Kerjasama dengan PC LTMNU Kencong, LP2M INAIFAS Gelar Pelatihan Via Daring

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) INAIFAS bekerjasama dengan Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama’ (LTMNU) Cabang Kencong menggelar Web Seminar pelatihan Manajemen dan Pengembangan Masjid bertajuk “Revitalisasi Fungsi Masjid dalam Membentengi Aqidah Warga Nahdliyyin”

Webinar yang digelar hasil kerjasama oleh PC LTMNU Kencong dan LP2M INAIFAS Kencong itu diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, dan Live Streaming Youtube, Sabtu, (13/6/2020).

Wakil Ketua Lembaga Takmir PBNU KH. Imam Mukozali, S.Ag., M.M. menyampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan terus mendorong revitalisasi fungsi masjid pada masjid-masjid yang dibina oleh NU, melalui lembaga takmir masjid NU di level cabang hingga ranting.

Imam menerangkan, revitalisasi tersebut perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan peran lebih kepada masjid. Sekaligus untuk memakmurkan masjid, selain sebagai sarana beribadah.

Karena menurutnya, selama ini kebanyakan masjid masih hanya dipakai umat Islam untuk ibadah mahdlah, seperti salat. Padahal, Imam menilai bahwa masjid bisa memiliki fungsi atau peran lain.

Sedikitnya terdapat tujuh peran masjid yang bisa diaplikasikan di masjid-masjid yang dibina oleh LTMNU di masing-masing daerah.

Pertama, masjid sebagai tempat gerakan pemeliharaan akidah umat Islam ahlussunnah waljamaah, sesuai sunnah Rasullulah, para sahabat, tabi’in, dan para ulama salafussalihin.

“Yang dilakukan dalam peran ini di antaranya mendata jamaah salat, mempersatukan jamaah dengan saling tolong-menolong, malaksanakan pelatihan imam dan khotib, sertifikasi masjid, membuat data base masjid, labelisasi masjid dengan logo NU, pembentukan pengurus Ranting NU, pengajian aswaja di semua tingkatan,” jelas Imam.

Kedua, masjid sebagai tempat pelayanan kesehatan umat.

Dalam peran ini, Imam menerangkan bahwa pihak takmir masjid dapat membuka kerja sama dengan dinas kesehatan atau puskesmas setempat untuk melayani kesehatan jamaah.

Baca juga  INAIFAS Join dengan Peneliti Internasional

“Juga bisa mendirikan rumah sehat, menyelengarakan gerakan kebersihan masjid dan lingkungan. Tatkala masjidnya bersih insyaallah lingkungan di sekitarnya juga bersih,” tutur Imam.

Ketiga, masjid bisa sebagai tempat peningkatan SDM jamaah dan anak-anaknya di bidang keilmuan dan kemampuan.

“Aksi yang bisa dilakukan untuk membentuk peran ini di antaranya menyelenggarakan bimbingan belajar kepada anak-anak jamaah, pelatihan kaderisasi, pembinaan remaja masjid, dan sebagainya,” ujarnya.

Keempat, masjid sebagai pusat gerakan pemberdayaan ekonomi umat.

Imam mengungkaokan bahwa masjid dapat ikut serta dalam peningkatan perekonomian jamaah maupun masyarakat di sekitarnya.

Di antaranya dengan membentuk kelompok profesi, membangun kewirausahaan, dan menggalang dana dari jamaah untuk membantu sesama.

Kelima, masjid sebagai gerakan dakwah.

Dalam peran ini, dijelaskan bahwa takmir masjid dapat membuka pelatihan dakwah, penyebarluasan materi Islam melalui buletin atau media, menyediakan kajian Islam secara privat khusus bagi mualaf, dan bimbingan keluarga sakinah kepada masyarakat.

Keenam, masjid sebagai pusat kepedulian sosial.

“Misal takmir masjid membuat agenda untuk menjenguk orang sakit, mengantar orang sakit ke rumah sakit dengan ambulans masjid, menolong orang terkena bencana, menyediakan kain kafan, dan sebagainya,” ucapnya.

Ketujuh, masjid sebagai tempat mendoakan arwah orang yang meninggal.

Selain membeberkan tujuh peran masjid yang bisa segera diaplikasikan tersebut, Imam juga mengingatkan bahwa masjid juga harus merevitalisasi sistem administrasinya. Termasuk dalam hal keuangan atau kas masjid.

Menurutnya, selama ini masih banyak pihak takmir masjid yang kesulitan mengatur keuangan masjid karena terkendala beberapa hal.

“Kebanyakan kebingungan pengelolaan uang masjid, mungkin takut salah kelola (uang dari jamaah mau dipakai untuk apa, Red). Kalau terkait dengan amal jariah untuk pembangunan masjid ya dikhususkan saja untuk pembangunan,” tuturnya.

Baca juga  UKM Pers Al-Hikam, Gelar PJTD Ke II

Untuk mengatasi kebingungan tersebut, Imam menawarkan solusi. Yakni dengan membuat beberapa kotak amal sesuai dengan peruntukannya.

“Misal dengan membuat beberapa kotak, untuk pembangunan, untuk sosial. Biar jamaah yang memilih mau menyumbang untuk apa,” terang Imam.

Ketua PC LTMNU Kencong Ach. Syaikhu Yusuf yang juga menjadi pemantik dalam kegiatan tersebut membenarkan bahwa fungsi masjid tidak hanya untuk ibadah semata. Namun, masjid memiliki dimensi multifungsi.

“Saat Rasulullah menjadi pemimpin di Madinah, yang pertama beliau bangun adalah masjid dan membuat masjid untuk kemaslahatan umat. Ternyata dari masjid itulah perjuangan Rasulullah berhasil,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU Kencong Kyai A. Laiq Athoilah, KH. Khoiruzad Maddah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kencong KH. Zainil Ghulam, M.HI yang dipandu oleh Ketua LP2M INAIFAS Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd.

Web Seminar yang dilaksanakan secara daring tersebut diikuti sekitar 100 peserta baik dari aplikasi zoom maupun live streaming via youtube.com, peserta yang berasal dari berbagai kalangan, yakni pengurus lembaga ta’mir masjid tiap-tiap daerah, baik di Jawa maupun di luar Jawa, Remas, Dosen serta Mahasiswa.

Foto : Istimewa
Penulis : BEM INAIFAS Official

Respond For " Kerjasama dengan PC LTMNU Kencong, LP2M INAIFAS Gelar Pelatihan Via Daring "

twenty − sixteen =