Bagikan sekarang

Oleh: Rijal Mumazziq Z

November tahun lalu, Warek III Inaifas, Abah Mohammad Dasuki, jalan-jalan ke alun-alun Tanggul setelah ziarah ke Makam Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid. Di alun-alun itu beliau disapa oleh suami istri pedagang pentol. Ternyata sejoli ini mahasiswa INAIFAS. Jika pagi, Yulifan Adi Anggara (Prodi PAI/2017), mahasiswa tersebut menjadi satpam di salah satu SMP. Manakala siang-sore, dia bersama istrinya, Siti Nur Baeti (Prodi ES/2019) kuliah di kampus hijau. Selepas magrib, keduanya berjualan cilot/pentol. Hasilnya bisa dipakai hidup sehari-hari dan biaya kuliah. Keren ya!

Akhirnya, dalam Harlah INAIFAS ke-23, November tahun lalu, keduanya mendapatkan suntikan modal dari kampus. Setahun sebelumnya, Inaifas juga memberi Beasiswa Modal Usaha ini bagi Alex Nur Adi Wibowo, mahasiswa Prodi PGMI, yang sehari-hari berjualan telor gulung. Oleh pihak LAZISNU Care PCNU Kencong yang dipimpin Ustadz Imam Imam Syafi’i, Alex juga diberi tambahan modal. Hasilnya, dirupakan rombong jualan.

Kemarin lusa, dalam rangkaian acara Safari Ramadan yang dipimpin oleh Kaprodi PAI, Pak Johan Idrus Tofaynuddin, Inaifas kembali memberi Beasiswa Modal Usaha bagi 5 orang. Seleksi sudah berjalan. Nama-nama mahasiswa wirausahawan/wirausahawati direkomendasikan oleh para kaprodi. Saya kebagian nyeleksi. Rasanya senang melihat kegigihan dari adik-adik mahasiswa dalam merintis usaha.

Jenis usahanya variatif. Ada yang berjualan kripik usus, makaroni, krupuk, dan cemilan jenis lainnya. Ada juga yang membuat kue, kopi keliling menggunakan motor roda tiga, coklat, dll. Sebagian lagi mencari fulus secara daring: jualan jilbab, baju muslimah, aksesoris, hingga amplop angpau lebaran.

Beasiswa Modal Usaha ini juga kami ambilkan dari dana Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah (UPZIS) INAIFAS yang diketuai oleh Gus H. Zuhairuzzaman Dekan Fak. Syariah dan juga Katib Syuriah PCNU Kencong. Setidaknya, dengan cara ini Inaifas tidak hanya menjadi lembaga pendidikan saja, melainkan menjelma lembaga dakwah dan pemberdayaan sosial.

Baca juga  Bu As dan Jalan Pengabdiannya

Melihat antuasiasme mereka dalam berwirausaha, saya jadi ingat saat kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya dulu. Semester 1-3 saya masih dibiayai orangtua, namun selepas itu saya cari fulus sendiri buat biaya hidup dan membiayai kuliah.

Caranya, berjualan buku. Kadang bersama Masyai Fathul Qodier, saat ini dewan pakar Aswaja Center PWNU Jatim dan dosen IAI KH. A. Chalim Mojokerto. Yang sering jualan bersama Mas Ach Tirmidzi Munahwan, sahabat yang saya anggap saudara kandung, dalam beberapa acara NU. Mas Tirmidzi ini orangnya ulet, tahan banting, dan selalu ceria. Banyak suka duka yang kami alami. Yang pasti, dari berjualan buku, kami bisa membiayai kuliah hingga lulus, dan belajar nulis, khususnya meresensi buku, juga lantaran jualan buku. Sisanya, beli rumah, mobil dan tanah juga dari dagang buku ini.

Kini, kami tetap jualan buku dan kitab. Saya menggawangi Penerbit Imtiyaz, Mas Tirmidzi memimpin Penerbit Muara Progresif. Kami berdua dididik oleh salah satu master perbukuan di Surabaya, Kiai Ma’ruf Asrori, Direktur Penerbit Khalista yang banyak menerbitkan buku-buku ke-Aswaja-an dan ke-NU-an. Beliau adalah ayah kedua bagi kami. Dari Kiai Ma’ruf kami belajar dagang, menulis artikel dan resensi, menulis buku, hingga teknik editing naskah; juga mengakrabi calon pembeli dan pelanggan, serta soal remeh temeh tapi penting: menata buku dengan rapi di dalam kardus, dan tali-temali kardus agar kuat.


Melihat proses usaha yang dilakoni adik-adik mahasiswa INAIFAS, saya senang. Saya berharap mereka selalu semangat menapaki jalan dagang ini, dan bisa mengembangkannya dengan inovasi yang dimiliki.

Tentu saja saya atas nama kampus mengucapkan terima kasih banyak kepada Mas KH. Dr. Asrorun Ni’am Sholeh, Deputi III Kemenpora, yang sejak 2019 membina kampus INAIFAS dengan program kewirausahaan serta menyuntikkan modal bagi mahasiswa kami, juga kepada Mas Abdullah Muhdie, aktivis IPNU UINSA dan IPNU Jatim, yang kini berkiprah di Kemenpora RI, yang selalu mendukung program kepemudaan INAIFAS.

Baca juga  Catatan Perjalanan ke Salah Satu Pulau Terdepan Indonesia (1)

Juga kepada para sahabat dermawan/wati yang sudah menjadi orangtua asuh mahasiswa kami, kepada Bank Syariah Indonesia Kencong, Mas Ali Sadikin Asmoroyudo, yang rutin memberi beasiswa, juga untuk Ibu Evi Arifiyah, Kepala Bank Jatim Kencong, yang juga menyiapkan beasiswa.

Ayo Kuliah di INAIFAS. Kampus Beasiswa.

Jenis Beasiswa S1:

  1. Beasiswa KIP/Bidik Misi
  2. Beasiswa Madin Pemprov Jatim
  3. Beasiswa Pemkab Jember
  4. Beasiswa Prestasi Akademik
  5. Beasiswa Prestasi non-Akademik
  6. Beasiswa UPZIS INAIFAS
  7. Beasiswa Aktivis IPNU-IPPNU
  8. Beasiswa Aktivis PMII
  9. Beasiswa Orangtua Asuh (BETA)
  10. Beasiswa Tahfidzul Qur’an
  11. Beasiswa Bank Syariah Indonesia (BSI)
  12. Beasiswa Jalur Undangan
  13. Beasiswa Tes Seleksi
  14. Beasiswa Bank Jatim
  15. Beasiswa Modal Usaha

Jenis Beasiswa Pascasarjana:

  1. Beasiswa Tahfidzul Qur’an
  2. Beasiswa Guru Madin Pemprov Jatim
  3. Beasiswa Pemkab Jember
  4. Beasiswa Rektorat