikan penghargaan kepada kampus level sekolah tinggi, institut, hingga universitas. Kategorinya berdasarkan pengelolaan SDM, pengelolaan jurnal, pengelolaan data EMIS dan PD DIKTI, serta pengelolaan data SIMKOPTA.

Penghargaan ini diberikan oleh Prof. Masdar Hilmy, Ph.D selaku Koordinator Kopertais IV, dalam Rapat Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya. Dari 195 perguruan tinggi di bawah Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) IV yang meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, INAIFAS dianggap memiliki kriteria sebagai kampus yang punya progres bagus di bidang peningkatan kualitas SDM.

“Bagi kami, penghargaan ini adalah bagian dari apresiasi atas kerja keras tim INAIFAS dalam rangka peningkatan mutu SDM internal. Tentu dengan adanya penghargaan ini, kami bisa bekerja lebih baik lagi,” kata Rijal Mumazziq Z., Rektor INAIFAS Kencong, Jember. Melalui award ini, Rijal berharap agar tim INAIFAS senantiasa kompak dan bekerja profesional dalam upaya menjadi yang terbaik.

Sebagai Koordinator Kopertais IV, Prof. Masdar menilai apabila pemberian penghargaan ini untuk memacu peningkatan kualitas personal maupun institusi. Dirinya berharap agar kampus senantiasa berinovasi. “Sebab tantangan ke depan lebih bervariasi dan berat. Butuh upaya bersama-bersama meningkatkan mutu kita semua.” katanya disambut tepuk tangan peserta yang hadir mewakili institusi perguruan tinggi.

Ibunda Rektor INAIFAS, Hj Umi Nadziroh Syafawi Tutup Usia

Ibunda Rektor INAIFAS, Hj Umi Nadziroh Syafawi Tutup Usia

Bagikan sekarang

Kabar duka menyelimuti civitas akademika INAIFAS Kencong Jember, kamis siang (22/7).

” Semoga Allah senantiasa mengucurkan rahmat dan maghfirah-Nya untuk ibu saya, Hj. Umi Nadziroh Syafawi, melapangkan kuburnya, mengampuni segala dosanya”. Tulis Rijal di halaman resmi Facebooknya, pukul 12.32 WIB.

Hj. Umi Nadziroh Syafawi merupakan Ibunda Gus Rijal Mumazziq Zionis, M.HI yang saat ini menjabat sebagai Rektor INAIFAS Kencong Jember.

Segenap civitas akademika INAIFAS Kencong Jember mengucapkan turut berdukacita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan atas kepergian beliau, Amin. (Humas Inaifas)

KERJASAMA DENGAN UPZIS INAIFAS, LAZISNU CABANG KENCONG BERI BANTUAN EKONOMI PRODUKTIF

KERJASAMA DENGAN UPZIS INAIFAS, LAZISNU CABANG KENCONG BERI BANTUAN EKONOMI PRODUKTIF

Bagikan sekarang

Mahasiswa program studi Ekonomi Syariah INAIFAS Alex Nur Adi Wibowo atau yang biasa dikenal dengan cak alex ini memiliki bakat dalam berbisnis, juga memiliki etos kerja yang baik selain ia juga aktif di organisasi ekstra kampus INAIFAS.

Hal tersebut disampaikan oleh Gus Zuhairus Zaman, Kepala Upzis INAIFAS saat memberikan sambutan dan penyerahan bantuan bertempat di Angkringan Cak Alex, Jalan Tanggul-Kencong Gang SD Assunniyyah Kencong, rabu malam (21/7).

“Semoga dengan adanya bantuan ini, cak alex bisa mengembangkan usahanya serta dapat menambah pendapatan ekonominya” Tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua Lazisnu Cabang Kencong Ustadz Syafi’i mengatakan bahwa jika dulu pihaknya punya program berupa bantuan sembako, untuk selanjutnya pihaknya berkomitmen akan menggencarkan program Bantuan Ekonomi Produktif (BEP) ini serta berbagai macam bentuk bantuan ekonomi produktif lainya yang masih dalam tahap kajian.

“Saya berharap kekompakan semua personal dalam internal lazisnu cabang kencong, agar program ini bisa memberikan kemanfaatan serta dapat meningkatkan pendapatan ekonominya khususnya bagi warga nahdliyin dan masyarakat pada umunya” Ujarnya saat memberikan sambutan.

Bantuan Ekonomi Produktif (BEF) ini diberikan kepada Alex Nur Adi Wibowo. Angkringannya diberi nama Angkringan Cak Alex sebagaimana nama akrabnya dengan teman sejawat dan sahabat-sahabatnya.

Perjalanannya yang semula berjualan telur gulung dan kopi sachet dengan mengenakan rombong sepeda motor dan alat perabot seadanya, kini sudah memilik gerobak dorong sendiri. Hal tersebut tidak terlepas bantuan dari kedua lembaga ini yakni Upzis INAIFAS dan Lazisnu Cabang Kencong yang bekerjasama dengan memiliki fokus program dan visi yang sama.

“Tiada kalimat lain, yang bisa saya sampaikan selain mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyak kepada Lazisnu Cabang Kencong dan Upzis INAIFAS, serta kepada seluruh sahabat-sahabat dan tim saya atas bantuan tenaga, dukungan dan motivasinya” Tutur Alex mahasiswa prodi ES tersebut.

Kegiatan tersebut berlangsung singkat, dikarenakan masih dalam suasana pandemi sebagaimana aturan pemerintah mengeluarkan perpanjangan kebijakan (PPKM) sampai 25 Juli.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari pihak Lazisnu Cabang Kencong oleh Ustdaz Imam Syafi’i dan pihan Upzis INAIFAS oleh Gus Zuhairus Zaman.

Giat tersebut di pimpin oleh Ustadz Syamsul Huda selaku moderator dengan mematuhi protokol kesehatan dan dihadiri perwakilan pengurus lazsinu cabang kencong serta beberapa staf/tim angkringan cak Alex.

Kontributor : Tim Media Lazisnu

Jamaah Haji, Investasi Syariah dan Idul Qurban

Jamaah Haji, Investasi Syariah dan Idul Qurban

Bagikan sekarang

Oleh : Uliyatul Mu’awwanah, M.E.I (Kaprodi Ekonomi Syariah Inaifas Kencong Jember)

Perihal dana Haji, memang senantiasa menjadi  HOT ISSUE untuk  diperbincangkan. Bahkan bagi sebagian orang hal ini dapat menjadi bahan bulan-bulanan untuk berjulid ria. Bagaimana tidak? Jumlah dana haji mencapai triliunan, tenor atau periode waktu tunggu yang sangat lama mencapai 20 tahun. Jika tingkat literasi masih juga rendah , kita akan sangat rentan menjadi target sasaran informasi  hoax.

Sejak Maret 2020, Indonesia bahkan seluruh negara di dunia dilanda pandemi. Bencana covid 19 ini memberikan dampak besar hingga ke seluruh sendi sendi masyarakat, termasuk ketertundaan antrian pemberangkatan para jamaah haji indonesia yang semakin memanjang. BPKH sebagai lembaga pengelola keuangan dana haji ikut serta merasakan dampaknya. Selain keterbatasan quota yang diberikan oleh pemerintah arab saudi, indonesia memang menjadi satu satunya negara dengan antusiame tinggi untuk pergi ke Tanah Suci, sedangkan jatah quota yang ditetapkan lebih rendah. Selain Pandemi, hal ini menjadi faktor penghambat yang menyebabkan durasi periode waktu tunggu terasa kadaluwarsa. Itulah mengapa jeda waktu tunggu yang mencapai 20 tahun menjadi PR besar bagi BPKH untuk mengelola dana para jamaah. Melihat hal tersebut, BPKH telah melakukan strategi di antaranya dengan cara menginvestasikannya. Investasi yang di pilih ialah investasi berbasis syariah, mengingat dan menimbang bahwa haji ialah kewajiban dan ritual bagi umat muslim, maka jenis investasi yang dilakukan harus selaras dengan tuntunan syariat islam. Dimulai dari bekerja sama dengan Perbankan Syariah sebagai mitra distribusi, peruntukan investasinya hanya untuk bisnis halal seperti sewa jangka panjang hotel di Makkah dan Madinah (karena tanah di sana tidak dapat diperjualbelikan), sewa jangka panjang pesawat terbang yang mana transaksi tersebut hanya menggunakan dolar sebagai alat tukarnya. Di sisi lain, portofolio investasi yang dilakukan BPKH ada pula yang berbentuk surat berharga syariah negara (SBSN) atau biasa disebut Sukuk dengan keuntungan yang digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, ada lagi Green Sukuk yang 100% hasilnya digunakan untuk membiayai proyek mitigasi dan pengoptimalan adaptasi terhadap perubahan iklim serta pelestarian keanekaragaman hayati. Sebagaimana data yang diperoleh dari Humas BPKH dalam cuitannya di berbagai media, portofolio investasi besar lainnya dalam pengelolaan dana haji terdapat di pasar modal syariah. Tentunya hal ini dilakukan dalam rangka diversifikasi resiko.  Selain itu, pengamat ekonomi syariah Bapak Adimarwan Karim dalam dialog CNBC Indonesia  juni 2021, beliau mengungkapkan bahwa undang-undang BPKH tentang investasi dana haji  yang dilakukan harus memenuhi 2 syarat, pertama tidak boleh rugi/ harus untung; kedua harus liquid atau status aktiva berada pada posisi cukup kas/ berupa aset yang mudah dicairkan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran. Oleh karenanya, dana haji memang harus diinvestasikan agar tetap aman dan terhindar dari dampak inflasi serta penurunan nilai akibat fluktuasi rupiah.  

Bagi saya pribadi, hal ini merupakan suatu pahala besar yang akan diperoleh para calon jamaah haji reguler karena menjadi lantaran terwujudnya nilai kebermanfaatan bagi bangsa Indonesia, atau jika tidak sabar dengan periode waktu tunggunya, para jamaah bisa  switch dana haji reguler menjadi haji plus, he he he

Dengan demikian, literasi menjadi penting untuk ditingkatkan . terlebih dalam keadaan susah karena pandemi seperti sekarang ini. Selain mampu menangkis hoax, tingkat literasi yang baik juga akan menuntun kita menjadi bangsa  dengan solidaritas tinggi, memiliki tingkat Ukhwah Islamiyah dan Ukhwah Wathaniyah yang tinggi pula, serta memiliki kesediaan mengesampingkan kepentingan pribadi dan senantiasa optimis untuk bangkit bersama.

Percayalah, investasi yang dilakukan BPKH adalah untuk kemaslahatan umat, transaparansi dan akuntabel dalam manajemen tata kelola keuangan publik yang telah dilakukan tiada lain untuk membangkitkan rasa bangga dan rasa memiliki karena uang kita sedang dikelola oleh pihak yang tepat, berhentilah memupuk prasangka negatif, pemerintah tentunya sedang berjibaku untuk memulihkan ini semua. Semoga ini menjadi pahala sekaligus arti lain dari Berqurban untuk sesama. 

Wallahu a’lam Bisshawaab…..

Akhir kata,  Selamat Idul Adha untuk kita semua

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Allahu Akbar Walillaahil Hamd

Bolehkan Orang Kaya Menerima Daging Kurban Wajib ?*

Bolehkan Orang Kaya Menerima Daging Kurban Wajib ?*

Bagikan sekarang

Oleh: Akhmad Zaeni, M.Pd.I
(Wakil Rektor II INAIFAS)

Kesadaran semakin banyaknya masyarakat yang berqurban setiap tahun harus diapresiasi. Hanya saja, fenomena qurban di daerah kita sangat kompleks. Kita harus berusaha sedikit demi sedikit untuk mengawal dan memberi arahan kepada masyarakat terkait hal-hal yang berkaitan dengan qurban. Mulai tata cara niatnya hingga sistem pembagian dagingnya.

Sementara ini masyarakat memiliki pemahaman berbeda antara pembagian daging kurban dan pembagian zakat, yakni pembagian daging Qurban harus merata tanpa mempertimbangkan kaya ataupun miskin. Berbeda dengan pembagian zakat yang hanya berhak diterima oleh mustahiq zakat khususnya fakir miskin.

Pemahaman tersebut bisa dibenarkan apabila qurbannya adalah qurban sunnah, yakni bukan qurban nadzar ataupun qurban mu’ayyan. Keduanya bisa dirinci sebagai berikut:

  1. Qurban nadzar, misalnya seseorang bernadzar apabila dia memiliki anak laki-laki maka dia akan berqurban. Ternyata dia benar-benar dikaruniai putera laki-laki, maka wajib baginya untuk berqurban dalam rangka menunaikan nadzarnya.
  2. Qurban Mu’ayyan, misalnya ada seseorang yang berkata: “Sapi ini saya jadikan qurban”, maka secara otomatis dengan kalimat tersebut dia berkewajiban untuk berqurban. Dan untuk qurban mu’ayyan ini bisa terjadi bagi mereka yang memang memahami bahwa ucapan seperti di atas dapat menjadikannya wajib berqurban. Sehingga bagi orang awam yang tidak mengerti masalah tersebut, maka baginya tetap dihukumi qurban sunnah meskipun dia mengatakan “sapi ini saya jadikan qurban”.

Untuk qurban sunnah, distribusi dagingnya bisa dibagikan ke semua orang, yang penting muslim. Bahkan disunnahkan bagi yang berqurban untuk mengambil sedikit daging qurbannya dengan niat tabarrukan/ “ngalap berkah”. Namun untuk qurban wajib dalam madzhab Syafi’iyyah dagingnya harus dibagikan kepada fakir/miskin tidak boleh dibagikan kepada orang kaya, termasuk juga orang yang berkurban.

Kenyataan yang ada di masyarakat, masih jarang kita jumpai panitia qurban yang memilah antara daging kurban wajib dan qurban sunnah, sehingga rentan terjadi percampuran antara keduanya. Beberapa sebab hal ini terjadi adalah :

  1. Panitia belum mengetahui tentang perbedaan pembagian qurban wajib dan sunnah.
  2. Orang yang berkurban umumnya juga tidak tahu kalau ada dua hukum masalah qurban.
  3. Masyarakat menganggap tidak ada perbedaan antara qurban wajib dan sunnah dan lain sebagainya.

Fenomena ini yang menjadikan kami ingin memberi sedikit solusi dan informasi bagaimana cara kita menyikapinya:

  1. Panitia wajib memilah mana qurban wajib dan mana qurban sunnah, dan juga membedakan pembagian dagingnya.
  2. Jika cara pertama dirasa sulit, maka sebaiknya ada panitia penyembelihan qurban yang tergolong miskin untuk diberi bagian cukup banyak, kemudian dia merelakan bagian tersebut untuk diberikan pada orang kaya.
  3. Jika masih dirasa sulit, maka kita ikut pendapat madzhab lain yakni Madzhab Malikiyah dan Hanabilah yang memperbolehkan pembagian daging qurban wajib kepada orang miskin ataupun kaya.

Pada intinya kita harus tetap berusaha menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat, meskipun dalam penerapannya harus step by step (alon-alon pokok kelakon, dalam istilah Jawa). Semoga bermanfaat.

Kencong. Malam Idul Adha 1442 H./19 Juli 2021 M.

Referensi :

موهبة ذى الفضل ج 4 ص 698
(قوله فلا يجوز له) اى للناذر تفريع المتن (قوله اكل شيئ منها) اى من الاضحية المنذورة وما الخق بها ولا اطعام الاغنياء منها كما بحثه ابن قاسم

شرح الياقوت النفيس ص 825
تنبيه : من اشترى شاة و قال : (هذه أضحيتى ) … لزمته و وجب التصدق بلحمها كله , إنما بعض المتأخرين قال : لا تجب بالنسبة للعامة لأن العامي معذور لأنه لا يدرك معنى ما قاله و لا يقصد به النذر و العبارة إنشاء لا إقرار يعنى غير مقر بأنها أصبحت أضحيته , بمعنى : هذه الشاة التي أريد أن أضحي بها . و فرق بين نية النذر و نية الإخبار كما قال في حاشية الياقوت : ينبغي أن يكون محله ما لم يقصد الإخبار

بغية المسترشدين – (ج 1 / ص 548)
(مسألة : ب) : ظاهر كلامهم أن من قال : هذه أضحية أو هي أضحية أو هدي تعينت وزال ملكه عنها ، ولا يتصرف إلا بذبحها في الوقت وتفرقتها ، ولا عبرة بنيته خلاف ذلك لأنه صريح ، قال الأذرعي : كلامهم ظاهر في أنه إنشاء وهو بالإقرار أشبه ، واستحسنه في القلائد قال : ومنه يؤخذ أنه إن أراد أني أريد التضحية بها تطوعاً كما هو عرف الناس المطرد فيما يأخذونه لذلك حمل على ما أراد ، وقد أفتى البلقيني والمراغي بأنها لا تصير منذورة بقوله : هذه أضحيتي بإضافتها إليه ، ومثله : هذه عقيقة فلان ، واستشكل ذلك في التحفة ثم ردّه ، والقلب إلى ما قاله الأذرعي أميل

الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (4/ 2739)
ويجوز الأكل من الأضحية ابمتطوع بها، اما المنذورة او الواجبة بالشراء عند الحنفية فيحرم الأكل منها… اما عند المالكية والحنابلة فيكوز الأكل من المنذورة والمتطوع بها. والمستحب أن يجمع المضحي في حالة التطوع أو في حالة النذر عند المالكية والحنابلة بين الأكل منها والتصدق والإهداء. ولو أكل الكل بنفسه أو ادخره لنفسه فوق ثلاثة أيام، جاز مع الكراهة عند الحنفية والمالكية

الفقه على مذاهب الأربعة
الحنابلة قالوا : يسن أكل ثلث الأضحية وإهداء ثلثها ولو لغني والتصدق بثلثها على الفقراء ولا فرق في ذلك بين المعينة والمنذورة وغيرهما إلا أن المعينة والمنذورة لا يجوز إهداء الكافر

شرح الروض المربع، حنبلي
(وسن أن يأكل) من الأضحية (ويهدي ويتصدق أثلاثا) (٣) فيأكل هو وأهل بيته الثلث، ويهدي الثلث، ويتصدق بالثلث، حتى من الواجبة (٤) .

Kerjasama dengan Pemdes Menampu, Mahasiswa INAIFAS Gelar Razia Masker

Kerjasama dengan Pemdes Menampu, Mahasiswa INAIFAS Gelar Razia Masker

Bagikan sekarang

Demi memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, sekelompok mahasiswa INAIFAS yang tergabung dalam Mahasiswa Peraih KIP menggelar aksi razia masker di depan Balai Desa Menampu, Kamis siang (15/07).

Aksi razia ini bekerjasama dengan Aparatur Pemerintah Desa Menampu Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember.

Menurut Koordinator Mahasiswa Peraih Beasiswa KIP, Najib Muhammad Iqbal, giat ini dilakukan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya memakai masker di saat situasi pandemi ini.

“Kebanyakan masyarakat masih abai pada peraturan yang dianjurkan pemerintah dengan tidak mematuhi protokol kesehatan, apalagi saat ini ada kebijakan PPKM” Tutur Najib mahasiswa asal prodi ES tersebut.

Hal ini terbukti saat razia berlangsung, masih banyak pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Pengguna jalan yang tidak memakai masker akan diberhentikan kemudian diberi sanksi push up dan diberi masker oleh Mahasiswa INAIFAS.

Senada dengan hal tersebut, Khusnul Khatimah mahasiswa asal prodi PGMI INAIFAS berharap setelah giat ini berlangsung, masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan dengan nemakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

“Agar pandemi virus covid-19 ini cepat hilang dari negara kita tercinta, bahkan di dunia pada umumnya, sehingga kita bisa bebas melakukan kegiatan seperti sedia kala” Pungkas Khusnul di sela-sela acara.

Penulis : Ulil Nur Azizah

Luqman Hakim dan Pendidikan Akhlak Bagi Anak

Luqman Hakim dan Pendidikan Akhlak Bagi Anak

Bagikan sekarang

Oleh: Rijal Mumazziq Z

Hadirin yang Dimuliakan oleh Allah

            Alhamdulillah pada kesempatan Jumat ini, Allah memberi kita rezeki berupa umur dan kesehatan sehingga kita bisa melaksanakan ibadah kali ini. Kita selalu berharap apabila Allah segera melenyapkan wabah ini dan kita bisa berinteraksi sosial dengan normal sebagaimana sebelumnya. Tiada sikap seindah bersyukur kepada Allah, dan tiada pangkat mulia, kecuali derajat al-Muttaqin. Oleh karena itu, marilah kita selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangannnya agar kita termasuk orang-orang yang bertaqwa.

Jamaah Jum’at yang berbahagia

Di dalam al-Qur’an, ada beberapa pribadi spesial. Di antaranya, Luqman al-Hakim. Beliau bukan Rasul, tapi namanya diabadikan di dalam Al-Qur’an menjadi nama surat. Namanya Luqman bin Faghur bin Nakhur bin Tarih. Dalam salah satu riwayat, beliau merupakan keponakan Nabi Ibrahim AS. Dikaruniai usia 1000 tahun, hingga menjumpai zaman Nabi Dawud. Awalnya beliau menjadi mufti, lantas ketika Dawud Alaihissalam diangkat menjadi Nabi, beliau meninggalkan jabatan muftinya dan memilih menjadi murid Nabi Dawud. Ini adalah berdasarkan riwayat yang termuat dalam Tafsir al-Ibriz karya KH. Bisri Musthofa.

Dalam versi lain, beliau diceritakan berasal kawasan Afrika. Ada beberapa orang kulit hitam yang istimewa: Bilal bin Rabah, Mihja’ budaknya Umar bin Khattab, Luqman al-Hakim, dan Raja Negus (Najasyi). Hal ini berdasarkan salah satu hadits yang dikutip oleh KH. Thoifur Ali Wafa, dalam Tafsir Firdaus al-Na’im Bi-taudhihi Ma’ani Ayatil Qur’anil Karim.

Jamaah Jum’at yang Berbahagia

Sosok istimewa ini diabadikan kisahnya oleh Allah di dalam Surat Luqman. Dalam ayat 12 hingga 19, Allah mengabadikan percakapannya dengan putranya. Perbincangan penuh kasih sayang. Obrolan yang mendidik penuh hikmah. Selain menekankan ibadah vertikal kepada Allah, Luqman juga menandaskan sikap yang harus dimiliki seorang manusia di hadapan manusia yang lain.

Di dalam Ayat 12, Luqman berpesan kepada anaknya tentang pentingnya rasa syukur. Di dalam ayat berikutnya, dia berpesan agar menjaga ketauhidan. Sedangkan di ayat ke 14 dan 15, Luqman berpesan agar berbakti kepada orangtua. Adapun dalam ayat ke 16, tentang balasan semua amal yang dikerjakan. Dan, dalam ayat berikutnya, Luqman berpesan tentang pentingnya shalat, berdakwah, dan bersabar.

Adapun dalam khutbah Jum’at kali ini, saya fokus pada pembahasan pendidikan akhlak yang berdimensi sosial kemasyarakatan. Dalam Surat Luqman ayat 18, beliau berpesan kepada anaknya agar jangan bersikap sombong dan angkuh.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman : 18)

Melalui ayat ini, pendidikan akhlak yang pertama adalah tentang sikap tawadlu’, rendah hati, dan larangan sombong. Tidak boleh seseorang merendahkan orang lain karena perbedaan strata ekonomi, warna kulit, suku dan perbedaan lainnya. Hal ini berkaitan dengan etika kehidupan sosial. Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban bagi seorang ayah untuk mula-mula mengajarkan sikap rendah hati kepada buah hatinya, sebagaimana dicontohkan oleh Luqman Hakim.

Dalam sebuah hadits diceritakan sikap Rasulullah ketika berjumpa dengan orang lain. Beliau selalu menampakkan wajah gembira, tersenyum ramah, dan ketika berkomunikasi, selalu menghadapkan tubuhnya kepada lawan bicaranya. Tidak memalingkan muka, apalagi mengabaikan lawan bicaranya. Sebuah akhlak yang luhur dan etika berkomunikasi yang baik yang dicontohkan beliau shallahu alaihi wasallam.

Sedangkan dalam ayat ke- 19 dari Surat Luqman, beliau memberi pesan:

 Artinya: “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Dalam Tafsir Jalalain, perintah agar sederhana dalam berjalan di dalam ayat tadi ditafsirkan sebagai sikap tengah-tengah, atau tidak berjalan terlampau cepat juga tidak lambat. Berjalan dengan anggun. Adapun suara keledai berarti suara meringkik dan melengking. Suara keras yang tidak enak didengar. Dengan demikian, Luqman berpesan agar di dalam melangkah tidak terlampau cepat dan pelan, melainkan berjalan dengan baik. Demikian pula dengan berkomunikasi, tidak bersuara keras yang bisa mengganggu lawan bicaranya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Apa yang saya sampaikan tadi adalah pendidikan dasar akhlak. Pelajaran etika sosial kemasyaraatan. Saat ini ada banyak orangtua yang bangga dengan capaian pendidikan anak, tetapi abai dalam pendidkan akhlak dan dasar-dasar pergaulan sosial. Sehingga ada banyak contoh, anak yang berbicara keras dan membentak mereka yang lebih tua. Bahkan, berani melakukan tindakan kasar kepada orangtuanya. Dalam hal ini, kita harus ingat, apa yang dilakukan anak seringkali bermula dari sikap orangtua yang memberi contoh buruk. Anak adalah peniru ulung. Dia belajar dari lingkungannya. Dari sekelilingnya. Dan, yang lebih mengkhawatirkan adalah, apa yang kita lakukan kepada orangtua kita saat ini, baik atau buruk, itulah yang akan dilakukan oleh anak kita kelak. Dalam Pepatah Arab disebutkan:

Artinya: “Contoh perbuatan lebih berpengaruh daripada perkataan.”

Dengan demikian, mula-mula orangtua harus memberi teladan. Jika orangtua memerintahkan anak beribadah, maka dia harus memberi contoh terlebih dulu. Apabila orangtua menunjukkan sikap baik kepada lingkungan sosial, maka anak akan belajar menirunya, baik dalam ucapan maupun tingkah laku. Inilah yang disebut dengan psiko-sosial, ketika secara psikologis manusia dibentuk oleh lingkungan sosial di sekitarnya, dan kemudian ikut mempengaruhi perubahan sosial pula.

Khutbah II

Siap Menjadi Universitas, INAIFAS Berguru ke UNZAH

Siap Menjadi Universitas, INAIFAS Berguru ke UNZAH

Bagikan sekarang

Persiapan alih status menjadi universitas semakin matang. Panitia yang dibentuk juga semakin kompak mempersiapkan kebutuhan. Kali ini, kampus yang terletak di Kencong Jember ini belajar ke Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Probolinggo.

Rencana awal, silaturahmi dilakukan secara langsung. Namun demi kebaikan bersama dan mentaati aturan PPKM, maka acara dihelat secara daring.

Dalam acara yang digelar melalui zoom pada Sabtu (10/07), dengan tema “Silaturahmi Memperkuat Institusi dan Menjalin Sinergi dalam Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Islam” ini pihak INAIFAS diwakili jajaran pimpinan, dekan, kaprodi dan tim panitia alih status.

Rijal Mumazziq Z M.H.I., Rektor INAIFAS, dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih atas kesediaan pimpinan dan struktural UNZAH dalam silaturahmi daring tersebut.

“Kami berharap bisa berguru dan belajar banyak dari UNZAH dalam proses menuju Universitas. Sebab, dua kampus ini memiliki kesamaan. Sama-sama di bawah naungan pesantren. Yang istimewa, UNZAH adalah kampus Islam yang di bawah naungan Kemenag,” kata Gus Rijal, sapaan akrabnya.

Rektor UNZAH Dr. KH. Abd Aziz, M.Ag.

Rektor UNZAH, Dr. KH. Abd Aziz, M.Ag. menilai apabila acara daring ini bisa ditingkatkan dalam bentuk MoU agar secara formal bisa mengikat. “Kami menyambut baik inisiatif INAIFAS ini. Kita niatkan saling belajar.” lanjut Kiai Aziz.

UNZAH saat ini membawahi 5 fakultas dan 15 prodi. Yakni, Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Matematika, dan Prodi Tadris Bahasa Inggris.

“Kemudian, Prodi Tadris IPS, Tadris Bahasa Indonesia, dan Manajemen Keuangan Syariah, Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, Perbandingan Madzhab, Hukum Keluarga, dan Akhlaq Tasawuf. Juga ada Ma’had Aly Ilmu Ulumul Hadist dan Program D-1, I-Tech,” jelas Kiai Aziz.

Peserta Daring dari kedua Perguruan Tinggi Islam

Akhmad Zaeni, M.Pd.I., Ketua Panitia Alih Status Universitas, menjelaskan, di antara yang ingin dipelajari adalah proses alih status INZAH menjadi UNZAH.

“Apalagi di kampus Genggong ini ada Prodi Tadris Matematika, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Bahasa Indonesia dan Pendidikan Anak Usia Dini. Empat prodi ini yang rencana kami dirikan. Jadi mohon bimbingan dan dukungannya, kiai,” tandas Pak Zen, sapaan akrabnya.

Kiai Aziz pun memberi kesanggupan. Baginya, pengalaman dan ilmu harus dibagi. Termasuk pengalaman kampusnya dalam proses alih status ini.

“Silahkan. Dengan senang hati. Dan, kita berharap kelak apabila pandemi ini berlalu, kita bisa berjumpa secara langsung,” tukasnya. (humas inaifas)

Kunjungi INAIFAS, Ponpes Bulugading Jajaki Kerjasama

Kunjungi INAIFAS, Ponpes Bulugading Jajaki Kerjasama

Bagikan sekarang

Rencana INAIFAS beralih status menjadi universitas rupanya menarik minat beberapa pesantren untuk menjalin kerjasama. Kali ini, delegasi Ponpes Bustanul Ulum Bulugading Desa Langkap Kec. Bangsalsari Kab. Jember, berkunjung ke kampus hijau ini.

Silaturahmi empat orang pengajar dipimpin oleh Ustadz Fathurrozi, Kamis siang (8/7). Mereka menjajaki kerjasama penyelenggaraan perkuliahan antara Pondok Bulugading dengan INAIFAS.

Di ruang rektorat, jajaran pimpinan menemui para guru tersebut dalam suasana yang gayeng. Obrolan serius namun tetap santai dan diiringi gelak tawa.

“Di Pondok Bulugading ada MA dan SMK. Setiap tahun kami meluluskan sekira 150 alumni. Ke depannya kami ingin menjalin kerjasama dengan INAIFAS dalam program kuliah,” kata Ustadz Fathurrozi.

Keinginan ini selain agar para santri tetap melanjutkan pendidikan tinggi sesuai dengan amanah pengasuh, KHR. Ahmad Baidlowi Said, Lc., juga agar ada kaderisasi para guru. “Para guru saat ini mayoritas masih berusia muda. Jadi peluang melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi sangat terbuka. Kelak mereka ini diharapkan bisa mempraktekkan ilmunya di pesantren,” lanjut Ustadz Fathurrozi.

Peluang ini disambut hangat jajaran rektorat. “Kami bisa memfasilitasi keinginan ini dalam bentuk kerjasama perkuliahan. Misalnya, dengan menyediakan kelas khusus para guru Pondok Bulugading. Satu kelas berisi minimal 20 mahasiwa. Kuliah Sabtu-Ahad. Pilihan prodi bisa ditentukan oleh pihak pesantren,” kata Mohammad Dasuki, M.Pd.I, Warek III INAIFAS yang membidangi kerjasama antar lembaga.

Kerjasama INAIFAS dengan Ponpes Bulu Gading
Kerjasama INAIFAS dengan Ponpes Bulu Gading

Abah Dasuki, sapaan akrabnya juga menandaskan apabila selama ini INAIFAS sudah bekerjasama dengan beberapa pesantren dan komunitas dalam penyelenggaraan perkuliahan. Konsepnya bukan pada penyelenggaraan kelas jauh, melainkan menyediakan satu kelas khusus untuk memfasilitasi perkuliahan mereka atau yang disebut kelas ekstensi.

Di antara yang sudah bekerjasama dengan INAIFAS, antara lain KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Umbulsari dan Sumberbaru, Yayasan Pendidikan Mambaul Khoiriyah Bangsalsari, Ponpes Darul Arifin Curahkalong Bangsalsari, dan PP. Annur Tempeh Lumajang.

Akhmad Zaeni, M.Pd.I, Warek II, yang membidangi keuangan, juga menjelaskan skema pembiayaan. “Biaya di INAIFAS sangat terjangkau, dan yang terpenting proses perkuliahan tidak menggangu jadwal mengajar para guru di pondok.” kata Pak Zen, sapaan akrabnya, sembari merinci biaya kuliah kelas reguler dan ekstensi.

Menimpali Pak Zen, Asnawan, M.S.i, Warek I, juga membuka peluang kerjasama di bidang perkuliahan Pascasarjana. “Bagi para guru Pondok Bulugading dan koleganya juga bisa kuliah S2 di sini. Jika jumlahnya 20 orang, maka satu kelas Pascasarjana bisa kita penuhi. Jangan lupa, biaya bisa dicicil,” kata Pak Asnawan.

Ustadz Fathurrozi dan para guru lain tampak antusias dengan tawaran ini. Mereka akan menyampaikan hasil pertemuan kepada pihak yayasan.

“Yang pasti, tawaran ini sangat menarik bagi kami. Semoga bisa direalisasikan dalam bentuk kerjasama yang konkrit,” sambut Ustad Fathurrozi.

Rijal Mumazziq Z, Rektor INAIFAS, menimpalinya dengan kesanggupannya untuk sowan ke KHR. Baidlowi Said, Lc., Pengasuh Pondok Bulugading, sekaligus membawa tim PMB untuk promosi kampus kepada para santri. Tak lupa, rektor juga menyampaikan optimisme, apabila kerjasama ini dijalin, maka ke depannya para ustadz Pondok Bulugading alumni INAIFAS bisa merintis perguruan tinggi sendiri. (humas inaifas)

INAIFAS Kembali Helat Ujian Skripsi

INAIFAS Kembali Helat Ujian Skripsi

Bagikan sekarang

Kamis pagi (8/7), INAIFAS menyelenggarakan sidang munaqosyah skripsi. Kali ini ada 19 mahasiswa yang menjadi peserta. Rinciannya dari Fak. Tarbiyah 16, dari Fak. Syariah ada 3.

Jumlah ini dibagi dalam keempat kelompok ujian. Pelaksanaan dilakukan di gedung kampus induk, Jl. Semeru 09 Kencong, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dekan Fakultas Tarbiyah, M. Bustanul Ulum M.Pd., menjelaskan hambatan yang ditemui mahasiswa di fakultasnya. Antara lain, banyak mahasiswa yang menghentikan sementara penelitian lapangan akibat proses pembelajaran daring di beberapa sekolahan. “Beberapa mahasiswa akhirnya ganti judul, memilih studi pustaka, namun sebagian lain tetap memilih judul awal, hanya metodologinya yang diubah,” tutur pria yang akrab disapa Pak Ibus ini.

Selama ini Tarbiyah sebagai fakultas paling tua memang banyak diminati dan menjadi penyumbang jumlah peserta ujian. Hanya pada gelombang sekarang saja jumlahnya di bawah 20, tidak seperti gelombang sebelumnya.

Sedangkan Dr. Asnawan, M.S.I, Warek I, menjelaskan dari total jumlah mahasiswa ini, ada satu peserta yang tidak bisa ikut ujian secara luring. “Dia berasal dari Jawa Tengah, sedang pulang dan tidak bisa hadir karena ada PPKM saat ini.” tuturnya.

Namun pihaknya menjamin apabila mahasiswa ini akan difasilitasi dengan ujian skripsi secara daring.

Di sisi lain, Direktur Pascasarjana INAIFAS, Dr. Titin Nurhidayati M.Pd., yang menjadi salah satu penguji, menilai apabila dari tahun ke tahun, tingkat penguasaan mahasiswa atas skripsi yang ditulis semakin baik, tema yang disajikan juga lebih bervariasi.

“Kami berharap apabila ada skripsi mahasiswa yang bisa dibukukan. Tentu setelah melewati ujian dan editing dari penerbit,” kata perempuan kelahiran Lamongan ini.

Sekadar informasi bagi mahasiswa, munaqosyah skripsi gelombang selanjutnya digelar awal Agustus. Bagi yang sudah siap, bisa segera mendaftar. (humas inaifas)

Persiapan Menjadi Universitas, INAIFAS Dirikan Empat Prodi

Persiapan Menjadi Universitas, INAIFAS Dirikan Empat Prodi

Bagikan sekarang

Setelah alih status dari sekolah tinggi menjadi institut pada 2018, kini INAIFAS berancang-ancang menjadi universitas.

Harapan ini merupakan hasil rapat yang digelar di rumah Ketua Yayasan Pendidikan Islam al-Falah Assunniyah (YPIAA), KH. A. Sadid Jauhari, 27 Ramadan silam.

Akhmad Zaeni, Ketua Panitia Alih Status, menjelaskan, sebagai kampus yang siap bersaing di kancah nasional, INAIFAS memiliki sumberdaya yang bisa diandalkan untuk menjadi universitas.

“Syarat-syarat sudah 80% terpenuhi. Misalnya ketersediaan lahan, jumlah mahasiswa dan dosen, hanya kita menunggu izin penyelenggaraan pembukaan prodi baru agar arah menjadi universitas bisa terpenuhi,” kata pria yang akrab disapa Pak Zen ini.

Rapat Panitia Alih Status Menuju Universitas
Rapat Panitia Alih Status Menuju Universitas

Dosen sekaligus Wakil Rektor II ini melanjutkan, ada 4 prodi yang disiapkan. Tadris Matematika, Tadris Bahasa Indonesia, Tadris Bahasa Inggris, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Keempat prodi ini dianggap memiliki prospek di wilayah Jember dan Lumajang. Selebihnya, Pak Zen menilai
apabila saat ini keempat prodi di atas banyak dibutuhkan oleh para guru.

“Jadi, setelah kita survei di lapangan, prodi-prodi ini yang banyak diminati calon mahasiswa dan masyarakat,” tuturnya.

Rapat Panitia Alih Status Menuju Universitas

Jika keempat prodi ini berdiri, maka perizinan menjadi universitas akan lebih mudah. “Doakan saja. Ada dua pilihan nama kampus ini, Universitas al-Falah Assunniyah, bisa juga Universitas KH. Jauhari Zawawi.” katanya.

KH. Jauhari Zawawi adalah ulama kharismatik pendiri PP. Assunniyyah Kencong Jember. Rais Syuriah PCNU Kencong terlama ini wafat pada 1994. Saat ini, pesantren yang didirikan semakin berkembang dengan lebih dari empat ribu santri. (humas inaifas)