Ibunda Rektor INAIFAS, Hj Umi Nadziroh Syafawi Tutup Usia

Ibunda Rektor INAIFAS, Hj Umi Nadziroh Syafawi Tutup Usia

Bagikan sekarang

Kabar duka menyelimuti civitas akademika INAIFAS Kencong Jember, kamis siang (22/7).

” Semoga Allah senantiasa mengucurkan rahmat dan maghfirah-Nya untuk ibu saya, Hj. Umi Nadziroh Syafawi, melapangkan kuburnya, mengampuni segala dosanya”. Tulis Rijal di halaman resmi Facebooknya, pukul 12.32 WIB.

Hj. Umi Nadziroh Syafawi merupakan Ibunda Gus Rijal Mumazziq Zionis, M.HI yang saat ini menjabat sebagai Rektor INAIFAS Kencong Jember.

Segenap civitas akademika INAIFAS Kencong Jember mengucapkan turut berdukacita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan atas kepergian beliau, Amin. (Humas Inaifas)

KERJASAMA DENGAN UPZIS INAIFAS, LAZISNU CABANG KENCONG BERI BANTUAN EKONOMI PRODUKTIF

KERJASAMA DENGAN UPZIS INAIFAS, LAZISNU CABANG KENCONG BERI BANTUAN EKONOMI PRODUKTIF

Bagikan sekarang

Mahasiswa program studi Ekonomi Syariah INAIFAS Alex Nur Adi Wibowo atau yang biasa dikenal dengan cak alex ini memiliki bakat dalam berbisnis, juga memiliki etos kerja yang baik selain ia juga aktif di organisasi ekstra kampus INAIFAS.

Hal tersebut disampaikan oleh Gus Zuhairus Zaman, Kepala Upzis INAIFAS saat memberikan sambutan dan penyerahan bantuan bertempat di Angkringan Cak Alex, Jalan Tanggul-Kencong Gang SD Assunniyyah Kencong, rabu malam (21/7).

“Semoga dengan adanya bantuan ini, cak alex bisa mengembangkan usahanya serta dapat menambah pendapatan ekonominya” Tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua Lazisnu Cabang Kencong Ustadz Syafi’i mengatakan bahwa jika dulu pihaknya punya program berupa bantuan sembako, untuk selanjutnya pihaknya berkomitmen akan menggencarkan program Bantuan Ekonomi Produktif (BEP) ini serta berbagai macam bentuk bantuan ekonomi produktif lainya yang masih dalam tahap kajian.

“Saya berharap kekompakan semua personal dalam internal lazisnu cabang kencong, agar program ini bisa memberikan kemanfaatan serta dapat meningkatkan pendapatan ekonominya khususnya bagi warga nahdliyin dan masyarakat pada umunya” Ujarnya saat memberikan sambutan.

Bantuan Ekonomi Produktif (BEF) ini diberikan kepada Alex Nur Adi Wibowo. Angkringannya diberi nama Angkringan Cak Alex sebagaimana nama akrabnya dengan teman sejawat dan sahabat-sahabatnya.

Perjalanannya yang semula berjualan telur gulung dan kopi sachet dengan mengenakan rombong sepeda motor dan alat perabot seadanya, kini sudah memilik gerobak dorong sendiri. Hal tersebut tidak terlepas bantuan dari kedua lembaga ini yakni Upzis INAIFAS dan Lazisnu Cabang Kencong yang bekerjasama dengan memiliki fokus program dan visi yang sama.

“Tiada kalimat lain, yang bisa saya sampaikan selain mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyak kepada Lazisnu Cabang Kencong dan Upzis INAIFAS, serta kepada seluruh sahabat-sahabat dan tim saya atas bantuan tenaga, dukungan dan motivasinya” Tutur Alex mahasiswa prodi ES tersebut.

Kegiatan tersebut berlangsung singkat, dikarenakan masih dalam suasana pandemi sebagaimana aturan pemerintah mengeluarkan perpanjangan kebijakan (PPKM) sampai 25 Juli.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari pihak Lazisnu Cabang Kencong oleh Ustdaz Imam Syafi’i dan pihan Upzis INAIFAS oleh Gus Zuhairus Zaman.

Giat tersebut di pimpin oleh Ustadz Syamsul Huda selaku moderator dengan mematuhi protokol kesehatan dan dihadiri perwakilan pengurus lazsinu cabang kencong serta beberapa staf/tim angkringan cak Alex.

Kontributor : Tim Media Lazisnu

Kerjasama dengan Pemdes Menampu, Mahasiswa INAIFAS Gelar Razia Masker

Kerjasama dengan Pemdes Menampu, Mahasiswa INAIFAS Gelar Razia Masker

Bagikan sekarang

Demi memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, sekelompok mahasiswa INAIFAS yang tergabung dalam Mahasiswa Peraih KIP menggelar aksi razia masker di depan Balai Desa Menampu, Kamis siang (15/07).

Aksi razia ini bekerjasama dengan Aparatur Pemerintah Desa Menampu Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember.

Menurut Koordinator Mahasiswa Peraih Beasiswa KIP, Najib Muhammad Iqbal, giat ini dilakukan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya memakai masker di saat situasi pandemi ini.

“Kebanyakan masyarakat masih abai pada peraturan yang dianjurkan pemerintah dengan tidak mematuhi protokol kesehatan, apalagi saat ini ada kebijakan PPKM” Tutur Najib mahasiswa asal prodi ES tersebut.

Hal ini terbukti saat razia berlangsung, masih banyak pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Pengguna jalan yang tidak memakai masker akan diberhentikan kemudian diberi sanksi push up dan diberi masker oleh Mahasiswa INAIFAS.

Senada dengan hal tersebut, Khusnul Khatimah mahasiswa asal prodi PGMI INAIFAS berharap setelah giat ini berlangsung, masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan dengan nemakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan.

“Agar pandemi virus covid-19 ini cepat hilang dari negara kita tercinta, bahkan di dunia pada umumnya, sehingga kita bisa bebas melakukan kegiatan seperti sedia kala” Pungkas Khusnul di sela-sela acara.

Penulis : Ulil Nur Azizah

Pertemuan dengan Mahasiswa Akhir, Dekan Fakultas Tarbiyah : Tunda Dulu !

Pertemuan dengan Mahasiswa Akhir, Dekan Fakultas Tarbiyah : Tunda Dulu !

Bagikan sekarang

Kencong, Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah, M. Bustanul Ulum, M.Pd menunda pertemuan dengan mahasiswa terkait koordinasi progres penyusunan skripsi bagi mahasiswa semester VIII ke atas.

Pertemuan yang semula direncanakan hari ini, Senin, 5 Juli 2021 bertempat di Aula INAIFAS Kencong tersebut ditunda dikarenakan mematuhi Intruksi Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali sejak 3-20 Juli 2021.

” Pertemuan kita tunda dulu sampai batas waktu yang ditentukan, ” Terang Ibus di Gedung Rektorat, Senin pagi (5/07)

Selebihnya pertemuan akan di informasikan secara berkala melalui kaprodi masing-masing.

UNESA dan INAIFAS Optimis Bekerjasama dalam Revitalisasi Program Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan

UNESA dan INAIFAS Optimis Bekerjasama dalam Revitalisasi Program Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan

Bagikan sekarang

UNESA dan INAIFAS kembali mengambil langkah nyata dalam program revitalisasi dan pengembangan “Sekolah Ramah” untuk wilayah Jember Selatan. Pertemuan terbatas ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sebelumnya digelar pada tanggal 23 Juni 2021 di tempat yang sama.

Acara tersebut berlangsung di gedung Rektorat UNESA L6 dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural kampus masing-masing yang membahas sejumlah agenda yang lebih teknis.(30/6/2021).


Prof. Dr. Darni, M.Hum selaku ketua LP2M UNESA dalam sambutannya menyampaikan, bahwa giat yang diinisiasi oleh INAIFAS Jember merupakan langkah kongkret dalam wujud pengabdian masyarakat. Terlebih dengan menyertakan satu lembaga unggulan SDU As-Sunniyyah Kencong.

Lembaga yang dinakhodai oleh Abdullah Muhlas, S.Pd.I inilah yang direncanakan sebagai pilot project pengembangannya. Diakhir sambutan dan sekaligus membuka rapat, dia berpesan bahwa, “Program kerjasama ini bukan bersifat temporal namun sustainable. Karenanya, program ini bukan sekedar pengembangan pada skala mikro, namun nasional yang dipayungi undang-undang.

“Maka, saya sepakat jika dalam silaturrahmi ini ditentukan secara jelas poin-poin teknis yang saling memberi nilai manfaat antar lembaga khususnya, dan kepada masyarakat pada umumnya”, pungkasnya sembari membuka acara.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd selaku Kepala Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) UNESA, mengatakan bahwa Program Studi Disabilitas adalah salah satu dari 3 program unggulan di UNESA setelah olah raga dan MIPA. Pengembangan ini dipandang begitu urgen karena memang telah didasari oleh undang-undang.

Hal itu telah tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang telah memberikan warna baru dalam penyediaan pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Kemudian dikuatkan dalam UU Nomor 70 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.


Menurutnya, hal tersebut tentunya merupakan terobosan bentuk pelayanan pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas dengan bentuk penyelenggaraan pendidikan inklusif yang bertujuan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif.


Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat memandang sempit program ini, yang mengasumsikan bahwa sekolah inklusi identik dengan sekolah SLB yang notebene sekolah anak cacat. Disitulah timbul stigma negatif yang menyebabkan masyarakat jadi enggan menyekolahkan anaknya di lembaga inklusi.

“Yang lebih parah sekolah tersebut berangsur sepi peminat, karena terbangunnya citra tersebut”, Pungkasnya.

Maka dengan adanya I’tikad bersama ini ketua LP2M INAIFAS, Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd dan kepala SDU As Suniyyah Kencong siap menjadi pilot project dan melaksanakan program revitalisasi sekolah inklusi dalam bentuk unit pengembangan integratif di satuan pendidikan.

Tentunya dengan label yang disepakati bersama menjadi unit program “Sekolah Ramah Anak”.
Sebagai wujud nyata pertemuan ini, telah disepakati beberapa poin teknis dan strategi diantaranya:

  1. Mengadakan survey dan need assessment bersama di wilayah Jember Selatan
  2. Mengadakan sosialisasi dan rekognisi kepada stake holder, teramsuk dari unsur Dinas Pendidikan, Penma (Kemenag) K3S, KKG, PGRI, juga masyarakat dalam bentuk Webinar.
  3. Pendidikan dan pelatihan calon guru pendamping khusus (GPK) dengan pola in service – on service – in service dengan 82 jpl (standar nasional) bersertifikat.
  4. Diseminasi dan pengembangan

Poin itulah yang nantinya menjadi dasar kerjasama dalam program revitalisasi Pengembangan “Sekolah Ramah” di Jember Selatan.

Di akhir sesi bu Ima Kurrotu Ainin , M.Pd selaku moderator sekaligus sekretaris PSLD UNESA, mengatakan, “kami berjanji akan berkunjung ke Jember bersama mas Muhammad Asar (dosen lulusan Australia konsentrasi pendidikan disabilitas) mulai dari proses asesmen hingga pelatihan guru dengan model blended learning” Tutur bu Ima. (arm)