Catatan Perjalanan dari Pulau Terdepan Indonesia (3)

Dari Kencong ke Anambas: Menengok Kiprah Ustadz Fauzan di Medan Dakwah

@ Rijal Mumazziq Z

Melihat kiprah dakwah Ustadz Fauzan dan para guru PP. Assunniyah II, Ladan, Palmatak, Kep. Kabupaten Anambas, seorang dermawati asal Surabaya menitip dana untuk membantu kesejahteraan para guru di pesantren ini.

Dana disalurkan melalui UPZIS (Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah) INAIFAS dan sudah diserahkan kepada Ustadz Fauzan. Pria kelahiran Gumukbanji, Kencong, Jember ini yang dalam kurun beberapa tahun terakhir menjadi penggerak pendidikan Islam di Palmatak.

Bersama istrinya, Mbak Evi Kunkafiyah, dan dibantu beberapa guru, antara lain Ustadz Ufid Mufid, Ustadz Fauzan menjadi pengelola PP. Assunniyah II. Di tengah medan berat, karena akses masuk ke lokasi kurang lebih 2,5 KM, dengan jalan tanah yang licin jika hujan, beliau mendidik para santri. Awalnya hanya 7, kini mencapai 50.

Di tengah hutan ini, jika malam nyamuk-nyamuk berpesta. Beberapa satwa liar kadang juga menyatroni pondok. Setelah ada listrik, penerangan lumayan terang. Sayang, sinyal masih byarpet. Akses air juga terbatas. Sudah tiga kali pihak pengasuh menggali sumur. Gagal terus. Penyebabnya, bor membentur batu besar. Kali ini, upaya keempat. Kita doakan semoga berhasil. Sebab, selain butuh air melimpah, biaya pembuatan sumur juga tidak murah.

Meski penuh keterbatasan, namun kondisi ini tak menyurutkan semangat para guru mendidik para santri. Kemarin, dalam perlombaan dalam rangka Hari Santri, dua delegasi PP. Assunniyah II, meraih prestasi. Arif menjadi juara 2 lomba pidato bahasa Arab, sedangkan Rifanni menjadi nomor satu di lomba pidato bahasa Arab bagi santriwati se-kabupaten Kepulauan Anambas. Keduanya murid kelas 1 SMP Terpadu Assunniyah II. Dua santri lainnya, menjadi kampiun di level kejuaraan lain.

Baca juga  Raih Nilai Terbaik, Mahasiswa ini Bebas Biaya Kuliah
Foto 2-a
Foto 2-b

Ada puluhan guru tugas dari PP. Assunniyah Kencong yang ditempatkan di beberapa pulau di kabupaten ini. Sebagian membawa istri, sebagian masih jomblo. Mereka diutus oleh KH. A. Sadid Jauhari, pengasuh pesantren yang berlokasi di Jember itu.

Foto 3

Ketika “mbabat alas” beberapa tahun silam, mereka menempuh perjalanan naik kapal laut kurang lebih 5-6 hari, dari Surabaya-Jakarta-Tanjung Pinang-Batam-Tarempa dan finish di Palmatak. Benar benar perjalanan yang berat!

Kini para da’i ini mengasuh beberapa pesantren. Selain Ustadz Fauzan di PP Assunniyah II, ada Ustadz Muhammad Na’im yang mendidik santri Pondok Pesantren Khoiru Ummah di Tarempa. Sedangkan di Pulau Piasan ada Rumah Tahfidz yang diasuh oleh Ustadz Syamsul Arifin, yang juga merupakan alumni INAIFAS tahun ini.

Foto 4

Sampai saat ini, hampir 100 santri dari Kab. Kepulauan Anambas mondok di PP. Assunniyah Kencong Jember. Kelak, mereka lah yang bakal pulang ke kampung halamannya melanjutkan kiprah dakwah dan pendidikan para guru dari Jawa yang telah menempanya.

Keterangan foto:

  1. Penyerahan bantuan dana untuk kesejahteraan guru PP. Assunniyah II dari dermawati asal Surabaya melalui lembaga UPZIS INAIFAS.
  2. Empat santri putra putri yang berprestasi dalam rangka perlombaan di Hari Santri.
  3. Saya bersama, dari kiri: Ustadz Syamsul Arifin, pengasuh Rumah Tahfidz di Pulau Piasan Anambas; Ustadz Ali Muhsin, pengasuh PP. Al-Hikmah, Air Asok, Anambas, beliau alumni Pondok Manonjaya Tasikmalaya; Gus Iqbal Muhamamd Rodli, Wakil Mudir Ma’had Aly Assunniyyah Kencong Jember; Ustadz Fauzan, Pengasuh PP. Assunniyah II Palmatak, Anambas, dan Ustadz Muhammad Ni’am, Pengasuh PP Khaira Ummah Tarempa, Anambas.
  4. Para santri rumah Tahfidz Pulau Piasan yang diasuh oleh Ustadz Syamsul Arifin.

Respond For " Catatan Perjalanan dari Pulau Terdepan Indonesia (3) "

16 + 1 =