LP2M INAIFAS Dampingi PEKKA Bikin Nugget dan Tepung Mocca

LP2M INAIFAS Dampingi PEKKA Bikin Nugget dan Tepung Mocca

Bagikan sekarang

Dalam rangka melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong, Jember mendampingi kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Balai Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Jember.

Kegiatan pelatihan membuat nugget ikan lele dan tepung mocca ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember pada Jum’at (24/06/2022).

Dalam kesempatan ini Suprihandoko mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak meliputi LP2M INAIFAS, Kepala Desa Menampu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gumukmas, dan Kepala Koalisi Perempuan Indonesia serta DPP Pertanian Kecamatan Gumukmas yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Harapannya pelatihan ini dapat dikembangkan menjadi bisnis home made agar supaya membantu penghasilan ekonomi ibu-ibu kelompok PEKKA ini,” kata Suprihandoko Kepala DP3AKB Kabupaten Jember ini.

Mewakili dari pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) INAIFAS, Rizqiyah Ratu Balqis berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas pelatihan saja, namun ada motif keberlanjutan guna mendukung perekonomian ibu-ibu kelompok PEKKA ini.

Lebih jauh dirinya menilai ratusan perempuan Jember menjadi Pekka bukan atas keinginannya sendiri. Mereka terpaksa menjadi tulang punggung sebagai kepala keluarga karena dipaksa oleh kondisi tertentu. Seperti suami meninggal, suami tidak bertanggung jawab, karena suami sudah tua atau sakit sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

“Tentu butuh peran dan dukungan secara penuh dari semua pihak terutama pemerintah desa dan dinas yang bergerak di bidang terkait, khususnya DP3AKB Kabupaten Jember dalam memberdayakan perempuan kepala keluarga,” harap Balqis Dosen Inaifas sekaligus aktivis perempuan ini.

Perdana, Ujian Skripsi Digital Prodi Pendidikan Bahasa Arab

Perdana, Ujian Skripsi Digital Prodi Pendidikan Bahasa Arab

Bagikan sekarang

Oleh: Asni Furoidah, M.Pd.I (Dosen PBA INAIFAS)

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) melaksanakan ujian skripsi digital untuk pertama kalinya di Aula Kampus II Pondok Assunniyyah pada Kamis (16/06/2022).

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan studi jarak jauh. Sebagian dari mahasiswa PBA semester akhir ada yang ditugaskan ke luar Pulau Jawa karena mengikuti program Pondok Pesantren sebagai pengabdian diri seorang santri aktif di Pondok Pesantren.

Dalam pelaksanaan studi jarak jauh, mahasiswa semester akhir memiliki lebih banyak tantangan dalam mengerjakan skripsi. Persoalan terkait pengumpulan data lapangan tak lagi bisa dilakukan melalui tatap muka, kegiatan pembimbingan dengan dosen yang harus dilakukan secara daring, pengurusan administrasi ujian skripsi hingga persoalan menjaga psikis agar terhindar dari stres menjelang sidang skripsi.

Beragam tantangan pengerjaan skripsi yang dihadapi tak lantas membuat mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab INAIFAS menyerah begitu saja. Hal ini terbukti dari tingginya semangat mahasiswa yang ingin maju dalam ujian skripsi tahun ini. Sebanyak 12 mahasiswa tercatat telah mempertanggungjawabkan hasil penelitian mereka kepada para penguji. Adapun ujian skripsi digital ini dilaksanakan dalam satu hari.

Sebelum ujian skripsi digelar, prosedur pelaksanaan ujian dan sistem penilaian skripsi menggunakan aplikasi google meet ini  disosialisasikan kepada mahasiswa peserta sidang serta dosen penguji skripsi. Fina Aunul Kafi, M.Pd.I, mengatakan pelaksanaan ujian skripsi digital ini berjalan lancar dan relatif tidak ada kendala, karena baik dosen penguji dan mahasiswa telah memahami teknis pelaksanaannya.

“Setiap mahasiswa melakukan presentasi dengan menampilkan slide skripsi dalam waktu 10 menit, 30 menit berikutnya digunakan untuk tanya jawab oleh para penguji. Semua naskah skripsi dikemas dalam bentuk file PDF dengan menyertakan bukti-bukti riset yang relevan,” kata Fina Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Inaifas ini.

Menurut Fina, meski digelar secara daring, tidak serta merta menurunkan kualitas ujian skripsi ini. Penguji dengan sungguh-sungguh memberikan masukan, kritik dan saran terhadap karya skripsi mahasiswa. Melalui ujian skripsi digital, mahasiswa dituntut untuk mempertanggungjawabkan seluruh rangkaian penelitian yang meliputi: latar belakang, kajian literatur, metode riset, hasil riset hingga kesimpulan. Ujian skripsi digital ini sangat berguna bagi penyempurnaan penulisan skripsi.

“Muara skripsi yang baik adalah skripsi dapat bermanfaat baik dari sisi pengembangan keilmuan secara akademis maupun dapat memberikan sumbangsih dari sisi praktis”, imbuhnya.

Siti Khamidatul Mutayasiroh, salah satu peserta ujian skripsi mengapresiasi kinerja bapak ibu dosen semuanya, mulai dari mempersiapkan sampai dengan pelaksanaan, ujian skripsi digital kali ini menurut saya paling lancar dan minim kendala. Evaluasi-evaluasi pada sidang sebelumnya (seminar proposal) dipikirkan dan diterapkan dengan matang.

Masih dikatakan, tentunya bukan berarti tanpa cacat, kendala teknis seperti gangguan pada hardware lumrah terjadi namun tidak mengurangi esensi dari sidang skripsi tersebut. Justru kebanyakan kendala malah terjadi pada device mahasiswa, bukan dari penguji.

“Bantuan serta arahan dari bapak ibu dosen yang realtime bikin semuanya jadi jelas, alamat link, username dan password ruanganpun juga jelas (tidak error), jadi saya bisa tetap fokus mempersiapkan diri sebelum sidang dimulai,” tandasnya. (Editor: Haz)

Salam PBA Bravo!!

INAIFAS Gelar Temu Alumni Peraih Beasiswa Guru Madin Bareng Gubernur Jatim

INAIFAS Gelar Temu Alumni Peraih Beasiswa Guru Madin Bareng Gubernur Jatim

Bagikan sekarang

Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si berkunjung ke Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) di Jalan Semeru No.09 Kencong, Jember, Jawa Timur.

Tidak hanya Khofifah, agenda itu juga dihadiri Bupati Jember H. Hendy Siswanto, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur Prof. Dr. KH Abdul Halim Soebahar, MA., Wakil Katib PWNU Jatim KH. Khoirruzad Maddah, Rais Syuriah PBNU KH. Achmad Sadid Jauhari dan Rais Syuriah PCNU Kencong KH. Achmad Laiq Athoillah.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PP Muslimat NU ini mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar civitas akademika INAIFAS atas sambutan hangatnya lengkap dengan seluruh jajaran dan mahasiswanya.

“Saya sangat gembira bisa berkunjung ke Inaifas, Semoga kedepan dapat bersilaturahim kembali,” ujar Khofifah pada acara Silaturahim Tokoh dan Temu Alumni Penerima Beasiswa Madin Pemprov Jatim, Selasa (14/06/2022) pagi.

Sementara Rijal Mumazziq Zionis menyambut baik atas kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta seluruh rombongan di kampus yang ia pimpin.

Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap Inaifas setiap tahunnya mendapatkan jatah kuota Beasiswa Guru Madrasah Diniyah (MADIN) dari Pemprov Jatim terus meningkat dan bertambah.

“Di depan panjenengan ini adalah para mahasiswa dan alumni penerima Beasiswa Guru Madin Pemprov Jatim,” tuturnya.

Lebih jauh, pihaknya juga berencana ingin membangun aula serbaguna yang akan diberi nama Aula Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa.

“Kami semua berharap semoga ikhtiar kita ini mendapatkan dukungan dari Ibu Khofifah agar dapat memberikan kemanfaatan dan keberkahan khususnya dalam proses menuju Universitas,” ungkap dia penuh harap.

Diketahui setelah berkunjung di kampus Inaifas, Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan meluncurkan logo Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur 2022 di Pendapa Wahyawibawagraha Kabupaten Jember.

Tidak hanya berkunjung, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga sempat membagikan paket sembako dan uang pesangon kepada puluhan tukang becak dan anak yatim.

Gelar Seminar, HMPS PGMI INAIFAS Resmikan Program PGMI English Corner

Gelar Seminar, HMPS PGMI INAIFAS Resmikan Program PGMI English Corner

Bagikan sekarang

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong menggelar Seminar bertajuk “Ekspansi Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi Menuju Era Revolusi Industri 5.0”.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Siti Majidah, M.Pd selaku narasumber. Ketua Program Studi PGMI Inaifas Mar’atus Sholihah dan M. Bustanul Ulum, M.Pd Dekan Fakultas Tarbiyah Inaifas beserta seluruh mahasiswa. Agenda ini dipusatkan di Auditorium INAIFAS Lt 1 pada Senin, (13/06/2022) siang.

Ketua panitia, Evi Alviatul Alfiah mengatakan maksud dari tema tersebut yakni ekspansi yang berarti aktifitas, maksud dari aktivitas tersebut adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk lebih luas atau lebih besar yang merujuk pada kualitas pembelajaran berbasis teknologi menuju era socienty 5.0.

“Jadi melalui forum ini kita mendapatkan bekal dan wawasan mengenai pembelajaran berbasis teknologi untuk menuju era 5.0 sebagaimana yang disampaikan narasumber Ibu Siti Majidah,” kata Evi.

Senada dengan hal tersebut Ketua HMPS PGMI Inaifas Vindi Utami Abda mengungkapkan seminar ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para mahasiswa Inaifas dari Fakultas Tarbiyah, Syariah maupun Febi supaya lebih bersemangat dalam mengupgrading softkill kita di era 5.0.

“Apalagi sebagai mahasiswa yang outputnya nanti diharapkan menjadi guru ataupun ahli dibidang lain harus memahami teknologi dan mengikuti perkembangannya.” jelas Vindi.

Tidak sekedar seminar, lanjut Vindi, dalam agenda tersebut HMPS PGMI INAIFAS juga melaunching program terbarunya “PGMI ENGLISH CORNER (PEC).

“Program ini tentu dinaungi pula oleh hmps sebagai ladang belajar dan juga wadah minat bakat mahasiswa/i untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris,” imbuhnya.

Lebih jauh, dirinya sangat yakin pemahaman terkait teknologi dan kemampuan dalam berbahasa Inggris akan mampu untuk improve our skill dan mampu berdaya saing dikancah yang lebih luas.

Diketahui, agenda tersebut mendapatkan apresiasi dan harapan yang besar dari Dekan Fakultas Tarbiyah Inaifas agar tidak hanya menjadi besar diawal namun juga harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PMII INAIFAS Suarakan Isu Lingkungan dan Krisis Iklim

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PMII INAIFAS Suarakan Isu Lingkungan dan Krisis Iklim

Bagikan sekarang

Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang jatuh pada setiap tanggal 05 Juni, adalah momentum refleksi seluruh dunia tentang pentingnya mengambil peran dalam aksi kolektif bersama-sama untuk mencapai tujuan keadilan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Tampak sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong-Jember menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau Word Environment Day pada Selasa (7/6/2022).

Agenda itu diperingati dengan melakukan aksi solidaritas di sepanjang ruas jalan Alun-Alun Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Johan Efendik mengungkapkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan manusia agar selalu menjaga alam sekitar.

Seperti yang diketahui bersama lanjut Johan, sekarang sedang santer terdengar permasalahan lingkungan yang terjadi di dunia seperti, pemanasan global, pencemaran, polusi dan lainnya.

“Sebagai manusia yang paling dekat dengan alam, menjaga lingkungan adalah suatu kewajiban demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang,” ungkap Johan Ketua Bidang Eksternal PMII Inaifas ini.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi anak muda untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dan inovatif bisa menjadi solusi atasi krisis iklim yang mengancam masa depan.

Sementara Ahmad Fathu Fikron Mustofa mengatakan kesadaran dan kontribusi generasi muda diyakini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pengendalian perubahan iklim. Generasi muda seperti mahasiswa yang sadar dan cerdas iklim dapat menjadi aktor dan berperan aktif dalam agenda-agenda pengendalian perubahan iklim, seperti transisi energi dan penerapan pajak karbon.  

Masih dikatakan, peran aktif generasi muda dalam pengendalian perubahan iklim makin diharapkan saat melihat jumlahnya yang sangat besar di negara kita. Saat ini ada sekitar 65 juta orang (28%) penduduk Indonesia pada kategori usia 10 – 24 tahun. Merekalah yang akan menjadi angkatan kerja di era transisi energi menuju net-zero emission pada 2060.

“Jadi, generasi muda akan menjadi penentu dalam mempercepat transisi dari penggunaan bahan bakar berbasis fosil menjadi energi terbarukan,” kata Fikron selaku Ketua Komisariat PMII Inaifas ini.

Lebih lanjut, krisis iklim akibat peningkatan emisi karbon di bumi merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia saat ini dan juga di masa depan. Dampak krisis iklim pun semakin dirasakan saat ini. Laporan yang dipublikasikan Badan Meteorologi Dunia (WMO) pada Mei 2022 menyebutkan bahwa peningkatan emisi karbon dioksida selama 2021 menempatkan iklim bumi dalam kondisi yang kian terpuruk. Pada 2021, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi mencatat rekor tertinggi baru.

“Kita hanya punya satu bumi, dan bumi tempat kita tinggal ini tidak selamanya mampu menampung peningkatan emisi karbon yang memicu terjadinya perubahan iklim. Jadi, kita yang membutuhkan bumi hendaknya turut menjaga dengan mengurangi emisi karbon. Untuk itu, perlu upaya bersama termasuk generasi muda untuk pengendalian perubahan iklim, ” imbuhnya.

Mahasiswa semester akhir ini juga menegaskan peran dan suara kaum muda agar lebih aktif lagi dalam menjawab isu perubahan iklim. Kaum muda dirasa dapat membantu memberikan pendapat, perspektif, dan representasi terkait adanya isu krisis iklim, konflik global, dan isu agraria yang terus terjadi khususnya di wilayah pesisir Jember selatan.

Fikron melanjutkan, peran yang bisa dilakukan oleh kaum muda tidak harus dengan perubahan besar. Tetapi bisa dimulai dengan aksi-aksi sederhana.

“Seperti menggunakan barang-barang yang bisa didaur ulang, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, tidak membuang sampah sembarangan, mematikan lampu dan pendingin ruangan saat tidak dibutuhkan untuk menghemat energi, dan masih banyak lagi,” tandasnya.

Diketahui, setelah melakukan kegiatan aksi di sepanjang ruas jalan Kecamatan Kencong, dilanjutkan agenda Diskusi Lingkungan Hidup bersama warga di tepi Pantai Paseban, Kencong, Jember.

Tampak hadir bertindak sebagai pemantik diskusi Ketua Bidang Kampanye, Gerakan, dan Simpul Jaringan LPR KuaSA Gandys Nanda Indriawan, Pengurus Cabang PMII Jember, Bayu Wicaksono dan Bapak Sur perwakilan masyarakat Paseban.