Bagikan sekarang

Perpustakaan Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember menggelar bedah buku berjudul ‘Dan ‘Arsy Pun Berguncang; Sirah Unik Sahabat-Sahabat Kanjeng Nabi Saw’ karya Ahmad Husain Fahasbu, S.H., M.Pd. Kegiatan dipusatkan di aula  Kampus setempat, Selasa (08/11/2022).

Ahmad Husein Fahasbu sebagai narasumber mengungkapkan, buku ini awalnya hanyalah kumpulan dari tulisan-tulisannya di website Alif.ID. Saat momen Ramadhan atas permintaan Mas Hamzah Sahal, hingga akhirnya dibukukan menjadi kisah unik dan serius dengan judul Dan ‘Arsy pun Berguncang! Sirah Unik Sahabat-Sahabat Kanjeng Nabi Saw.

“Tujuan sederhananya adalah sebagai sumbangsih yang positif bagi pembendaharaan kehidupan umat manusia di bidang sejarah,” ujarnya.

Gus Husain panggilan akrabnya, berhasil memotret dan memilih sebagian dari sekian banyaknya aspek hidup sahabat Nabi Muhammad Saw. Bukan hanya memotret, Husain juga memberi angel dengan tepat dan benar.

“Dalam buku ini diulas tentang sejarah, teks dan sepintas pemikiran para sahabat Nabi yang memiliki rekam jejak langkah patut diteladani,” tegasnya.

Pada bagian pembuka, Gus Husain menguraikan dengan apik sahabat Shafiyah binti Abdul Muthalib yaitu sang ‘Veteran Perempuan Pemberani’. Dengan mengawali sahabat perempuan, secara tidak langsung Gus Husain mengatakan bahwa perempuan harus mampu berperan dan memberikan kontribusi yang setara dengan laki-laki di berbagai skala apapun.

“Hal ini sebagai bentuk emansipasi perempuan dalam mewujudkan kesetaraan. Karena bicara tentang emansipasi, salah satu sosok yang menjadi panutan dan inspirasi bagi perempuan ialah Ibu Kartini,” urainya.

Dosen Ma’had Aly Nurul Jadid Paiton, Probolinggo ini menyebut bahwa sesungguhnya kesetaraan pria dan wanita merupakan konsep yang seharusnya diamalkan oleh setiap orang di segala tempat dan sepanjang waktu.

“Dan, kebenaran yang harus dipercayai sesungguhnya adalah tidak ada tembok pemisah antara pria dan wanita. Allah Swt menciptakan manusia laki-laki dan perempuan adalah sama dengan rupa dan gambar-Nya sendiri,” tandasnya.

Baca juga  Kepemimpinan Perempuan dan Entrepreneurship menjadi Sorotan Utama Mahasiswa PKM-BR Posko 11 Mayangan

Sementara itu, Rektor Inaifas Rijal Mumazziq Zionis, M.H.I mengatakan generasi sahabat adalah generasi yang paling beruntung. Sebab, mereka hidup pada masa turunnya al-Qur’an, melihat langsung perilaku Nabi Muhammad Saw dan mendengar sabdanya.

“Dari situ, kita percaya bahwa sahabat adalah kelompok yang paling mengerti makna al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan sebagian ulama menjadikan pendapat para sahabat (qaul ash-shahabi) sebagai salah satu sumber hukum Islam (mashadir al-ahkam),” katanya.

Direktur Imtiyaz Surabaya ini menambahkan, buku sejarah dan kisah para sahabat Nabi Saw yang disusun oleh Ahmad Husain Fahasbu ini memiliki makna tersendiri dalam kajian Islam. Sejarah, termasuk riwayat para sahabat, selain mengandung unsur keteladanan (uswah hasanah) sebenarnya dapat menjadi landasan argumentasi dalam menjawab suatu masalah.

“Selain itu, buku ini juga dapat menjadi wasilah bagi kita untuk mengenal dan mengakrabkan diri dengan kehidupan Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan awal dari serangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke 24 tahun Inaifas Kencong, Jember. Disebutkan, puncak peringatan Harlah tersebut akan digelar bertepatan tanggal 14 November 2022 mendatang.